Yesus Memperjuangkan Kesetaraan Gender

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Yesus Memperjuangkan Kesetaraan Gender

Yesus Memperjuangkan Kesetaraan Gender

Yesus Memperjuangkan Kesetaraan Gender

Baca teks Kitab Suci berikut ini secara perlahan-lahan sambil membayangkan seolah-olah kamu ada dalam peristiwa itu dan menjadi salah satu tokoh dalam peristiwa itu! Yohanes 8:2-11 2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka 3 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah 4 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah 5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?” 6 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah 7 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Ia pun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. 9 Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya 10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” 11 Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.

Setelah selesai membacakan Kitab Suci. Jawab beberapa pertanyaan berikut ini! 1. Identifikasikan tokoh-tokoh yang ada dalam satu bacaan tersebut ! 2. Pilih salah satu tokoh ! 3. Bayangkan kamu yang menjadi tokoh tersebut dan kamu hadir dalam peristiwa tersebut ! 4. Ungkapkanlah bagaimana perasaanmu !

Refleksi dan Aksi

Setelah mengikuti proses di atas, sekarang saatnya hening untuk berefleksi, lalu tulislah hasil refleksi tersebut di bagian berikut ini!

Gagasan penting yang saya temukan dalam pelajaran ini

……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

Hal yang ingin saya biasakan dalam kehidupan sehari-hari

……………………………………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………………………………….. ………………………………………………………………………………………………………..

Doa

Mari kita mengakhiri kegiatan belajar kita dengan mengungkapkan doa bersama-sama! Bapa yang Mahabaik, kembali kami menghaturkan puji syukur dan terima kasih kepada-Mu. Engkau telah menyertai kami dalam kegiatan belajar kami, Engkau telah menyadarkan kami akan usaha Yesus dalam memperjuangkan kesetaraan gender. Ajarlah kami untuk dapat meneladan sikap Yesus, Ajarlah kami untuk dapat mengusahakan kesetaraan diantara kami, Ajarlah kami untuk senantiasa menghargai sesama kami sebagai pribadi yang utuh, Ajarlah kami untuk tidak lekas memvonis kesalahan sesama kami, Ajarlah kami untuk tidak mudah menghakimi sesama kami, Ajarlah kami untuk berani mengusahakan kesetaraan gender seperti yang telah diteladankan Yesus kepada kami. Engkau kami puji ya Bapa, kini dan sepanjang masa. Amin

Yesus Peduli terhadap Penderitaan Manusia

Di dalam kehidupan sehari-hari, ternyata untuk berbuat baik tidak selalu mudah, sering ada hambatan, entah dari diri sendiri, maupun dari orang lain. Akibatnya, hal ini membuat orang menjadi bersikap tidak peduli/acuh tak acuh terhadap sekitarnya karena tidak ingin direpotkan dengan berbagai hal termasuk tidak peduli pada sesamanya yang menderita. Akhirnya banyak keprihatinan dalam masayarakat disebabkan oleh sikap tidak peduli warga masyarakat terhadap sesama dan lingkungannya.Sikap kurang peduli lebih banyak disebabkan oleh sikap egois, yakni ketika seseorang tidak lagi memikirkan nasib sesamanya dan lebih memikirkan dan mementingkan diri sendiri. Sikap peduli terhadap sesama tidak mungkin tumbuh dengan sendirinya tanpa membiasakan diri. Kebiasaan itu perlu dipupuk sejak dalam keluarga, sekolah, dan akhirnya dalam masyarakat.

Pada pelajaran kali ini, kita akan belajar untuk menemukan manfaat sikap peduli terhadap sesama, terlebih yang menderita sehingga tercipta masyarakat yang diinginkan bersama sekaligus mendorong kita untuk mengembangkan sikap peduli terhadap sesama, terutama yang menderita, dalam kehidupan sehari-hari.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Doa

Ya Yesus yang baik, Kami bersyukur kepada-Mu, atas segala kebaikan-Mu. Hadirlah ditengah-tengah kami, hari ini, agar kami mampu untuk menangkap dan memahami kehendak-Mu, agar kami dapat meneladan sikap baik-Mu terhadap sesama. Bukalah hati dan pikiran kami ya Yesus, sehingga kami dapat memahami kehendak-Mu. Terpujilah Engkau ya Yesus yang baik, Kini dan sepanjang segala masa. Amin.

Pengalaman Kepedulian terhadap Sesama

• Coba kalian mengingat kembali satu pengalaman di mana kalian pernah peduli dan menolong sesama atau saudara yang mengalami kesusahan atau penderitaan, dan tuliskan secara singkat dalam buku catatanmu! • Setelah itu bagi pengalamanmu kepada teman-teman dalam kelompok secara bergantian. • Setelah selesai, diskusikan dalam kelompok tentang ciri-ciri orang yang peduli dan tidak peduli, dengan mengisi seperti kolom berikut ini dalam buku catatanmu!

Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasilnya, dan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar.

Belajar dari Yesus yang Peduli

Pada dasarnya seluruh isi Kitab Suci menceritakan tindakan Allah yang peduli terhadap nasib manusia dan berusaha melakukan berbagai upaya agar manusia dapat hidup bahagia. Secara khusus, Perjanjian Baru banyak menampilkan sikap dan tindakan Yesus yang peduli terhadap sesamanya.

Lakukan studi pustaka untuk mencari dan menemukan perikop yang menceritakan peristiwa dibawah ini: a. Yesus menyembuhkan orang lumpuh b. Yesus menyembuhkan orang buta c. Yesus menghidupkan Lazarus d. Yesus menyembuhkan orang yang kerasukan setan Berdasarkan perikop yang sudah ditemukan itu, jawab pertanyaan berikut ini! a. Mengapa Yesus mau peduli pada mereka yang menderita? b. Apa pesan yang kamu petik dari kisah Yesus yang peduli pada orang yang menderita itu? c. Peristiwa apalagi yang dilakukan Yesus yang menunjukkan sikapNya yang peduli pada penderitaan sesama? d. Apa yang dapat kita lakukan untuk meneladan sikap Yesus dalam kehidupan di tengah masyarakat kita?

Refleksi dan Aksi

Sikap peduli adalah merupakan tuntutan dari seorang pengikut Kristus. Dalam firman-Nya, Yesus menyampaikan “Apa yang kamu lakukan terhadap saudaraKu yang paling hina ini, itu kau lakukan kepada-Ku” Sungguh! Yesus menghendaki agar kita peduli pada penderitaan sesama kita. Siapa sajakah yang menurutmu orang yang menderita? Bagaimana sikap Yesus terhadap orang yang menderita? Apa yang kalian dapat dari keteladanan Yesus itu? Kebiasaan seperti apa yang akan kalian lakukan sebagai bentuk penghayatan dan perwujudan atas kepedulian kita pada sesama yang menderita?

Setelah mengikuti proses di atas, sekarang saatnya untuk menuliskan hasil refleksi tersebut dalam buku catatanmu!

Doa Marilah kita mengakhiri kegiatan belajar kita dengan mengungkapkan doa dengan bersama-sama menyanyikan lagu berikut ini!

Allah Peduli Banyak perkara Yang tak dapat ku mengerti Mengapakah harus terjadi Di dalam kehidupan ini Satu perkara Yang kusimpan dalam hati Tiada satu pun ‘kan terjadi Tanpa Allah peduli Allah mengerti Allah peduli Segala persoalan yang kita hadapi Tak akan pernah dibiarkan-Nya Ku bergumul sendiri S’bab Allah mengerti

Misi utama Yesus Kristus diutus Allah ke dunia adalah mewartakan dan mewujudkan Kerajaan Allah, yakni mewujudkan tatanan masyarakat di mana Allah merajai hidup manusia dan menaati-Nya, sehingga tercipta keadilan, perdamaian, kesederajatan antar manusia, pengampunan, kebahagiaan, kasih, dan sebagainya. Misi itu dilakukan oleh Yesus tidak hanya melalui kata-kata dan pengajaran, melainkan melalui tindakan nyata. Itu semua dilakukan bukan tanpa tantangan dan rintangan, baik dari pribadi orang-orang yang mendengarkan dan melihat pengajaran dan tindakan Yesus, tetapi juga dari pejabat agama dan penguasa pemerintahan. Dalam Bab ini, kamu akan diajak untuk mendalami beberapa nilai dasar yang diperjuangkan Beberapa nilai itu adalah tentang mengasihi, kebahagiaan, dan kebebasan sebagai anak-anak Allah. Kamu diharapkan mampu meneladani dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu dapat menerapkannya dalam masyarakat, maka kehidupan masyarakat akan lebih baik. Dalam Bab ini akan dibahas mengenai A. Kebebasan Anak-anak Allah B. Sabda Bahagia C. Kasih yang tidak Membedakan D. Membangun Diri Seturut Teladan Yesus

Pada hakikatnya kebebasan sudah melekat pada diri manusia sejak manusia ada. Karena melekat itulah maka kebebasan sering dipandang dan diletakkan sebagai hak asasi. Kebebasan itu pula yang memberi kekhasan pada manusia sebagai citra Allah yang lebih luhur martabatnya dibandingkan ciptaan Tuhan lainnya. Namun sayang, kebebasan yang telah diberikan Allah itu dalam kenyataannya seringkali dipahami dan dipraktekkan secara salah dan kurang bertanggung jawab. Sebagian remaja menafsirkan kebebasan sebagai tindakan sebebas-bebasnya tanpa terikat pada aturan-aturan atau norma yang berasal dari negara, agama, kebudayaan atau masyarakat. Aturan yang semula merupakan rambu-rambu untuk sarana agar kebebasan dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab, dipandang sebagai penghambat. Kebebasan semacam itu dapat merusak ketenteraman dan kedamaian bagi manusia dan dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain. Pada pelajaran kali ini, kalian akan mendalami makna kebebasan manusia, khususnya kebebasan sebagai anak-anak Allah.

Yesus Memperjuangkan Kesetaraan Gender | medsis | 4.5