Menulis Hasil Wawancara dan Membaca Sastra Melayu Klasik

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Menulis Hasil Wawancara dan Membaca Sastra Melayu Klasik

Wawancara – Apakah Anda pernah mewawancarai seseorang (narasumber)? Dalam pelajaran ini Anda akan belajar memilih narasumber untuk diwawancarai dan menyusun daftar pertanyaan dengan memerhatikan kelengkapan isi (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa dan bagaimana). Selain itu, Anda akan belajar membaca sastra Melayu klasik, terutama untuk menentukan strukturnya, serta menemukan nilai-nilai dalam karya sastra melayu klasik. Anda juga akan belajar mendiskusikan puisi remaja dan membahasnya berkenaan dengan gambaran pengindraan, perasaan, pikiran, dan imajinasi melalui diskusi.

Wawancara

Wawancara

Wawancara

Menulis Hasil Wawancara

Wawancara – Pernahkah Anda menyaksikan kegiatan wawancara? Siapakah yang biasanya melakukan wawancara? Kegiat an wawancara biasanya dilakukan oleh reporter atau wartawan. Wawancara merupakan kegiatan komunikasi lang sung yang umumnya berisi tanya jawab dengan seseorang (narasumber). Misalnya, wawancara seorang wartawan dengan seniman yang telah Anda baca pada teks berita dalam pembelajaran 3A. Berita “Sanggar Musik Septime, Lahirkan Pemusik Profesional” merupakan laporan hasil wawancara dengan narasumber.

Wawancara – Dengan laporan hasil wawancara tersebut, penonton akan mengetahui dengan jelas tentang masalah yang dibahas, yakni mengenai Sanggar Musik Septime. Dari berita itu pun Anda akan mengetahui pokok-pokok informasi yang diperoleh dari hasil wawancara. Ada beberapa macam wawancara yang dapat Anda laku kan, yakni sebagai berikut.

1. Wawancara bebas adalah wawancara yang susunan pertanyaannya tidak ditentukan terlebih dahulu dan pembicaraannya bergantung pada suasana wawancara. 2. Wawancara individual adalah wawancara yang dilakukan oleh seseorang (pewawancara) dengan responden tunggal atau wawancara secara perse orangan. 3. Wawancara konferensi adalah wawancara antara seorang pewawancara dan sejumlah responden atau wawancara antara sejumlah pewawancara dan seorang responden. 4. Wawancara terbuka adalah wawancara berdasarkan pertanyaan yang tidak terbatas (tidak terikat jawaban nya). 5. Wawancara tertutup adalah wawancara berdasarkan pertanyaan yang terbatas jawabannya. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan pewawancara ketika mewawancarai narasumber. a. Berikanlah kesan yang baik, yaitu datang tepat waktu sesuai perjanjian. b. Mulailah wawancara dengan pertanyaan yang ringan-ringan dan bersifat umum. c. Hindari pertanyaan-pertanyaan yang berbelit-belit. d. Perhatikan gaya berbicara, sikap, cara berpakaian, juga volume suara agar menimbulkan kesan yang simpatik. e. Ajukan pertanyaan-pertanyaan dengan kalimat yang pendek agar yang diwawancarai dapat menangkap apa yang ditanyakan. f. Pewawancara harus pandai mengambil kesimpulan, artinya tidak semua jawaban dicatat. g. Jangan meminta pengulangan jawaban dari orang yang diwawancarai. h. Berikan kesan yang baik setelah selesai melaksanakan wawancara. Sebelum Anda melakukan kegiatan wawancara, Anda harus menentukan terlebih dulu tema wawancara dan nara sumbernya. Misalnya, tema wawancaranya tentang pembentukan Unit Kerja Presiden Pengelolaan Program Kebijakan dan Reformasi (UKP3R). Sementara narasumbernya adalah wakil ketua KPK bidang pencegahan, Erry Ryana Hardjapamekas menteri Negara Komunikasi dan Informasi. Anda juga dapat mewawancara tokoh yang ada di daerah Anda. Agar kegiatan wawancara berjalan lancar, Anda harus menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan disampaikan terlebih dahulu. pertanyaan yang Anda buat dapat menggunakan kata tanya, apa, siapa, mengapa, di mana, kapan, dan bagaimana. Dengan begitu, wawancara akan lebih efektif dan terarah. Selain itu, Anda pun harus menyiapkan alat tulis atau alat rekam untuk mempermudah pencatatan.

Membaca Sastra Melayu Klasik

Kesusastraan Indonesia bertumbuh kembang dari budaya sastra Nusantara. Sastra Nusantara merupakan sastra-sastra daerah yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Ada anggapan bahwa sastra Indonesia merupakan hasil pertum buhan sastra Melayu karena akar bahasa Indonesia memang berasal dari bahasa Melayu. Pada kenyataannya, bibit-bibit pertumbuhannya bukan hanya berasal dari bahasa Melayu. Di samping sastra Melayu Klasik, banyak pula sastra daerah klasik lainnya yang tumbuh dan terkenal di kawasan Nusantara ini, misalnya cerita panji. Sastra daerah klasik sangat beraneka ragam, baik yang berbentuk puisi maupun prosa. Di dalamnya terkandung ajaran hidup yang mencerminkan pandangan filosofis yang memancarkan ketinggian moral nenek moyang bangsa Indonesia.

Cerita Raja Ambong Di Tanjung Bima memerintah seorang raja yang masih muda umurnya, yaitu Raja Ambong, dengan bantuan saudaranya perempuan, Bungsu Candra Rupa. Dalam suatu mimpi, seorang tua memberi ia nasihat untuk membuat sebuah kapal dari sebatang kayu merbau yang sakti, dan menamai kapal itu Batara Saludang Mayang. Oleh karena 7 orang tukang yang pertama semua mati, ia meminta pertolongan kepada seorang yang bersaudara ibu dengannya, Tji’ Alang dari Linggi dekat Kuala Sungai Limau Purut. la memberikan kepadanya Tukang Bungkuk Bungsu Bangsawan yang termashur, yang tidurnya terus-menerus 7 hari 7 malam dan yang hanya dapat dibangunkan dengan memutar-mutarkan besi panas dalam telinganya! Kapal itu amat ajaib rupanya, dengan segala upacara diturunkan ke air. Bertentangan dengan larangan saudaranya perempuan, dengan diam-diam pergi Raja Ambong itu sendirinya ber layar. Saudaranya itu mengiringkannya dalam sebuah Lancang Kuning yang telah tua, kepunyaan ayahandanya, tetapi terkejar juga olehnya. Karena tak diindahkan saudaranya itu, ia meloncat ke dalam air dan terjepit antara dua batu karang dan matilah ia.

Tetapi sahabatnya, Cahaya Intan, dikayangan menghidupkannya kembali. Puteri Bungsu Candra Rupa, berpakaian sebagai laki-laki, sekarang mengemudikan kapal itu, ia bertemu dengan suatu angkatan laut yang terdiri dari 100 buah kapal, Kata Tji’ Alang dan Tukang Bungkuk Bungsu Bangsawan adalah kapal yang terbesar kapal kepunyaan Si Dewa Mambang, putera Raja segala Jin. Sauh kapalnya, beserta saudaranya perempuan, Puteri Rinik Jintan, telah 12 tahun lamanya terkandas di atap astana Raja Naga. Si Dewa Mambang tidak diterima oleh Puteri Bungsu Candra Rupa; di dalam suatu peperangan ia tewas beserta orang-orangnya; seluruh angkatan lautnya tenggelam, akan tetapi Puteri Rinik Jintan menjadi permaisuri Raja Ambong. la jatuh cinta dan kawin dengan Puteri Cahaya Intan, anak Raja Naga. Sekarang ia singgah di Campa, Cola, Tanjung Jambu Lipa, Teluk Jambu Air, Dong Sip, Tanjung Camara Bunga dan Pulau Mayang Manggi.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Di sini memerintah Raja Ambong Awan Ungu dan Raja Ambong (Sultan Sakti) membuat perhubungan dengan saudaranya perempuan, Mayang Manggi. Meskipun telah berbalasan pantun, 7 kali diubahnya rupanya supaya dapat lepas. Akhirnya ia menyerahkan dirinya dan dikawinkan. Tunangannya yang dahulu, Mambang Bungsu, putera Raja Pinang Lumut, mendapat kabar di dalam mimpinya, segera ia datang, berperang, dan mati. Setinggi-tingginya terbang bangau, hinggapnya ke kubangan juga, Raja Ambong pun kembali ke negerinya Tanjung Bima beserta per maisuri nya. Puteri Bungsu Candra Rupa dikawinkan dengan Ci’Alang, yang mem bawanya pergi ke negerinya, Linggi, dekat Kuala Sungai Limau Purut. Sumber: Buku Perintis Sastera, karya Dr. C. Hooykaas, 1951

Mendiskusikan Puisi

Anda telah mempelajari puisi pada pelajaran sebelumnya, bukan? Nah, apakah Anda telah memahaminya? Tentu Anda telah memahaminya. Kali ini Anda akan belajar mengenal puisi remaja. Dalam berita di televisi atau radio, tentu Anda sering mendengar mengenai masalah perpuisian, baik itu lomba membaca puisi, menulis puisi, bahkan pembacaan puisi yang dilakukan oleh penyair sekalipun. Oleh karena itu, Anda sebaiknya jangan sampai terlewatkan menyimak berita di televisi atau radio. Berita mengenai puisi tersebut, dapat pula Anda diskusikan bersama teman atau guru Anda. Nah, jika ingin lebih baik, carilah berita tentang puisi remaja yang sesuai dengan kehidupan Anda.

Sebagai salah satu genre sastra Indonesia, puisi dapat diapre siasi dan dikaji dari berbagai aspek. Puisi dapat dioperasi kan dan dikaji dari segi struktur dan unsur-unsurnya, dari segi jenis dan ragamnya, dan dari segi kesejarahannya mengingat bahwa sepanjang sejarahnya, dari waktu ke waktu puisi selalu ditulis dan dibaca orang. Memahami makna puisi tersebut akan lebih mudah jika Andamemparafrasekannya terlebih dahulu. Membuat parafrase berarti mengembalikan unsur-unsur yang sengaja atau tidak sengaja telah dihilangkan oleh penyair. Dengan melengkapi bagian-bagian yang hilang tersebut, Andaakan mudah memahaminya.

Episode Prosa Laramu

Aku adalah satu episode Dalam prosa laramu Datang bukan untuk dikenang Pergi bukan untuk ditangisi Aku adalah satu episode Dalam prosa laramu Akan kutabur senyum di bibirmu Biar jadi manis Akan kucoba meleraikan resahmu Hingga tak ada lagi desah “Aku susah” Aku adalah satu episode Dalam prosa laramu Yang hadir saat tangis menghiasi Dan pergi saat bahagia datang Dan senyum mengembang Karya Erna Sumber: “Sajak Kakilangit” Majalah Horison, September 2004

Puisi tersebut merupakan monolog si aku kepada seseorang atau mungkin kekasihnya. Apa pendapat Anda dengan puisi tersebut? Menarikkah? Puisi tersebut, dapat diparafrasekan ke dalam bentuk prosa. Apakah Anda dapat memparafrasekan puisi tersebut? Nah, berikut ini contoh parafrase dari puisi tersebut. Si aku merasa menjadi bagian kisah lara (sedih) se seorang yang telah dikenalnya atau kekasihnya. Kedatangan si aku dalam kehidupan seseorang itu tidak untuk dikenang dan tidak juga untuk ditangisi ketika pergi. Sebagai bagian dari kisah hidup lara orang yang di kasihinya, si aku akan berusaha menaburkan kegembiraan (se nyum) sehingga wajahnya menjadi terlihat lebih manis. Si aku pun akan mencoba melerai perasaan resah di hati sehingga tidak ada lagi desah dan rintih kesusahan. Sebagai bagian dari kisah hidup lara seseorang, si aku akan berusaha hadir saat seseorang itu (kekasih) dalam kesedihan (tangis menghiasi) dan si aku akan pergi saat seseorang itu sudah merasa bahagia dengan senyum yang mengembang.

Berdasarkan parafrase tersebut, Anda dapat mengetahui makna puisinya. Puisi tersebut mempunyai makna kerendahan hati penyair untuk menjadi bagian hidup seseorang (orang yang dikasihinya) sehingga mampu menjadikan kekasihnya itu bahagia. Ia sendiri tidak mengharapkan pamrih atau balasan atas pengorbanannya itu. Puisi “Episode Prosa Laramu” termasuk puisi remaja.Ditinjau dari isinya, Andadapat menentukan bagaimana karakteristik atau ciri-ciri puisi remaja. Ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut. 1. Tema yang diambil seputar pengalaman pribadinya, terutama tema percintaan. 2. Pilihan kata (diksi) yang digunakan belum banyak meng gunakan majas sehingga puisinya cenderung mudah dipahami. 3. Gejolak emosi menggebu-gebu sesuai dengan jiwa remaja.

Nilai-nilai yang dapat dipahami adalah nilai-nilai hubungan antarsesama, rasa cinta kasih, dan pengorbanan. Hal itu merupakan pengalaman penyairnya, hubungan dengan kehidupannya sangat erat.

 

Menulis Hasil Wawancara dan Membaca Sastra Melayu Klasik | medsis | 4.5