Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup

Kerusakan lingkungan hidup bila tidak segera diatasi, suatu saat akan menimbulkan malapetaka besar bagi manusia. Dewasa ini berbagai organisasi lingkungan hidup baik yang berskala internasional, nasional, dan daerah, tidak henti-hentinya menyuarakan penyelamatan lingkungan hidup untuk keselamatan manusia di masa kini maupun di masa akan datang. Di samping organisasi lingkungan hidup, pemerintah di masing-masing negara pun telah banyak melakukan berbagai usaha untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup, termasuk di antaranya Indonesia.

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup

Beberapa usaha yang dilakukan untuk pelestarian lingkungan hidup, antara lain sebagai berikut.

a. Bidang kehutanan Usaha yang dilakukan di bidang kehutanan adalah: 1) melakukan reboisasi (penanaman hutan kembali) pada kawasan-kawasan yang hutannya telah gundul; 2) penebangan pohon dan penanaman kembali agar dilakukan dengan seimbang sehingga hutan tetap lestari; 3) memperketat pengawasan terhadap penebangan-penebangan liar dan memberikan hukuman yang berat kepada pelanggar; 4) memperluas hutan lindung, taman nasional, dan sejenisnya sehingga fungsi hutan sebagai pengatur air, pencegah erosi, pengawetan tanah, tempat perlindungan flora dan fauna dapat tetap terpelihara dan lestari; 5) membuat undang-undang atau peraturan pemerintah tentang perlindungan dan pemeliharaan hutan serta menegakkannya secara konsisten.

b. Bidang pertanian Usaha yang dilakukan di bidang pertanian adalah: 1) melakukan penyuluhan kepada masyarakat tentang pola pertanian yang tidak menimbulkan kerusakan lingkungan; 2) mengubah sistem pertanian berladang (berpindah-pindah) menjadi pertanian menetap seperti sawah, perkebunan, tegalan, dan sebagainya;

3) pertanian yang dilakukan pada lahan tidak rata (curam), supaya dibuat teras-teras (sengkedan) sehingga bahaya erosi dapat diperkecil; 4) pemberantasan hama tanaman dengan cara memperbanyak predator (binatang pemakan) hama tanaman; 5) mengurangi pemakaian pestisida karena pestisida dapat mencemari air dan tanah; 6) menemukan jenis-jenis tanaman yang tahan hama; 7) mengoptimalkan peran serta Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

c. Bidang industri Usaha yang dilakukan di bidang industri adalah: 1) melakukan daur ulang (recycling) terhadap barang-barang bekas yang tidak terpakai, seperti kertas, plastik, aluminium, besi, dan sebagainya; 2) mengembangkan teknologi yang hemat bahan bakar, dan ramah lingkungan; 3) mendirikan kawasan industri yang jauh dari permukiman penduduk; 4) melakukan netralisasi limbah industri yang akan dibuang ke dalam tanah maupun perairan; 5) untuk mengurangi pencemaran udara yang disebabkan oleh asap industri yang berasal dari pembakaran yang menghasilkan CO (karbon monoksida) dan CO2 (karbon dioksida), diwajibkan melakukan penghijauan di lingkungan sekitarnya; 6) mengurangi pemakaian bahan bakar minyak bumi dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan, seperti energi listrik yang dihasilkan PLTA, energi panas bumi, sinar matahani, dan sebagainya; 7) membuat undang-undang atau peraturan pemerintah tentang pemetaan wilayah industri.

d. Bidang perairan Usaha yang dilakukan di bidang perairan adalah: 1) melarang keras pembuangan limbah rumah tangga, sampah-sampah, dan benda-benda lainnya ke sungai maupun laut; 2) melarang pengambilan karang di laut yang menjadi tempat berkembang biak ikanikan; 3) membuat undang-undang atau peraturan pemerintah tentang penangkapan ikan di sungai atau laut seperti larangan penggunaan bom ikan, pemakaian pukat harimau di laut yang dapat menjaring ikan sampai sekecil-kecilnya.

Pengaruh Pembangunan Nasional Untuk Lingkungan Hidup 

Tahukah kamu apa artinya pembangunan nasional? Untuk apa pemerintah melakukan pembangunan nasional? Dan apa hubungan pembangunan nasional dengan lingkungan hidup? Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan, meliputi seluruh kehidupan masyarakat, bangsa, dan negara untuk mewujudkan tujuan nasional yang termaksud dalam Pembukaan UUD 1945, yaitu melindungi segenap bangsa, dan seluruh tumpah darah Indonesia, mewujudkan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Garis besar rencana pembangunan nasional yang dilakukan pemerintah dahulu dirumuskan dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Seiring dengan perkembangkan sistem pemerintahan, GBHN diganti dengan istilah Program Pembangunan Nasional (Propenas) beserta landasan operasionalnya yang dituangkan dalam Undang Undang No.25 Tahun 2000. Adapun landasan idiilnya adalah pancasila dan landasan konstitusionalnya adalah UUD 1945.

Selanjutnya, apa tujuan dilaksanakannya pembangunan? Dalam program pembangunan nasional (Propenas) disebutkan bahwa tujuan pembangunan nasional adalah mewujudkan masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya saing, maju, dan sejahtera dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki etos kerja yang tinggi, dan berdisiplin. Dalam rangka untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional, ditetapkan prioritas sasaran pembangunan nasional dengan mempertimbangkan pengalaman membangun pada masa lalu, dan berbagai kemungkinan perkembangan keadaan pada masa depan.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Prioritas sasaran pembangunan nasional secara umum adalah sebagai berikut: 1) membangun sistem politik yang demokratis serta mempertahankan persatuan dan kesatuan; 2) mewujudkan supremasi hukum dan pemerintahan yang baik; 3) mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat landasan pembangunan berkelanjutan dan berkeadilan yang berdasarkan sistem ekonomi kerakyatan; 4) membangun kesejahteraan rakyat, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, dan ketahanan budaya; 5) melakukan pemerataan pembangunan serta mendorong pembangunan di daerahdaerah. Adanya menteri yang membidangi lingkungan hidup serta pembangunan daerah tertinggal merupakan salah satu upaya untuk mewujudkannya.

Hakekat Pembangunan Berkelanjutan dan Ciri – cirinya 

Pembangunan berkelanjutan erat kaitannya dengan pembangunan berwawasan lingkungan. Apakah yang dimaksud dengan pembangunan berwawasan lingkungan itu? Pembangunan berwawasan lingkungan pada hakikatnya merupakan pembangunan lestari. Pembangunan lestari yang didasarkan pada pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup adalah upaya sadar dan terencana yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber daya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan, kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan masa datang.

Dari segi lingkungan, pembangunan berwawasan lingkungan dapat diartikan sebagai gabungan antara pembangunan dan kemajuan dengan usaha untuk memelihara lingkungan agar sumber-sumber daya alam di sekitar kita, seperti sumber air, hutan, tanah, udara, energi, mineral, dan lain-lain yang telah digunakan tidak hilang dan musnah sehingga dapat digunakan kembali. Dalam proses pembangunan yang berwawasan lingkungan, penggunaan sumbersumber daya alam yang tersedia senantiasa mempertimbangkan dan memperhitungkan kemampuan sumber daya alam itu sendiri.

Penggunaan sumber daya alam secara semena– mena dan rakus oleh manusia, suatu ketika akan menimbulkan kesulitan besar bagi manusia, terutama generasi yang akan datang. Orang-orang tertentu yang hanya memikirkan keuntungan pribadi semata, dapat menimbulkan kerusakan lingkungan yang berdampak pada orang lain dan generasi di kemudian hari. Pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan merupakan proses pembangunan yang senantiasa memadukan proses pembangunan dengan potensi lingkungan. Pembangunan tidak akan dapat tercapai dan berkembang apabila kemampuan lingkungan terus mengalami kemerosotan.

Demikian pula halnya lingkungan tidak akan dapat dilindungi dan dipelihara apabila pembangunan di suatu negara itu rendah kualitasnya sehingga tidak mempunyai cukup dana dan teknologi untuk menjaga, dan memelihara lingkungan. Antara pembangunan dengan pemeliharaan lingkungan merupakan dua hal yang harus berjalan seiring. Pembangunan yang tidak memerhatikan lingkungan dan tidak berorientasi kepada masa depan harus dihindari. Karena, manusia sebagai makhluk sosial dan berakal tidak hanya memikirkan kepentingan sendiri dan sesaat, tetapi juga harus memikirkan kepentingan orang lain dan generasi mendatang. Pembangunan berwawasan lingkungan memliki beberapa ciri-ciri, di antaranya sebagai berikut:

1) mengutamakan kualitas hidup dan berorientasi jangka panjang sehingga dapat dirasakan oleh semua generasi; 2) senantiasa memadukan antara pembangunan dan pemeliharaan lingkungan; 3) memanfaatkan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui secara bijaksana. Adapun sumber daya alam yang dapat diperbarui, terjamin ketersediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitasnya; 4) memerhatikan kemampuan ekologi alam sekitar serta potensi yang terkandung dalam lingkungan; 5) tidak mengorbankan unsur-unsur lingkungan untuk tujuan pembangunan, baik tujuan jangka pendek maupun jangka panjang.

Permasalahan Kependudukan Indonesia 

Permasalahan kependudukan yang sedang dialami Indonesia, di antaranya terkait jumlah penduduk yang besar disertai dengan tingkat pertumbuhan yang relatif tinggi dan persebaran penduduk yang tidak merata. Jumlah penduduk Indonesia yang mencapai lebih dari 200 juta jiwa memang merupakan sebuah potensi sumber daya dan pangsa pasar strategis secara ekonomi. Namun hal tersebut juga dapat menjadi beban dalam pembangunan. Karena itu, pembangunan nasional senantiasa diarahkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Perkembangan penduduk diarahkan pada pengendalian kuantitas, pengembangan kualitas serta pengarahan mobilitas sehingga mempunyai ciri dan karakteristik yang menguntungkan bagi proses pembangunan.

Permasalahan kependudukan yang lainya adalah persebaran penduduk yang tidak merata. Hal ini berkaitan dengan daya dukung lingkungan (luas wilayah) yang tidak seimbang antara Jawa-Bali dengan luar Jawa-Bali. Pulau Jawa yang luas wilayahnya kurang dari 7 persen dihuni oleh 58,7 persen penduduk, sehingga kepadatan penduduk di Pulau Jawa mencapai 880 jiwa per km2 pada tahun 1996. Kepadatan penduduk di luar Pulau Jawa, jauh lebih rendah, yaitu baru didiami oleh kurang dari 100 jiwa setiap km2 di Pulau Sumatra dan Sulawesi, dan kurang dari 20 jiwa setiap km2 di Kalimantan serta khususnya di Irian Jaya yang baru dihuni oleh 5 Jiwa setiap km2 .

Gambaran ini selain memberikan petunjuk tentang tidak meratanya persebaran penduduk, juga menunjukkan kurang seimbangnya proporsi luas wilayah. Bila kepadatan penduduk setiap provinsi dibandingkan, maka luas wilayah di provinsiprovinsi Jawa dan Bali sudah tidak memadai, apalagi DKI Jakarta yang didiami oleh lebih dari 15.732 jiwa per km2 .

Masalah kependudukan lainya adalah terkait dengan kualitas. Hasil survei UNDP (United Nations Development Programe) tentang Human Development Indeks 2003 terungkap bahwa dari 174 negara yang diurutkan berdasarkan kualitas manusianya, Indonesia hanya berada pada peringkat ke-112. Sementara negara tetangga seperti Singapura sudah mencapai peringkat ke-28, Brunei Darussalam ke-31, Malaysia ke-58, Thailand ke-74 dan Filipina ke-85.

Usaha Pelestarian Lingkungan Hidup | medsis | 4.5