Tentang Tumbuhan Paku Berpembuluh dan Berbiji

Tentang  Tumbuhan Paku Berpembuluh dan Berbiji

Tumbuhan Paku Berpembuluh

1. Paku Kawat Banyak spesies paku kawat yang merupakan epifit pada pohon di daerah tropis, spesies lainnya tumbuh dekat tanah di dasar hutan, di daerah iklim sedang, meliputi daerah timur laut Amerika Serikat. Pada Gambar 7.8 tampak sporofit yang merupakan generasi diploid (2n). Tumbuhan kecil ini memiliki rizoma (batang dalam tanah) yang tumbuh horizontal, dan akan menjadi akar dan batang vertikal dan mengandung daun sejati yang memiliki jaringan pembuluh. Sporangia terletak pada daun khusus untuk reproduksi yang disebut sporofil. Pada beberapa spesies, sporofil berkumpul pada ujung cabang membentuk struktur berbentuk gada, disebut strobili. Spora yang keluar dari sporangia akan tumbuh menjadi gametofit haploid yang tidak mudah terlihat, dapat hidup dalam tanah selama 10 tahun. Gametofit kecil itu tidak berfotosintesis, makanan diperoleh dari fungi simbiotik. Pada spesies homospora setiap gametofit membentuk arkegonia dengan sel telur dan anteridia dengan sperma berflagela. Paku kawat heterospora membentuk gametofit jantan dan betina yang terpisah. Nama umum untuk paku kawat adalah lumut gada sesuai dengan bentuk strobilus yang menyerupai gada.

Tumbuhan Paku Berpembuluh

Tumbuhan Paku Berpembuluh

Tumbuhan Paku Berpembuluh

Tumbuhan Paku Berpembuluh

2. Paku Ekor Kuda Divisi tumbuhan ini yang masih bertahan sampai saat ini hanya 15 spesies dari genus tunggal yang disebut ekor kuda (Equisetum debile), ditemukan di bumi belahan utara. Pada Gambar 7.9 tampak sporofit, pada ujung beberapa batang terdapat struktur mirip kerucut, yang mengandung sporangia. Pembelahan meiosis terjadi dalam sporangia, dan spora haploid dilepas, kemudian berkembang menjadi gametofit biseksual yang memiliki panjang beberapa milimeter. Apakah ekor kuda termasuk homospora atau heterospora?

Equisetum memiliki rizoma di bawah tanah tempat batang vertikal akan muncul. Batang lurus berlubang memiliki ruas-ruas, dan pada ruas tersebut akan tumbuh daun atau batang kecil. Epidermis mengandung silika, yang menyebabkan tumbuhan tersebut mempunyai tekstur berpasir. Dahulu orang menggunakan batang ekor kuda sebagai alat penggosok.

Tumbuhan Paku Berpembuluh

3. Paku Sejati Dari semua tumbuhan vaskuler tak berbiji, paku sejati adalah tumbuhan yang paling beraneka ragam. Paku merupakan tumbuhan lapisan bawah di hutan-hutan tropis dan subtropis, mulai dari dataran rendah sampai ke lerenglereng gunung, bahkan ada yang hidup di air. Tumbuhan paku telah memiliki jaringan pembuluh yang terbentang dari akar, batang, sampai ke daun. Untuk mempelajari struktur tumbuhan paku, lakukan kegiatan berikut.

Mengamati Bagian-Bagian Tumbuhan Paku

Tumbuhan Paku Berpembuluh – Sejati Amati tumbuhan paku lengkap dengan bagian-bagiannya. Gunakan lup untuk mengamati kumpulan sporangium (sorus). Kemudian, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Pertanyaan 1. Di manakah akar tumbuhan paku tumbuh? Mengapa disebut akar serabut? 2. Apakah yang dimaksud dengan rizoma (rimpang)? Sebutkan contoh tumbuhan paku yang memiliki batang yang tegak. 3. Adakah daun yang tidak menghasilkan spora? Apa fungsi daun tersebut? 4. Dengan apa tumbuhan paku berkembang biak? 5. Di daun bagian mana terletak sorus (kumpulan sporangium)? 6. Potonglah secara melintang sebuah sorus, amati dengan lup atau mikroskop. Kemudian, gambarlah penampangnya.

Tumbuhan Paku Berpembuluh – Akar tumbuh dari pangkal batang membentuk akar serabut, pada ujung akar terdapat tudung akar (kaliptra). Batang umumnya tumbuh di dalam tanah disebut rizoma (rimpang). Beberapa tumbuhan paku memiliki batang yang muncul di atas tanah, misalnya paku tiang (Alsophyla). Sebagian besar paku memiliki daun majemuk, bertulang daun yang bercabang-cabang, bertangkai panjang, memiliki mesofil dan stomata. Daun paku tumbuh seiring membukanya gulungan ujungnya yang melingkar seperti kepala biola. Beberapa daun paku merupakan sporofil yang mengandung sporangia pada permukaan bawahnya. Sporangia pada banyak paku tersusun dalam kelompok yang disebut sorus (jamak: sori) yang dilengkapi dengan alat yang menyerupai pegas, dapat melemparkan spora beberapa meter jauhnya.

Kotak spora menghasilkan sel-sel induk spora yang kemudian membelah secara meiosis membentuk spora yang merupakan awal dari fase gametofit. Seperti tumbuhan lumut, paku pun mengalami pergantian turunan dalam siklus hidupnya. Pada awal pembahasan tumbuhan vaskuler tak berbiji telah dibahas tentang siklus hidup paku, lihat Gambar 7.6 serta penjelasannya. Berdasarkan gambar tersebut, apakah paku yang digambarkan itu homospora atau heterospora? Buatlah skema pergiliran turunan dalam siklus hidup paku homospora. Salah satu contoh paku heterospora adalah selaginella, hidup di air. Paku ini mempunyai dua macam spora, yaitu mikrospora yang kecil berkelamin jantan dan makrospora yang besar berkelamin betina. Sporangium terletak di ujung cabang, dilindungi oleh daun-daun spora, disebut strobilus (jamak strobili).

ertanyaan 1. Apa yang menghasilkan spora pada tanaman suplir? 2. Spora akan tumbuh menjadi apa? Bagaimana bentuknya? 3. Apa yang terdapat pada permukaan bawah protalium? 4. Apa yang dihasilkan oleh anteridium dan arkegonium? 5. Berdasarkan jawaban pertanyaan no. 3 dan 4, protalium dalam daur hidup paku merupakan fase apa? 6. Berdasarkan tempat tumbuhnya kecambah, di mana terjadinya fertilisasi?

Diperkirakan tumbuhan paku adalah salah satu tanaman tertua. Tanaman ini pernah merajai bumi terutama pada periode karbon sehingga zaman itu disebut Zaman Paku. Pada waktu itu tumbuhan paku umumnya berupa pohon-pohonan berukuran raksasa dan membentuk hutan. Runtuhan tumbuhan paku tertimbun dalam air berawa di hutan-hutan sampai beberapa meter tebalnya, kemudian mengendap membentuk sedimen. Sekarang sisanya dapat kita gali sebagai batu bara. Banyak manfaat tumbuhan paku dalam kehidupan manusia, antara lain sebagai tanaman hias, untuk karangan bunga, bahan obat, pupuk hijau (Azolla pinnata bersimbiosis dengan Anabaena azollae yang dapat mengikat nitrogen bebas dari udara), bahan bangunan, dan alat penggosok.

Tumbuhan Berbiji

Pada saat ini tumbuhan berbiji mendominasi permukaan bumi kita. Tumbuhan berbiji meliputi kelompok gymnospermae (berbiji terbuka) dan angiospermae (berbiji tertutup). Sekarang dikenal sekitar 720 spesies gymnospermae dan 250.000 spesies angiospermae. Dapatkah kamu menyebutkan beberapa contoh tumbuhan berbiji? Kelompok tumbuhan ini tubuhnya dapat dibedakan antara akar, batang, dan daun. Pembuluh angkut berupa pembuluh-pembuluh halus, memanjang mulai dari akar, melalui batang menuju daun. Ciri khas tumbuhan biji adalah memiliki biji sebagai alat perkembangbiakan. Kebalikan dari spora yang merupakan sel tunggal, biji adalah struktur multiseluler dan jauh lebih kompleks.

(a) Sayatan bakal biji suatu sporofit memperlihatkan nusellus, megasporangium berdaging, yang dikelilingi oleh suatu lapisan jaringan pelindung yang disebut integumen. (b) Suatu megaspora berkembang menjadi gametofit betina multiseluler. Mikrofil adalah lubang tempat masuknya butir serbuk sari (polen), yang telah membuat tabung polen untuk mengalirkan sperma.

(c) Fertilisasi akan mengawali perubahan bakal biji menjadi biji, yang terdiri atas suatu embrio sporofit, cadangan makanan, dan lapisan pelindung biji yang diperoleh dari integumen. Spora disimpan dalam sporangium dan gametofit berkembang di dalam pembungkus spora, sementara masih dilindungi dan diberi makan oleh sporofit induk. Coba kamu bandingkan proses pembentukan spora pada tumbuhan vaskuler tak berbiji dengan proses pembentukan biji pada tumbuhan berbiji.

Info Biologi

Evolusi Tumbuhan Berbiji Biji squash (sejenis labu) yang terawetkan seperti terlihat pada gambar di samping, ditemukan pada tahun 1997 dalam sebuah gua di Oaxaca, Meksiko. Ternyata gua tersebut telah dihuni oleh manusia sekitar 8.000 – 10.000 tahun yang lalu. Biji beserta bentuk buah labu di gua tersebut cukup berbeda dari varietas liar spesies yang sama. Hal ini menunjukkan telah terjadi evolusi tumbuhan berbiji.

Tentang Tumbuhan Paku Berpembuluh dan Berbiji | medsis | 4.5