Tingkat Keanekagaraman Hayati

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Kenyataan tersebut menunjukkan kepada kita, bahwa di alam raya dijumpai keanekaragaman makhluk hidup atau disebut juga keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati (biodiversitas) adalah keanekaragaman organisme yang menunjukkan keseluruhan atau totalitas
variasi gen, jenis, dan ekosistem pada suatu daerah. Keseluruhan
gen, jenis dan ekosistem merupakan dasar kehidupan di bumi.
Mengingat pentingnya keanekaragaman hayati bagi kehidupan maka
keanekaragaman hayati perlu dipelajari dan dilestarikan. Tingginya
tingkat keanekaragaman hayati di permukaan bumi mendorong
ilmuwan mencari cara terbaik untuk mempelajarinya, yaitu dengan
klasifikasi.
A. Tingkat Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman Hayati
1 7
Keanekaragaman hayati melingkupi berbagai perbedaan atau
variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada
berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies maupun
tingkatan ekosistem. Berdasarkan hal tersebut, para pakar
membedakan keanekaragaman hayati menjadi tiga tingkatan, yaitu
keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis dan keanekaragaman
ekosistem.
1. Keanekaragaman gen
Gen atau plasma nuftah adalah substansi kimia yang menentukan
sifat keturunan yang terdapat di dalam lokus kromosom. Setiap
individu makhluk hidup mempunyai kromosom yang tersusun atas
benang-benang pembawa sifat keturunan yang terdapat di dalam inti
sel. Sehingga seluruh organisme yang ada di permukaan bumi ini
mempunyai kerangka dasar komponen sifat menurun yang sama.
Kerangka dasar tersebut tersusun atas ribuan sampai jutaan faktor
menurun yang mengatur tata cara penurunan sifat organisme.
Walaupun kerangka dasar gen seluruh organisme sama, namun
komposisi atau susunan, dan jumlah faktor dalam kerangka bisa
berbeda-beda. Perbedaan jumlah dan susunan faktor tersebut akan
menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen.
Di samping itu, setiap individu memiliki banyak gen, bila terjadi
perkawinan atau persilangan antar individu yang karakternya berbeda
akan menghasilkan keturunan yang semakin banyak variasinya.
Karena pada saat persilangan akan terjadi penggabungan gen-gen
individu melalui sel kelamin. Hal inilah yang menyebabkan
keanekaragaman gen semakin tinggi. Contoh keanekaragaman
tingkat gen ini adalah tanaman bunga mawar putih dengan bunga
mawar merah yang memiliki perbedaan, yaitu berbeda dari segi warna
bunga.
Dalam perkembangannya, faktor penentu tidak hanya terdapat
pada gen saja, melainkan ada juga faktor lain yang berperan
mempengaruhi keanekaragaman hayati ini, yaitu lingkungan. Sifat
yang muncul pada setiap individu merupakan interaksi antara gen
dengan lingkungan. Dua individu yang memiliki struktur dan urutan
gen yang sama, belum tentu memiliki bentuk yang sama pula karena
faktor lingkungan mempengaruhi penampakan (fenotipe) atau bentuk.
Misalnya, orang yang hidup di daerah pegunungan dengan orang yang
hidup di daerah pantai memiliki perbedaan dalam hal jumlah
eritrositnya. Jumlah eritrosit orang yang hidup di daerah pegunungan
lebih banyak dibanding yang hidup di pantai disebabkan adaptasi
terhadap kandungan oksigen di lingkungannya. Di daerah pegunungan
Biologi Kelas X untuk Siswa SMA – MA
1 8
lebih rendah kandungan oksigennya dibandingkan di daerah pantai.
Sehingga fenotipe pipi orang pegunungan umumnya lebih kemerahan
dibanding orang pantai.
Gambar 2.3
Keanekaragaman tingkat spesies yang menunjukkan perbedaan walaupun masih dalam satu suku
Sumber : Microsoft Encarta 2006
Sumber : www.cieer.org
Gambar 2.2
Keanekaragaman tingkat gen yang menunjukkan fenotipe atau penampakan yang berbeda
Negro Eropa Indonesia China
pohon kelapa pohon pinang pohon palem
2. Keanekaragaman jenis
Spesies atau jenis memiliki pengertian, individu yang mempunyai
persamaan secara morfologis, anatomis, fisiologis dan mampu saling
kawin dengan sesamanya (inter hibridisasi) yang menghasilkan
keturunan yang fertil (subur) untuk melanjutkan generasinya.
Keanekaragaman jenis menunjukkan seluruh variasi yang terdapat
pada makhluk hidup antar jenis. Perbedaan antar spesies organisme
dalam satu keluarga lebih mencolok sehingga lebih mudah diamati
daripada perbedaan antar individu dalam satu spesies.
Dalam keluarga kacang-kacangan kita kenal kacang tanah,
kacang buncis, kacang hijau, kacang kapri, dan lain-lain. Di antara
jenis kacang-kacangan tersebut kita dapat dengan mudah
membedakannya karena di antara mereka ditemukan ciri khas yang
sama. Akan tetapi, ukuran tubuh atau batang, kebiasaan hidup, bentuk
buah dan biji, serta rasanya berbeda. Contoh lainnya terlihat
keanekaragaman jenis pada pohon kelapa, pohon pinang dan juga
pada pohon palem.
Keanekaragaman Hayati
1 9
3. Keanekaragaman ekosistem
Ekosistem dapat diartikan sebagai hubungan atau interaksi
timbal balik antara makhluk hidup yang satu dengan makhluk
hidup lainnya dan juga antara makhluk hidup dengan
lingkungannya. Setiap makhluk hidup hanya akan tumbuh dan
berkembang pada lingkungan yang sesuai. Pada suatu
lingkungan tidak hanya dihuni oleh satu jenis makhluk hidup saja,
tetapi juga akan dihuni oleh jenis makhluk hidup lain yang sesuai.
Akibatnya, pada suatu lingkungan akan terdapat berbagai
makhluk hidup berlainan jenis yang hidup berdampingan secara
damai. Mereka seolah-olah menyatu dengan lingkungan tersebut.
Pada lingkungan yang sesuai inilah setiap makhluk hidup akan
dibentuk oleh lingkungan. Sebaliknya, makhluk hidup yang
terbentuk oleh lingkungan akan membentuk lingkungan tersebut.
Jadi, antara makhluk hidup dengan lingkungannya akan terjadi
interaksi yang dinamis.
Perbedaan kondisi komponen abiotik (tidak hidup) pada suatu
daerah menyebabkan jenis makhluk hidup (biotik) yang dapat
beradaptasi dengan lingkungan tersebut berbeda-beda. Akibatnya,
permukaan bumi dengan variasi kondisi komponen abiotik yang tinggi
akan menghasilkan keanekaragaman ekosistem. Ada ekosistem
hutan hujan tropis, hutan gugur, padang rumput, padang lumut, gurun
pasir, sawah, ladang, air tawar, air payau, laut, dan lain-lain. Komponen
biotik dan abiotik di berbagai daerah bervariasi baik mengenai kualitas
komponen tersebut maupun kuantitasnya. Hal inilah yang
menyebabkan terbentuknya keanekaragaman ekosistem di muka
bumi ini. Antar komponen ekosistem hidup berdampingan tanpa saling
mengganggu, dan apabila terjadi kepunahan atau gangguan terhadap
salah satu anggotanya maka akan mengganggu kelangsungan hidup
organisme lainnya. Suatu perubahan yang terjadi pada komponenkomponen ekosistem ini akan berpengaruh terhadap keseimbangan
(homeostatis) ekosistem tersebut.
Sebagai suatu sistem, di dalam setiap ekosistem akan terjadi
proses yang saling terkait. Misalnya, pengambilan makanan,
perpindahan energi atau energetika, daur zat atau materi, dan
produktivitas atau hasil keseluruhan ekosistem. Contoh
keanekaragaman hayati tingkat ekosistem adalah pohon kelapa
banyak tumbuh di daerah pantai, pohon aren tumbuh di pegunungan,
sedangkan pohon palem dan pinang tumbuh dengan baik di daerah
dataran rendah.

Tingkat Keanekagaraman Hayati | medsis | 4.5