Pengertian Uang dan Teori Teori Uang Serta Faktor Penawaran Uang

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pengertian Uang dan Teori Teori Uang Serta Faktor Penawaran Uang

Teori Uang

Teori Uang

Teori Uang

A. Uang

Teori Uang – Kalian tentunya tiap hari mendapatkan uang saku dari orang tua kalian, bukan? Uang yang kalian peroleh dapat ditukarkan dengan segala macam barang yang kalian butuhkan. Orang tua kalian bekerja keras untuk mendapatkan uang. Dengan uang, orang tua kalian dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa uang sangat penting bagi manusia.

1. Pengertian Uang Pada zaman dahulu, sebelum ada uang untuk memenuhi kebutuhannya manusia melakukan pertukaran dengan cara barter, yaitu barang ditukar dengan barang yang lain. Misalnya, Pak Iwan seorang nelayan membutuhkan beras untuk makan. Padahal ia hanya mempunyai 1 kg ikan. Sedangkan Bu Tuti membutuhkan ikan untuk lauk pauk anaknya. Bu Tuti hanya mempunyai 1 kg beras. Agar kebutuhan Pak Iwan dan Bu Tuti terpenuhi, maka Bu Tuti harus menukarkan 1 kg ikan dengan 1 kg beras. Sehingga kebutuhan Bu Tuti akan lauk pauk terpenuhi dan kebutuhan Pak Iwan akan beras juga terpenuhi.

Teori Uang – Pertukaran secara barter dapat dilakukan jika ada kebutuhan yang timbul secara bersama-sama. Hal ini akan sulit dilakukan, karena harus menemukan orang yang membutuhkan barang miliknya dan orang tersebut memiliki barang yang dibutuhkan oleh orang yang pertama. Dengan demikian, pertukaran dengan cara barter mempunyai banyak kesulitan. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, orang mulai mengalihkan barter dengan menggunakan alat yang lebih praktis yaitu uang. Uang adalah benda yang disepakati oleh masyarakat luas sebagai alat perantara untuk mengadakan pertukaran atau perdagangan. Agar uang dapat diterima di masyarakat, maka uang harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: a. nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu, b. mudah dibawa, c. mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya, d. tahan lama, e. jumlahnya terbatas (tidak berlebih-lebihan), dan f. terdiri atas berbagai nilai nominal. 2. Fungsi Uang Uang digunakan sebagai alat perantara dalam perdagangan. Dalam ilmu ekonomi fungsi uang dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu fungsi asli dan fungsi turunan. a. Fungsi Asli Uang sebagai fungsi asli dikelompokkan menjadi dua macam, seperti berikut ini.

Teori Uang

1) Uang Sebagai Alat Tukar Fungsi uang sebagai alat tukar akan mempermudah memperoleh barang yang diinginkan dengan cara menemukan orang yang memiliki barang tersebut, kemudian menukarkannya dengan uang. Dengan demikian, uang sebagai alat tukar akan menghemat waktu, tenaga, dan tukar menukar pun menjadi lebih sederhana. 2) Uang Sebagai Satuan Hitung Satuan hitung maksudnya satuan ukuran yang menentukan besarnya nilai dari berbagai jenis barang. Dengan adanya uang, nilai suatu barang akan mudah ditentukan. Misalnya harga sebuah pensil Rp2.000,00 dan sebuah buku Rp2.500,00. Masyarakat tidak perlu bersusah payah membandingkan satu buah pensil dengan 1 kg beras atau 1 kg ikan. b. Fungsi Turunan .

Teori Uang – Fungsi uang sebagai penunjuk harga. Uang sebagai fungsi turunan dapat dikelompokkan menjadi empat macam. 1) Uang Sebagai Alat Pembayaran Fungsi uang sebagai alat pembayaran berbeda dengan sebagai alat tukar. Uang sebagai alat pembayaran, maksudnya uang dibayarkan tanpa ditukar apa pun secara langsung. Contohnya, membayar pajak, membayar denda, dan sebagainya 2) Uang Sebagai Penunjuk Harga Suatu barang dengan barang lain mempunyai harga yang berbeda-beda. Misalnya, harga 1 kg telur Rp7.000,00, harga 1 kg jeruk Rp5.000,00, dan lain-lain.

Teori Uang

3) Uang Sebagai Alat Pembayaran Utang Uang dapat berfungsi sebagai alat pembayaran utang dan menyatakan besarnya utang. Sehingga uang dapat digunakan untuk melunasi utang piutang secara tepat. 4) Uang Sebagai Alat Penimbun Kekayaan Orang yang mempunyai kelebihan kekayaan biasanya disimpan dalam bentuk uang. Menyimpan kekayaan dalam bentuk uang mempunyai kelebihan, yaitu dapat menggunakannya setiap saat apabila ada keperluan mendadak. Dengan adanya uang, banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh, baik bagi penerima uang maupun pembayar. Berikut ini manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya uang. a) Mempermudah untuk memperoleh dan memilih barang dan jasa yang diinginkan secara tepat. b) Mempermudah dalam menentukan nilai (harga) dari barang dan jasa. c) Memperlancar proses perdagangan secara luas. d) Digunakan sebagai tempat menimbun kekayaan.

Teori Uang

3. Jenis Uang Uang sebagai alat tukar dapat dibedakan menjadi beberapa jenis. Pembagian tersebut didasarkan pada berbagai maksud dan tujuan penggunaannya. Berikut ini pengelompokan jenisjenis uang berdasarkan bahan pembuatannya, nilainya, lembaga yang menerbitkan dan berdasarkan kawasannya. a. Berdasarkan Bahan Pembuatnya Apabila dilihat dari jenis bahan membuat uang maka jenis uang terdiri atas:

 1) Uang Logam Uang logam adalah uang yang terbuat dari logam, emas, perak, atau bahan lainnya. Uang logam memiliki nilai nominal yang kecil. Di Indonesia uang logam terdiri atas pecahan Rp50,00; Rp100.000,00; Rp500,00; dan Rp1.000,00.

2) Uang Kertas Uang kertas merupakan uang yang bahannya terbuat dari kertas yang berkualitas tinggi, yaitu tidak mudah robek atau luntur, dan tahan terhadap air. Biasanya uang yang terbuat dari kertas mempunyai nilai nominal yang besar. Di Indonesia pecahan uang kertas terdiri atas Rp100,00; Rp500,00; Rp1.000,00; Rp5.000,00; Rp10.000,00; Rp20.000,00; Rp50.000,00; dan Rp100.000,00. b. Berdasarkan Nilai Jenis uang berdasarkan nilainya dapat dilihat dari nilai intrinsiknya (bahan uang) atau nilai nominalnya (nilai yang terdapat dalam uang). Berikut ini jenis uang berdasarkan nilainya.

Teori Uang

1) Full Bodied Money (Bernilai Penuh) Full bodied money merupakan uang yang nilai intrinsiknya sama dengan nilai nominalnya. Misalnya uang logam yang terbuat dari emas, maka nilai emas tersebut sama dengan nilai nominal dari uang tersebut. 2) Representatif Full Bodied Money (Tidak Bernilai Penuh) Uang jenis ini memiliki nilai intrinsik lebih kecil dari nilai nominalnya. Uang jenis ini sering disebut sebagai uang bertanda atau taken money. Sebagai contoh uang yang terbuat dari kertas.

Teori Uang

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

c. Berdasarkan Lembaga yang Menerbitkan Berdasarkan lembaga yang menerbitkan, uang dibedakan menjadi uang kartal dan uang giral. 1) Uang Kartal Uang kartal adalah uang yang diterbitkan oleh bank sentral. Uang kartal digunakan oleh seluruh masyarakat. Bentuk uang kartal adalah uang kertas dan uang logam. 2) Uang Giral Uang giral adalah uang yang diterbitkan oleh bank umum. Bentuk uang giral seperti cek, bilyet giro, dan lain-lain d. Berdasarkan Kawasan Jenis uang berdasarkan kawasannya dapat dilihat dari daerah atau wilayah berlakunya suatu uang. Antara wilayah yang satu dengan wilayah yang lain bisa saja jenis mata uangnya berbeda. Berikut ini jenis uang berdasarkan kawasannya. 1) Uang Lokal Uang lokal merupakan uang yang berlaku di suatu negara tertentu. Misalnya rupiah di Indonesia, peso di Filipina. 2) Uang Regional Uang regional merupakan uang yang berlaku di kawasan tertentu yang lebih luas dari uang lokal. Misalnya di kawasan Benua Eropa berlaku mata uang tunggal yaitu EURO. 3) Uang Internasional Uang internasional merupakan uang yang berlaku di seluruh dunia. Contohnya US dolar (sebagai standar pembayaran internasional).

Teori Uang

4. Teori Nilai Uang Terdapat beberapa teori tentang uang. Teori nilai uang terdiri atas teori kuantitas, teori pendapatan, teori persediaan kas, dan teori transaksi

a. Teori Kuantitas Teori kuantitas menyatakan bahwa perubahan nilai uang disebabkan oleh perubahan jumlah uang yang berbeda. Semakin banyak uang yang beredar, maka harga barang semakin tinggi. Dalam teori kuantitas tidak memerhatikan faktor kecepatan peredaran uang. Teori ini dikemukakan oleh David Ricardo. Persamaan teori kuatitas dapat ditulis seperti berikut ini. M = k q P Keterangan: M : jumlah uang beredar k : konstanta P : harga barang b. Teori Kuantitatif Teori ini menyatakan bahwa nilai uang dipengaruhi oleh jumlah uang yang beredar, kecepatan peredaran uang, dan jumlah barang dan jasa yang diperdagangkan. Teori ini dikemukakan oleh Irving Fisher.

Teori kuantitatif jika ditulis dalam bentuk persamaan seperti berikut ini. M q V = P q T Keterangan: M : jumlah uang beredar V : kecepatan peredaran uang P : harga barang T : jumlah barang yang diperdagangkan c. Teori Pendapatan Sumber: Encarta Encylcopedia, 2006 Gambar 10.7 J.M. Keynes Teori ini dikemukakan oleh J.M. Keynes. Teori ini sebagai penyempurnaan teori kuantitatif. Teori pendapatan menyatakan bahwa terdapat tiga motif dalam memegang uang yaitu motif transaksi, motif berjaga-jaga, dan motif spekulasi. Persamaan untuk teori pendapatan seperti berikut ini. M q Vy = Py q Ty Keterangan: M : jumlah uang yang beredar Vy : kecepatan peredaran pendapatan uang Py : harga barang Ty : jumlah barang d. Cash and Balance Equation Theory Teori ini dikemukakan oleh D.H. Robertson. Teori ini pada dasarnya sama dengan teori kuantitas Irving Fisher. Persamaan teori Irving Fisher diubah seperti berikut ini. M = K q P q T Keterangan: M : jumlah uang yang beredar K : lama rata-rata persediaan kas P : harga barang T : jumlah barang yang diperdagangkan e. Teori Persediaan Kas Teori ini lebih memerhatikan hubungan antara jumlah uang dengan pendapatan nasional, sehingga teori ini disebut teori persediaan kas. Berikut ini persamaan teori persediaan kas. M = K q P q I Keterangan: M : jumlah uang beredar K : konstanta P : harga barang I : pendapatan Teori persediaan kas dikemukakan oleh Alfred Marshall. Rumus Marshall ini merupakan persamaan yang mendekati kenyataan daripada persamaan Irving Fisher. Naiknya permintaan terhadap uang membawa pengaruh menurunnya pendapatan dan diikuti oleh turunnya harga barang.

5. Permintaan dan Penawaran Uang a. Permintaan Uang Permintaan uang adalah jumlah uang yang diinginkan setiap orang untuk melakukan transaksi. Permintaan uang dipengaruhi oleh tiga motif seperti yang dikemukakan oleh J.M. Keynes, yaitu motif transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi.

1) Motif Transaksi Alasan seseorang memegang uang adalah karena uang dapat digunakan untuk melakukan segala bentuk transaksi guna memenuhi kebutuhannya. Misalnya, setiap akan berangkat ke sekolah, pasti kalian meminta uang saku pada orang tua kalian. Uang tersebut kalian gunakan untuk membayar transportasi, membeli bakso, dan kebutuhan lainnya.

2) Motif Berjaga-Jaga Selain untuk transaksi, alasan lain orang memegang uang adalah untuk menghadapi keadaan kesusahan atau masalah penting lainnya di masa yang akan datang. Masa depan kita tidak dapat diketahui, apakah akan bertambah baik, atau bertambah buruk. Di masa depan kita tidak tahu apakah akan sakit, meninggal, atau mengalami segala macam risiko lainnya. Untuk menghadapi keadaan tersebut, maka perlu menyisihkan sebagian uang untuk disimpan. Memegang uang untuk berjaga-jaga juga dapat digunakan untuk kesejahteraan diri atau keluarga yang lebih baik. Misalnya, kalian menabung di bank dengan tujuan untuk biaya melanjutkan sekolah di masa depan.

3) Motif Spekulasi Perusahaan dan rumah tangga memegang kekayaannya, sebagian dalam bentuk uang dan sebagian lainnya dalam bentuk surat-surat berharga. Suratsurat berharga tersebut bisa diperjualbelikan setiap saat, namun harganya tidak pasti. Dalam menggunakan uang untuk tujuan spekulasi, suku bunga atau dividen yang diperoleh dari pemilikan surat-surat berharga tersebut sangat penting dalam menentukan besarnya jumlah permintaan uang. Apabila suku bunga atau dividen suratsurat berharga tersebut berharga tinggi, masyarakat akan menggunakan uang untuk membeli surat-surat berharga tersebut. Namun apabila suku bunga atau dividen rendah maka masyarakat akan menggunakan uangnya daripada membeli surat-surat berharga.

b. Kurva Permintaan Uang Permintaan uang merupakan jumlah uang yang dipegang oleh masyarakat untuk tujuan transaksi, berjaga-jaga, dan spekulasi. Adapun kurva permintaan uang adalah kurva yang menunjukkan jumlah uang yang diminta dengan suku bunga. Permintaan uang berbanding terbalik dengan suku bunga yang berlaku. Dengan demikian kurva permintaan uang memiliki kemiringan negatif. Kurva permintaan uang dapat kalian lihat pada kurva 10.1.

Berdasarkan kurva 10.1 dapat dijelaskan bahwa pada suku bunga r1 jumlah uang yang diminta adalah M1, dan pada saat suku bunga r2 jumlah uang yang diminta adalah M2. Apabila terjadi penurunan suku bunga dari r1 ke r2 maka jumlah uang yang akan diminta akan meningkat dari M1 ke M2. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah tingkat suku bunga maka akan semakin banyak orang memegang uang untuk tujuan spekulasi. Sebaliknya jika semakin tinggi suku bunga maka keinginan orang untuk memegang uang semakin rendah.

c. Pergeseran Kurva Permintaan Uang Kurva permintaan uang dapat bergeser ke kanan atau ke kiri, jika dipengaruhi oleh faktor lain selain suku bunga. Faktor lain tersebut adalah pendapatan nasional. Perhatikan kurva 10.2. Jika pendapatan nasional meningkat, maka kurva permintaan uang bergeser ke kanan (MD1 ke MD2). Namun, jika pendapatan nasional turun maka kurva permintaan uang akan bergeser ke kiri (MD1 ke MD3).

d. Penawaran Uang Penawaran uang dalam arti sempit merupakan uang dalam peredaran yang berbentuk uang kartal dan uang giral, dan disebut M1. Adapun penawaran uang dalam arti luas disebut juga M2 yang terdiri atas uang kartal, uang giral, dan uang kuasi. Uang kuasi terdiri atas deposito berjangka, tabungan, rekening, dan valuta asing milik swasta domestik.

e. Kurva Penawaran Uang Jumlah uang yang beredar ditentukan oleh pemerintah melalui Bank Sentral dan jumlahnya tetap dalam jangka pendek. Kurva penawaran uang berupa garis tegak lurus (inelastis sempurna). Kurvanya dapat dilihat pada kurva 10.3. Berdasarkan kurva 10.3, adanya perubahan suku bunga tidak memengaruhi jumlah uang yang beredar.

f. Pergeseran Kurva Penawaran Uang Kurva penawaran uang dapat bergeser ke kanan dan ke kiri karena dipengaruhi oleh faktor selain suku bunga. Faktor-faktor tersebut antara lain pendapatan masyarakat, pengeluaran pemerintah, tingkat harga barang, dan tingkat kredit. Bentuk pergeseran kurva penawaran dapat ditunjukkan pada kurva 10.4. Pergeseran kurva MS0 ke MS1 menunjukkan penawaran uang bertambah, namun jika kurva MS0 ke MS2 berarti jumlah uang yang beredar mengalami penurunan

g. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran Uang 1) Tingkat Suku Bunga Jika tingkat suku bunga terlalu tinggi, Bank Indonesia akan mengurangi jumlah uang yang beredar sehingga tingkat bunga menjadi turun. Hal ini akan menarik orang untuk menyimpan uangnya di bank. 2) Inflasi Inflasi yang tinggi akan memengaruhi perekonomian masyarakat, karena daya beli masyarakat menjadi rendah. Daya beli yang rendah, mengakibatkan masyarakat tidak dapat membeli barang-barang kebutuhan. Hal ini akan berakibat pada peredaran uang yang semakin cepat. 3) Pendapatan Apabila pendapatan masyarakat semakin tinggi, semakin besar pula jumlah uang yang beredar. Sebaliknya pendapatan masyarakat yang rendah akan memengaruhi pendapatan nasional juga ikut rendah, sehingga jumlah uang yang beredar menjadi kecil. Dengan demikian tidak perlu memperbanyak jumlah uang yang beredar, dengan tujuan menggairahkan dunia perbankan dan dunia usaha 4) Kekayaan Masyarakat Apabila variasi kekayaan masyarakat sedikit, jumlah uang yang beredar dalam masyarakat semakin besar. Sebaliknya, bila masyarakat memiliki banyak bentuk kekayaan seperti tanah, tabungan, saham, dan lain-lain maka jumlah uang yang beredar dalam masyarakat akan menurun. 5) Nilai Tukar Rupiah Pemerintah akan menurunkan jumlah rupiah yang beredar apabila nilai tukar rupiah menurun. Dengan demikian, sesuai hukum keseimbangan permintaan dan penawaran, tingkat bunga akan naik sehingga rupiah juga ikut naik. 6) Fasilitas Kredit Adanya fasilitas kredit dapat memengaruhi jumlah uang yang beredar di pasar. Bila masyarakat suka akan penggunaan kredit, dengan sendirinya penggunaan uang tunai akan berkurang, sehingga jumlah uang yang beredar di masyarakat menjadi sedikit.

 

Pengertian Uang dan Teori Teori Uang Serta Faktor Penawaran Uang | medsis | 4.5