Tentang Yesus Sang Pengampun

Tentang Yesus Sang Pengampun

Tentang Yesus Sang Pengampun

Tentang Yesus Sang Pengampun

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan baik terhadap diri sendiri, terhadap orang lain maupun terhadap Tuhan. Namun demikian tidak semua orang bila melakukan kesalahan cepat-cepat untuk meminta maaf atas kesalahannya. Demikian pula tidak semua orang yang mau dengan senang hati untuk memaafkan atau memberi pengampunan kepada orang yang bersalah kepadanya, apa lagi jika dirasa bahwa kesalahannya sungguh terlalu berat dan menyakitkan hati. Kasih yang diberikan Yesus tertuju pada semua orang, baik bagi mereka yang menderita, juga bagi mereka yang bersalah kepadaNya. Yesus memberikan teladan kepada kita tentang bagaimana memberikan pengampunan tanpa batas. Hai inilah yang akan kamu dalami bersama pada bagian ini, yaitu tentang bagaimana keteladanan Yesus dalam memberikan pengampunan tanpa batas kepada semua orang yang datang dan memohon pengampunan kepada-Nya

Doa Bapa yang Mahabaik, Terima kasih atas penyertaan-Mu kepada kami sampai saat ini. Berkatilah kami hari ini, teristimewa pada saat ini, kami ingin belajar bersama, menemukan kehendak-Mu, di dalam diri Yesus Putera-Mu. Sehingga kami mampu untuk hidup saling mengampuni, dengan demikian akan terjalin kehidupan yang rukun dan damai. Bukalah hati dan pikiran kami, Bapa. Tunjukkanlah kepada kami, jalan-Mu dan kehendak-Mu, yang harus kami jalani sepanjang hidup kami. Demi Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.

Pengalaman Diampuni dan Mengampuni dalam Hidup Sehari-hari

Setiap orang pernah bersalah dan meminta maaf, dan juga pernah memberi maaf kepada teman yang bersalah. Berdasarkan pengalaman kalian.

Yesus Mengajarkan Soal Pengampunan

Injil Matius 18:21-35 dapat memberi gambaran ajaran Yesus tentang Pengampunan. Baca dan renungkan kutipan berikut !

Mat 18:21-35 21

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” 22Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. 23Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. 24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.

25Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya 26Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. 27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. 28Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! 29Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. 30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. 31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. 32Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku 33Bukankah engkau pun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? 34Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojoalgojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. 35Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.

• Setelah membaca Firman Tuhan tersebut, tanyakan relebih dahulu hal-hal yang belum dapat kamu pahami! • cobalah untuk merenungkannya! • Masuklah dalam kelompok untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut ini!

a. Bagaimana pendapat Petrus tentang memberi pengampunan? b. Bagaimana pendapat Yesus tentang memberi pengampunan? c. Berdasarkan pendapat Yesus, sikap apa saja yang kita perlukan agar dapat melakukan pengampunan seperti yang diajarkan Yesus? d. Menurutmu, apa saja tahap-tahap bagi seseorang untuk memberikan pengampunan?

Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasilnya, dan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar. Untuk lebih memahami makna pengampunan, sekarang , baca dan renungkan isi cerita berikut ini!

Pengampunan Tuhan Pada suatu hari seorang misionaris di satu KePulauan Pasifik terkejut melihat seorang perempuan memasuki gubuknya sambil membawa sejumlah pasir yang masih basah dengan air laut. “Tahukan Anda apa ini?” tanyanya. “Sepertinya pasir”, jawab misionaris itu. “Tahukah Anda mengapa saya membawa pasir ini ke sini?” tanyanya. “Inilah dosa-dosa saya”, jelas wanita itu, “dosa-dosa saya tidak terhitung banyaknya seperti pasir di laut. Bagaimana saya dapat mendapatkan pengampunan bagi semua dosa saya ini?’ “Kamu mengambil pasir itu dari pantai, bukan?” kata misionaris itu. “Sekarang, kembalikanlah ke sana dan buatlah gundukan pasir. Lalu, duduk dan lihatlah bagaimana ombak datang dan mengikis habis gundukan itu perlahan-lahan tapi pasti. Itulah cara bekerjanya pengampunan Tuhan. Belas kasih-Nya seluas lautan. Menyesallah sungguh-sungguh, maka Tuhan akan mengampuni engkau”. (Kumpulan Cerita Romo Yos Lalu. Pr, Percikan Kisah Anak Manusia, Komkat KWI)

Refleksi dan Aksi

Hidup damai, tenteram dan penuh dengan kasih akan kita capai, apabila kita dapat saling mengampuni satu sama lain. Keberaniaan untuk meminta maaf adalah suatu pertanda keseriusan dalam mewujudkan pertobatan. Pernahkah kamu dengan berani menyampaikan maaf atas kesalahan? Pernahkan kalian memaafkan teman? Makna apa yang kalian peroleh dengan memaafkan? Bagaimana perasaanmu ketika kesalahanmu dimaafkan? Apa yang diajarkan Yesus tentang memberi maaf? Apa kebiasaan yang akan kalian lakukan sebagai bentuk penghayatan dan perwujudan atas pelajaran ini? Setelah mengikuti proses di atas, sekarang saatnya untuk menuliskan hasil refleksi !

Doa Mari kita mengakhiri kegiatan belajar kita dengan mengungkapkan doa melalui lagu berikut ini ( Nyanyikan dengan penuh penghayatan

Oh Rahmat yang Mengagumkan 1=Bes;4/4 Puji Syukur No.600 O Rahmat yang mengagumkan, penolong hidupku Ku tlah sesat didapatkan, ku butapun sembuh Rahmat membuatku takwa, membuatku lega Besar nian rahmat Tuhan, di awal imanku

Yesus Pejuang Kesetaraan Gender 

Perempuan dan laki-laki tentu saja berbeda secara fisik dan psikis. Tetapi sebagai manusia yang adalah citra Allah, perempuan dan laki-laki memiliki martabat yang sama. Namun kenyataannya dalam masyarakat masih banyak ditemui perlakuan-perlakuan diskriminatif yang didasarkan pada perbedaan antara perempuan dan laki-laki. Kebanyakan perlakukan diskriminatif tersebut lebih banyak menjadikan kaum perempuan sebagai korban. Lihat saja, banyak warga masyarakat yang menolak perempuan jadi pemimpin masyarakat atau menduduki jabatan tertentu, atau banyak kasus lainnya. Oleh karena itu sampai saat ini masalah kesetaraan atau kesederajatan masih memerlukan perjuangan, perempuan maupun laki-laki. Yesus pun melakukan perjuangan yang cukup keras dalam menegakkan kesetaraan gender. Pada masa hidupnya, kaum wanita dipandang sebagai kelompok warga masyarakat yang kurang diperhitungkan, maka direndahkan, tidak diperhitungkan, dianggap pendosa dan sebagainya. Bagaimana persisnya perjuangan Yesus dalam menegakkan kesetaraan Gender, dan apa yang dapat kamu lakukan dalam ikut serta memperjuangkan kesetaraan gender. Jawabannya dapat kamu temukan dalam pelajaran ini.

Doa Allah Bapa kami yang penuh kasih, Engkau senantiasa memberikan berkat kepada kami tanpa kecuali. Berikanlah kami rahmat-Mu pada hari ini, agar kami mampu memahami firman-Mu dalam Yesus Kristus Putera-Mu. Ajarlah kami untuk membuka diri, membuka hati dan pikiran kami, agar keteladanan yang Yesus berikan kepada kami, dapat kami laksanakan dalam kehidupan kami sehari-hari. Terlebih dalam usaha-Nya untuk memperjuangkan kesetaraan. bagi seluruh umat manusia baik laki-laki maupun perempuan. Engkau kami puji ya Bapa, kini dan sepanjang masa. Amin

Praktik Kesetaraan Gender dalam Masyarakat

Masalah perjuangan kesetaraan gender jarang mendapat perhatian dalam kehidupan masyarakat kita. Tentu saja hal itu tidak sehat bila dibiarkan terus. Kita beruntung mempunyai contoh keluarga yang sudah meperjuangkan dan mempraktekkannya, sebagaimana nampak dalam kisah berikut: Baca dan pahami artikel berikut ini!

Mendidik Keluarga tanpa Perbedaan Gender Seorang ibu rumah tangga menyampaikan pengalamannya dalam membimbing anak-anak mereka di tengah keluarga. Namanya Ibu Enny. Ibu Enny berpandangan bahwa seorang perempuan harus memiliki sifat mandiri, apalagi untuk zaman sekarang, di mana emansipasi wanita didengungkan di tengahtengah masyarakat. Kaum pria zaman sekarang juga tidak menyukai perempuan yang sifatnya penuh ketergantungan. Dalam mendidik anak-anaknya, ibu Enny berjuang dengan berusaha senantiasa memberikan pandangan yang positif akan perempuan. Memang disadari bahwa perempuan tidak akan terbebas dari tugasnya untuk mengurus rumah tangga, seperti memasak, menyiapkan keperluan anak-anak, membersihkan rumah dan lain sebagainya. Namun demikian, ibu Enny menanamkan kepada anakanak perempuannya bahwa tugas sebagai wanita dalam mengurus rumah tangga bukan berarti akan menjadi penghalang bagi seorang perempuan untuk berkarier. Oleh karenanya, setiap hari, ibu Enny berusaha menanamkan kepada anak-anaknya suatu kebiasaan untuk menghargai atau memperlakukan seseorang bukan berdasar jenis kelamin. Kepada anak yang perempuan ditanamkan sikap mandiri dan tidak bergantung kepada saudara yang laki-laki. Kepada anak yang lakilaki ditanamkan pula sikap untuk tidak memandang bahwa tugas perempuan hanya di rumah.

 

Tentang Yesus Sang Pengampun | medsis | 4.5