Tentang Pengertian Sikap-Sikap Antisosial

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Tentang Pengertian Sikap-Sikap Antisosial

Tentang Pengertian Sikap-Sikap Antisosial

Tentang Pengertian Sikap-Sikap Antisosial

Semua orang lahir sebagai manusia yang hidup di tengahtengah pergaulan manusia. Namun, orang juga tidak mengenal secara terperinci karakter manusia itu. Manusia memang memiliki perbedaan dengan makhluk lainnya. Akan tetapi, ia hidup di tengahtengah manusia lain (lingkungan sosial) dalam konteks budaya (lingkungan budaya) dan alam semesta (lingkungan alam). Selain memiliki sifat-sifat yang berbeda, juga memiliki hal-hal yang sama selaku manusia, makhluk hidup, bagian dari alam, serta sebagai ciptaan Tuhan. Uraian tersebut menerangkan bahwa makhluk yang bernama manusia merupakan makhluk pribadi yang harus mengembangkan diri dan kepribadiannya agar mampu bertahan hidup dan menyesuaikan diri dengan manusia lain dalam kehidupan bermasyarakat sebagai makhluk sosial. Dengan demikian, pada hakikatnya manusia tidak bisa melepaskan dirinya dari manusia lain. Ada pernyataan yang mengungkapkan bahwa “manusia baru dapat dikatakan sebagai manusia yang sebenarnya, apabila ada dalam masyarakat.” Sepanjang hayat dikandung badan, orang tidak akan lepas dari masyarakat, bergaul (sosialisasi), mencari nafkah, serta menerima pengaruh dari lingkungan sosial yang disebut masyarakat. Seseorang akan mengenal orang lain, dan paling utama mengenal diri sendiri selaku anggota masyarakat. Kepentingan yang melekat pada diri seseorang (sebagai pribadi) menjadi dasar interaksi sosial yang mewujudkan masyarakat sebagai wadahnya. Itulah hakikat manusia sebagai makhluk sosial atau dikenal dengan istilah homo socius. Sebagai makhluk sosial, manusia memiliki dan mampu menumbuhkembangkan serta memelihara nilai-nilai yang mencirikan kemanusiaannya. Walaupun secara fisik ia sebagai makhluk manusia, apabila ia tidak memiliki atau tidak mampu menumbuh kembangkan dan memelihara nilai-nilai yang mencirikan kemanusiaannya, dapat dikatakan sebagai manusia yang antikemanusiaan atau disebut juga dengan antisosial. Sosial (socius) menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti “mengenai kemanusiaan.” Dengan demikian, secara sederhana antisosial dapat dikatakan sebagai antikemanusiaan. Ciri-ciri manusia adalah suka bergaul di tengah-tengah manusia lain untuk saling berinteraksi dan bersosialisasi, mulai lingkungan yang terdekat seperti keluarga sampai lingkungan yang lebih luas, yaitu masyarakat umum. Segala tindakan dan perilakunya ditujukan untuk bisa berinteraksi dan bersosialisasi dengan manusia lain. Apabila tindakan dan perilakunya tersebut tidak sesuai dengan nilai dan norma yang tumbuh dan berlaku di masyarakat, dapat dikatakan sebagai sikap-sikap antisosial. Walaupun demikian, dalam mengartikan sikap antisosial tidak boleh secara harfiah yang berarti sikap-sikap yang menentang atau memusuhi sifat-sifat kemanusiaan karena pada hakikatnya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak mungkin dipisahkan dari manusia lainnya. Adapun sikap-sikap antisosial yang muncul pada manusia hanya bersifat insidental yang dihadapkan pada situasi dan kondisi tertentu, seperti halnya yang terjadi pada perilaku menyimpang.

Apabila diartikan secara harfiah, sikap antisosial lebih mengarah kepada arti manusia yang bersifat makro yaitu animal kingdom. Dalam hal ini, manusia diartikan sebagai binatang yang tidak memiliki sifatsifat kemanusiaan. Adapun antara manusia dan makhluk lainnya (binatang) terdapat batas yang membeda kan, yaitu manusia diberikan kemampuan akal untuk berpikir yang melahirkan kebudayaan. Dengan budayanya inilah, makhluk manusia memisahkan diri dari kelompok binatang yang tidak memiliki kemampuan akal untuk berpikir. Sikap antisosial yang dimaksud dalam sosiologi lebih mengarah pada kontradiktif atau menentang kepada aturan-aturan atau norma-norma yang sedang berlaku di masyarakat. Apabila aturanaturan atau norma-norma tersebut telah tersosialisasikan dalam diri manusia, ia tidak akan bersifat antisosial. Agar Anda lebih memahami, sebaiknya mengartikan sikap antisosial sebagai bagian dari perilaku yang menyimpang.

Beberapa perilaku menyimpang yang sudah dipelajari sebelumnya dapat dikatakan sebagai contoh sikap-sikap antisosial. Hal ini disebabkan tindakan dan perilakunya tidak sesuai dengan harapan dan kebiasaan yang ada di masyarakat. Nilai-nilai dan norma yang terdapat dalam masyarakat merupakan ciri kemapanan manusia yang menginginkan keteraturan dalam hidupnya. Adapun orang-orang yang antisosial berarti sebaliknya, yaitu tidak menginginkan kemapanan tersebut. Dengan demikian, segala sikap dan perilakunya selalu bertentangan dan melanggar nilai-nilai dan norma. Contohnya suka memicu atau membuat keributan, berbuat sewenang-wenang, individualis, dan termasuk kejahatan-kejahatan kriminal, seperti pembunuhan. Mengapa pembunuhan dikategori kan sebagai sikap antisosial? Hal ini disebabkan manusia memiliki hak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang. Manusia yang me lakukan pembunuhan ataupun menganiaya orang lain berarti tidak menyukai kehidupan. Pada hakikatnya, tidak ada manusia yang terlahir dan menginginkan sikap-sikap antisosial. Sejak dari rahim dan dilahirkannya manusia sudah melalui manusia lain, dalam hal ini ibunya. Kemudian tumbuh dan berkembang melalui interaksi dan sosialisasi dengan keluarganya, teman sebaya, sampai masyarakat yang lebih luas. Munculnya sikap-sikap antisosial sebagaimana perilaku yang menyimpang merupakan hasil dari proses sosialisasi yang tidak sempurna. Dalam pelajaran terdahulu, nilai dan norma adalah suatu pedoman untuk mengatur perilaku manusia. Dalam internalisasi nilai dan norma ini terjadi proses sosialisasi dalam diri seseorang. Ada seseorang yang mampu melakukan proses sosialisasi dengan baik dan ada pula yang tidak dapat melakukan proses sosialisasi dengan baik. Dengan kata lain, sikap-sikap antisosial merupakan hasil dari proses sosialisasi yang tidak baik atau tidak dapat melakukan proses sosialisasi. Secara sederhana, ia tidak bisa bergaul dengan orang lain atau masyarakat. Oleh karena itu, ia tidak bisa mengenal diri dan kepribadiannya karena masyarakat merupakan wadah bagi manusia untuk mengenal dirinya. Terlebih lagi, ia juga tidak bisa mengenal masyarakatnya serta nilai-nilai dan norma-norma yang tumbuh dan berlaku. Akibatnya, sikap dan perilakunya cenderung tidak sesuai atau bertentangan. Sikap antisosial merupakan cerminan dari ketidakpuasan individu dan masyarakat terhadap kondisi sosialnya. Kondisi sosial timbul ketika sebuah sistem yang ditentukan tidak sesuai dengan aspirasi dan representasi masyarakat. Misalnya, kecenderungan yang terjadi pada masa Orde Baru, yang pada masa itu masyarakat hidup dalam kekuasaan yang otoriter.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

• Perilaku menyimpang merupakan hasil dari proses sosialisasi yang tidak sempurna. • Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang dinyatakan sebagai suatu pelanggaran terhadap normanorma kelompok atau masyarakat. • Macam-macam perilaku menyimpang dalam sosialisasi, yaitu: 1. perilaku menyimpang karena sosialisasi; 2. perilaku menyimpang karena anomi; Rangkuman 3. perilaku menyimpang karena hubungan diferensiasi; 4. perilaku menyimpang karena pemberian julukan. • Konsep perilaku menyimpang 1. Penyimpangan primer 2. Penyimpangan sekunder • Sikap antisosial adalah sikap yang mengarah pada kontradiktif atau menentang kepada aturan-aturan atau norma-norma yang sedang berlaku di masyarakat.

Pilihlah Jawaban Yang Tepat

1. Dua hal penting yang menjadi patokan apakah perilaku seseorang dianggap menyim pang atau tidak adalah …. a. norma-norma umum dan situasi umum yang sedang berlangsung b. nilai-nilai dan norma-norma sosial c. norma-norma umum dan tingkat pendidikan masyarakat d. pola perilaku dan kepribadian masyarakat e. norma-norma umum dan perilaku individu dalam masyarakat 2. Penyimpangan primer adalah penyim pangan sosial yang …. a. hanya merugikan diri sendiri b. bersifat sementara c. terjadi pada masyarakat kelas bawah d. melibatkan orang dalam jumlah banyak e. dilakukan terus-menerus 3. Berikut yang merupakan contoh perilaku menyimpang sekunder adalah …. a. mabuk-mabukan setiap hari tak kenal tempat b. memalsukan laporan pajak perusahaan c. menghentikan bus kota di sembarang tempat d. menimbun minyak pada saat BBM naik e. meludah di depan orang banyak 4. Penyimpangan sosial merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Pendapat ini dikemukakan oleh …. a. Edwin H. Sutherland b. Cesare Lombroso c. Robert L. Merton d. Sigmund Freud e. Getrude Jaeger 5. Berikut yang termasuk contoh perilaku menyim pang berkelompok adalah …. a. menyeberang jalan di sembarang tempat b. mencuri barang dalam jumlah banyak c. kelompok penjahat merampok bank d. minum minuman keras secara berlebihan e. menggelapkan uang yang bukan miliknya 6. Perilaku menyimpang yang dilakukan kelompok adalah penyimpangan yang lebih kompleks. Hal ini disebabkan …. a. kelompok memiliki nilai, norma, sikap, dan tradisi sendiri b. kelompok memiliki jumlah individu yang lebih banyak c. kelompok memiliki kepribadian ber aneka ragam d. kelompok terbentuk secara terencana dan bertahan lama e. kekuatan fisiknya lebih besar daripada individu 7. Penyimpangan kelompok lebih berbahaya daripada penyimpangan sosial yang dilakukan individu sebab …. a. pelakunya banyak b. anggotanya tidak melakukan penyimpangan c. anggotanya juga mengalami konflik d. sukar dikendalikan e. terjadi dalam waktu lama 8. Salah satu sifat tawuran antarpelajar yang sering terjadi adalah …. a. agresivitas direncanakan terlebih dahulu b. tidak memiliki sasaran yang jelas c. adanya sportivitas yang tinggi d. diakibatkan oleh kesenjangan sosial e. pelaku tahu persis akibat hukumnya 9. Prostitusi merupakan bentuk penyim pangan sosial yang ada sejak zaman purba karena pada dasarnya masyarakat telah mengenal nilai sakral pada kebutuhan hubungan …. a. sosial b. seksual c. dalam kelompok d. fisik e. pribadi 10. Tindakan KKN di suatu instansi pemerintah termasuk tipe perilaku menyimpang …. a. primer – individu b. primer – sekunder c. sekunder – individu d. individu – kelompok e. primer – kelompok 11. Perilaku menyimpang yang termasuk dalam tindakan kriminal adalah …. a. kumpul kebo, narkotik, dan pembunuhan b. kumpul kebo, penganiayaan, dan korupsi c. penipuan, pemerkosaan, dan narkotik d. penipuan, kolusi, dan narkotik e. korupsi, arogansi, dan kolusi 12. Contoh penyimpangan dalam bentuk gaya hidup adalah …. a. narkotik dan penipuan b. kolusi dan korupsi c. korupsi dan manipulasi d. arogansi dan eksentrik e. arogansi dan kolusi 13. Banyak kaum wanita yang bekerja di kantor hingga lembur sampai malam. Hal ini menunjukkan penyimpangan yang bersifat …. a. primer b. sekunder c. positif d. langsung e. negatif 14. Contoh dari penyimpangan sebagai hasil sosialisasi yang tidak sempurna adalah …. a. seorang yang tinggal di tempat pelacuran b. anak perempuan yang suka berpakaian laki-laki c. persaingan yang dilakukan di dalam suatu organisasi d. mabuk di diskotik e. memberi uang pada petugas yang korup 15. Apabila tindakan seperti menyogok, menggelapkan uang, dan pelacuran dianggap hal yang biasa sedangkan sebelumnya dianggap hal tercela, fenomena semacam ini dinamakan …. a. penyimpangan karena kesalahan sosialisasi b. perubahan pola hidup masyarakat c. hasil sosialisasi subkebudayaan menyimpang d. destrukturisasi pola kehidupan masyarakat e. penyimpangan sosial secara individual

Tentang Pengertian Sikap-Sikap Antisosial | medsis | 4.5