Tentang Hubungan Masyarakat dan Lingkungan

Tentang Hubungan Masyarakat dan Lingkungan

Tentang Hubungan Masyarakat dan Lingkungan

Tentang Hubungan Masyarakat dan Lingkungan

Tentang Konsep-Konsep Realitas Sosial 

2. Organisasi Sosial Negara dan bangsa merupakan salah satu contoh bentuk kelompok sosial yang memiliki jumlah anggota terbesar. Kelompok sosial atau organisasi sosial merupakan pokok perhatian utama sosiologi dewasa ini. Setiap individu adalah anggota masyarakat dalam suatu organisasi sosial. Organisasi sosial adalah cara-cara perilaku anggota masyarakat yang terorganisasi secara sosial. Dalam organisasi sosial terdapat tindakan yang saling terkait dan tertata melalui aktivitas sosial, susunan kerja suatu masyarakat, dan aspek kerja sama yang menggerakkan tingkah laku para individu pada tujuan sosial dan ekonomi tertentu. Dengan demikian, dalam organisasi sosial terdapat unsur-unsur, seperti kelompok dan perkumpulan, lembaga-lembaga sosial, peranan-peranan, dan kelaskelas sosial. Sebagaimana dikemukakan sebelumnya bahwa kelompok merupakan himpunan dari beberapa orang individu yang satu sama lain saling berhubungan secara teratur, saling memperhatikan, dan secara sadar adanya manfaat bersama. Sebagai ciri yang mendasar dari kelompok yaitu dengan adanya sesuatu hal yang dianggap milik bersama. Kenyataannya dalam kehidupan masyarakat, kita dapat menemukan bermacam-macam jenis kelompok sosial, mulai dari keluarga, masyarakat desa, masyarakat kota, sampai bangsa dan lainnya. Dalam organisasi sosial atau kelompok sosial, juga dikenal adanya lembaga sosial. Di dalam sosiologi yang dimaksud dengan lembaga sosial (institusi sosial) adalah suatu sistem yang menunjukkan bahwa peranan sosial dan norma-norma saling berkaitan yang telah disusun guna mencapai suatu tujuan atau kegiatan dan oleh masyarakat dianggap penting. Jadi, lembaga adalah proses-proses yang tersusun untuk melaksanakan berbagai kegiatan tertentu, misalnya lembaga agama. Lembaga agama tersebut bukan sekelompok orang, melainkan suatu sistem gagasan, kepercayaan, praktik, dan hubungan. Lembaga sekolah bukan sekelompok siswa, melainkan mendidik para anggota suatu kelompok dan melestarikan warisan budaya dalam kehidupan suatu masyarakat. Lembaga perkawinan berfungsi kontrol terhadap pola relasi seks dan melahirkan generasi baru.

3. Dinamika Sosial Secara umum, tidak ada masyarakat yang bersifat statis (tetap). Dihadapkan pada salah satu kebutuhan primer saja, misalnya kebutu han untuk makan, maka manusia harus bekerja. Dinamika sosial merupakan telaah terhadap adanya perubahan-perubahan dalam realitas sosial yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Beberapa konsep yang berhubungan dengan dinamika sosial adalah sebagai berikut. a. Mobilitas Sosial Mobilitas sosial atau gerak sosial didefinisikan sebagai perpindahan orang atau kelompok dari strata sosial ke strata yang lain dan dari satu lapisan ke lapisan sosial lain. Dengan kata lain, seseorang mengalami perubahan kedudukan (status) sosial dari suatu lapisan ke lapisan lain, baik menjadi lebih tinggi atau menjadi lebih rendah dari sebelumnya atau hanya berpindah peran tanpa mengalami perubahan kedudukan. Dengan demikian, perpindahan ini memiliki dua arah, yaitu ke arah atas (upward mobility) dan ke arah bawah (downward mobility). b. Penyimpangan Sosial Baik dalam proses maupun hasil dari perubahan, tidak selamanya sesuai dengan hal yang diinginkan masyarakat atau terjadi penyimpangan. Penyimpangan sosial merupakan perilaku yang oleh sejumlah besar orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. c. Pengendalian Sosial Pengendalian sosial atau disebut pula “pengawasan sosial” yaitu segenap cara dan proses yang ditempuh oleh masyarakat sehingga para anggotanya dapat bertindak sesuai dengan harapan masyarakat itu sendiri. Sikap dan perilaku tiap individu bisa diselaraskan dengan sikap sosial atau kesepakatan yang ada dalam masyarakat.

4. Konsep Perubahan Sosial Semua konsep yang kita perlukan apabila kita ingin menganalisis proses-proses dinamika serta perubahan masyarakat dan kebudayaan antara lain internalisasi (internalization), sosialisasi (socialization), dan enkulturasi (enculturation), difusi (diffusion), akulturasi (acculturation), asimilasi (assimilation), pembaruan atau inovasi (inovation), dan penemuan baru (discovery atau invention). a. Internalisasi, yaitu proses panjang sejak seorang individu dilahirkan sampai ia hampir meninggal. Dalam proses ini, ia belajar menanam kan segala perasaan, hasrat, nafsu, dan emosi yang diperlukan selama hidup dalam kepribadiannya.

b. Sosialisasi, yaitu proses seorang individu dari masa anak-anak sampai masa tuanya untuk mempelajari pola-pola tindakan dan berinteraksi dengan berbagai macam individu di sekelilingnya, dalam menempati posisi dan peranan sosial di masyarakat. c. Enkulturasi, yaitu proses seorang individu mempelajari dan menyesuai kan pikiran serta sikapnya dengan adat istiadat, sistem norma, dan peraturan-peraturan yang hidup dalam kebudayaan nya. Proses ini sudah dimulai sejak kecil di dalam lingkungan keluarga dan teman sepermainan atau di sekolah. Seringkali ia belajar dengan meniru berbagai tindakan, kemudian dari tindakan tersebut diinternalisasi kan dalam kepribadiannya. Dengan berkali-kali meniru, tindakannya menjadi suatu pola yang mantap dan norma yang mengatur tindakannya dibudayakan. d. Difusi, yaitu proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dan sejarah ke seluruh dunia bersamaan dengan penyebaran dan migrasi kelompok-kelompok manusia di muka bumi. e. Akulturasi, yaitu proses sosial yang timbul apabila bertemu suatu kebudayaan tertentu dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing sehingga unsur-unsur kebudayaan asing itu lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan itu sendiri tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian budaya tersebut. f. Asimilasi, yaitu proses perpaduan dua kebudayaan. Proses ini dapat terjadi apabila ada hal-hal seperti: 1) golongan-golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda-beda; 2) saling bergaul langsung secara intensif untuk waktu yang lama; 3) kebudayaan-kebudayaan golongan-golongan tadi masingmasing berubah sifatnya yang khas, dan juga unsurunsurnya berubah wujudnya menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran. g. Inovasi atau penemuan, yaitu suatu proses pembaruan dari penggunaan sumber-sumber alam, energi, dan modal, pengaturan baru dari tenaga kerja dan penggunaan teknologi baru yang semua akan menyebabkan adanya sistem produksi, dan dibuatnya produk-produk yang baru. Inovasi biasanya berkaitan dengan pembaruan kebudayaan yang khusus mengenai unsur teknologi dan ekonomi.

Hubungan Masyarakat dan Lingkungan

Sosiologi mempelajari pola-pola hubungan dalam masyarakat dan lingkungannya serta mencari pengertian-pengertian umum secara rasional dan empiris. Oleh karena itu, sosiologi umumnya mempelajari gejala-gejala (fenomena) masyarakat yang normal atau teratur dalam lingkungannya. Akan tetapi, tidak selamanya keadaan gejala-gejala menjadi normal seperti yang dikehendaki masyarakat yang bersangkutan. Gejala-gejala sosial yang tidak sesuai antara hal yang diinginkan dengan hal yang telah terjadi dinamakan masalah sosial. Sebagai kumpulan mahkluk yang dinamis, kita akan senantiasa menemukan masalah-masalah sosial di dalam masyarakat.

Di lingkungan masyarakat Indonesia banyak dijumpai masalahmasalah sosial yang disebabkan oleh perubahan-perubahan yang terus-menerus. Akibatnya, terjadi kerusakan atau keretakan organisasi sosial (disorganisasi) di masyarakat. Dalam menghadapi hal ini diperlukan suatu perencanaan sosial untuk mengatasinya. Untuk itu, lebih dahulu harus dipelajari secara mendalam realitas sosial yang sedang dihadapi masyarakat dengan melakukan perencanaan sosial.

1. Masalah Sosial Sebuah masalah sosial sesungguhnya merupakan akibat dari interaksi sosial antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antara suatu kelompok dan kelompok lain. Dalam keadaan normal terdapat integrasi (keterpaduan) serta keadaan yang sesuai pada hubungan antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Apabila antarunsurunsur tersebut terjadi bentrokan, hubungan-hubungan sosial akan terganggu sehingga memungkinkan terjadi kegoyahan dalam kehidupan kelompok. Ada banyak faktor yang menjadi sumber masalah sosial di dalam masyarakat dan lingkungannya, antara lain adalah faktor ekonomis, biologis, psikologis, dan kebudayaan setempat. Semua faktor tersebut memunculkan kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial. Setiap kelompok masyarakat memiliki norma sendiri yang menjadi ukuran kesejahteraan, kesehatan, serta penyesuaian diri, baik individu maupun kelompok. Soerjono Soekanto mem bedakan masalah sosial menjadi empat, yaitu sebagai berikut. a. Masalah sosial karena faktor ekonomis, misalnya kemiskinan, dan pengangguran. b. Masalah sosial karena faktor biologis, misalnya penyakit menular. c. Masalah sosial karena faktor psikologis, misalnya goncangan jiwa (gila). d. Masalah sosial karena faktor kebudayaan, misalnya kenakalan remaja, atau konflik ras. Penyebab lain yang memunculkan masalah sosial di antaranya: a. kepincangan warisan fisik yang diakibatkan oleh pengurangan atau pembatasan-pembatasan sumber daya alam; b. warisan sosial, misalnya pertumbuhan dan berkuranganya penduduk, pembatasan kelahiran, migrasi, angka harapan hidup, kualitas hidup, pengangguran, depresi, pendidikan, politik, dan supremasi hukum; c. kebijakan pemerintah, misalnya perencanaan ekonomi, dan perencanaan sosial.

2. Kriteria Masalah Sosial Para sosiolog telah menyusun ukuran-ukuran atau kriteria yang termasuk ke dalam masalah sosial sebagai berikut. a. Kriteria Utama Unsur utama dari masalah sosial adalah adanya perbedaan yang mencolok antara nilai-nilai dan kondisi nyata kehidupan di masyarakat. Artinya, adanya ketidakcocokan antara anggapananggapan masyarakat tentang sesuatu yang seharusnya terjadi dengan yang telah terjadi dalam kenyataan pergaulan hidup.

Tingkat perbedaan tersebut berbeda-beda bagi setiap masyarakat, dan bergantung pada nilai-nilai yang mereka anut bersama. Jadi, agak sukar untuk menentukan apakah suatu ketidakcocokan itu merupakan masalah sosial atau bukan, sebab masyarakat akan menilainya menurut kebiasaan nilai dan norma yang mereka anut.

Tentang Hubungan Masyarakat dan Lingkungan | medsis | 4.5