Tentang Cara Menganalisis Teks Berita

Tentang Cara Menganalisis Teks Berita

Tentang Cara Menganalisis Teks Berita

Tentang Cara Menganalisis Teks Berita

Bacalah secara teliti teks yang berjudul “Junta Izinkan Yingluck Tinggalkan Thailand” berikut ini, kemudian jawablah pertanyaannya dengan cermat.

Junta Izinkan Yingluck Tinggalkan Thailand

Yingluck mematuhi aturan junta untuk tidak berkecimpung dalam dunia politik. Bangkok – Junta militer Thailand mengizinkan mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra bepergian ke luar negeri. Menurut militer Thailand, izin ini dikeluarkan setelah Yingluck dinilai mematuhi perintah untuk tidak berkecimpung di dunia politik Thailand. “Karena tidak pernah masuk daftar buron, Yingluck dipersilakan kembali ke dalam negeri seusai bepergian,” kata juru bicara militer Thailand, Kolonel Winthai Suvaree, dalam konferensi pers kemarin. Jenderal Teerachai Nakwanit, pemimpin militer wilayah Bangkok, menyebutkan Yingluck akan bepergian ke ibu kota Prancis, Paris, pada 20 Juli—10 Agustus. Di Paris, Yingluck dijadwalkan menghadiri perayaan ulang tahun kakaknya, Thaksin Shinawatra, pada 26 Juli mendatang. Thaksin, yang akan berusia 65 tahun, terpaksa menyingkir dari negaranya dan tinggal di luar negeri setelah pemerintahannya dilengserkan lewat kudeta pada 2006. Saat itu Thaksin menjabat perdana menteri.

Dengan keluarnya izin dari junta, untuk pertama kalinya perempuan berusia 47 tahun itu bepergian ke luar negeri sejak pemerintahannya dijatuhkan lewat putusan Mahkamah Konstitusi pada 22 Mei lalu. Junta militer mengambil alih pemerintahan setelah aksi protes dua kubu, pro-Yingluck dan anti-Yingluck, berlarut-larut tanpa ada jalan keluar. Yingluck dan sejumlah anggota kabinet sempat ditahan meski kemudian dibebaskan dengan sejumlah persyaratan. Salah satunya adalah tidak boleh meninggalkan negara tanpa izin junta. Kini Yinluck menghadapi tuduhan kelalaian atas tugasnya dalam menangani program subsidi beras yang kerap menjadi perdebatan di Negeri Gajah Putih. Hingga saat ini, junta belum memastikan jadwal pemilihan pemerintahan baru setelah Yingluck dilengserkan. Sedikitnya 28 orang meninggal dalam aksi protes anti-pemerintahan Yingluck. Sebagai pemimpin perempuan pertama Thailand, Yingluck menuai protes kelompok Kaus Kuning karena dinilai berusaha mengembalikan kedudukan abangnya melalui beleid amnesti.

(Sumber: Koran Tempo, Jumat, 18 Juli 2014, halaman 31)

1) Teks yang berjudul “Junta Izinkan Yingluck Tinggalkan Thailand” berisi berita tentang Junta militer Thailand yang mengizinkan mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra bepergian ke luar negeri. Bacalah teks tersebut sekali lagi dan temukan urutan peristiwa yang ada di dalamnya.

2) Teks berita banyak menggunakan keterangan dan konjungsi. Baca dan amatilah bagian-bagian berikut. Pada paragraf di bawah ini, konjungsi dicetak tebal dan adverbia dicetak miring. a) Junta militer Thailand mengizinkan mantan perdana menteri Yingluck Shinawatra bepergian ke luar negeri. Menurut militer Thailand, izin ini dikeluarkan setelah Yingluck dinilai mematuhi perintah untuk tidak berkecimpung di dunia politik Thailand. b) “Karena tidak pernah masuk daftar buron, Yingluck dipersilakan kembali ke dalam negeri seusai bepergian,” kata juru bicara militer Thailand, Kolonel Winthai Suvaree, dalam konferensi pers kemarin. c) Jenderal Teerachai Nakwanit, pemimpin militer wilayah Bangkok, menyebutkan Yingluck akan bepergian ke ibu kota Prancis, Paris, pada 20 Juli—10 Agustus. Di Paris, Yingluck dijadwalkan menghadiri perayaan ulang tahun kakaknya, Thaksin Shinawatra, pada 26 Juli mendatang.

3) Setelah kalian membaca dan mencermati bagian yang dicetak tebal dan digarisbawahi pada soal nomor

(2), kerjakanlah tugas ini. Baca, cermati, dan beri tanda (cetak tebal untuk konjungsi dan cetak miring untuk adverbia) pada kalimat berikut. a) Thaksin, yang akan berusia 65 tahun, terpaksa menyingkir dari negaranya dan tinggal di luar negeri setelah pemerintahannya dilengserkan lewat kudeta pada 2006. Saat itu Thaksin menjabat perdana menteri. b) Dengan keluarnya izin dari junta, untuk pertama kalinya perempuan berusia 47 tahun itu bepergian ke luar negeri sejak pemerintahannya dijatuhkan lewat putusan Mahkamah Konstitusi pada 22 Mei lalu. Junta militer mengambil alih pemerintahan setelah aksi protes dua kubu, pro-Yingluck dan anti-Yingluck, berlarut-larut tanpa ada jalan keluar. c) Yingluck dan sejumlah anggota kabinet sempat ditahan meski kemudian dibebaskan dengan sejumlah persyaratan. Salah satunya adalah tidak boleh meninggalkan negara tanpa izin junta. Kini Yinluck menghadapi tuduhan kelalaian atas tugasnya dalam menangani program subsidi beras yang kerap menjadi perdebatan di Negeri Gajah Putih. d) Hingga saat ini, junta belum memastikan jadwal pemilihan pemerintahan baru setelah Yingluck dilengserkan. Sedikitnya 28 orang meninggal dalam aksi protes anti-pemerintahan Yingluck. Sebagai pemimpin perempuan pertama Thailand, Yingluck menuai protes kelompok Kaus Kuning karena dinilai berusaha mengembalikan kedudukan abangnya melalui beleid amnesti.

4) Bacalah kembali teks “Junta Izinkan Yingluck Tinggalkan Thailand” di atas. Temukan verba transitif dan verba pewarta yang ada dalam teks tersebut .

Kerja Bersama Membangun Teks Berita

Pada kegiatan ini kalian masih diajak untuk mengeksplorasi struktur teks berita. Teks-teks yang digunakan masih berhubungan dengan berita dunia. Pada kegiatan 2 ini kalian akan mengerjakan tugas agar kalian lebih mendalami teks berita. Kalian sudah mengenal struktur teks berita. Tugas berikut ini disusun untuk memandu kalian secara bersama-sama membangun teks berita.

Mengevaluasi Teks Berita Berdasarkan Ciri Kebahasaan

Pada bagian ini kalian akan belajar cara mengevaluasi teks. Sebuah teks bisa dievaluasi dari sisi struktur teks, kebahasaan, dan isinya. Tugas kalian adalah sebagai berikut ) Bacalah teks berikut ini dengan cermat.

AS, UE, dan Iran Gelar Pertemuan di Geneva

Geneva, Senin – Sejumlah pejabat Iran, Amerika Serikat, dan Uni Eropa, Senin (9/6), akan memulai pembicaraan bersama selama dua hari tentang program nuklir Iran. Delegasi Iran akan memberikan kata pembukaan sebagai bagian dari upaya menyelamatkan negosiasi yang sebelumnya terancam goyah dan mengakhiri perselisihan yang telah berumur satu dekade.

Dalam tayangan televisi di Iran, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengatakan bahwa pertemuan di Geneva, Swiss, itu juga membahas sanksi yang telah merusak ekonomi negara yang sangat bergantung pada minyak tersebut. Dalam pertemuan ini, Araqchi akan bertemu, antara lain, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Chaterine Ashton dan Direktur Politik UE Helga Schmidt. Sementara delegasi AS dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri William Burns dan penasihat Gedung Putih Jake Sullivan. Sebelumnya, perundingan mengenai program nuklir Iran yang digelar di Vienna, Austria, bulan lalu, berlangsung alot dan kurang memuaskan. Setiap pihak masih menyimpan prasangka bahwa pihak lain memiliki tuntutan yang tidak realistis dalam negosiasi tersebut. Pada satu sisi, Barat menduga dibalik program pengayaan uranium untuk tujuan sipil, Iran memiliki ambisi membuat senjata nuklir. Sementara Iran menegaskan, pengayaan nuklir yang mereka kembangkan semata-mata untuk menghindari ketergantungan pada pemasok bahan bakar reaktor nuklir mereka. Bagi Iran, pertemuan di Geneva, pada Senin dan Selasa ini menjadi kesempatan mengakhiri sanksi internasional. Sementara bagi AS dan sekutunya, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa Iran tidak sedang membangun bom nuklir.

Memecah Kebuntuan

Kehadiran delegasi AS di Geneva tersebut dilihat mencerminkan keinginan Washington untuk memecah kebuntuan proses perundingan sebelumnya. “Pertemuan tersebut benar-benar menguji keseriusan kita, apakah kita bisa mencapai solusi diplomatik dengan Iran mengenai program nuklirnya. Kami percaya kita perlu untuk terlibat dalam diplomasi yang sangat aktif dan sangat agresif, “ kata seorang pejabat senior AS kepada Reuters. Tim kecil yang mewakili AS merupakan tim kecil yang pernah berhasil mengajak Iran untuk kembali ke meja perundingan bersama Inggris, Tiongkok, Perancis, Rusia, AS, dan Jerman (P5+1) tahun lalu.

Araqchi dengan gembira menyambut kehadiran Burns dan mengungkapkan harapannya bahwa pertemuan kali ini akan berjalan lancar dan positif. Seorang pejabat senior AS mengatakan, pembicaraan di Geneva tersebut memberikan kesempatan untuk bertukar pandangan sebelum perundingan putaran berikutnya dengan P5+1 di Vienna. Pertemuan tersebut direncanakan akan digelar pada 16-20 Juni.

(Sumber: Kompas, Selasa, 10 Juni 2014, halaman 8)

2) Setelah membaca teks berjudul “AS, UE, dan Iran Gelar Pertemuan di Geneva” tersebut, tugas kalian selanjutnya adalah membentuk kelompok kecil yang terdiri atas 2—3 orang. Ketika membaca sebuah berita, kalian pasti akan memiliki sudut pandang yang bisa saja berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Diskusikan sudut pandang kalian mengenai isi berita tersebut dan presentasikan di depan kelas. Kelompok lain bisa menyanggah atau menyetujui sudut pandang kalian.

3) Setelah kalian selesai mempresentasikan sudut pandang kalian pada soal nomor (2), tugas kalian sekarang adalah menuliskan alur peristiwa yang terjadi di dalam berita tersebut.

 

Tentang Cara Menganalisis Teks Berita | medsis | 4.5