Tentang Bencana Tanah Longsor

Tentang Bencana Tanah Longsor

Tanah longsor adalah runtuhnya tanah secara tiba-tiba atau pergerakan tanah atau bebatuan dalam jumlah besar secara tibatiba atau secara berangsur yang umumnya terjadi di daerah terjal dan tidak stabil. Faktor lain yang mempengaruhi terjadinya bencana ini adalah lereng yang gundul serta kondisi tanah dan bebatuan yang rapuh. Hujan deras adalah pemicu utama terjadinya tanah longsor , tetapi tanah longsor dapat juga disebabkan oleh gempa atau aktifitas gunung api. Aktivitas manusia bisa menjadi penyebab tanah longsor seperti penambangan tanah, pasir dan batu yang tidak terkendali, pengurangan atau mengubah vegetasi di lereng-lereng dengan tanaman produktif yang tak mampu menahan beban tanah.

Tentang Bencana Tanah Longsor

Tentang Bencana Tanah Longsor

Gejala umum terjadi bencana longsor antara lain: a) Muncul retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing. b) Muncul air secara tiba-tiba dari permukaan tanah di lokasi baru. c) Air sumur di sekitar lereng menjadi keruh. d) Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan

1. Tindakan kesiapsiagaan

Tindakan kesiapsiagaan selalu diperlukan terhadap bencana yang mengancam kehidupan kita dengan mempelajari peristiwa yang pernah terjadi, memperhatikan wilayah rawan longsor dan upaya preventif yang dapat mencegah terjadinya longsor. Manusia harus menyadari bahwa tanah dan material lainya yang berada di lereng dapat runtuh dan mengubur manusia, binatang, rumah, kebun, jalan dan semua yang berada di jalur longsornya tanah. Kecepatan luncuran tanah longsor, terutama pada posisi yang terjal, bisa mencapai 75 kilometer per jam. Sulit untuk menyelamatkan diri dari tanah longsor tanpa pertolongan dari luar. Manusia mampu mengeksplotasi alam secara maksimum, namun perlu disadari bahwa alam memiliki kekuatan untuk berbuat sesuai

kemauannya. Manusia harus tetap waspada terhadap bencana tanah longsor antara lain memperhatikan wilayah yang rawan terjadi tanah longsor, seperti: a) Pernah terjadi bencana tanah longsor di wilayah tersebut b) Berada pada daerah yang terjal dan gundul c) Merupakan daerah aliran air hujan d) Tanah tebal atau sangat gembur pada lereng yang menerima curah hujan tinggi. Upaya preventif yang dapat dilakukan terhadap ancaman tanah longsor : a) Tidak menebang atau merusak hutan. b) Melakukan penanaman tumbuh-tumbuhan berakar kuat, seperti nimba, bambu, akar wangi, lamtoro, dsb., pada lereng-lereng yang gundul. c) Membuat saluran air hujan. d) Membangun dinding penahan di lereng-lereng yang terjal. e) Memeriksa keadaan tanah secara berkala. f) Mengukur tingkat kederasan hujan.

2. Tindakan terhadap bencana tanah longsor

Tindakan cepat bila kita mengalami tanah longsor adalah : a) Tidak panik dan menenangkan keluarga. b) Segera keluar dari daerah longsoran atau aliran reruntuhan/puing ke area yang lebih stabil. c) Bila melarikan diri tidak memungkinkan, lingkarkan tubuh anda seperti bola dengan kuat dan lindungi kepala Anda. Posisi ini akan memberikan perlindungan terbaik untuk badan Anda. Adapun tindakan yang seharusnya kita lakukan setelah bencana tanah longsor terjadi adalah: a) Hindari daerah longsoran, dimana longsor susulan dapat terjadi. b) Periksa korban luka dan korban yang terjebak longsor tanpa langsung memasuki daerah longsoran. c) Bantu arahkan SAR ke lokasi longsor. d) Bantu tetangga yang memerlukan bantuan khususnya anak-anak, orang tua dan orang cacat. e) Dengarkan siaran radio lokal atau televisi untuk informasi keadaan terkini. f) Waspada akan adanya banjir atau aliran reruntuhan setelah longsor. g) Laporkan kerusakan fasilitas umum yang terjadi kepada pihak yang berwenang. h) Periksa kerusakan pondasi rumah dan tanah di sekitar terjadinya longsor. i) Tanami kembali daerah bekas longsor atau daerah di sekitarnya untuk menghindari erosi yang telah merusak lapisan atas tanah yang dapat menyebabkan banjir banding. j) Mintalah nasihat untuk mengevaluasi ancaman dan teknik untuk mengurangi risiko tanah longsor.

 

Tentang Bencana Tanah Longsor | medsis | 4.5