Mendengarkan Informasi Sumber Daya Manusia

Mendengarkan Informasi Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia – Di bab yang bertopik “Sumber Daya Manusia”, kalian akan diajak untuk mendengarkan sebuah informasi dan mencatat pokok-pokok informasi yang kalian peroleh secara langsung. Selain itu, kalian juga akan mempelajari paragraf persuasif. Pertama, kalian akan mempelajari bagaimana menyimpulkan isi informasi yang disampaikan melalui tuturan langsung dengan mencatat pokokpokok informasi yang disampaikan melalui tuturan, mengajukan pertanyaaan/tanggapan, menyampaikan informasi dengan bahasa sendiri secara jelas dan mudah dipahami, dan menentukan perbedaan butir-butir yang merupakan fakta dan pendapat.

Sumber Daya Manusia – Kedua, kalian akan menulis gagasan untuk meyakinkan atau mengajak pembaca bersikap atau melakukan sesuatu dalam bentuk paragraf persuasif dengan menuliskan gagasan dalam bentuk paragraf persuasif. Ketiga, kalian akan menulis resensi buku nonsastra disertai kelengkapan unsur-unsurnya dengan mencatat judul buku, nama pengarang, tahun terbit, nama penerbit, kota tempat penerbit; meringkas isi buku; mencatat keunggulan dan kekurangan dari isi buku; dan memberi saran yang dapat ditambahkan pada isi buku. Selamat belajar dan sukseslah selalu.

Sumber Daya Manusia

Mendengarkan Informasi

Sumber Daya Manusia  – Tutuplah buku Anda! Guru Anda akan membacakan wacana di bawah ini atau memperdengarkan rekaman untuk melatih kemampuan Anda dalam menyimak teks. Berikut ini wacana yang akan dibacakan.

Sumber Daya Manusia  – Tips Nol Korupsi Pascal Couchepin Oleh Pieter P Gero Pikiran langsung teringat pada Pascal Couchepin, begitu muncul berbagai kasus dugaan korupsi yang melibatkan pejabat tinggi di negeri ini. Couchepin adalah Konsuler Federal sekaligus Menteri Dalam Negeri Swiss. Sebagai perjabat dari negeri yang dikenal zero corruption alias nol korupsi, Couchepin banyak menyampaikan pandangannya soal korupsi yang masih pantas untuk disimak. Pria tinggi besar dan suka humor ini suka bicara blak-blakan. Kalangan Kedubes Swiss di Jakarta sempat wanti-wanti untuk tidak mengutip begitu saja semua pembicaraan dengan Couchepin. Bertemu pada suatu petang di kantornya di Bern, Swiss, beberapa waktu lalu, Couchepin memang bicara seperti tanpa beban.

Sumber Daya Manusia  – Apalagi ketika kepada mantan Presiden Konfederasi Swiss pada tahun 2003, dilontarkan pertanyaan mengapa Swiss bisa dikenal sebagai negeri tanpa korupsi, sementara Indonesia termasuk negeri “superkorup”. “Ini memang perlu waktu. Tetapi suatu hal yang utama adalah bahwa jangan pernah kompromi menghadapi korupsi,” ujarnya tegas. “Berupayalah untuk tidak pernah menaruh respek kepada mereka yang korupsi, langsung dimusuhi. Kalau dia pegawai negeri, maka akan dibenci seluruh rakyat,” tambahnya. Karena itu, aksi pemberantasan korupsi ini, ujar Couchepin, harus melibatkan seluruh masyarakat.

Di Swiss, Masyarakat di tingkat canton (provinsi) bisa mengumpulkan tanda tangan untuk mengajukan petisi untuk meminta dilakukan referendum berkaitan dengan segala masalah yang timbul. Tentunya juga berkaitan dengan pemerintahan lokal ataupun pusat yang tak becus dan korup. Keterlibatan rakyat dan juga kebencian yang diperlihatkan warga masyarakat pada yang korup membuat siapa saja takut dan segan.

Sumber Daya Manusia  – Harus lebih baik Couchepin yang lahir di Martigny, Valais, pada 5 April 1942, ini punya karier politik panjang. Begitu diwisuda sebagai sarjana hukum dari Universitas Lausane, dia langsung terjun ke politik sebagai anggota Dewan Komunal di Martigny pada tahun 1968. Dia terpilih sebagai deputi wali kota Martigny pada tahun 1976 dan selanjutnya wali kota tahun 1984 hingga tahun 1998. “Saya selalu berprinsip harus menjadi lebih baik dari sebelumnya, terutama pada akhir setiap jabatan saya,” ujar Couchepin soal hidup dan karier politiknya. Prinsip ini yang membuatnya menanjak dan bergabung ke arena politik federal (nasional) tahun 1979, saat terpilih sebagai anggota Dewan Nasional mewakili Partai Demokratik Liberal (LDP). Dia menjadi ketua Fraksi 1989 hingga 1996. Dia juga menjabat ketua Komite Sains dan Riset pada dewan Nasional. Perjalanan mulus membawanya mencapai Dewan Federal (Pemerintah Pusat) di Bern pada 11 Maret 1998. Cochepin menjabat menteri ekonomi sampai Desember 2002. Dari sana, Couchepin pun menjabat menteri dalam negeri yang bertanggung jawab atas jaminan sosial, kesehatan, pendidikan, perguruan tinggi, riset, dan budaya. Sesuai dengan sistem konferensi Swiss, di mana jabatan presiden bergilir di antara tujuh anggota Dewan Federal, maka posisi Couchepin pun menjabat posisi tertinggi dalam pemerintahan Swiss itu tahun 2003. Pengalaman panjang dan padat dalam politik ini yang membuatnya paham benar jangan sekali-kali korup. Misalnya, Couchepin berpesan agar pejabat atau tokoh selalu mengawasi orang-orang di sekitarnya. “Karena ketika kita keras dan menolak sogokan, maka pihak penyogok akan datang ke orang-orang sekitar kita,” ujarnya. Couchepin juga berbicara soal uang politik.

Memberi uang pada seseorang saat kampanye bukan suatu uang politik jika uang tadi hanya cukup untuk makan dan minum dalam sehari. Lain halnya jika uang yang diberikan itu ternyata bisa untuk hidup dalam jangka panjang. Begitu juga setiap pejabat di Swiss diingatkan hanya bisa menerima hadiah atau souvenir dengan nilai tak lebih dari 500 franc Swiss (sekitar Rp 400.000). “Saya pernah mendapat suvenir terbuat dari emas sekitar 2 juta dollar AS. Segera saja suvenir tadi dikembalikan,” ujarnya saat berkunjung ke sebuah negara di Timur Tengah. Diakuinya, perlu waktu untuk mengatasi korupsi. Bisa dua sampai tiga generasi. “Di Rusia tindakan korupsi kini banyak berkurang karena para koruptor yang bersalah langsung dikirim ke Siberia. Menurut saya, Indonesia sudah mulai melakukan langkah pemberantasan korupsi yang cukup baik,” Ujarnya. Artinya harus dikirim juga ke “Siberia”. Ayah dari tiga anak ini pun terlihat begitu antusias ketika kepadanya diberikan sepasang wayang golek yang bercerita soal Rama dan Shinta. “Ini tidak apa-apa, karena harganya masih jauh di bawah 500 franc,” ujarnya sambil tertawa lepas ketika diberi tahu harga wayang golek tadi kurang dari 10 dollar AS. Sumber: Kompas, 29 Oktober 2005

Paragraf Persuasif

Paragraf persuasif adalah suatu bentuk karangan yang bertujuan membujuk pembaca agar mau berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Agar tujuannya dapat tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan data dan fakta. Berikut ini langkah-langkah yang dapat ditempuh bila Anda akan menulis paragraf persuasif.

A. Menentukan Topik dan Tujuan Dalam paragraf persuasif, tujuan penulis dapat dikemukakan secara langsung. Misalnya, topik yang dibuat oleh penulis adalah “Menghidari pengaruh buruk nakotika dan obat-obatan terlarang lainnya”. Tujuan penulisan yang dapat dirumuskan adalah meyakinkan pembaca bahwa narkotika dan obat-obat terlarang lain merupakan pembunuh berdarah dingin yang secara perlahan membawa pecandunya ke liang lahat.

B. Membuat kerangka Karangan Agar susunan tulisan persuasif itu sistematis dan logis, kerangka tulisan perlu mendapat perhatian dalam perumusannya. Susunan pembahasan yang tepat untuk paragraf persuasif adalah susunan logis dengan urutan sebab akibat. Dengan pembahasan seperti ini, pembaca langsung dihadapkan pada masalah yang sedang dibahas.

Contoh kerangka tulisan persuasif dengan topik “Menghilangkan pengaruh buruk narkotika dan obat-obat terlarang lain” ialah sebagai berikut.

Kerangka Tulisan Persuasif 1. Hakikat Narkotika dan Obat-obat Terlarang 1.1 Pengertian narkotika dan obat-obat terlarang 1.2 Jenis narkotika, bentuk, dan harga 1.3 Efek masing-masing jenis narkotika bagi tubuh 2. Latar Belakang Pecandu Narkotika 2.1 Frustasi 2.2 Broken home 2.3 Ingin disebut modern 2.4 Sebab-sebab lain 3. Pengaruh yang Ditimbulkan oleh Narkotika 3.1 Pengaruh narkotika terhadap kondisi fisik dan kejiwaan pecandu 3.2 Pengaruh narkotika terhadap masa depan pecandu 3.3 Pengaruh narkotika terhadap masyarakat 4. Cara Penanggulangan yang Mungkin Dilakukan 4.1 Menghilangkan hal-hal yang menjadi penyebab terjerumusnya seseorang ke dalam dunia narkotika 4.2 Meningkatkan kerja sama antara orang tua-gurukepolisian dalam memberantas narkotika.

C. Mengumpulkan Bahan Bahan dapat diperoleh melalui kegiatan pengamatan, wawancara, dan penyebaran angket kepada responden. Pada saat mengumpulkan bahan, kita dapat membuat catatan, baik kutipan langsung maupun tidak langsung, yang nantinya dapat dijadikan sebagai barang bukti. Contoh. Peneliti mengungkapkan bahwa sebab-sebab seseorang dapat terjerumus ke dalam dunia narkotika: 45% broken home, 20% frustasi, 17% ingin disebut modern, dan sisanya karena sebab lain (Sukartono, 1987:45) Artinya: Data tersebut diperoleh dari buku karangan Sukartono yang diterbitkan pada tahun 1987, halaman 45.

D. Menarik Kesimpulan

Penarikan kesimpulan dalam suatu karangan persuasi harus kita akukan dengan benar agar tujuan kita tercapai. Suatu kesimpulan dapat dibuat apabila data yang diperoleh telah dianalisis. Penarikan kesimpulan dapat dilakukan dengan cara induksi atau deduksi. Contoh: Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di beberapa kota besar di Jawa Barat dapat dikemukakan ciri-ciri seorang pecandu narkoba adalah …. E. Penutup Pada bagian ini penulis mengajak pembaca untuk waspada dan hati-hati agar tidak terjerumus ke dalam dunia narkotika dan menjauhi narkotika yang berbahaya bagi kesehatan fisik dan jiwa.

Menulis Resensi Nonsastra

Anda tentu sudah pernah membuat sebuah ringkasan, baik itu ringkasan artikel atau ringkasan buku. Tahukah Anda bahwa dengan membuat ringkasan, Anda sudah mengawali membuat sebuah resensi Resensi dibuat oleh seorang resensator. Resensi dibuat untuk memberi penilaian atas suatu buku, film, atau karya seni yang lain untuk memberitahu orang lain apakah hal yang diresensi tersebut layak atau tidak untuk dibaca, ditonton, atau didengar, dll. Resensi bersifat informatif, tidak berisi suatu kritikan yang mendalam atau penilaian tentang bermutu atau tidaknya suatu karya cipta tertentu. Meskipun bersifat informatif resensi juga bukan iklan tentang buku baru.

 

Mendengarkan Informasi Sumber Daya Manusia | medsis | 4.5