Pengertian Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pengertian Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Sumber Daya Alam – Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Pemanfaatan sumber daya alam telah dilakukan dalam berbagai bentuk aktivitas yang disesuaikan dengan sumber daya alam yang dimiliki. Aktivitas pemanfaatan sumber daya alam dapat dibagi ke dalam beberapa bentuk, antara lain aktivitas pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan, dan kehutanan.

Sumber Daya Alam

a. Aktivitas Pertanian Aktivitas pertanian merupakan aktivitas yang dilakukan oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Keadaan tanah yang subur serta iklimnya yang mendukung membuat penduduk Indonesia banyak yang menggantungkan hidupnya pada aktivitas pertanian. Secara umum, aktivitas pertanian di Indonesia dapat dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu sebagai berikut.

Sumber Daya Alam

Sumber Daya Alam

Sumber Daya Alam

1) Pertanian Lahan Basah

Sumber Daya Alam – Pertanian lahan basah atau disebut pula pertanian sawah banyak dilakukan oleh petani di Indonesia. Pertanian lahan basah sangat baik dikembangkan di dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 300 meter. Pada daerah tersebut, air cukup tersedia dari sungai-sungai atau saluran irigasi yang ada di sekitarnya. Jenis tanaman yang umumnya dibudidayakan pada lahan basah adalah padi. Contoh aktivitas pertanian lahan basah tersebut terdapat di Pantai Utara Jawa, Kalimantan, dan Sumatra.

2) Pertanian Lahan Kering

Sumber Daya Alam – Pertanian lahan kering ialah pertanian yang diusahakan tanpa penggenangan lahan garapan. Tanaman yang diusahakan adalah tanaman yang tidak memerlukan penggenangan lahan. Contoh jenis tanaman yang cocok dilahan ini antara lain palawijja, padigogo, sayuran, bunga dan buah-buahan. aktivitas perladangan merupakan salah satu bentuk pertanian lahan kering yang banyak dilakukan oleh penduduk Indonesia.

Sumber Daya Alam – Indonesia merupakan produsen dari sejumlah komoditas pertanian. Komoditas yang banyak dihasilkan adalah padi, jagung, ubi kayu, kedelai, dan kacang tanah.

Aktivitas Kelompok

Kamu telah belajar tentang aktivitas penduduk dalam bidang pertanian. Untuk dapat memahami kegiatan pertanian di daerahmu, lakukan hal-hal berikut.

2. Carilah informasi dari berbagai sumber, bagaimanakah aktivitas pertanian pada masa Praaksara, Hindu-Buddha dan Islam?

3. Perlu diketahui pada saat ini cukup banyak mengimpor bahan pangan dari negara lain. Carilah informasi dari berbagai sumber tentang:

a. Apa saja komoditas pangan yang banyak diimpor oleh negara kita ? b. Faktor apa saja yang menyebabkan bangsa kita harus mengimpor beberapa komoditas pangan c. Kemukakan ide kamu untuk memecahkan masalah tersebut Buatlah laporan tertulis hasil pekerjaanmu, dan sajikan di depan kelas. Setiap orang dapat menanggapi laporan yang disajikan.

RangkumanĀ 

Tuhan Yang Maha Esa menciptakan keragaman potensi wilayah. Andai saja setiap wilayah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, tidak akan ada pertukaran hasil pertanian antara satu wilayah dan wilayah lainnya. Satu komoditas hanya tersedia atau cocok di wilayah tertentu, tetapi tidak tersedia atau cocok di wilayah lainnya. Karena itulah, terjadi interaksi antarwilayah dalam bentuk perdagangan. Kita patut bersyukur karena dengan cara demikian manusia berinteraksi antarwilayah antarbangsa, dan antarnegara.

b. Aktivitas Perkebunan

Perkebunan merupakan aktivitas budi daya tanaman tertentu pada lahan yang luas. Tanaman tertentu adalah tanaman semusim dan atau tanaman tahunan yang jenis pengelolaannya ditetapkan sebagai tanaman perkebunan (UU No. 18 Tahun 2004). Perkebunan dapat dibedakan menjadi perkebunan besar dan perkebunan rakyat. Perkebunan besar adalah perkebunan yang dikelola oleh perusahaan yang berbadan hukum. Sementara itu, perkebunan rakyat adalah perkebunan yang diselenggarakan oleh rakyat. Perkebunan tersebut luas lahannya lebih kecil daripada luas lahan perkebunan besar.

Perkebunan ditujukan untuk menghasilkan komoditas pertanian dalam jumlah yang besar. Biasanya, aktivitas perkebunan disertai dengan industri pengolahan hasil perkebunan yang sengaja dibangun di area perkebunan. Komoditas yang dihasilkan diolah dan dikemas terlebih dahulu sebelum dijual ke konsumen. Komoditas perkebunan yang dikembangkan di Indonesia di antaranya adalah teh, karet, kelapa, kopi, cokelat, dan kelapa sawit.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Amati daerah penghasil perkebunan di Indonesia! Mampukah hasil perkebunan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Indonesia? Indonesia telah lama dikenal sebagai penghasil berbagai komoditas perkebunan. Kepulauan Indonesia merupakan daerah yang terkenal sebagai penghasil rempahrempah terbesar di dunia.

Hal ini membuat banyak pedagang dari berbagai penjuru dunia datang ke Indonesia untuk membeli rempah-rempah yang akan dijual kembali ke daerah asal mereka, termasuk para pedagang dari Arab, Persia, dan Gujarat. Bangsa Eropa juga datang ke Indonesia dengan tujuan mencari rempah-rempah. Perjalanan mereka sangat jauh untuk memperoleh rempahrempah yang mereka butuhkan. Saat ini Indonesia menjadi penghasil sejumlah komoditas perkebunan, di antaranya kelapa sawit, cengkih, tebu, teh, tembakau, kopi, kelapa, pala, vanili, karet, lada, dan cokelat.

c. Aktivitas Peternakan

Apa saja hewan ternak yang dibudidayakan di Indonesia? Budi daya peternakan yang d i k e m b a n g k a n d i Indonesia di antaranya kerbau, kuda, sapi, babi. Sebenarnya, masih banyak ternak lainnya yang dikembangkan oleh penduduk secara mandiri, misalnya ayam, kambing/domba, dan lain-lain.

d. Aktivitas Perikanan

Sumber daya perairan Indonesia sangat berlimpah. Curah hujan yang tinggi membuat banyak wilayah yang memiliki sungai, danau, dan waduk. Tempat-tempat tersebut sebagian telah dimanfaatkan untuk aktivitas perikanan oleh penduduk. Tentu saja sumber daya alam perikanan yang jauh lebih besar adalah sumber daya alam yang ada di laut. Luas laut yang sangat besar atau 2/3 dari luas wilayah Indonesia, menyimpan berbagai kekayaan alam, khususnya ikan.

Aktivitas pemanfaatan sumber daya laut telah dilakukan oleh nelayan sejak lama. Dengan pengetahuan dan pengalamannya, mereka menemukan lokasi-lokasi yang banyak ikannya. Namun, karena perahu yang dimiliki masih sederhana dan ukurannya relatif kecil, umumnya mereka mencari ikan di tempat yang tidak terlampau jauh dan hasilnya tidak terlampau banyak.

Selain itu, banyak di antara mereka yang tidak memiliki perahu sendiri atau menyewa pada pemilik perahu. Akibatnya, kondisi sosial ekonomi nelayan Indonesia tergolong rendah. Dengan berbagai keterbatasan kondisi nelayan tersebut, pemanfaatan sumber daya alam laut Indonesia masih terbatas. Pemanfaatannya masih jauh dari potensi yang dimilikinya. Pemerintah terus berupaya meningkatkan kemampuan nelayan dan perusahaan perikanan untuk meningkatkan pemanfaatan potensi laut yang berlimpah.

Namun, orientasi penduduk Indonesia m a s i h k e d a r a t sehingga potensi laut belum dimanfaatkan dengan baik. Aktivitas perikanan dapat dikelompokkan menjadi aktivitas perikanan tangkap dan b u d i d a y a . Aktivitas perikanan tangkap dilakukan dengan menangkap i k a n d i l a u t , sedangkan aktivitas perikanan budi daya dilakukan dengan mengembangbiakkan dan memelihara ikan tertentu di tambak, jaring terapung, dan lain-lain. Berdasarkan data BPS tahun 2011, jumlah produksi ikan tangkap di laut Indonesia mencapai angka 5.345.729 ton. Sementara itu, produksi perikanan budi daya mencapai 4,605,827 ton.

Aktivitas perikanan budi daya di Indonesia umumnya berupa udang dan bandeng. Namun demikian, banyak penduduk yang juga mengembangkan jenis budi daya perikanan lain secara mandiri dan skalanya sangat kecil berupa budi daya ikan air tawar, misalnya ikan lele, patin, nila, mas, dan lain-lain. Di samping itu, hasil perikanan juga dipasok dari hasil tangkapan laut oleh nelayan. Beberapa sentra perikanan dan daerah tangkapan ikan antara lain seperti berikut.

1. Budi daya udang dan bandeng, banyak dikembangkan di pantai utara Jawa, Sumatra, dan Sulawesi. 2. Budi daya ikan darat, banyak dikembangkan di kolamkolam penduduk, terutama di Jawa Barat, bendungan/ waduk (misalnya keramba terapung di Waduk Jatiluhur), danau, sawah, dan sungai. 3. Daerah penangkapan ikan laut biasanya tersebar di Sumatra Timur (Bagan Siapi-api) dan Bengkalis (ikan terubuk). Kepulauan Maluku banyak menghasilkan tongkol, tiram, mutiara. Laut Jawa, Selat Sunda, Pantai Cilacap, SelatĀ Makassar, Selat Flores, dan Kepulauan Maluku banyak menghasilkan cumi, udang, dan rumput laut.

Kegiatan perikanan di Indonesia umumnya dilakukan secara tradisional, baik perikanan darat maupun perikanan laut. Demikian halnya dengan kegiatan perikanan budi daya maupun kegiatan perikanan tangkap. Keadaan tersebut membuat produksi ikan di Indonesia belum sesuai dengan potensi yang dimilikinya.

e. Aktivitas Pertambangan

Perusahaan pertambangan dikelola oleh pemerintah maupun swasta. Banyak perusahaan swasta dari luar Indonesia yang ikut serta melakukan aktivitas penambangan dengan sistem bagi hasil dengan pemeritah Indonesia.

Minyak bumi dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, baik rumah tangga, industri, kendaraan bermotor sampai Perusahaan Listrik Negara (PLN). Produksi minyak bumi Indonesia pada tahun 2011 mencapai 329.249 ribu barel. Sementara itu, produksi gas alam mencapai angka 3.256.379 MMSCF (Million Standard Cubic Feet). Angka produksi tidak mampu memenuhi kebutuhan sebagian diantaranya diimpor dari negara lain.

Pemanfaatan sumber daya alam lainnya adalah batu bara. Batu bara dimanfaatkan untuk kepentingan rumah tangga (memasak) dan berbagai industri seperti industri besi baja dan semen.

Produksi batu bara Indonesia pada tahun 2011 mencapai 353.387.341 ton. Batu bara yang dihasilkan sebagian besar diekspor ke Jepang, India, Korea Selatan, Cina, dan sebagian lagi dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

f. Aktivitas Kehutanan

Sumber daya alam yang juga sangat berlimpah di Indonesia adalah sumber daya alam hutan. Hutan telah lama dimanfaatkan penduduk untuk berbagai keperluan, baik sebagai sumber pangan, penghasil kayu bangunan serta sumber tambang dan mineral berharga. Pemanfaatan hutan kemudian dilakukan secara intensif dengan mengambil sumber daya yang ada di dalamnya secara besar-besaran.

Aktivitas penebangan hutan terus dilakukan untuk diambil kayunya dan atau dijadikan lahan pertanian dan perkebunan. Akibatnya, luas hutan Indonesia makin berkurang dan banyak kerusakan. Tidak sedikit spesies yang terancam punah bahkan telah punah. Kayu merupakan hasil hutan yang banyak dimanfaatkan penduduk Indonesia, misalnya untuk bahan bangunan furniture, bahan bakar, dan lain-lain. Oleh karena itu, agar hutan tidak rusak, pemerintah menjadikan kawasan untuk dikembangkan sebagai huan produksi. hutan yang sengaja ditanam untuk diambil kayunya. Industri kehutanan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat.

 

Pengertian Pemanfaatan Sumber Daya Alam | medsis | 4.5