Memahami Struktur dan Ciri Kebahasaan

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Memahami Struktur dan Ciri Kebahasaan

Struktur dan Ciri Kebahasaan – Silahkan kalian baca teks “Sejarah Hari Buruh” Setelah kalian membaca teks “Sejarah Hari Buruh” tersebut, cobalah kalian diskusikan beberapa hal berikut. (1) Menurut kalian, berapa lama sebenarnya jam kerja yang pantas bagi seseorang dalam sehari? (2) Apakah ada undang-undang yang mengatur jam kerja di Indonesia? (3) Dalam Kepmen No. 102 Tahun 2004 disebutkan waktu kerja lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 jam sehari dan 40 jam 1 minggu untuk 6 hari kerja dalam 1 minggu atau 8 jam sehari dan 40 jam 1 minggu untuk 5 hari kerja dalam 1 minggu atau waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan atau pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah. Apakah kalian setuju dengan adanya waktu kerja lembur tersebut? (4) Pantaskah orang yang bekerja lembur mendapatkan upah lebih? (5) Banyak pendapat yang mengatakan bahwa orang yang kerja berlebihan rentan terkena serangan jantung. Hal ini bisa dikatakan sebagai risiko dari kerja yang berlebihan. Lalu, apa lagi bentuk risiko lain yang kalian ketahui?

Struktur dan Ciri Kebahasaan

Struktur dan Ciri Kebahasaan

Struktur dan Ciri Kebahasaan

Tugas 1

Memahami Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah

(1) Pada Tugas 1 ini kalian diminta menggali informasi sebanyak-banyaknya yang terdapat dalam tiap paragraf sehingga kalian akan memahami bagaimana struktur teks cerita sejarah itu dibangun. Tugas kalian adalah mengumpulkan informasi yang dapat mengidentifikasi siapa dan apa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Selain itu, kalian juga harus mengumpulkan informasi tentang kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana peristiwa itu terjadi, seperti yang dicetak miring berikut. Perhatikan secara saksama informasi yang disuguhkan setiap paragraf pada teks “Sejarah Hari Buruh”!

Struktur dan Ciri Kebahasaan

(2) Periodisasi dalam penyusunan peristiwa sejarah sangat penting, sebab peristiwa sejarah itu berlangsung dalam waktu yang panjang dan cenderung berkesinambungan, tidak terputus dalam satu periodisasi saja. Dengan membagi kurun waktu peristiwa sejarah menjadi pembabakan, cerita sejarah yang kalian susun akan mudah dipahami dan dipelajari oleh pembaca. Periodisasi sejarah bisa kalian lakukan dengan cara membagi dan memilah berbagai kejadian dalam sebuah batasan waktu tertentu.

Penyusunan periode sejarah ini harus kalian lakukan secara kronologis, sesuai dengan urutan waktu dari peristiwa sejarah tersebut. Setiap peristiwa yang terjadi dapat kalian klasifikasikan berdasarkan jenis dan bentuknya. Lalu, peristiwa yang telah diklasifikasikan itu disusun secara runut berdasarkan waktu kejadian, disusun dari masa yang paling awal hingga masa yang paling akhir. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar peristiwa sejarah yang disusun tidak melompat-lompat atau bahkan berbalik urutan waktunya, sehingga akan menimbulkan kerancuan. Tentu saja kerancuan akan memicu sebuah pemahaman yang keliru tentang fakta sejarah dan harus dihindari.

(3) Urutan penyajian informasi dalam paragraf yang baik mengikuti tata urutan tertentu. Dalam penyajian informasi ini, terdapat beberapa model urutan, antara lain urutan waktu, urutan tempat, urutan umum-khusus, urutan khusus-umum, urutan pertanyaan-jawaban, dan urutan sebabakibat. Semua model ini akan memberikan informasi secara runtut. Prinsip keruntutan pada dasarnya menyajikan informasi secara urut, tidak melompat-lompat sehingga pembaca mudah mengikuti jalan pikiran penulis.

Struktur dan Ciri Kebahasaan – Dalam pola urutan yang berdimensi waktu, informasi disajikan secara kronologis, mulai dari yang paling awal hingga yang paling akhir terjadi. Meskipun demikian, dengan pola urutan waktu ini, penulis bisa saja menerapkan cara penyajian kilas balik (flashback) yaitu dengan memulai apa yang paling akhir terjadi, kemudian meloncat ke kejadian paling awal dan berikutnya secara berurut.

Setelah kalian membaca teks “Sejarah Hari Buruh”, jawablah pertanyaan berikut ini. (a) Apakah penyajian informasi dalam teks tersebut berdasarkan urutan yang berdimensi waktu dimulai dari awal hingga yang paling akhir terjadi atau kilas balik? (b) Buatlah kelompok yang terdiri dari 3-5 orang. (c) Diskusikanlah keruntutan peristiwa sebagai informasi yang disajikan dalam teks cerita ulang mengenai Hari Buruh tersebut. (d) Carilah kata yang bisa menjadi penanda keruntutan peristiwa dalam pola urutan yang berdimensi waktu pada tiap paragraf yang ada. (e) Tuliskan penanda waktu yang kalian temukan, lalu bandingkan jawaban kalian dengan kelompok lain.

(4) Sebuah teks pasti memiliki strukturnya sendiri. Begitu pula halnya teks “Sejarah Hari Buruh” di atas. Marilah kita uraikan struktur yang membangun teks cerita sejarah tersebut.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Struktur dan Ciri Kebahasaan – Setelah kalian melihat, mempelajari, serta mencermati teks “Sejarah Hari Buruh” tersebut, kalian diharapkan sudah mendapatkan gambaran bagaimana sebuah teks cerita sejarah itu dibangun. Untuk lebih jelasnya, marilah kita pelajari dengan saksama bagian yang membangun teks “Sejarah hari Buruh” itu.

Dengan menggunakan skema sruktur, urutan tahapan dalam teks bisa diperkirakan. Setiap genre yang ada dapat diidentifikasikan urutan elemen strukturnya, baik yang wajib maupun pilihan pada tiap tahapan. Pada teks cerita sejarah ini, terdapat tiga tahapan. Tahapan pertama, orientasi. Tahap pertama ini memberikan informasi tentang situasi cerita sejarah yang diangkat dalam teks. Seperti pada teks “Sejarah Hari Buruh” di atas. Pada tahap orientasi yang berada pada paragraf pertama, kalian bisa melihat latar belakang muculnya Hari Buruh, waktu peringatannya, tujuan diperingatinya, serta beberapa hal mengenai Hari Buruh tersebut secara umum. Tahap berikutnya adalah urutan peristiwa sejarah.

Tahap ini terdiri dari beberapa paragraf yang menyediakan rekaman peristiwa berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa sejarah tersebut. Maka, dalam menggali informasi pada tahap kedua ini, kalian harus melihat rekaman waktu terjadinya peristiwa. Tahap selanjutnya adalah reorientasi. Tahap ini bertujuan untuk menghadirkan kembali peristiwa sejarah tersebut pada masa kini. Dalam teks model yang telah kalian baca itu, kalian dapat melihat bagian yang membangun teks.

Teks tersebut diawali oleh orientasi yang memberi gambaran umum tentang Hari Buruh. Bagian berikutnya terlihat rentetan peristiwa yang melatarbelakangi terbentuknya Hari Buruh itu. Bagian akhir teks ditutup dengan reorientasi. Bagian ini memberi penekanan yang menginformasikan penetapan konvensi berkaitan degan tuntutan para buruh sehingga terbentuknya Hari Buruh tersebut. Dengan demikian, struktur yang membangun sebuah teks cerita sejarah adalah orientasi^urutan peristiwa^reorientasi. Reorientasi merupakan tahapan yang berupa pilihan, yang bisa saja tidak muncul dalam sebuah teks cerita sejarah. Setelah mempelajari teks cerita sejarah di muka, kalian pasti sudah bisa menyimpulkan struktur yang membangunnya. Lengkapilah bagan berikut yang menunjukkan struktur sebuah teks cerita sejarah.

(5) Selain struktur teks cerita sejarah yang kalian pahami, sekarang kalian harus mengenal ciri kebahasaan dalam sebuah teks cerita sejarah. Ciri kebahasaan yang digunakan dalam penceritaan peristiwa sejarah ini menggunakan nomina yang dapat mengidentifikasi siapa dan apa saja yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Selain itu, teks cerita sejarah ini juga kerap menggunakan kelompok kata yang dapat menggambarkan sesuatu yang berkaitan dengan peristiwa sejarah tersebut dengan lebih rinci. Berbicara tentang sejarah berarti memperbincangkan sebuah peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dalam teks ini peristiwa yang diceritakan dilengkapi dengan waktu kejadiannya. Oleh sebab itu, kata yang menunjukkan urutan peristiwa serta adverbia waktu lampau sangat diperlukan dengan menggunakan konjungsi temporal. Sebuah teks sejarah juga kerap menggunakan nomina yang telah melalui proses nominalisasi.

Struktur dan Ciri Kebahasaan

(a) Dalam teks “Sejarah Hari Buruh”, kalian akan menjumpai beberapa kelompok kata, seperti kelompok nomina dan verba. Terdapat tiga jenis kelompok nomina. Pertama kelompok nomina modifikatif (mewatasi), misalnya; rumah besar, dua botol, ruang makan, dan lain-lain. Kedua, kelompok nomina koordinatif (tidak saling menerangkan), misalnya; lahir batin, sandang pangan, sarana prasarana, hak dan kewajiban, adil dan makmur, dan sebagainya. Ketiga, kelompok nomina apositif, sebagai keterangan yang ditambahkan atau diselipkan, misalnya; Sinta, teman sekelasku, pergi berlibur ke Bali. Sama halnya dengan kelompok nomina, kelompok kata verba juga terbagi menjadi tiga jenis, yaitu kelompok verba modifikatif, kelompok verba koordinatif, dan kelompok verba apositif. Agar kalian menjadi semakin jelas, perhatikan dengan saksama teks “Sejarah Hari Buruh” di muka. Temukan lima kelompok nomina dan lima kelompok verba dalam teks tersebut.

Kelompok kata merupakan gabungan dua kata atau lebih yang bersifat nonpredikatif. Artinya, di antara kedua kata itu tidak ada yang berkedudukan sebagai predikat dan hanya memiliki satu makna gramatikal. Dalam teks model yang kalian pelajari, kalian menjumpai beberapa kelompok kata, seperti kelompok nomina dan verba. Kelompok nomina dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda. Terdapat tiga jenis kelompok nomina, yaitu kelompok kata nomina modifikatif (mewatasi), kelompok nomina koordinatif (tidak saling menerangkan), yang terdiri atas unsur nominal yang setara dan dapat disisipi dan dan atau, dan kelompok nomina apositif. Seperti kelompok nomina, kelompok verba juga terbagi menjadi tiga jenis, yaitu kelompok verba modifikatif, kelompok verba koordinatif, dan kelompok verba apositif.

(b) Untuk menguraikan urutan peristiwa dalam sebuah teks cerita sejarah, kalian akan menemukan kata yang menginformasikan peristiwa, waktu, dan tempat. Pada tugas sebelumnya, kalian sudah mendiskusikan penanda keruntutan peristiwa dalam pola urutan yang berdimensi waktu pada tiap paragraf yang ada. Tugas kalian berikutnya adalah mencari penanda lain yang menunjukkan nama peristiwa dan tempat kejadiannya.

(c) Dalam membuat sebuah teks cerita sejarah, kalian bisa menggunakan konjungsi (kata sambung) temporal agar urutan peristiwa dapat tertata secara kronologis. Konjungsi temporal merupakan konjungsi yang mengacu pada waktu dan sekaligus sebagai sarana kohesi teks. Teks yang berkohesi itu penting kalian perhatikan agar keserasian setiap unsur yang disambungkan tetap terjaga, sehingga tercipta susunan kata yang indah dan mudah dipahami. Konjungsi temporal yang menghubungkan dua hal atau peristiwa, terdiri dari dua bagian, yaitu konjungsi temporal yang menghubungkan dua peristiwa yang tidak sederajat (misalnya apabila, bila, bilamana, demi, hingga, ketika, sambil, sebelum, sampai, sedari, sejak, selama, semenjak, sementara, seraya, waktu, setelah, sesudah, tatkala, dan sebagainya) dan konjungsi temporal yang menghubungkan dua bagian kalimat yang sederajat (misalnya sebelumnya dan sesudahnya).

(d) Nominalisasi, sebagai suatu proses pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu, kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan ulang. Pada teks cerita sejarah sebagai satu bentuk penceritaan ulang juga sering ditemukan nominalisasi ini.

 

Memahami Struktur dan Ciri Kebahasaan | medsis | 4.5