Standar Budidaya untuk Hasil sesuai Standar Mutu Produk (2)

Standar Fasilitas Kebersihan
a. Tersedianya tata cara/aturan tentang kebersihan bagi pekerja untuk menghindari
terjadinya kontaminasi terhadap produk tanaman pangan.
b. Tersedianya toilet yang bersih dan fasilitas pencucian di sekitar tempat kerja.
Standar Pengawasan, Pencatatan dan Penelusuran Balik
Sistem Pengawasan dan Pencatatan
a. Pelaku usaha budidaya tanaman pangan hendaknya melaksanakan sistem
pengawasan internal pada proses produksi sejak pratanam sampai dengan
pascapanen. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan
kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam penerapan pedoman
budidaya yang direkomendasikan.
b. Hasil pengawasan didokumentasikan, dicatat, dan disimpan dengan baik
sebagai bukti bahwa aktivitas produksi telah sesuai dengan ketentuan.
c. Instansi yang berwenang hendaknya melakukan pengawasan pada usaha
produksi tanaman pangan, baik pada usaha budidaya, panen dan pascapanen
maupun penerapan pelaksanaan manajemen mutu produk tanaman
pangan yang dilakukan dengan mengacu pada Pedoman Budidaya Tanaman
Pangan yang Baik dan Benar (Good Agriculture Practices).

d. Usaha budidaya tanaman pangan diharuskan melakukan pencatatan (farm
recording) terhadap segala aktivitas produksi yang dilakukan. Catatan tersebut
tersimpan dengan baik, minimal selama 3 (tiga) tahun, yang meliputi hal-hal
berikut.
a. Nama perusahaan atau usaha agribisnis tanaman pangan.
b. Alat perusahaan/usaha
c. Jenis tanaman pangan dan varietas yang ditanam
d. Total produk
e. Luas areal
f. Lokasi
g. Produksi per hektar
h. Pendapatan per hektar
i. Penggunaan sarana produksi
j. Sarana OPT dan pengendalian
Penelusuran Balik
Semua produk yang dihasilkan harus dapat ditelusuri ke lahan usaha tani
dimana produk tersebut ditanam.

pasca-panen-harga-jagung-pipil-kering-042-BNS_Indonesia

Standar Budidaya untuk Hasil sesuai Standar Mutu Produk (2) | medsis | 4.5