Materi Tentang Menganalisis Sosial Teks Cerita Sejarah

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Materi Tentang Menganalisis Teks Cerita Sejarah

Sosial Teks Cerita Sejarah

Sosial Teks Cerita Sejarah

Sosial Teks Cerita Sejarah – Mempelajari sebuah teks sejarah sama artinya mempelajari manusia pada sebuah peristiwa yang terjadi di masa lalu. Dalam hal ini, memperbincangkan sejarah berarti memperbincangkan manusia dari segi waktu, seperti perkembangan manusia dalam kehidupan masyarakat yang secara terusmenerus bergerak dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks, pengulangan peristiwa masa lampau yang terjadi lagi pada masa kini, atau pun perubahan yang terjadi pada manusia itu akibat adanya pengaruh dari luar. Mitos dan sejarah adalah dua hal yang membicarakan masa lalu. Akan tetapi, berbeda dengan mitos—menceritakan masa lalu yang tidak memiliki kejelasan waktu dan tempat peristiwanya—semua peristiwa dalam sejarah sangat jelas tempat dan waktu kejadiannya. Sejarah mempelajari sesuatu yang konkret, terdapat fakta yang nyata di dalamnya. Mempelajari sejarah bukan berarti hanya mempelajari aktivitas manusia pelakunya, melainkan aktvitas manusia yang memiliki makna. Peristiwa sejarah juga cenderung berkesinambungan. Artinya, peristiwa sejarah berlangsung dalam waktu yang panjang dan tidak terputus dalam satu periodisasi saja.

Sosial Teks Cerita Sejarah

(1) Dalam pelajaran ini, kalian telah memahami sebuah peristiwa besar yang pernah terjadi di muka bumi, yaitu sejarah terbentuknya Hari Buruh. Pahamilah sekali lagi secara saksama peristiwa tersebut. Marilah kita mengupas lebih dalam mengenai peristiwa sejarah Hari Buruh ini. (a) Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3—5 orang, diskusikan pendapat kalian tentang lahirnya Hari Buruh ini. (b) Apakah hal ini termasuk perkembangan manusia dalam kehidupan masyarakat yang secara terus-menerus bergerak dari bentuk yang sederhana ke bentuk yang lebih kompleks, pengulangan peristiwa masa lampau yang terjadi lagi pada masa kini, atau perubahan yang terjadi pada manusia itu akibat adanya pengaruh dari luar? (c) Kemukakan pendapat kalian dalam forum diskusi.

(2) Pada tugas sebelumnya, kalian sudah mengurutkan secara kronologis setiap peristiwa yang turut andil pada tercetusnya Hari Buruh berdasarkan urutan waktu dan tempat kejadiannya. Berikutnya, kalian dapat menggali kearifan pada tiap rentetan peristiwa yang terjadi. Mengetahui peristiwa sejarah tidak hanya sebatas proses transformasi pengetahuan mengenai fakta masa lalu belaka, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kalian dapat belajar dari sejarah itu sendiri. Kebijakan di masa lampau sangat mungkin dapat dijadikan bahan acuan dalam menghadapi kehidupan masa kini. Agar kalian lebih memahami kearifan yang terdapat pada peristiwa lahirnya Hari Buruh tersebut.

(3) Kecenderungan peristiwa sejarah yang berkesinambungan menyebabkan peristiwa sejarah berlangsung dalam waktu yang panjang dan tidak terputus dalam satu periodisasi saja. (a) Menurut kalian, apakah peristiwa Hari Buruh tersebut tidak berhenti dalam satu periodisasi juga? (b) Apakah ada pengaruh peristiwa Hari Buruh terhadap kaum buruh di Indonesia? (c) Diskusikanlah dengan kelompok kalian masing-masing dampak Hari Buruh tersebut terhadap kaum buruh di Indonesia. (d) Carilah dari berbagai sumber mengenai pengaruh peringatan Hari Buruh dunia terhadap Indonesia. (e) Bandingkan jawaban kalian dengan jawaban kelompok lain.

Sosial Teks Cerita Sejarah

Kerja Bersama Membangun Teks Cerita Sejarah

Mempelajari teks cerita sejarah berarti mempelajari peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Tidak semua peristiwa masa lalu bisa dikatakan peristiwa sejarah. Satu peristiwa dikatakan peristiwa sejarah jika peristiwa itu bisa dikaitkan dengan peristiwa lain sebagai bagian dari proses atau dinamika dalam suatu konteks historis. Antara peristiwa tersebut terdapat hubungan sebab akibat yang menunjukkan kesinambungan beberapa peristiwa itu. Ilmu sejarah berbicara tentang manusia, sehingga sejarah termasuk ilmu empiris, yang bergantung pada pengalaman manusia. Sejarah, yang hanya tunduk pada fakta, memiliki empat hal yang perlu diperhatikan yaitu perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan manusia dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebuah teks cerita sejarah adalah sebuah usaha untuk merekonstruksi peristiwa yang terjadi di masa lalu. Oleh sebab itu, sejarah tidak serta merta bisa dijadikan solusi untuk memecahkan segala persoalan yang dihadapi saat ini. Akan tetapi, sejarah memberi kemungkinan bagi siapapun yang memeroleh pengetahuan tentang berbagai usaha manusia di masa lalu, baik itu berupa keberhasilan maupun kegagalan, dalam mengatasi masalah yang dihadapi. Oleh sebab itu, kalian harus jeli menggali kearifan yang bisa dipelajari atau direnungkan pada peristiwa sejarah.

Sosial Teks Cerita Sejarah

Mengevaluasi Struktur Teks Cerita Sejarah

Pada tahapan ini, kalian akan disajikan sebuah teks cerita sejarah berjudul “Sejarah Piala Dunia”. Piala Dunia merupakan kompetisi akbar yang bergengsi dalam dunia persepakbolaan. Selalu saja ada hal yang menarik untuk diperbincangkan mengenai sepak bola yang banyak digandrungi berbagai kalangan ini. Delapan puluh empat tahun telah berlalu sejak Piala Dunia FIFA pertama yang digelar Uruguay. Sejak saat itu, telah tercatat 79 tim nasional tampil setidaknya satu kali di ajang tersebut. Brasil menjadi satu-satunya negara yang selalu berlaga di kedua puluh putaran final.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

1. Pesona sepak bola sebagai salah satu olahraga paling top sejagat memang tak pernah pudar. Di setiap generasi, selalu saja muncul gelombang penggemarnya. Baik itu dipandang sebagai olahraga kesukaan maupun sekadar tontonan untuk hiburan, sepak bola tidak pernah habis untuk diulik. Salah satu kompetisi akbar yang sayang untuk dilewatkan adalah Piala Dunia.

Sosial Teks Cerita Sejarah

2. Sejarah Piala Dunia mulai digelar pada 1930 di Uruguay, dengan hanya melibatkan tiga belas negara, sembilan negara dari Benua Amerika (Amerika Serikat, Argentina, Brasil, Bolivia, Chili,Meksiko, Paraguay, Peru, dan Uruguay) dan empat negara dari Benua Eropa (Prancis, Rumania, Belgia, dan Yugoslavia). Sejak itu, Piala Dunia selalu digelar empat tahun sekali. Akan tetapi, pada 1942 dan 1946, ajang penyelenggaraan Piala Dunia terpaksa ditunda karena meletusnya Perang Dunia II. Maka, hingga penyelenggaraannya yang terakhir di Brasil pada 2014, Piala Dunia telah berhasil digelar sebanyak dua puluh kali. Dua puluh trofi Piala Dunia berhasil direbut oleh delapan negara berbeda, yaitu tiga negara dari Benua Amerika dan lima negara dari Benua Eropa.

3. Brasil merupakan negara yang paling banyak mengoleksi trofi. Trofi yang berjumlah lima itu diraih pada 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002. Seperti halnya Italia yang telah meraih empat trofi pada 1934, 1938, 1982, dan 2006, Jerman pun telah meraih jumlah trofi yang sama, yaitu pada 1954, 1974, 1990, dan 2014. Lalu Argentina meraih dua trofi, tahun 1978 dan 1986. Uruguay juga meraih dua trofi pada 1930 dan 1950. Kemudian Prancis mendapat satu trofi pada 1998, Inggris juga dengan satu trofi pada 1966, serta Spanyol dengan satu trofi pada 2010.

4. Piala Dunia ini dicetus oleh Jules Rimet, Presiden FIFA, yang memiliki impian menggelar turnamen internasional sepak bola. FIFA yang diketuainya saat itu sempat memasukkan sepak bola di Olimpiade 1924 yang dimenangi Uruguay. Namun, gemanya belum besar. Selain itu, muncul konflik siapa yang berhak mengatur turnamen itu, FIFA atau Komite Olimpiade Internasional (IOC). Oleh sebab itu, FIFA mencoba membuat turnamen sendiri pada 1928 dengan tuan rumah Hungaria. Akan tetapi, turnamen ini gagal karena tidak memiliki banyak peminat, hanya diikuti oleh empat tim.

5. Pada 1930, akhirnya turnamen besar sepak bola ini terwujud. Piala Dunia yang diprakarsai oleh Jules Rimet pertama kali digelar di Uruguay. Negara ini terpilih karena telah menjadi juara bertahan sepak bola pada Olimpiade. Selain itu, pada tahun tersebut bertepatan dengan seratus tahun kemerdekaan Uruguay. 6. Untuk menggelar Piala Dunia, Uruguay melakukan persiapan yang serius. Di ibukota negara, Montevideo, dibangun sebuah stadion raksasa bernama Stadion Centenario berkapasitas 95.000 penonton untuk menyelenggarakan turnamen akbar ini.

Sosial Teks Cerita Sejarah

7. Jika saat ini berbagai negara berebut tiket untuk dapat bermain di turnamen ini, pada Piala Dunia yang dibuka 13 Juli 1930 tersebut pihak FIFA justru kesusahan mencari peserta. Sebagai penyelenggaraan perdana, FIFA tidak mengadakan mekanisme kualifikasi bagi setiap negara yang ingin bertanding. FIFA bahkan mengundang seluruh asosiasi sepak bola di setiap negara untuk berpartisipasi di kompetisi ini. Pada waktu itu, FIFA hanya memberikan batas akhir pendaftaran bagi setiap negara untuk dapat diterima menjadi peserta Piala Dunia.

8. Undangan FIFA ini mendapatkan respons besar dari beberapa negara di Benua Amerika. Sementara itu, negara di Benua Eropa tidak begitu antusias merespons undangan ini. Hal ini disebabkan oleh faktor jarak. Kedekatan jarak negara di Benua Amerika dengan tempat penyelenggaraan turnamen sepak bola ini membuat mereka antusias untuk mengikuti pertandingan. Sedangkan negara di Benua Eropa harus melakukan perjalanan laut mengarungi Samudera Atlantik, karena pada saat itu jalur udara menggunakan pesawat masih sangat jarang. Tentu saja perjalanan ini menghabiskan biaya yang tidak sedikit dan waktu yang tidak sebentar.

9. Hingga batas akhir pendaftaran, FIFA tidak menerima satu pun konfirmasi keikutsertaan negara di Eropa. Bahkan, pada dua bulan sebelum Piala Dunia digelar, pesertanya masih berjumlah sembilan negara. 10. Kondisi yang demikian memaksa Jules Rimet turun tangan. Ia melobi beberapa negara Eropa untuk ikut dalam Piala Dunia. Akirnya empat negara Eropa setuju untuk berpartisipasi. Prancis memang dibujuk secara langsung oleh Jules Rimet untuk ikut serta. Sementara itu, Belgia dirayu oleh Wakil Presiden FIFA, Rodolphe Seldrayers. FIFA bahkan menyediakan kapal laut untuk mengantarkan negara yang dibujuknya sampai ke tempat penyelenggaraan Piala Dunia di benua seberang.

11. Para pemain, pelatih, dan ofisial tim Prancis, Belgia, dan Rumania berangkat menuju Benua Amerika dengan menumpang kapal SS Conte Verde. Kapal ini juga mengangkut Jules Rimet bersama tiga wasit dari Eropa, Jean Langenus (Belgia), Henri Christophe (Belgia), dan Thomas Balway (Prancis). Kapal ini menjadi sangat istimewa karena Jules Rimet membawa trofi Piala Dunia pertama. Sementara itu, pemain dan pelatih dari negara Yugoslavia berangkat secara terpisah menggunakan kapal Florida dari Pelabuhan Marseille.

Sosial Teks Cerita Sejarah

Materi Tentang Menganalisis Sosial Teks Cerita Sejarah | medsis | 4.5