Menginterpretasi Fungsi Sosial Teks Berita Terkini

Menginterpretasi Fungsi Sosial Teks Berita Terkini

Sosial Teks Berita Terkini

Sosial Teks Berita Terkini

Sosial Teks Berita Terkini – Pada tugas ini kalian diajak untuk menginterpretasi fungsi sosial teks berita yang berjudul “Prospek Perundingan Buyar”. Bacalah secara saksama teks tersebut. Kalian bebas memberikan penafsiran. Kalian sudah memahami struktur teks berita, aspek kebahasaan yang sering digunakan pada teks tersebut, serta informasi apa saja yang dibutuhkan untuk membangun sebuah teks berita. Oleh karena itu, kalian tidak akan kesulitan menginterpretasi maknanya.

Prospek Perundingan Buyar

Sosial Teks Berita Terkini – Karachi, Senin – Prospek perundingan damai antara Taliban dan pemerintahan Perdana Menteri Pakistan Nawaz Sharif buyar lagi setelah milisi Taliban menyerang Bandar Udara Internasional Jinnah di Karachi, Senin (9/6). Sedikitnya 28 orang tewas dalam serangan itu. Upaya negosiasi damai yang digagas Sharif untuk mengakhiri kekerasan panjang di negara itu pun dipastikan terhambat. Sharif, PM ke-18 Pakistan yang berkuasa sejak Juni 2013, telah berulang kali merancang peta jalan damai dengan kelompok Teh-reeke-Taliban Pakistan (TTP). Ia beberapa kali menawarkan negosiasi, tetapi selalu gagal karena dinodai serangan milisi. Tawaran damai pada Februari lalu juga gagal dilaksanakan. Setiap serangan Taliban, yang diikuti aksi balasan oleh militer, mematahkan rencana Sharif untuk menarik lebih banyak investor asing. Padahal, ia yakin, investasi asing dapat membangkitkan dan menggairahkan kembali pertumbuhan ekonomi nasional. Serangan terbaru Taliban kali ini terjadi setelah 10 milisi berseragam tentara masuk ke Bandar Udara Internasional Jinnah, Karachi, Minggu (8/6) pukul 23.00 waktu setempat. Mereka masuk ke terminal lama yang biasa digunakan untuk pesawat carter dan penerbagan eksekutif. Para penyerang ini masuk dengan memberondongkan senapan serbu, granat, dan roket peluncur granat. Mereka membunuh 18 orang seketika. Dokter Seemi Jamali dari Rumah Sakit Jinnah mengatakan, 11 di antaranya persoalan keamanan bandara. Sebanyak 26 orang lainnya terluka.

Sosial Teks Berita Terkini – Pertempuran dengan aparat keamanan berlangsung 12 jam dan berakhir Senin pagi setelah 10 milisi tewas. Beberapa milisi mati tertembak, tiga lainnya yang memakai rompi bom bunuh diri meledakkan dirinya. Namun, wartawan yang berada di lokasi kejadian pada Senin pagi menjelaskan, meski tentara menyatakan bandara aman, masih terdengar suara tembakan. ”serangan berakhir dan kami telah membersihkan area ini dari semua milisi,” kata juru bicara pasukan paramiliter, Sibtain Rizvi. ”Para teroris masuk terminal dalam dua kelompok. Mereka itu orang asing. Beberapa seperti dari Uzbekistan,” kata Rizwan Akhtar, komando pasukan paramiliter setempat Juru bicara maskapai Internasional Pakistan, Mashoor Tajwar, mengatakan, tidak ada pesawat yang rusak. Tidak ada satupun penumpang yang terjebak di dalam gedung. ”Kami mengalihkan semua penerbangan ke Lahore dan Nawabshah,” katanya. Serangan awal Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan mengatakan, penerbangan di Karachi akan normal kembali, Senin sore. Namun, penyerangan Taliban ke bandara tersibuk di Pakistan itu menimbulkan keraguan tentang keamanan instalasi terpenting di negara tersebut. Pihak TTP mengatakan, serangan ke bandara Jinnah adalah aksi balas dendam atas kematian pemimpin mereka, Hakimullah Meshud. Ia tewas akibat serangan pesawat nirawak AS pada November tahun lalu. Juru bicara TTP, Shahidullah Shahid, menolak tawaran terbaru pemerintahan Pakistan untuk perundingan damai babak baru. ”Pakistan telah memakai perundingan damai hanya sebagai alat perang,” katanya. Shahid mengatakan, serangan ini adalah awal dari serangkaian serangan lainnya. Serangan terbaru itu untuk membalas kematian ”seorang” (Meshud) saja. TTP belum melakukan serangan untuk membalas kematian ratusan perempuan dan anak di wilayah kesukuan mereka.

Sosial Teks Berita Terkini

(AFP/AP/REUTERS/CAL) (Sumber: Kompas, Selasa, 10 Juni 2014, halaman 8)

(1) Setelah membaca teks berjudul “Prospek Perundingan Buyar”, dapatkah kalian menguraikan struktur yang membangun teks tersebut? Apakah terlihat orientasi^peristiwa^sumber berita dalam teks itu? Diskusikan dengan teman sebangku kalian struktur teks tersebut, lalu tulislah hasil diskusi kalian!

(2) Setelah kalian mendiskusikan struktur teks “Prospek Perundingan Buyar”, paparkan hasil diskusi kalian di depan kelas. Mintalah komentar dari teman kalian apakah pekerjaan kalian itu sudah baik. Berdasarkan masukan dari teman, perbaikilah pekerjaan kalian itu!

(3) Setelah pemaparan hasil diskusi kalian pada nomor (2), tugas kalian berikutnya adalah menganalisis isi teks “Prospek Perundingan Buyar”. Apakah informasi yang terdapat dalam teks tersebut bisa kalian pahami dengan baik? Apakah peristiwa pada teks tersebut telah diuraikan dengan jelas?

(4) Berdasarkan isi teks “Prospek Perundingan Buyar”, tentukanlah apakah pernyataan berikut ini benar (B), salah (S), atau tidak terbukti benar salahnya (TT) dengan membubuhkan tanda centang (√) pada pilihan kalian. Untuk menentukan jawaban, kalian tidak perlu berpedoman pada pengetahuan umum atau pengetahuan yang telah kalian miliki, tetapi cukup berpedoman pada informasi yang disajikan dalam teks tersebut.

(5) Berdasarkan hasil dari tiga identifikasi pada soal nomor (4) tersebut, buatlah teks berita sederhana dengan struktur orientasi^peristiwa^sumber berita.

Sosial Teks Berita Terkini

Memproduksi Teks Berita

Setelah menginterpretasi teks “ Prospek Perundingan Buyar” dari sisi struktur teks, isi, dan kebahasaan pada tugas sebelum ini, tugas kalian berikutnya adalah membuat teks berita tentang peristiwa sosial dengan tema “Piala Dunia”. Untuk memudahkan penulisan, kalian bisa mencari sumber bahan tulisan di perpustakaan, media massa, internet, observasi di lapangan, dan/atau wawancara dengan narasumber. Catatlah semua data yang diperoleh, baik catatan kepustakaan, catatan lapangan, dan/atau hasil wawancara, kemudian ditulis menjadi sebuah teks berita yang utuh secara bersama.

(1) Kalian bisa memulainya dengan membuat struktur yang sesuai. Struktur tersebut harus berisi orientasi^peristiwa^sumber berita. Untuk memudahkan pekerjaan kalian, berikut ini disajikan diagram yang masih rumpang.

(2) Setelah mengisi bagian yang rumpang pada soal nomor (1), kalian bisa memasukkannya ke dalam kerangka teks.

(3) Bacalah teks yang telah kalian hasilkan itu sehingga teman-teman kalian dapat mendengarkan isi teks yang telah kalian buat.

(4) Mintalah teman-teman kalian untuk menyunting hasil teks kalian. Kalian bisa melakukan hal yang sebaliknya terhadap hasil teks temanteman kalian.

Kerja Mandiri Membangun Teks Berita

Kegiatan 3 merupakan puncak dari seluruh kegiatan membangun teks berita. Pada kegiatan 1 dan 2 kalian sudah memahami struktur teks berita dan memahami isi teks berita. Dalam kegiatan 3 ini kalian diharapkan dapat membuat teks berita secara mandiri. Artinya, secara mandiri kalian diminta untuk membuat teks berita. Tema yang disarankan adalah “Serangan Israel ke Jalur Gaza”. Pada dasarnya, kejadian apa pun yang terjadi, ada, atau sedang berlangsung dapat diungkapkan ke dalam teks berita.

Menyunting dan Mengabstraksi Teks Berita

Teks “‘Kencan’ Diplomatik 505 Kilometer per Jam” termasuk dalam jenis berita diduga. Berita diduga adalah peristiwa yang direncanakan atau sudah diketahui sebelumnya, seperti pertemuan, seminar, lokakarya, pemilihan umum, peringatan hari-hari besar, peringatan hari-hari bersejarah. Proses penanganan berita yang sifatnya diduga disebut Making News. Proses penciptaan atau perekayasaan berita itu dilakukan melalui tahapan perencanaan di ruang rapat redaksi, diusulkan dalam rapat proyeksi, dikonsultasikan dengan pemimpin redaksi, dilanjutkan dengan observasi, serta ditegaskan dalam interaksi dan konfirmasi di lapangan. Semuanya melalui prosedur manajemen peliputan yang baku, jelas, terstruktur, dan terukur. Orang yang meliputnya disebut sebagai reporter (pelapor). Jenis berita yang kedua adalah berita tak terduga yakni peristiwa yang sifatnya tiba-tiba, tidak direncanakan, tidak diketahui sebelumnya, seperti kereta api terguling, bus tabrakan, kapal tenggelam, pesawat dibajak, pasar terbakar, atau terjadi ledakan bom di pusat keramaian. Proses penanganan berita yang sifatnya tidak diketahui dan tidak direncanakan sebelumnya, atau yang sifatnya tiba-tiba itu disebut Hunting News. Orang yang meliputnya disebut sebagai hunter (pemburu). (1) Coba kalian cari berita di koran mengenai berita terduga dan berita tak terduga. Bacalah berita tersebut dengan saksama dan klasifikasikan ke dalam dua jenis berita: berita terduga dan berita tak terduga. (2) Pada Tugas 3 Kegiatan 2 soal nomor (4), kalian telah melakukan proses penyuntingan teks. Untuk menghasilkan teks yang baik kalian perlu menyunting ejaan, diksi, dan kalimat di dalam teks.

Sosial Teks Berita Terkini

Agar kalian lebih memahami proses penyuntingan, bacalah dengan teliti teks “Pelajaran ‘Berbahaya’ dari Gaza” berikut ini.

Pelajaran ‘Berbahaya’ dari Gaza

Sosial Teks Berita Terkini – Hamas menerbitkan buku teks tentang sejarah Palestina yang menafikan Negara Israel. Berpotensi menyulut konflik antarfaksi. Di salah satu kelas di sebuah sekolah menegah di Gaza, Palestina, seorang guru mengisahkan bangsa Arab yang memboikot bisnis Yahudi pada 1929. Sang guru kemudian bertanya kepada sekitar 40 siswa apakah mungkin dewasa ini orang-orang Palestina bersedia memboikot produk Israel. Semua siswa langsung menjawab,”ya!” Pemandangan semacam itu kini dapat dijumpai sedikitnya dua kali dalam sepekan di kelas-kelas sekolah menengah di Gaza. Gerakan Hamas, yang menguasai jalur Gaza sejak 2007, secara intensif menebar benih perlawanan Palestina terhadap Israel melalui pendidikan. Selasa pekan lalu, pemerintah Hamas menyatakan telah menambahkan mata pelajaran khusus ke kurikulum untuk memupuk perlawanan terhadap Israel. Mata pelajaran itu diajarkan di semua sekolah di Gaza. “Untuk memperkuat hak-hak warga Palestina dan menambah pelajaran tentang hak asasi manusia,” kata Menteri Pendidikan Gaza Muetassem al-Minaui. Hamas telah menerbitkan buku teks pelajaran baru yang berisi materi perlawanan terhadap Israel. Sampul buku itu bergambar masjid Al-Aqsa di Yerusalem dan Gua Para Leluhur di Hebron— dua situs lokasi bentrokan antara umat Islam dan Yahudi. Buku yang berisi politik dan sejarah Palestina ini secara tegas tidak mengakui negara Israel. Pendiri Hamas, Ahmed Yasin, dalam buku ini disejajarkan dengan pahlawan nasional Yasser Arafat. Sejarah mutakhir juga dicantumkan, seperti serangan militer Israel ke jalur Gaza pada musim dingin 2008-2009 dan November 2012. Materi pelajaran dilengkapi foto-foto warga Palestina yang tewas serta berbagai bangunan yang hancur akibat serangan Israel. “Semua wilayah Palestina, dari Laut Mediterania sampai Sungai Yordan, adalah milik kita,”demikian salah satu isi buku itu.

Materi pelajaran baru ini hanya diajarkan di sekolah milik pemerintah Hamas, tidak di sekolah milik Perserikatan BangsaBangsa. Materinya merujuk pada kurikulum otoritas Palestina. Di seluruh Gaza tercatat ada 463 ribu pelajar. PBB mengelola sekitar 250 sekolah untuk kelas 1-9. Sedangkan Hamas menjalankan 400 sekolah, termasuk 46 sekolah swasta. Sebelumnya, Hamas sudah menyiapkan materi pelajaran militer dengan fokus perlawanan terhadap Israel. Upaya edukasi perlawanan melalui buku ini dinilai sangat efektif. Sebab, menurut Daniel Bar-Tal, seorang professor di Tel Aviv University, ketika seorang pemimpin berpidato, tak ada jaminan semua orang mendengarkan. Sebuah buku teks pelajaran pasti diserap siswa. “Ini adalah kartu terkuat,” kata Bar-Tal, koordinator tim peneliti buku teks Israel dan Palestina. Khalayak yang menjadi target buku ini juga luas. Seiring dengan rencana pengajaran, buku ini bakal menjangkau sedikitnya 55 ribu siswa di kelas 8, 9, dan 10. Sebagian besar siswa menyambut hangat buku pelajaran itu. Ahmed Mohamed, 15 tahun, misalnya, mengaku bersemangat mempelajarai sejarah Palestina, bukan sejarah Mesir atau Yordania. ”Sebelumnya, Palestina yang saya tahu hanya Gaza dan Tepi Barat.” ujarnya. Tapi ada pula yang kritis. Anound Ali, siswa kelas 10 di sebuah sekolah di Gaza, merasa prihatin karena buku itu bisa memecah belah Palestina. Materi pelajaran yang militan ini dikhawatirkan memperuncing persaingan antarfaksi di Palestina, antara Hamas di jalur Gaza dan Fatah di Tepi Barat. Di tataran bawah, konflik antarfaksi ini dikhawatirkan menganggu kekompakan 1,7 juta warga Palestina di jalur Gaza dan 2,5 juta warga di Tepi Barat. “Buku pelajaran sekolah adalah hal terakhir yang mempersatukan kita di Tepi Barat, sekarang kita mempelajari sesuatu yang berbeda,” kata Ali. Apa pun alasannya, Israel dibuat gerah oleh aksi gerilya Hamas ini. “Palestina telah mengembangkan sesuatu sistem penipuan,” kata Yosef Kuperwasser, pejabat senior Israel. (Sumber: Tempo, 11 November 2013, halaman 112)

 

Menginterpretasi Fungsi Sosial Teks Berita Terkini | medsis | 4.5