Soal-Soal B.Indonesia Pengembangan Kompetensi

Soal-Soal B.Indonesia Pengembangan Kompetensi

Soal-Soal B.Indonesia

Soal-Soal B.Indonesia

Soal-Soal B.Indonesia

1. Bacalah teks berikut! Sambil membaca, temukan pokok-pokok masalah sebagai bahan diskusi kalian! ODHA Masih Saja Diperlakukan Tidak Adil Sebut saja namanya Yona (35 tahun). Tahun 2003, Yona dikeluarkan dari tempatnya bekerja di sebuah perusahaan penyuplai barang-barang kimia. Yona, ODHA (orang dengan HIV/AIDS), dikeluarkan setelah teman-teman sekerjanya mengajukan usul kepada atasannya. ”Mereka takut tertular,’’ tutur Yona kepada Republika. Peristiwa itu bermula ketika ada seorang rekan sekerjanya meninggal, diduga karena AIDS. Suami Yona juga meninggal beberapa saat kemudian. Itulah yang memicu rekan sekerjanya ketakutan dan mengumpulkan tanda tangan menolak Yona bekerja di tempat itu. Yona yang mempunyai dua orang anak itu mengaku sebelum ada keputusan itu, sudah ada perlakuan yang tidak biasanya. Kendati begitu, menurutnya, teman-temannya itu tidak berani berterus terang. ”Saya kadang melihat, kalau saya habis pakai telepon pasti mereka lap dengan tisu. Tapi, saya tidak bisa salahkan mereka karena memang belum banyak tahu tentang HIV/AIDS,’’ tutur Yona yang sekarang jadi relawan AIDS di Jakarta. Kisah Yona menunjukkan bahwa perlakukan diskriminatif masih terjadi terhadap ODHA.

Soal-Soal B.Indonesia – Sebuah studi yang dilakukan Yayasan Spritia pada tahun 2002 menunjukkan banyak terjadi stigma (cap buruk) dan diskriminasi di sektor perawatan kesehatan termasuk di dalamnya konseling dan tes HIV. Ipung Purwanto, seorang pengurus YPI mengatakan, diskriminasi terhadap ODHA juga terjadi di dalam keluarga. Dia bercerita, banyak ODHA yang dikirim ke YPI sudah dalam kondisi full blown (hancurnya kekebalan tubuh). ”Pihak keluarga tidak mau tahu lagi. Umumnya mereka takut tertular,’’ katanya. Wakil Ketua YPI, Prof. dr. Zubairi Djoerban, Sp.PD, KHOM, mengatakan stigma (cap buruk) dan diskriminasi terhadap ODHA banyak dipengaruhi oleh salah informasi. ”Penularan AIDS itu tidak mudah. AIDS tidak menular karena bersalaman atau bersin,’’ tuturnya. Zubairi menjelaskan, yang pasti HIV/AIDS bisa menular melalui darah, air mani, atau ibu pengidap AIDS kepada anak yang dikandungnya. Penularan bisa terjadi melalui jarum suntik, hubungan seks, atau transfusi darah yang sudah tercemar HIV. 72 Komp Bahasa SMA 1 ”AIDS tidak menular melalui rokok, handuk, sabun, batuk, dan pilek. Gigitan nyamuk demam berdarah juga tidak bisa menularkan,’’ tegasnya. Media, kata Zubairi selain bisa memperbesar stigma (pandangan negatif) terhadap ODHA, juga bisa berperan sebaliknya. Media menurutnya harus mengembangkan jurnalisme empati yang tidak sekadar menjadikan ODHA sebagai objek berita. Sumber: www.infeksi.com dengan pengubahan Teks di atas menggambarkan bagaimana orang dengan penyakit HIV/AIDS sering memperoleh perlakuan diskriminatif. Cobalah kalian tuliskan pokok-pokok isi teks tersebut! Dalam meringkas, pergunakan bantuan pertanyaan berikut! a. Siapa ODHA yang pernah mengalami perlakukan buruk? b. Perlakuan buruk apa yang mereka alami? c. Di mana saja ODHA memperoleh perlakukan buruk dan diskriminatif? d. Mengapa masyarakat sering merasa takut dengan ODHA? e. Cara apa yang harus dilakukan agar tidak ada perlakukan buruk dan diskriminatif terhadap ODHA? f. Menurut kalian, perlukah ODHA dijauhi? Mengapa?

Soal-Soal B.Indonesia

2. Bacalah teks tentang kesehatan berikut, kemudian buatlah ringkasannya! Terjadi Peningkatan Jumlah Penderita yang Luar Biasa Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Burizal Bakrie, selaku ketua komisi penanggulangan AIDS nasional telah mengeluarkan peraturan tentang kebijakan nasional penanggulangan HIV dan AIDS melalui pengurangan dampak buruk penggunaan narkotika psikotropika dan zat aditif suntik. Peraturan yang ditandangani oleh Menko Kesra pada tanggal 19 Januari 2007 itu dikeluarkan dengan pertimbangan penularan HIV dalam kurun waktu lima tahun terakhir telah terjadi peningkatan jumlah yang luar biasa. Jika pada tahun 1987 penderita AIDS di Indonesia hanya 5 orang, maka pada tahun 2006 jumalah penderita telah meningkat secara signifikan dengan penyebaran virus HIV hampir di sekitar 33 provinsi di Indonesia. Saat ini jumpal penderita HIV/AIDS tercatat 6.987 orang, tetapi estimasi sementara jumlah tersebut bisa mencapai 193.000 orang. Ini karena kemungkinan basar banyak dari penderita yang tidak tahu kalau mereka sudah terjangkit virus HIV. Penularan pertama di kalangan pengguna napza suntik dan sekaligus juga mengubah jalannya epidemi AIDS di Indonesia,” kata sekretaris komisi penanggulangan AIDS/HIV nasional Dr. Nafsiah Mboi SpA MPH, dalam konferensi pers di kantor Menko Kesra, Jumat pekan lalu.

Menurut Nafsiah, program penanggulangan HIV dan AIDS, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik, perlu dilaksanakan secara intensif, menyeluruh, terpadu, efektif, dan terkodonasi. Peratutan Menko Kesra No. 2/Kep/Menko/Kesra/I/2007 ini bertujuan untuk mencegah penyebaran virus HIV dan AIDS di kalangan pengguna jarum suntik dan pasangannya, mencegah penyebaran HIV dari penasun dan pasangannya ke masyarakat luar, serta mengintegrasikan pengurangan dampak buruk penggunaan napza suntik ke dalam sistem kesehatan masyarakat dalam layanan pencegahan, perawatan, dukungan, dan pengobatan HIV dan AIDS serta pemulihan ketergantungan. Sasaran yang hendak dicapai adalah menjangku dan melayani sedikitnya 80% penasun sampai tahun 2010 dan dilaksanakan secara bertahap, menyediakan paket komprehensif pencegahan dan perawatan untuk menjamin perawatan berkelanjutan, selain menyediakan akses pengobatan yang terjangkau oleh seluruh penasun.

Soal-Soal B.Indonesia – Untuk menjalankan tugas ini dengan baik, perlu kelompom kerja pengurangan dampak buruk penggunaan napza suntik yang pada prinsipnya bertugas membentuk KPA dalam pengembangan kebijakan, advokasi dan sosialisasi serta membantu KPA dalam pengembangan program, peningkatan kapasitas, pendanaan, pemantauan, dan evaluasi. Sebelum peraturan materi ini dikeluarkan, Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak setuju penggunaan narkotika psikotropika seperti metazon dan adiktif suntik dalam pengomatan pasien AIDS yang tertular karena penggunaan jarum suntik. Dengan masuknya BNN dalam KPA, maka kebijakan baru dapat dikeluarkan. Melalui peraturan menteri ini, beberapa puskesmas rujukan di wilayah yang diperkirakan terjadia penyebaran IIDS dapat memberikan pengobatan kepada pasien AIDS yang bergantung pada narkotika dengan penggunaan narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya. Orang yang sering berganti pasangan dalam hal hubungan seks dan menggunakan napza suntik dalam kehidupan seharihari, dianjurkan untuk memeriksakan diri ke rumah sakit atau puskesmas rujukan terdekat agar bisa mengetahui apakah virus HIV sudah ada pada diri mereka. ”Apabila pada pengecekan awal virus HIV bisa diketahui, dengan sendirinya pengobatan terhadap penyakit ini akan lebih mudah,” kata Nafsiah. Sumber: Suara Karya, 22 Januari 2007

Soal-Soal B.Indonesia

3. Diskusikan persolan-persoalan yang telah kalian catat dalam diskusi kelas! Yang akan bertindak sebagai moderator adalah guru kalian. a. Kemukakan pertanyaan atau pernyataan untuk ditanggapi teman kalian! b. Berikan sanggahan untuk pernyataan yang kalian setujui! c. Rangkumlah kesimpulan hasil diskusi kalian! 4. Tulislah sebuah paragraf naratif yang bertema kesehatan! 5. Bacalah puisi berikut dan ungkapkan isinya!

Bunda 2 M. Jafar Hafsah Telah tiga tahun Secara lahiriyah kita tidak bersama Tetapi bunda tidak sekejap pun berbicara Di hati kami, di pikiran kami seluruh denyut nadi kehidupan kami Ketika kami berkumpul Bunda tersenyum manis Menyapa dengan ramah Menasehati kami dengan arif Bertanya dengan bijak Saya menggosok mata, mencubit tangan Apa nyata, mimpi atau ilustrasi Ketiga-tiganya betul, nyata Ibunda bukan hanya melahirkan kami Tetapi bunda mengukir kenangan Membekali ilmu kearifan duniawi Membelai dengan keikhlasan penuh Tetapi sejatinya Ketulusan dan keikhlasan tidak bertepi Sebagai totalitas Cinta abadi

Kurang arif badan celaka, amat arif badan binasa. Kalau kurang hati-hati kita berbuat sesuatu, badan kita bisa celaka, tetapi kalau terlalu hati-hati, mungkin pula kita juga binasa.

Pengalaman

Pengalaman itu penting untuk menambah wawasan. Pembelajaran ini akan mengajak kalian menimba pengalaman dari mendengarkan cerita pendek yang dibacakan guru atau teman kalian. Kalian mengingat kembali isi cerita untuk diceritakan kembali isi cerita, menyebutkan unsur-unsur intrinsiknya, dan unsur ekstrinsiknya. Kalian akan diajak untuk menceritakan berbagai pengalaman dengan ekspresi yang benar. Pengalaman yang diceritakan, pengalaman lucu, mengharukan, atau yang menarik untuk didengar. Kalian akan diajak berlatih mengidentifikasi isi informasi, ide pokok, dan meringkas sebuah teks setelah teks tersebut dibaca secara ekstensif. Kalian pun akan belajar menulis pengalaman atau observasi dalam bentuk paragraf deskriptif. Di akhir pembelajaran kalian belajar membacakan puisi dengan ekspresi dan intonasi yang benar.

Soal-Soal B.Indonesia

Rangkuman

1. Mendengarkan pembacaan puisi remaja merupakan kegiatan yang bermanfaat. Kalian dapat memahami ciri puisi remaja dan nilai-nilai yang terkandung dalam puisi remaja. Untuk mempermudah pemahaman tentang puisi remaja, kalian dapat mengubah bentuk puisi ke dalam bentuk paragraf narasi (memparafrasakan puisi tersebut). 2. Kegiatan diskusi dapat membahas dan mencari jalan keluar tentang berbagai masalah. Misalnya, kalian dapat mengajukan saran atau pendapat tentang permasalahan dalam ringkasan isi teks bacaan. Kalian dapat menemukan makna dari kata-kata sukar yang terdapat dalam sebuah teks bacaan. 3. Membaca ekstensif bertujuan untuk menemukan ide pokok sebuah bacaan. Kalian dapat menulis kembali bacaan tersebut dengan mengacu pada ide pokok yang sudah kamu temukan. 4. Mengungkapkan ide/gagasan secara runtut adalah suatu kegiatan yang menyenangkan. Kalian dapat menulisnya ke dalam bentuk paragraf naratif. 5. Kalian dapat membaca sebuah cerpen untuk mengisi waktu luang. Selain itu, kalian dapat menambah pengetahuan tentang cerita sebuah cerpen. Membaca sebuah cerpen dapat membantu kalian menentukan ide pokok cerpen dan dapat meringkas/menulis kembali cerpen yang sudah kalian baca.

Soal-Soal B.Indonesia Pengembangan Kompetensi | medsis | 4.5