Sistem Reproduksi Manusia

Perkembangbiakan atau reproduksi merupakan salah satu ciri makhluk hidup untuk mempertahankan jenisnya. Manusia tergolong makhluk dioseus (berumah dua). Hal ini berarti, satu individu hanya memiliki satu jenis alat reproduksi, yaitu lakilaki dan wanita. Laki-laki dewasa mampu menghasilkan sel gamet yang disebut spermatozoa, sedangkan wanita dewasa mampu menghasilkan sel gamet yang disebut ovum. Jika kedua sel gamet ini melebur atau terjadi fertilisasi, maka terbentuk zigot yang akan tumbuh menjadi janin dan dalam waktu 9 bulan akan menjadi bayi. Bagaimana proses pembentukan sperma dan ovum? Apa kaitannya dengan kehamilan dan menstruasi? Kamu akan mengetahui jawabannya setelah mempelajari bab ini. Mari ikuti uraiannya.

Manusia berkembang biak atau berreproduksi secara seksual. Reproduksi seksual melibatkan dua individu yang masing-masing menyumbangkan satu sel reproduktif khusus yang disebut gamet, dan bersifat vivipar atau melahirkan. Gamet jantan disebut sperma dan gamet betina disebut ovum (sel telur). Sperma berukuran sangat kecil memiliki bentuk seperti berudu dan motil, artinya dapat bergerak aktif ke arah sel telur dengan menggerakkan ekornya yang panjang seperti cambuk. Sedangkan, sel telur (ovum) dibentuk dalam ovarium. Ovum berukuran besar dan nonmotil, mengandung persediaan makanan untuk menunjang perkembangan embrio yang dihasilkan setelah telur tersebut dibuahi. Alat kelamin pada manusia dapat dibedakan menjadi alat kelamin pria dan alat kelamin wanita. Keduanya mempunyai bagian-bagian yang terdapat di dalam tubuh dan juga yang terdapat di luar tubuh.

Sistem Reproduksi Manusia | medsis | 4.5