Sistem Pernapasan pada Hewan

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sistem Pernapasan pada Hewan

Alat pernapasan pada hewan berbedabeda sesuai dengan perkembangan struktur tubuh dan tempat hidupnya. Misalnya, hewan bersel satu (Amoeba dan paramecium) bernapas secara difusi. Terjadi pertukaran CO2 dan O2 secara difusi menggunakan seluruh permukaan tubuhnya. Hewan invertebrata, seperti cacing, CO2 dan O2 berdifusi melalui kulit permukaan tubuhnya yang selalu basah. O2 diedarkan ke seluruh tubuh. Pada serangga, sistem pernapasannya disebut sistem pembuluh trakea. Udara masuk ke dalam tubuh melalui lubang kecil pada permukaan tubuh yang disebut spirakel atau stigma. O2 diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh trakea. Pada ikan, alat pernapasannya berupa insang (lihat Gambar 7.5.) Amfibi, contohnya katak, pada saat berudu bernapas dengan insang, karena hidupnya di air. Sedangkan, saat katak dewasa bernapas dengan paru-paru dan kulit. Hal ini dikarenakan katak dewasa lebih banyak hidup di darat. Reptil memiliki alat pernapasan yang berkembang lebih sempurna dibandingkan pada amfibi. Hewan mamalia memiliki alat sistem pernapasan yang sama, tidak jauh berbeda dengan manusia. Kelompok hewan vertebrata yang lain adalah burung. Burung sebagian besar dapat terbang, memiliki sayap yang berkembang dengan baik. Namun, ada pula burung yang tidak terbang. Secara umum, alat pernapasan burung adalah paru-paru (pulmo). Ukuran pulmo relatif kecil dibandingkan ukuran tubuhnya. Paru-paru burung terbentuk oleh bronkus primer dan bronkus sekunder, dan pembuluh-pembuluh bronkiolus. Bronkus primer berhubungan dengan mesobronkus yang merupakan bronkiolus terbesar. Mesobronkus bercabang menjadi dua sel, yaitu bronkus sekunder anterior dan posterior, yang disebut ventrobronkus dan dorsobronkus. Ventrobronkus dan dorsobronkus dihubungkan oleh parabronkus. Paru-paru burung memiliki ± 1000 buah parabronkus yang garis tengahnya ± 0,5 mm. Sepasang paru-paru pada burung menempel di dinding dada bagian dalam. Paru-paru burung memiliki perluasan yang disebut kantong udara (sakus pneumatikus) yang mengisi daerah selangka, dada atas, dada bawah, daerah perut, daerah tulang humerus, dan darah leher. Alat pernapasan burung adalah sebagai berikut:

1) Lubang hidung

2) Celah tekak pada dasar faring, berhubungan dengan trakea.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

3) Trakea, berupa pipa dengan penebalan tulang rawan berbentuk cincin yang tersusun di sepanjang trakea.

4) Siring (alat suara), terletak di bagian bawah trakea. Dalam siring terdapat otot sternotrakealis yang menghubungkan tulang dada dan trakea, serta berfungsi untuk menimbulkan suara. Selain itu, terdapat juga otot siringialis yang menghubungkan siring dengan dinding trakea sebelah dalam. Dalam rongga siring, terdapat selaput yang mudah bergetar. Getaran selaput suara tergantung besar kecilnya ruangan siring yang diatur oleh otot sternotrakealis dan otot siringialis.

5) Bifurkasi trakea, yaitu percabangan trakea menjadi dua bronkus kanan dan kiri.

6. Bronkus (cabang trakea), terletak antara siring dan paruparu.

7. Paru-paru dengan selaput pembungkus paru-paru yang disebut pleura.

Sistem Pernapasan pada Hewan | medsis | 4.5