Sistem Pernapasan Burung

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sistem Pernapasan Burung Pertukaran gas terjadi dalam paru-paru, tepatnya pada parabronkus yang mengandung pembuluh-pembuluh darah. Paru-paru burung berhubungan dengan sakus pneumatikus melalui perantaraan bronkus rekurens. Selain berfungsi sebagai alat bantu pernapasan saat terbang, sakus pneumatikus juga membantu memperbesar ruang siring sehingga dapat memperkeras suara, mencegah hilangnya panas badan yang terlalu tinggi, menyelubungi alat-alat dalam untuk mencegah kedinginan, serta mengubah massa jenis tubuh pada burung burung perenang. Perubahan massa jenis ini dengan cara memperbesar atau memperkecil kantong udara. Pernapasan burung dilakukan dengan dua cara, yaitu pada waktu terbang dan tidak terbang. Pada waktu tidak terbang, pernapasan terjadi karena gerakan tulang dada sehingga tulang-tulang rusuk bergerak ke muka dan ke arah bawah. Akibatnya, rongga dada membesar dan paru-paru mengembang. Mengembangnya paru-paru, menyebabkan udara luar masuk (inspirasi). Sebaliknya, dengan mengecilnya rongga dada, paru-paru akan mengempis sehingga udara dari kantong udara kembali ke paru-paru. Jadi, udara segar mengalir melalui parabronkus pada waktu inspirasi dan ekspirasi sehingga fungsi paru-paru burung lebih efisien daripada paruparu mamalia. Pada waktu terbang, gerakan aktif dari rongga dada tak dapat berlangsung, karena tulang-tulang dada dan tulang rusuk merupakan pangkal pelekatan yang kuat untuk otot-otot terbang. Akibatnya, inspirasi dari ekspirasi dilakukan oleh kantong udara di antara tulang korakoid dan kantong udara di ketiak dengan cara menggerak-gerakkan sayap ke atas dan ke bawah. Gerakan ini dapat menekan dan melonggarkan kantong udara tersebut sehingga terjadi pertukaran udara di dalam paru-paru. Semakin tinggi burung terbang, harus semakin cepat menggerakkan sayap untuk memperoleh O2 yang banyak. Frekuensi bernapas burung ± 25 kali permenit, sedangkan pada manusia hanya 15 sampai 20 kali permenit. 3864146

Sistem Pernapasan Burung | medsis | 4.5