Pembahasan Sistem Peredaran Darah Manusia

Pembahasan Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem Peredaran Darah

Sistem Peredaran Darah

Sistem Peredaran Darah

Menghitung Denyut Nadi

Sistem Peredaran Darah- Sebelumnya kamu sudah mengetahui bahwa kita dapat merasakan denyut nadi atau denyut jantung yang ada di pergelangan tangan. Apa yang harus kamu lakukan? 1. Berkumpullah dengan teman satu kelompokmu (satu kelompok terdiri atas dua orang). 2. Gunakan dua jarimu (selain ibu jari) untuk menemukan denyut nadi pada pergelangan tangan temanmu. 3. Hitung denyut nadi pada pergelangan tangan teman kamu selama 15 detik, kemudian kalikan hasilnya dengan 4. Selanjutnya, catatlah hasilnya pada buku IPA kamu. Lakukan penghitungan dengan cermat dan teliti agar tidak terjadi kesalahan. 4. Mintalah temanmu untuk berlari-lari kecil selama satu menit. 5. Ulangi langkah kegiatan 1 – 3 kembali. Jawablah pertanyaan berikut, tuliskan jawabanmu pada buku IPA! 1. Berdasarkan data hasil percobaan, apakah terdapat perubahan denyut nadi dari kedua penghitungan yang kamu lakukan? Bagaimana hasilnya? 2. Menurut pendapatmu, mengapa jawaban yang kamu tuliskan pada nomor 1 dapat terjadi?

Sistem Peredaran Darah

Sistem Peredaran Darah Manusia

Sistem Peredaran Darah – Peredaran darah manusia termasuk peredaran darah tertutup karena darah selalu beredar di dalam pembuluh darah. Setiap beredar, darah melalui jantung dua kali sehingga disebut peredaran darah ganda. Pada peredaran darah ganda tersebut dikenal peredaran darah kecil dan peredaran darah besar. 1) Peredaran Darah Kecil Peredaran darah kecil merupakan peredaran darah yang dimulai dari jantung menuju ke paru-paru kemudian kembali lagi ke jantung.

Sistem Peredaran Darah

Aliran dan Tekanan Darah

Sistem Peredaran Darah – Saat ini kamu telah mengetahui mekanisme peredaran darah yang terjadi di dalam tubuh. Melalui mekanisme tersebut pasokan darah pada setiap bagian tubuh akan terpenuhi. Pada saat jantung memompa darah, terdapat tekanan darah yang diperlukan untuk mendorong darah dalam pembuluh darah. Dengan demikian, darah akan dapat diedarkan ke seluruh tubuh. Sebelum mempelajari lebih jauh materi tekanan darah sebaiknya kita mempelajari terlebih dahulu materi tekanan zat cair dengan melakukan kegiatan “Ayo Kita Coba” berikut ini!

Sistem Peredaran Darah

Tekanan Zat Cair pada Kedalaman Tertentu Apa yang kamu perlukan? 1. Gelas kimia (2 buah) 2. Pipa U atau selang berbentuk U 3. Corong 4. Air 5. Minyak kelapa atau minyak goreng Apa yang harus kamu lakukan?

2. Ubahlah ketinggian corong yang terdapat pada gelas beaker sesuai dengan data kedalaman (h) yang terdapat di dalam Tabel 7.3! 3. Amatilah selisih permukaan air (∆h) yang terdapat pada pipa U. Lakukan percobaan ini dengan teliti dan cermat.

Hukum Archimedes

Apa yang kamu perlukan? 1. Gelas kimia 2. Neraca pegas 3. Benda dari logam atau batu (sebagai beban) 4. Air Apa yang harus kamu lakukan? 1. Isilah gelas kimia dengan air hingga ¾ bagian. 2. Kaitkan beban dengan neraca pegas, catatlah berat beban ketika di udara (wbu) dengan membaca skala yang ditunjukan pada neraca pegas. 3. Masukkan rangkaian beban dan neraca pegas ke dalam air, catatlah berat beban ketika berada di dalam air (wba) 4. Hitunglah besar gaya apung (Fa ) dari beban tersebut. Catatlah hasil percobaan pada Tabel 7.4. Lakukan kegiatan ini dengan cermat dan teliti agar kamu mendapatkan data yang benar. 5. Ulangilah langkah kegiatan 1 – 4 sebanyak 3 kali dengan menggunakan beban yang beratnya berbeda.

Setelah kamu melakukan percobaan Hukum Archimedes, kamu dapat mengetahui bahwa ketika pada suatu benda dimasukkan ke dalam air, beratnya seolah-olah berkurang. Peristiwa ini bukan berarti ada massa benda yang hilang. Berat benda berkurang saat dimasukan ke dalam air yang disebabkan oleh suatu gaya yang mendorong benda yang arahnya berlawanan dengan arah berat benda. Fenomena ini dipelajari oleh Archimedes yang kemudian dinyatakan sebagai Hukum Archimedes. Hukum Archimedes menyatakan bahwa “Jika suatu benda dicelupkan ke dalam suatu zat cair, maka benda itu akan mendapat tekanan ke atas yang sama besarnya dengan beratnya zat cair yang didesak oleh benda tersebut “. Menurut Archimedes, benda menjadi lebih ringan bila diukur dalam air daripada di udara karena didalam air benda mendapat gaya ke atas. Sementara ketika di udara, benda memiliki berat yang sesungguhnya

Pembahasan Sistem Peredaran Darah Manusia | medsis | 4.5