Sistem Koordinasi pada Manusia

Pernahkah kamu menyentuh panci yang berisi air panas atau benda panas lainnya? Apa yang terjadi? Kamu pasti langsung menarik tanganmu secara refleks. Respon ini dinamakan refleks penarikan. Gerak refleks tersebut memerlukan koordinasi saraf yang kompleks. Tubuh manusia dilengkapi dengan dua perangkat pengatur seluruh kegiatan tubuh. Kedua perangkat ini merupakan sistem koordinasi yang terdiri atas sistem saraf dan sistem hormon. Perbedaan keduanya adalah sistem saraf bekerja dengan cepat untuk menanggapi perubahan lingkungan yang merangsangnya dan pengaturannya dilakukan oleh benang-benang saraf. Sedangkan, sistem hormon bekerja jauh lebih lambat, tetapi lebih teratur dan berurutan dalam jangka waktu yang lama. Pengangkutan hormon melalui pembuluh darah. Sementara itu, alat-alat indera merupakan organ yang mengandung reseptor-reseptor saraf. Sebagai suatu sistem maka ketiga bagian tersebut saling terintegrasi dalam mengatur aktivitas tubuh. Setelah mempelajari bab ini kamu akan mengetahui tentang sistem koordinasi manusia. Mari cermati uraiannya.

Sistem koordinasi (regulasi) pada manusia dilakukan oleh dua subsistem, yaitu saraf (neural) dan endokrin (hormon). Selain itu, fungsi koordinasi juga berhubungan dengan alatalat indera. Saraf (neural) pada dasarnya adalah jaringan komunikasi yang menghubungkan seluruh sistem pada tubuh manusia. Misalnya, kontraksi diafragma pada waktu inspirasi dikendalikan atau diatur oleh suatu saraf pusat respirasi yang terdapat di otak atau sumsum tulang belakang. Hormon berasal dari sistem endokrin dan beredar di dalam darah untuk mengatur organ-organ khusus. Misalnya sekresi cairan pencernaan dari pankreas dirangsang oleh suatu hormon (secretin), yang dilepaskan oleh dinding usus halus bagian atas. Jadi, saraf maupun hormon mengatur proses-proses tubuh.

Sistem Koordinasi pada Manusia | medsis | 4.5