Perubahan Sifat Bahan dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan

Sifat Sifat Bahan dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan

Sifat Sifat Bahan – Pernahkah kamu berpikir, mengapa alat-alat bengkel terbuat dari besi, piring dan mangkok di rumah terbuat dari kaca, serta pakaian seragammu dari kain? Bahan-bahan di sekitar kita memiliki sifat dan karakteristik yang khusus dan unik, sehingga kita dapat memanfaatkannya sesuai dengan kebutuhan kita. Dalam bab ini akan dibahas sifat bahan-bahan di sekitar kita dan pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

Sifat Sifat Bahan

Sifat Sifat Bahan

Sifat Sifat Bahan

Sifat Bahan dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan

Sifat Sifat Bahan

Sifat Sifat Bahan – Coba perhatikan bendabenda yang ada di sekitarmu! Terbuat dari bahan apakah baju yang kamu pakai, pensil dan tempat pensilmu, serta cangkir yang kamu gunakan untuk minum? Tahukah kamu, bahwa benda yang kamu gunakan sehari-hari terbuat dari berbagai macam bahan? Adakah bendabenda sekelilingmu yang terbuat dari logam? Nah, kalau kamu perhatikan berbagai benda yang kamu gunakan sehari-hari, ada yang terbuat dari bahan logam dan nonlogam.

Sifat Sifat Bahan – Bahan logam, dapat dibedakan lagi menjadi bahan logam besi dan nonbesi. Logam besi merupakan logam yang mengandung besi (Fe) sebagai unsur utamanya. Contohnya, mesin kendaraan bermotor dan mesin pabrik. Logam nonbesi merupakan bahan yang mengandung sedikit atau tanpa besi. Contohnya, alumunium untuk peralatan masak, tembaga untuk alat-alat listrik, dan nikel untuk bahan campuran uang logam.

Baju dan pensil terbuat dari bahan nonlogam. Bahan nonlogam dibedakan menjadi: polimer, keramik, gelas, bahan biologi atau biomaterial, dan lain sebagainya. Polimer tersusun dari gabungan beberapa monomer. Monomer adalah kelompok kecil molekul yang dapat dirangkaikan menjadi polimer. Salah satu contoh monomer adalah molekul glukosa. Ketika monomermonomer glukosa bersatu, akan dapat terbentuk selulosa. Dengan demikian, selulosa adalah polimer.

Pernahkah kamu membandingkan kain katun dengan plastik? Kedua bahan tersebut adalah polimer. Kain katun terbuat dari kapas sehingga digolongkan ke dalam polimer alami. Plastik dihasilkan melalui sintesis kimia sehingga digolongkan ke dalam polimer sintetis. Barang yang ada di sekitar kita juga ada yang terbuat dari keramik. Keramik adalah barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin dan sebagainya. Selain berbagai benda yang telah disebutkan tadi, kamu akan menemukan benda-benda yang terbuat dari gelas maupun kayu. Pada bab ini kamu akan belajar sifat bahan dan kegunaan beberapa bahan seperti serat, karet, kayu, keramik, dan gelas. Bahan lain seperti plastik (polimer sintetis) dan logam akan kamu pelajari pada kelas IX

Bahan Serat

Pernahkah kamu mendengar istilah serat? Istilah serat sering dikaitkan dengan sayur-sayuran, buah-buahan, dan tekstil. Sayuran dan buah-buahan merupakan makanan berserat tinggi yang sangat baik bagi sistem pencernaan makanan. Serat juga digunakan sebagai bahan baku tekstil (bahan pembuat pakaian). Pernahkah kamu menyobeknyobek kain perca (sisa bahan pembuat pakaian)? Bila kain perca disobek-sobek, maka ‘anyaman’ kain jadi rusak dan kamu akan mendapatkan bentukan seperti benang yang disebut serat. Secara kimiawi serat adalah suatu polimer. Berdasarkan asal bahan penyusunnya serat dikelompokkan menjadi serat alami (polimer alami) dan serat sintetis (polimer sintetis).

Bahan serat alami diperoleh dari tumbuhan, hewan, dan mineral. Serat tumbuhan diperoleh dari selulosa tumbuhan, misalnya dari kapas, kapuk, dan rami. Contoh tekstil dari selulosa adalah katun dan linen. Serat hewan berupa serat protein dapat diperoleh dari rambut domba, benang jala yang dihasilkan oleh labalaba, dan kepompong ulat sutera. Contoh tekstil dari serat protein yaitu wol dan sutera. Serat mineral, umumnya dibuat dari mineral asbetos.

Serat sintetis merupakan serat yang dibuat oleh manusia, bahan dasarnya tidak tersedia secara langsung dari alam. Contoh kain yang terbuat dari serat sintetis adalah rayon, polyester,dakron dan nilon. Pemanfaatan tekstil dari berbagai macam serat didasarkan pada ciri-ciri seratnya antara lain kehalusan, kekuatan, daya serap, dan kemuluran atau elastisitas. Salah satu cara untuk menentukan ciri dari bahan serat dapat dilakukan dengan analisis pembakaran. Namun, analisis pembakaran ini harus dilakukan dengan hati-hati. Kamu tidak dianjurkan melakukan sendiri analisis dengan cara membakar bahan tekstil, mungkin gurumu yang akan mendemonstrasikannya.

Tahukah kamu mengapa orang Indonesia lebih suka memakai baju dari katun, linen, dan sutera; sedangkan penduduk di negara subtropis lebih suka memakai baju dari wol? Pertanyaan tersebut dapat kamu jawab dengan mempelajari ciri-ciri serat berikut. Bahan tekstil dari selulosa (kapas) memiliki karakteristik: bahan terasa dingin dan sedikit kaku, mudah kusut, mudah menyerap keringat, rentan terhadap jamur. Serat kapas mudah terbakar, kalau terbakar nyalanya berjalan terus, berbau seperti kertas, dan meninggalkan abu berwarna kelabu. Serat linen dibandingkan dengan katun mempunyai ciri lebih halus, lebih kuat, berkilau lembut, kurang elastis, mudah kusut, tidak tahan seterika panas. Serat linen mudah terbakar, bila terbakar nyalanya berjalan terus, berbau seperti kertas terbakar, dan meninggalkan abu berwarna kelabu. Serat sutera mempunyai ciri-ciri berkilau, sangat bagus dan lembut, tidak mudah kusut, sangat halus, kekuatannya tinggi, dan kurang tahan terhadap sinar matahari.

Mempunyai daya serap cukup tinggi, tidak mudah berjamur, sukar terbakar, cepat padam, berbau seperti rambut terbakar, bekas pembakaran berbentuk abu hitam, bulat, dan mudah dihancurkan. Serat wool, mempunyai ciri agak kuat, tidak berkilau, keriting, kekenyalan tinggi, elastisitas tinggi, dan merupakan penahan panas yang baik, tahan terhadap jamur dan bakteri. Pada pembakaran terbentuk gumpalan hitam dan berbau rambut terbakar. Serat asbes umumnya mempunyai kekuatan tarik yang tinggi, daya mulurnya sangat rendah, hanya sedikit menyerap air, sangat tahan panas dan api, dan tahan cuaca.

Serat asbes merupakan penghantar listrik dan panas yang jelek, sehingga mineral asbes banyak dimanfaatkan untuk pelapis kabel listrik, sarung tangan, dan tirai. Serat nilon mempunyai ciri sangat kuat, ringan dan berkilau, elastisitas sangat kuat, tidak mudah kusut, tahan terhadap serangan jamur dan bakteri. Nylon tidak tahan panas, mudah terbakar, meleleh bila dibakar, berbau khas, serta meninggalkan bentuk pinggiran keras yang berwarna cokelat. Serat polyester mempunyai ciri elastisitasnya tinggi sehingga tidak mudah kusut, tahan terhadap sinar matahari, tahan suhu tinggi, daya serap air yang rendah, tahan terhadap jamur, bakteri, dan serangga. Apabila dibakar polyester mudah terbakar, tetapi apinya cepat padam, meninggalkan tepi yang keras dan berwarna cokelat muda. Penggunaan bahan-bahan alami dan sintetis dapat dicampurkan untuk memperbaiki kualitas bahan.

Contoh tekstil dari bahan serat campuran adalah TC (Tetoron Cotton) campuran dari polyester dan katun, dan TR (Tetoron Rayon) campuran dari polyester dan rayon. Ciri dari tekstil ini kurang dapat menyerap keringat dan agak panas di badan, tidak susut dan mengembang, apabila dibakar akan menghasilkan abu dan arang. Cobalah buat tabel ciri-ciri serat yang sudah kamu pelajari tersebut, agar kamu lebih mudah membandingkannya. Bisakah kamu membuat tabel yang praktis untuk belajar tentang serat?

Serat alami, contohnya sutera, kapas, dan wol merupakan bahan baku pembuatan kain. Serat alami wol dan sutera apabila dibakar menimbulkan bau seperti rambut, sedangkan kapas apabila dibakar berbau seperti kayu terbakar dan abu sisa pembakaran berupa serbuk berwarna abu-abu. Serat sintetis, contohnya rayon, dakron, nilon, dan akrilik merupakan bahan baku pembuatan sarung tangan yang tebal, kaus kaki, baju, kain parasut, tali tambang, benang jahit, karpet, jok mobil, terpal hujan, dan baju tahan air. Serat sintetis bila dibakar menimbulkan bau seperti plastik terbakar dan sisa pembakaran berupa gumpalan warna hitam.

Mengidentifikasi Ciri-ciri Serat

Apa yang kamu lakukan? 1. Bekerjalah dengan kelompokmu! 2. Kumpulkan 5 macam potongan-potongan kain perca yang terbuat dari bahan serat yang berbeda-beda berukuran lebih kurang 2 X 5 cm. 3. Beri nomor pada potongan bahan serat tersebut. 4. Teliti dan identifikasi sifat fisik bahan tersebut satu per-satu dengan cara berikut. a. Rabalah potongan-potongan bahan tersebut untuk melihat kehalusan/ kelembutan bahan. b. Perhatikan permukaan potongan-potongan bahan untuk mengidentifikasi kemengkilapannya. c. Remas-remaslah dengan tanganmu potongan-potongan bahan tersebut untuk melihat kekusutannya. d. Tarik-tariklah potongan bahan itu untuk melihat elastisitasnya. e. Celupkan secara pelan-pelan ke dalam gelas berisi air, mulailah dari ujung potongan bahan. Untuk melihat daya serap terhadap air, hitunglah waktu yang diperlukan untuk membasahi potongan kain sepanjang 2 cm. f. Tarik-tariklah potongan bahan yang basah untuk melihat kekuatannya. 5. Catat data yang kamu peroleh ke dalam Tabel dengan memberi tanda (√) pada kolom yang sesuai dengan sifat fisiknya.

 

Perubahan Sifat Bahan dan Pemanfaatannya dalam Kehidupan | medsis | 4.5