Sejarah Nabi Muhammad saw. Diangkat Menjadi Rasul

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sejarah Nabi Muhammad saw.  Diangkat Menjadi Rasul

Sejarah Nabi Muhammad – Nabi Muhammad saw. merasakan keresahan atas perilaku yang dialami oleh masyarakat Arab yang sudah jauh dari nilai-nilai kebenaran. Kemudian, Nabi Muhammad saw. melakukan uzlah (mengasingkan diri) di Gua Hira. Hal ini dilakukan oleh beliau berkali-kali. Maka tepat pada tanggal 17 Rama«an tahun ke-40 dari kelahirannya, Nabi didatangi Jibril dan menerima wahyu pertama Q.S. al-Alaq/96: 1-5.

Sejarah Nabi Muhammad

Sejarah Nabi Muhammad

Sejarah Nabi Muhammad

Sejarah Nabi Muhammad

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.(Q.S. al-‘Alaq/96: 1-5)

Wahyu pertama inilah yang menandakan bahwa Nabi Muhammad saw. dipilih dan diangkat Allah Swt. untuk menjadi utusan-Nya atau Rasul.

Sejarah Nabi Muhammad

Aktivitas Siswa : 1. Jelaskan pesan-pesan Q.S. al-‘Alaq/96: 1-5 ! 2. Jelaskan sebab-sebab turunnya ayat tersebut !

Setelah wahyu pertama ini Jibril tidak muncul lagi untuk beberapa lama, sementara Nabi Muhammad saw. terus menantikan wahyu berikutnya dan selalu datang ke Gua Hira. Dalam keadaan menanti itulah turun wahyu kedua, yaitu Q.S. al-Mudda£ir/74: 1-7.

Sejarah Nabi Muhammad

“Wahai orang yang berkemul (berselimut)! bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan agungkanlah Tuhanmu. dan bersihkanlah pakaianmu. Dan tinggalkanlah segala (perbuatan) yang keji. dan janganlah engkau (Muhammad) memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan karena Tuhanmu, bersabarlah.(Q.S. al-Mudda¡ir/74:1-7)

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Aktivitas Siswa : 1. Jelaskan pesan-pesan (Q.S. al-Mudda¡ir/74:1-7) ! 2. Jelaskan sebab-sebab turunnya ayat tersebut !

Sejarah Nabi Muhammad

Dakwah Nabi Muhammad  saw. di Mekah

Dengan turunnya wahyu yang kedua, yaitu Q.S. al-Mudda¡ir/74: 1-7, Rasulullah saw. mulai berdakwah secara sembunyi-sembunyi. Nabi mengajak orang-orang yang terdekat dengannya. Tujuannya, agar mereka lebih dulu percaya kepada seruannya dan mengikutinya. Tempat yang beliau pilih untuk berdakwah adalah rumah al-Arq±m bin Abil Arq±m al Akhzµm³.

Orang-orang yang pertama kali memeluk Islam atau yang dikenal as-S±biqµn al-Awwalµn, Mereka adalah Siti Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Talib, Zaid bin Harisah, dan Ummu Aiman. Selain yang tersebut di atas, berkat bantuan Siti Khadijah dan Abu Bakar Sidd³q, dari hari ke hari bertambahlah orang-orang yang beriman kepada seruan beliau, baik pria maupun wanita. Sahabat pria yang kemudian segera beriman, adalah: Usman bin Aff±n, Zubair bin Aww±m, Abdurrahm±n bin Aµf, Abdull±h bin Mas’µd, Ammar bin Yas³r, Yas³r (bapak ‘Amar), Sa’³d bin Za³d, Am³r bin Abdull±h, Usman bin Madlµn, Qudamah bin Madlµn, Abdull±h bin Madlµn, Khalid bin Sa’ad, Sa’ad bin Abi Waqq±s, Thalhah bin Ubaidill±h, Arq±m bin Abil Arq±m, Ja’far bin Abi Th±lib, Khabab bin Al Art, Bilal bin Rabah, Abi Dzarim Al Ghafary, Abµ Salamah, ‘Imran bin Hasy³m, Hasy³m (bapak Imran), ‘Am³r bin Sa’³d, dan ‘Ubaidah bin Al-Har³s.

Sementara itu, para wanitanya adalah: Shafiyyah binti Abdil Muthallib, Lubabah Ummul Fadhal binti Har³s, Ummu Salamah (istri Abu Salamah), Asma binti Abu Bakar, Asma binti Amies (istri Ja’far), Ratimah binti Khattab, Summiyah (Ibu Ammar) Setelah Nabi Muhammad saw.

berdakwah secara sembunyi-sembunyi, maka turunlah wahyu yang ketiga, yaitu Q.S. al-Hijr/15: 94-95: “Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya Kami memelihara daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu).” (Q.S. al-Hijr/15: 94-95) Kemudian Nabi Muhammad saw. menerima wahyu lagi: ”Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman (Q.S. asy-Syu±r±/26: 214-215).

Setelah Rasulullah saw. menerima wahyu tersebut, beliau mulai berdakwah secara terang-terangan. Pertama-tama, Nabi mengumpulkan seluruh sanak keluarganya di kaki Gunung ¢afa untuk mengajak mereka beriman kepada Allah Swt. Akan tetapi, salah seorang pamannya, Abu Lahab, bersikap sinis dan tidak mau menerima dakwah Rasulullah saw. Banyak cara yang dilakukan oleh orang-orang kafir Quraisy untuk menghambat dakwah Rasul, di antaranya mencoba menyuruh pamannya Abu Thalib untuk menghentikan dakwah keponakannya itu. Namun, Nabi Muhammad menolak dan mengatakan,”Demi Allah, meskipun seluruh anggota keluarga mengucilkanku, aku akan terus berdakwah menyebarkan ajaran Islam”.

Kegagalan kafir Quraisy untuk menghambat dakwah Rasul, menjadikan mereka semakin marah dan emosi. Budak-budak mereka yang masuk Islam dibunuh dan disiksa. Seluruh pengikut Nabi selalu diancam dan diteror agar menolak ajakan Nabi Muhammad saw. Abu Jahal, paman Nabi Muhammad saw. menyewa orang Yahudi untuk mengejek dan mencaci maki Nabi dengan harapan ia berhenti berdakwah. Akan tetapi, justru akhirnya si Yahudi itu masuk Islam karena keluhuran akhlak Nabi. Setelah kafir Quraisy gagal melakukan tekanan, mereka menawarkan harta benda, wanita, dan pangkat agar Nabi mau meninggalkan dakwahnya. Kaum Quraisy mengutus Utbah bin Rabiah untuk menawarkan hal-hal tersebut. Utbah mengatakan: “Hai Muhammad! Jika kau menginginkan kekayaan, saya sanggup menyediakannya. Jika kau menginginkan pangkat yang tinggi, saya sanggup mengangkatmu menjadi raja. Jika kau menginginkan seorang wanita cantik, saya sanggup mencarikannya dengan syarat kau berhenti melanjutkan dakwahmu.

Nabi Muhammad saw. tidak tertarik pada tawaran itu dan terus berdakwah. Setelah kafir Quraisy gagal lagi, akhirnya mereka memboikot Nabi Muhammad saw. Bani Muthallib, dan Bani Hasyim. Karena pemboikotan ini, umat Islam terkurung di celah-celah kota Mekah bernama Syiib. Pemboikotan berlangsung selama tiga tahun dimulai pada tahun ketujuh kenabian. Isi pemboikotan itu ditulis dalam selembar surat yang berisi: 1. Kaum Quraisy tidak akan menikahi orang Islam. 2. Kaum Quraisy tidak menerima permintaan nikah dari orang Islam. 3. Kaum Quraisy tidak akan melakukan jual-beli dengan orang Islam. 4. Kaum Quraisy tidak akan berbicara ataupun menengok orang Islam yang sakit. 5. Kaum Quraisy tidak akan mengantar mayat orang Islam ke kubur. 6. Kaum Quraisy tidak akan menerima permintaan damai dengan orang Islam dan menyerahkan Muhammad untuk dibunuh.

Undang-undang pemboikotan itu digantung di dinding Ka’bah. Penulisnya bernama Manshur bin Ikrimah. Setelah tiga tahun, undang-undang tersebut rusak karena dimakan rayap. Kemudian, undang-undang tersebut dirobek oleh Zubair bin Umayyah, Hisyam bin Amr, Muth’im bin Adi, Abu Bakhtari bin Hisyam, dan Zama’ah bin Al-Aswad. Mereka merasa kasihan dengan siksaan kaumnya kepada Bani Hasyim dan Bani Muthallib.

Sejarah Nabi Muhammad saw. Diangkat Menjadi Rasul | medsis | 4.5