Seisme (Gempa Bumi) dan Dampaknya

a. Penggolongan Gempa
Mengenali dan mengetahui berbagai sifat bencana yang
ditimbulkan merupakan hal yang harus dilakukan pertama kali
dalam rangka mitigasi bencana. Beberapa kegiatan bencana alam
seperti gempa, sulit sekali dicegah dan ditentukan kapan dan di
mana lokasinya, tetapi pencegahan jatuhnya korban dapat dilaku
kan. Seisme (Gempa Bumi) dan Dampaknya

Selain tiga penggolongan gempa tersebut, masih ada beberapa
penggolongan gempa berdasarkan parameternya.
1) Berdasarkan kedalaman pusat gempa atau hiposentrum:
a) Gempa dalam, jika hiposentrumnya terletak 300–700 km
di bawah permukaan Bumi.
b) Gempa intermidier, jika hiposentrumnya terletak 100–300
km di bawah permukaan Bumi.
c) Gempa dangkal, jika hiposentrumnya kurang dari 100 km
di bawah permukaan Bumi.
2) Berdasarkan bentuk episentrumnya:
a) Gempa linier, jika episentrum berbentuk garis. Contoh:
Gempa tektonik karena patahan.
b) Gempa sentral, jika episentrumnya berbentuk
titik. Contoh: Gempa vulkanik dan gempa
runtuhan.
3) Berdasarkan letak episentrumnya:
a) Gempa daratan, jika episentrumnya di daratan.
b) Gempa laut, jika episentrumnya di dasar laut.
4) Berdasarkan jarak episentrumnya:
a) Gempa setempat, jika jarak episentrum dan
tempat gempa terasa sejauh kurang dari 1.000
km.
b) Gempa jauh, jika jarak episentrumnya dan
tempat gempa terasa sekitar 10.000 km.
c) Gempa sangat jauh, jika jarak episentrum
dengan tempat terasa lebih dari 10.000 km.

b. Gempa di Indonesia
Dari kejadian-kejadian gempa yang terjadi di Indonesia,
mungkin kamu sudah tahu mengapa gempa sering kali terjadi?
Ya, tiga lempeng tektonik yang melewati Indonesia membuat negeri
kita rawan terjadi gempa. Jadi secara alami, negeri kita memang
negeri gempa. Kenyataan ini bukan untuk ditakuti, tetapi untuk
diwaspadai bahwa gempa bisa terjadi kapan saja di negara kita.
Mulai sekarang, kenalilah apakah wilayah tempat tinggalmu
merupakan daerah rawan gempa? Kamu dapat menemukan
kejelasan tentang hal ini dengan melihat peta persebaran jalurjalur gunung api di depan dan mengumpulkan informasi sejarah
terjadinya gempa di wilayahmu.
Berdasarkan sejarah kekuatan sumber gempa, aktivitas gempa
bumi di Indonesia terbagi dalam enam daerah aktivitas:
1) Daerah Sangat Aktif
Wilayah sangat aktif memungkinkan terjadinya
gempa dengan kekuatan lebih dari 8 skala Richter.
Meliputi wilayah Halmahera dan lepas pantai utara
Papua.
2) Daerah Aktif
Di wilayah ini kemungkinan gempa dengan
kekuatan 8 sampai 7 skala Richter sering terjadi.
Yaitu di lepas pantai barat Sumatra, Kepulauan
Sunda, dan Sulawesi Barat.
3) Daerah Lipatan dengan atau Tanpa Retakan
Gempa dengan kekuatan kurang dari 7 skala Richter bisa terjadi. Wilayah ini meliputi Sumatra,
Kepulauan Sunda, dan Sulawesi Tengah.
4) Daerah Lipatan dengan atau Tanpa Retakan
Gempa dengan kekuatan kurang dari 7 skala Richter mungkin terjadi. Wilayah ini meliputi pantai
barat Sumatra, Jawa bagian utara, dan Kalimantan
bagian timur.

5) Daerah Gempa Kecil
Gempa dengan kekuatan kurang dari 5 skala Richter jarang
terjadi. Wilayah ini meliputi pantai timur Sumatra.
6) Daerah Stabil
Tidak ada catatan sejarah gempa di wilayah ini. Wilayah ini
meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan bagian barat, serta
pantai selatan Papua.

c. Dampak Gempa

Oleh karena dahsyatnya dampak yang diakibatkan oleh
gempa, maka kejadian gempa digolongkan sebagai salah satu
bencana yang harus diwaspadai karena dapat juga menyebabkan
tsunami. Ya, gempa menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya
tsunami. Akan tetapi, tidak semua gempa menyebabkan tsunami.
Ada beberapa kondisi yang menyebabkan tsunami, antara lain
gempa berkekuatan besar (lebih besar 6 SR, pusat gempa berada
di dasar laut dengan pusat gempa yang dangkal, dan adanya
dislokasi kerak Bumi bawah laut). Gerakan vertikal pada kerak
Bumi dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tibatiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang ada di
atasnya. Pada akhirnya menyebabkan terjadinya aliran energi air
laut, yang ketika sampai di pantai akan menjadi gelombang besar
yang disebut tsunami.

 

Seisme (Gempa Bumi) dan Dampaknya | medsis | 4.5