Sarana Budidaya Tanaman Pangan (2)

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan meliputi penyulaman, penyiraman, dan pembumbunan.
Penyiraman dilakukan untuk menjaga agar tanah tetap lembab. Penyulaman
adalah kegiatan menanam kembali untuk mengganti benih yang tidak tumbuh
atau tumbuh tidak normal. Pembumbunan dilakukan untuk menutup pangkal
batang dengan tanah. tanaman pangan
Standar pemeliharaan tanaman
a. Tanaman pangan harus dipelihara sesuai karakteristik dan kebutuhan spesi-
k tanaman agar dapat tumbuh dan berproduksi optimal serta menghasilkan
produk pangan bermutu tinggi.
b. Tanaman harus dijaga agar terlindung dari gangguan hewan ternak, binatang
liar, dan/atau hewan lainnya.

Pengendalian OPT (Organisme pengganggu tanaman)
Pengendalian OPT harus disesuaikan dengan tingkat serangan. Pengendalian
OPT dapat dilakukan secara manual maupun dengan pestisida. Jika menggunakan
pestisida, pengendalian harus dilakukan dengan tepat jenis, tepat mutu,
tepat dosis, tepat konsentrasi/dosis, tepat waktu, tepat sasaran (OPT target dan
komoditi), serta tepat cara dan alat aplikasi.

Penggunaan pestisida harus diusahakan untuk memperoleh manfaat yang
sebesarnya dengan dampak sekecil-kecilnya. Penggunaan pestisida harus
sesuai standar berikut ini.
a. Penggunaan pestisida memenuhi 6 (enam) kriteria tepat serta memenuhi
ketentuan baku lainnya sesuai dengan “Pedoman Umum Penggunaan
Pestisida”, yaitu tepat jenis, tepat mutu, tepat dosis, tepat konsentrasi/dosis,
tepat waktu, tepat sasaran (OPT target dan komoditi), serta tepat cara dan
alat aplikasi.
b. Penggunaan pestisida diupayakan seminimal mungkin meninggalkan
residu pada hasil panen, sesuai dengan “Keputusan Bersama Menteri Kesehatan
dan Menteri Pertanian Nomor 881/Menkes/SKB/VIII/1996 dan
771/Kpts/TP.270/8/1996 tentang Batas Maksimum Residu Pestisida pada
Hasil Pertanian”.
c. Mengutamakan penggunaan petisida hayati, pestisida yang mudah terurai
dan pestisida yang tidak meninggalkan residu pada hasil panen, serta
pestisida yang kurang berbahaya terhadap manusia dan ramah lilngkungan.
d. Penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan
pekerja (misalnya dengan menggunakan pakaian perlindungan) atau
aplikator pestisida.
e. Penggunaan pestisida tidak menimbulkan dampak negatif terhadap
lingkungan hidup terutama terhadap biota tanah dan biota air.
f. Tata cara aplikasi pestisida harus mengikuti aturan yang tertera pada label.
g. Pestisida yang residunya berbahaya bagi manusia tidak boleh diaplikasikan
menjelang panen dan saat panen.
Berdasarkan standar pengendalian OPT, pencatatan penggunaan pestisida
harus dilakukan.
a. Pestisida yang digunakan dicatat jenis, waktu, dosis, konsentrasi, dan cara
aplikasinya.
b. Setiap penggunaan pestisida harus selalu dicatat yang mencakup nama pestisida, lokasi, tanggal aplikasi, nama distributor/kios, dan nama penyemprot
(operator).
c. Catatan penggunaan pestisida minimal digunakan 3 tahun.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Panen dan Pascapanen
Panen adalah tahap terakhir dari budidaya tanaman pangan. Setelah panen
hasil panen akan memasuki tahapan pascapanen.
Standar panen
a. Pemanenan harus dilakukan pada umur/waktu yang tepat sehingga mutu
hasil produk tanaman pangan dapat optimal pada saat dikonsumsi.
b. Penentuan saat panen yang tepat untuk setiap komoditi tanaman pangan
mengikuti standar yang berlaku.

c. Cara pemanenan tanaman pangan harus sesuai dengan teknik dan anjuran
baku untuk setiap jenis tanaman sehingga diperoleh mutu hasil panen yang
tinggi, tidak rusak, tetap segar dalam waktu lama, dan meminimalkan
tingkat kehilangan hasil.
d. Panen bisa dilakukan secara manual maupun dengan alat mesin pertanian.
e. Kemasan (wadah) yang akan digunakan harus disimpan (diletakkan) di
tempat yang aman untuk menghindari terjadinya kontaminasi.

Standar pasca panen
a. Hasil panen tanaman pangan disimpan di suatu tempat yang tidak lembab.
b. Untuk hasil tanaman pangan yang memerlukan perontokan dan penggilingan
dapat dilakukan secara manual maupun dengan alat mesin pertanian.

Alat-alat maupun mesin untuk budidaya diperlukan untuk mempermudah dan
mempercepat setiap tahapan dalam budidaya tanaman. Peralatan maupun
mesin budidaya digunakan untuk kegiatan pengolah tanah, penanaman,
pemeliharaan dan panen.
Standar alat
a. Untuk usaha budidaya tanaman pangan perlu disediakan alat dan mesin
pertanian (alsintan) yang sesuai dengan kebutuhan tanaman pangan, meliputi
alat prapanen (budidaya) dan alat pascapanen (pengelolaan hasil).
b. Penggunaan alsintan prapanen dan pascapanen harus dilakukan secara
tepat sehingga tidak berdampak terhadap pemadatan tanah, erosi tanah,
pelongsoran tanah, atau kerusakan tanah serta tidak berdampak negatif
terhadap hasil tanaman maupun sosial ekonomi masyarakat.
c. Peralatan dan mesin pertanian perlu dijaga dan dirawat dengan baik.
Tips keselamatan kerja
1. Hati-hati dalam menggunakan alat-alat budidaya! Gunakan alat sesuai fungsinya!
2. Gunakan sepatu boot, masker, sarung tangan, atau baju lengan panjang
saat bekerja!
3. Cucilah tangan selesai bekerja

Sarana Budidaya Tanaman Pangan (2) | medsis | 4.5