Prinsip-Prinsip Pengelolaan Wakaf

makro, wakaf diharapkan mampu memengaruhi kegiatan ekonomi
masyarakat. Orang-orang yang perlu bantuan berupa makanan, perumahan,
sarana umum seperti masjid, rumah sakit, sekolah, pasar, dan lain-lain, bahkan
modal untuk kepentingan pribadi dapat diberikan, bukan dalam bentuk pinjaman,
tapi murni sedekah di jalan Allah Swt. Kondisi demikian akan memperingan beban
ekonomi masyarakat. Kalau ia bergerak secara teratur, tentu akan lahir ekonomi
masyarakat dengan biaya murah.
Menurut Syafi’i Antonio, setidaknya ada tiga pilosofi dasar yang harus
ditekankan ketika hendak memberdayakan wakaf. Pertama, manajemennya
harus dalam bingkai ‘proyek yang terintegrasi’. Kedua, azas kesejahteraan na©ir.
Ketiga, azas transparansi dan akuntabiliti dimana badan wakaf dan lembaga yang
dibantunya harus melaporkan setiap tahun tentang proses pengelolaan dana
kepada umat dalam bentuk laporan audit keuangan termasuk kewajaran dari
masing-masing pos biaya.
Adapun prinsip-prinsip pengelolaan wakaf adalah sebagai berikut.
a. Seluruh harta benda wakaf harus diterima sebagai sumbangan dari wakif
dengan status wakaf sesuai dengan syariah.
b. Wakaf dilakukan dengan tanpa batas waktu.
c. Wakif mempunyai kebebasan memilih tujuan-tujuan sebagaimana yang
diperkenankan oleh syariah.
d. Jumlah harta wakaf tetap utuh dan hanya keuntungannya saja yang akan
dibelanjakan untuk tujuan-tujuan yang telah ditentukan oleh wakif.
e. Wakif dapat meminta keseluruhan keuntungannya untuk tujuan-tujuan yang
telah ia tentukan. Untitled

Prinsip-Prinsip Pengelolaan Wakaf | medsis | 4.5