Prinsip dan Praktik Ekonomi Islam

Allah Swt. menjadikan kita sebagai
makhluk sosial, yaitu makhluk yang
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya
tidak bisa dilakukan tanpa bantuan orang
lain. Ini artinya kita harus melakukan
interaksi atau hubungan dengan sesama. islamic_finance
Kita perlu hidup tolong-menolong,
tukar-menukar keperluan dalam segala
urusan hidup masing-masing, baik
dengan jalan jual-beli, sewa-menyewa,
pinjam-meminjam, maupun utangpiutang.
Termasuk juga dalam kegiatan
yang lainnya seperti bercocok tanam
atau kegiatan berusaha yang lain. Dengan cara demikian, kehidupan masyarakat
menjadi teratur, hubungan yang satu dengan yang lainnya menjadi lebih baik.
Namun demikian, sifat buruk sering kali menghinggapi diri kita. Contohnya
tamak. Sifat tamak ini mendorong kita selalu mementingkan diri sendiri dan lupa
terhadap kepentingan orang lain, bahkan masyarakat pada umumnya. Inilah yang
menjadi kegelisahan kita sehingga kehidupan tidak lagi nyaman dan tenteram.
Tamak, bisa mendorong kita untuk mengambil alih hak orang lain. Oleh karena
itu, agama memberi peraturan yang sebaik-baiknya tentang bagaimana kita
melakukan interaksi dengan manusia yang lainnya.
Hukum yang mengatur hubungan antarsesama manusia ini disebut mu’āmalah.
Tujuan diadakannya aturan ini adalah agar tatanan kehidupan masyarakat berjalan
dengan baik dan saling menguntungkan. Allah Swt. berfirman: Artinya: “…dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan
dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat….” (Q.S. al-
Maidāh/5: 2)

Prinsip dan Praktik Ekonomi Islam | medsis | 4.5