Pranata Total dan Pranata Dominan

Pranata Total dan Pranata Dominan

Pranata Total dan Pranata Dominan

Pranata Total dan Pranata Dominan

Kehidupan dalam masyarakat ada kesempatan berpindah dari satu pranata ke pranata sosial lain. Warga masyarakat mengalami perpindahan ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Contoh: Kehidupan rata-rata siswa. Pagi hari, ketika bangun tidur dia berada dalam naungan pranata keluarga. Norma-norma yang mengatur cara berpikir, bertindak, dan berperasaan bersumber dari keluarga. Kemudian, pada siang hari berpindah ke pranata pendidikan dan ekonomi. Tidak semua warga masyarakat memiliki kesempatan berpindah pranata sosial. Ada sebagian yang menghabiskan waktunya hanya pada satu pranata sosial dalam kurun waktu yang panjang. Pranata total dapat diartikan sebagai pranata sosial yang ditandai oleh bekerja, tidur, dan berekreasinya orang-orang tertentu di tempat yang sama dan bersama dengan orang yang sama pula, terpisah dari kehidupan bermasyarakat pada umumnya. Pranata total ini biasa dijumpai dalam masyarakat.

Contoh: Pranata penjara, rumah sakit, rumah sakit jiwa, dan pranata pemeliharaan manusia lanjut usia. Kehidupan pada pranata rumah sakit jiwa, misalnya, ditandai oleh suatu kehidupan sehari-hari yang tersusun di antara penderita dan tenaga medis, berlangsung dalam kurun waktu yang relatif panjang, dan secara keseluruhan terpisah dari masyarakat luas. Pranata dominan merupakan pranata sosial yang menuntut loyalitas penuh dari orang-orang yang berada di bawah naungannya.

Pranata dominan tidak secara jelas menekankan isolasi yang dilakukannya terhadap orang-orang yang berada di naungannya, hanya menekankan keterbukaan yang bersifat semu, dan tampak menekankan kesukarelaan orang-orang di bawah naungannya. Penggunaan paksaan cenderung dihindarkan dan diganti oleh upaya untuk meningkatkan daya tarik pranata, namun kenyataannya monopoli atas perasaan, pikiran, dan tindakan anggota berlangsung. Begitu juga dengan monopoli atas waktu yang dimiliki anggota. Contoh pranata seperti ini adalah sekte keagamaan dan militer.

Contoh pranata dominan, pada keanggotaan salah satu kelompok sekte keagamaan tertentu. Tuntutan sekte terhadap pengikutnya sangat besar. Pengikut dituntut untuk mencurahkan waktu, tenaga, pikiran, dan materi bagi sekte yang diikutinya. Dengan demikian, seakan-akan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh para pengikutnya semata-mata adalah untuk kepentingan sekte. Ada aturan-aturan tertentu yang ketat dan harus ditaati oleh setiap pengikutnya pada setiap tindakan dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Mulai dari cara berhubungan dengan Tuhan, berhubungan dengan sesama anggota keluarga, dan cara berhubungan dengan sesama di dalam masyarakat.

Kata Kunci 

Pranata total ditandai orang-orangnya bekerja, tidur, berinteraksi, dan berkreasi di tempat yang sama dan bersama-sama orang itu pula. Kehidupan terpisah dari masyarakat umum, sedangkan pranata dominan suatu pranata yang menuntut loyalitas penuh dari orangorang di bawah naungannya dan menekankan kesukarelaan.

Tugas 

akukanlah pengamatan pada lingkungan kehidupan yang melaksanakan pranata total!

1. Jelaskan arti pranata total!

2. Jelaskan perbedaan kehidupan pada pranata penjara, pranata rumah sakit, dan pranata tempat pemukiman orang lanjut usia!

Rangkuman 

Lembaga kemasyarakatan atau pranata sosial dilihat dari sudut kebudayaan berarti sebagai perbuatan, cita-cita, sikap, dan kelengkapan kebudayaan, yang mempunyai sifat kekal serta bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Pranata sosial dapat diartikan pula sebagai sistem yang tersusun atas tingkah laku, dan pranata sosial berbeda dengan organisasi atau grup yang terdiri atas sejumlah orang. Hubungan utama dari suatu pranata sosial berdasarkan hal-hal berikut.

1. Pranata sosial mengandung nilai-nilai peranan dan bentuk tingkah laku yang ditetapkan baik tertulis maupun tidak tertulis, yang sifatnya mengikat semua anggota masyarakat. 2. Pola-pola tingkah laku berkisar pada penemuan dan pemenuhan kebutuhan pokok. Pranata sosial bertujuan untuk pemuasan kebutuhan sosial.

3. Pola pembenaran tingkah laku, termasuk peranan dan tata cara yang ditentukan secara membudaya.

4. Pola-pola tingkah laku yang ditetapkan secara ketat ditujukan supaya diperhitungkan sebagai sesuatu yang agak permanen. Perubahan di dalamnya pasti ada, tetapi hanya perubahan yang berkaitan dengan struktur pranata sosial itu sendiri. Contoh: Sistem pendidikan dapat diubah, tetapi pranata pendidikan tersebut lebih permanen.

5. Masyarakat selalu diliputi oleh berbagai masalah. Hal ini terjadi dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan sosial pokok atau utama.

6. Agar manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya, baik berupa makanan maupun pakaian, ia menciptakan pranata pertanian dan industri.

7. Pranata sosial berkembang ke dalam masyarakat dengan cara institusional yang akhirnya menjadi kebiasaan.

8. Kebutuhan akan kepastian hukum dan tertib administrasi mendorong manusia menciptakan pranata hukum dan pemerintahan.

Secara umum lembaga kemasyarakatan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut.

1. Pranata sosial merupakan suatu organisasi dari pola-pola pemikiran dan perilaku yang terwujud melalui aktivitas-aktivitas sosial. Pranata sosial terdiri atas adat istiadat, tata kelakuan, kebiasaan, serta unsurunsur kebudayaan lainnya.

2. Pranata sosial mempunyai alat perlengkapan yang dipakai mencapai tujuan. Misalnya, pembangunan, mesin-mesin, dan peralatan lain. Penggunaan dari masing-masing alat tersebut berbeda-beda antara masyarakat yang satu dengan masyarakat lainnya.

3. Lambang-lambang biasanya merupakan ciri khas dari pranata sosial. Lambang-lambang tersebut secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi pranata sosial. Contoh: Kesatuan universitas, akademi, dan lain-lain yang masing- masing mempunyai lambang berbeda.

4. Suatu pranata sosial mempunyai tradisi, baik tertulis maupun tidak tertulis, yang berguna untuk merumuskan tujuan, tata tertib, dan lain-lain. Tradisi tersebut merupakan dasar pranata dalam usaha memenuhi kebutuhan pokok masyarakat.

5. Tingkat kekekalan merupakan ciri dari semua pranata sosial. Sistem kepercayaan dan aneka tindakan menjadi bagian institusi setelah melewati waktu cukup lama. Lembaga keluarga, lembaga ekonomi, lembaga politik, lembaga pendidikan, dan lembaga agama mempunyai peran dan fungsi yang berbeda-beda.

 

Pranata Total dan Pranata Dominan | medsis | 4.5