Pertumbuhan Penduduk dan Faktor-faktornya

Pertumbuhan Penduduk dan Faktor-faktornya

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan Penduduk

Pertumbuhan Penduduk – Penduduk adalah orang-orang yang mendiami suatu tempat (kampung, negeri, pulau, dan sebagainya) dan tercatat sesuai dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku di tempat itu. Adapun penduduk menurut UUD 1945 Bab X Pasal 26 adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia. Sampai dengan tahun 2007 penduduk Indonesia berjumlah 220.953.634 jiwa dan berada pada peringkat ke empat setelah

Pertumbuhan Penduduk

Cina, India, Amerika Serikat Untuk mengetahui jumlah penduduk, biasanya dilakukan sensus penduduk. Tahukah kamu apa itu sensus penduduk? Sensus penduduk adalah keseluruhan proses pengumpulan, pengolahan, dan publikasi data demografis di suatu negara untuk seluruh penduduk pada periode waktu tertentu. Jumlah penduduk suatu daerah selalu mengalami perubahan. Perubahan jumlah penduduk tersebut disebabkan adanya pertumbuhan penduduk, baik pertumbuhan penduduk positif maupun pertumbuhan negatif. Apabila terjadi pertumbuhan penduduk yang positif, jumlah penduduk akan bertambah, sebaliknya apabila pertumbuhan penduduk negatif, akan mengakibatkan jumlah penduduk mengalami penurunan. Perubahan jumlah penduduk di suatu daerah dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi.

Pertumbuhan Penduduk

1) Fertilitas (kelahiran) adalah tingkat kelahiran hidup dari seorang wanita selama masa reproduksinya, maksudnya masa seorang wanita siap untuk melahirkan keturunan. 2) Mortalitas (kematian) adalah meninggalnya seorang penduduk menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk. 3) Migrasi adalah berpindahnya seorang penduduk dari suatu tempat ke tempat lain yang menyebabkan berkurang atau bertambahnya jumlah penduduk.

Pertumbuhan Penduduk – Bentuk migrasi di antaranya, imigrasi (pindahnya penduduk ke negara lain), emigrasi (masuknya penduduk dari negara lain), transmigrasi (pindahnya penduduk ke pulau lain dalam suatu negara), dan urbanisasi (pindahnya penduduk dari desa ke kota). Adapun pertumbuhan penduduk dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Pertumbuhan Penduduk Alami Pertumbuhan penduduk alami adalah pertumbuhan yang diperhitungkan dari selisih kelahiran dan kematian.

P = pertumbuhan penduduk yang dicari L = jumlah kelahiran M = jumlah kematian Kriteria yang digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya angka kelahiran dan kematian adalah sebagai berikut. a) Penggolongan angka kelahiran: 1) angka kelahiran rendah, jika angka kelahiran kurang dari 30; 2) angka kelahiran sedang, jika angka kelahiran antara 30-40; 3) angka kelahiran tinggi, jika angka kelahiran lebih dari 40. b) Penggolongan angka kematian: 1) angka kematian rendah, jika angka kematian kurang dari 10; 2) angka kematian sedang, jika angka kematian antara 10-20; 3) angka kematian tinggi, jika angka kematian lebih dari 20.

2. Pertumbuhan Penduduk Migrasi Pertumbuhan penduduk migrasi adalah pertumbuhan penduduk yang disebabkan oleh perbedaan antara jumlah migrasi masuk (imigrasi) dan migrasi keluar (emigrasi). Jumlah imigrasi yang melebihi jumlah emigrasi akan menambah jumlah penduduk di negara yang bersangkutan. Sebaliknya, jika emigrasi lebih besar dari imigrasi, jumlah penduduknya akan mengalami penurunan. Adapun rumus pertumbuhan penduduk migrasi adalah: PM = I – E PM = jumlah penduduk migrasi I = jumlah imigrasi (penduduk yang masuk) E = jumlah emigrasi (penduduk yang keluar) Berdasarkan uraian di atas, dapat ditarik benang merahnya bahwa pertumbuhan penduduk di suatu negara ditentukan oleh pertumbuhan penduduk alami dan migrasi yang disebut dengan pertumbuhan penduduk total. Pertumbuhan penduduk total biasanya disingkat dengan pertumbuhan penduduk. Adapun rumus pertumbuhan penduduk adalah: P = ( L – M ) + ( I – E ) P = pertumbuhan penduduk yang dicari L = jumlah kelahiran M = jumlah kematian

I = jumlah penduduk yang masuk E = jumlah penduduk yang keluar Klasifikasi pertumbuhan penduduk yang digunakan adalah: a) Pertumbuhan penduduk rendah, jika berada pada kisaran 0 – 1 % b) Pertumbuhan penduduk sedang, jika berada pada kisaran 1 – 2 % c) Pertumbuhan penduduk tinggi, jika di atas 2 %

Sebagai pembanding, berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk pada tahun 2007: 1. Republik Rakyat Cina (1.306.313.812 jiwa) 2. India (1.103.600.000 jiwa) 3. Amerika Serikat (298.186.698 jiwa) 4. Indonesia (220.953.634 jiwa) 5. Brasil (186.112.794 jiwa) 6. Pakistan (162.419.946 jiwa) 7. Bangladesh (144.319.628 jiwa) 8. Rusia (143.420.309 jiwa) 9. Nigeria (128.771.988 jiwa) 10. Jepang (127.417.244 jiwa)

Angka Kelahiran dan Kematian Penduduk 

Kamu sudah mengetahuinya dari pembahasan di atas bahwa kelahiran atau yang biasa disebut dengan natalitas adalah tingkat kelahiran hidup dari seorang wanita selama masa reproduksinya. Maksudnya masa seorang wanita siap untuk melahirkan keturunan. Natalitas dapat dibedakan menjadi dua sebagai berikut.

1) Angka kelahiran kasar, yaitu banyaknya bayi yang lahir hidup setiap 1.000 penduduk selama 1 tahun. CBR = B P × 1.000 CBR (crude birth rate) = angka kelahiran kasar B (birth) = jumlah kelahiran P (population) = jumlah penduduk 2) Angka kelahiran khusus, yaitu banyaknya bayi yang lahir hidup setiap 1.000 penduduk wanita usia tertentu (usia subur) selama satu tahun. Usia subur atau usia melahirkan seorang wanita adalah umur antara 15 – 49 tahun. Setiap tahun angka kelahiran dapat bertambah ataupun berkurang. Adapun faktorfaktor yang dapat mendorong angka kelahiran di antaranya sebagai berikut:

1) kawin usia muda; 2) adanya beberapa anggapan di masyarakat, seperti: a) anak sebagai penentu status sosial; b) punya banyak anak merasa terpandang di mata masyarakat; c) anak sebagai penerus keturunan; d) banyak anak banyak rezeki. Selain faktor pendorong di atas, terdapat pula faktor-faktor penghambat angka kelahiran, di antaranya yaitu:

1) pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB);

2) alasan ekonomi atau pendidikan, orang menunda perkawinan;

3) wanita karier, merasa repot jika mempunyai anak banyak;

4) karena suatu penyakit tertentu yang diderita perempuan, seperti kangker rahim, atau keguguran ketika melahirkan; 5) adanya ketentuan Undang-Undang Pokok Perkawinan No.1 Tahun 1974 yang menentukan umur minimal kawin seorang laki-laki 19 tahun dan wanita 16 tahun. Selain kelahiran, hal yang berpengaruh terhadap tingkat pertumbuhan penduduk adalah kematian atau mortalitas.

Kematian adalah waktu ketika seseorang diambil nyawanya oleh sang Pencipta sehingga ia tidak dapat melangsungkan kehidupanya di dunia atau meninggalnya seorang penduduk menyebabkan berkurangnya jumlah penduduk. Kematian dapat dibedakan menjadi sebagai berikut.

1) Angka kelahiran kasar adalah banyaknya orang yang mati setiap 1.000 penduduk per tahun. CDR = × 1.000 D P CDR (crude death rate) = angka kematian kasar D (death) = jumlah kematian P (population) = jumlah penduduk 2) Angka kematian khusus adalah banyaknya orang yang mati setiap 1.000 penduduk usia tertentu per tahun. Sama halnya seperti angka kelahiran, angka kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut: 1) Faktor-faktor penunjang kematian: a) adanya bencana alam dan wabah penyakit; b) fasilitas kesehatan yang kurang; c) tingkat kesehatan masyarakat yang rendah; d) makanan kurang bergizi; e) kecelakaan lalu lintas; f) adanya peperangan. 2) Faktor-faktor penghambat kematian: a) fasilitas kesehatan yang lengkap; b) kemajuan pendidikan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan; c) larangan agama membunuh orang; d) makanan cukup bergizi; e) lingkungan yang bersih dan teratur .

Ledakan Penduduk dan Upaya Mengatasinya 

Tahukah kamu apa artinya ledakan penduduk? Bagaimana ledakan penduduk di perkotaan dengan di pedesaan? Ledakan penduduk dapat diartikan suatu keadaan kependudukan yang memperlihatkan pertumbuhan yang melonjak cepat dalam jangka waktu yang relatif pendek. Ledakan penduduk biasanya terjadi karena angka kelahiran sangat tinggi, sedangkan angka kematian mengalami penurunan yang drastis. Penurunan angka kematian yang drastis ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena membaiknya kondisi kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat. Pada umumnya, ledakan penduduk terjadi pada negara-negara yang sedang berkembang, termasuk di Indonesia. Pertambahan penduduk Indonesia dalam kurun waktu hanya 40 tahun meningkat lebih dari 100%. Pada tahun 1961, jumlah penduduk Indonesia hanya 97.985.000 jiwa, tetapi pada tahun 2000 telah meningkat menjadi 203.456.000 jiwa.

Ledakan penduduk sebagai akibat pertumbuhaan penduduk yang cepat seperti itu memberikan dampak yang buruk bagi kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Beberapa dampak negatif yang timbul sebagai akibat terjadinva ledakan penduduk di antaranya sebagai berikut.

1) Tingkat kemiskinan semakin meningkat karena pertumbuhan penduduk yang cepat biasanya tidak serta merta diikuti oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat. 2) Pertumbuhan penduduk yang cepat tidak seimbang dengan peningkatan produksi pangan dapat mendorong kekurangan pangan. 3) Timbulnya permukiman atau daerah kumuh di perkotaan sebagai akibat mahalnya harga tanah dan rumah. 4) Pemerintah mengalami kesulitan menyediakan sarana kebutuhan masyarakat seperti sarana pendidikan dan kesehatan, perumaham, dan lain-lain disebabkan memerlukan dana yang besar dan lokasinya padat oleh permukiman penduduk. Jika dampak dari ledakan penduduk tidak segera diatasi, dapat mengakibatkan suatu negara mengalami kesulitan dalam mempercepat proses pembangunannya.

Terdapat beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak ledakan penduduk, di antaranya:

1) melaksanakan program Keluarga Berencana (KB), yaitu mengendalikan pertumbuhan penduduk melalui cara pengendalian kelahiran; 2) menggalakan program transmigrasi; 3) meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga kemampuannya bekerja untuk membangun dirinya menjadi lebih baik; 4) memperluas lapangan kerja; 5) pengiriman tenaga kerja ke negara tetangga.

 

Pertumbuhan Penduduk dan Faktor-faktornya | medsis | 4.5