Perhitungan Kimia

Air merupakan salah satu senyawa paling sederhana dan paling sering dijumpai serta paling penting. Bangsa Yunani Kuno menganggap air sebagai salah satu dari empat unsur penyusun segala sesuatu (selain tanah, udara, dan api). Bagian terkecil dari air yaitu molekul air. Molekul yaitu partikel yang sangat kecil, sehingga jumlah molekul dalam segelas air melebihi jumlah halaman buku yang ada di bumi. Bagaimana Anda dapat mengetahui jumlah molekul dalam segelas air?

Dalam bab ini Anda akan mempelajari berbagai perhitungan untuk menentukan banyaknya suatu zat berdasarkan persamaan reaksi kimia. Oleh karena itu, setelah mempelajari bab ini Anda akan mengetahui cara menghitung jumlah molekul air dalam segelas air.

Perhitungan Kimia

Perhitungan Kimia

Pada awal abad ke-19, banyak penelitian dilakukan terhadap sifat gas. Salah seorang peneliti sifat gas yaitu ahli kimia berkebangsaan Prancis yang bernama Joseph Louis Gay Lussac (1778 – 1850). Pada tahun 1808, ia melakukan serangkaian percobaan untuk mengukur volume gas-gas yang bereaksi. Disimpulkannya bahwa pada temperatur dan tekanan sama, perbandingan volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas hasil reaksi merupakan perbandingan bilangan bulat dan sederhana. Temuan Gay Lussac ini dikenal sebagai hukum perbandingan volume. Tetapi kemudian timbul pertanyaan. Mengapa pada tekanan dan temperatur yang sama perbandingan volume gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan perbandingan bilangan bulat dan sederhana?

Penentuan Volume Gas Pereaksi dan Hasil Reaksi

Pertanyaan yang timbul setelah Gay Lussac mengemukakan hukum perbandingan volume dapat dipecahkan oleh seorang ahli fisika Italia yang bernama Amadeo Avogadro pada tahun 1811.

Menurut Avogadro: ”Gas-gas yang volumenya sama, jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama, akan memiliki jumlah molekul yang sama pula”.

Oleh karena perbandingan volume gas hidrogen, gas oksigen, dan uap air pada reaksi pembentukan uap air = 2 : 1 : 2 maka perbandingan jumlah molekul hidrogen, oksigen, dan uap air juga 2 : 1 : 2. Jumlah atom tiap unsur tidak berkurang atau bertambah dalam reaksi kimia. Oleh karena itu, molekul gas hidrogen dan molekul gas oksigen harus merupakan molekul dwiatom, sedangkan molekul uap air harus merupakan molekul triatom. Perbandingan volume gas dalam suatu reaksi sesuai dengan koefisien reaksi gas-gas tersebut. Hal ini berarti bahwa, jika volume salah satu gas diketahui, volume gas yang lain dapat ditentukan dengan cara membandingkan koefisien reaksinya.

Contoh: Pada reaksi pembentukan uap air. 2H2 (g) + O2 (g) o 2H2 O(g)

Jika volume gas H2 yang diukur pada suhu 25°C dan tekanan 1 atm sebanyak 10 L volume gas O2 dan H2 O pada tekanan dan suhu yang sama dapat ditentukan dengan cara sebagai berikut. Volume H2 : Volume O2 = Koefisien H2 : Koefisien O2 Volume O2 = Koefisien O Koefisien H u volume H2 Volume O2 = 1 2 u 10 L = 5 L Volume H2 O = 2 2 u 10 L = 10 L

Mari Mencoba

Hubungan Koefisien Reaksi dengan Jumlah Mol Reaktan Tujuan Mempelajari hubungan koefisien reaksi dengan jumlah mol zat-zat yang terlibat dalam reaksi. Alat dan Bahan Rak tabung reaksi Tabung reaksi (6) Silinder ukur 10 mL Penggaris Larutan Pb (NO3 )2 0,5 M Larutan KI 0,5 M Cara Kerja 1. Siapkan 6 tabung reaksi yang sama besarnya, beri nomor 1 sampai dengan 6, kemudian isilah tabung-tabung itu sesuai dengan daftar berikut. Tabung nomor : 1 2 3 4 5 6 Larutan KI : 8 mL 8 mL 8 mL 8 mL 8 mL 8 mL Larutan Pb(NO3 )2 : 1 mL 2 mL 3 mL 4 mL 5 mL 6 mL Air : 5 mL 4 mL 3 mL 2 mL 1 mL 0 mL

Perhitungan Kimia | medsis | 4.5