Peran Gereja bagi Perkembangan

Peran Gereja bagi Perkembangan

Peran Gereja bagi Perkembangan

Peran Gereja bagi Perkembangan

Manusia adalah makhluk Rohani. Manusia tidak hanya terdiri atas jiwa dan raga, tetapi di dalam dirinya Allah hadir dalam Roh-Nya yang Kudus. Berkat Roh itu pulalah, hidup manusia senantiasa terarah pada Allah, ia selalu mencari Allah, dan ingin hidup menurut kehendak Allah. Maka manusia disebut juga makhluk yang beriman. Iman pada dasarnya merupakan relasi manusia secara pribadi dengan Allah. Tetapi untuk mengembangkan hidup beriman, manusia tidak dapat sendiri. Ia perlu belajar dari orang lain yang sudah terlebih dahulu beriman, ia harus hidup bersama dengan jemaat yang lain dan ikut bertanggung jawab serta berpartisipasi dalam kehidupan jemaat yang lain. Mereka adalah jemaat beriman atau disebut juga gereja. Apa saja peran Jemaat (gereja) bagi perkembaganmu ? Itu semua akan kamu pelajari dalam topik ini !

Pengalaman Terlibat dalam Kegiatan Gereja

Doa Ya, Allah. Bapa yang penuh kasih, aku bersyukur kepada-Mu kedua orang tua dan suadara-saudaraku. Melalui kasih sayang mereka, Engkau menyayangi aku. Melalui mereka pula, Engkau mendidik, mendampingi dan menuntun aku. Aku mohon, berkatilah mereka senantiasa, supaya mereka senantiasa mengalami kegembiraan hidup dan keyakinan bahwa mereka pun dikasihi oleh-Mu Berkatilah pula aku, ya Tuhan agar aku pun tak henti-hentinya mengasihi mereka, seperti Yesus Kristus.

Dia-lah teladan dan Juru Selamat kami, Bapak dan Ibu Guru, sebab melalui merekalah, Engkau membimbing kami untuk menemukan dan memahami kebenaranMu Semoga pelajaran hari ini, menyadarkan kami untuk selalu setia dalam pengajaran mereka dan selalu hormat atas pelayanan mereka.

Salah satu cara belajar mengembangkan diri yang efektif adalah dengan cara terlibat langsung dalam kegiatan yang ada. Di dalam Gereja ada begitu banyak kegiatan atau kelompok pelayanan. Kamu dapat melibatkan diri dan belajar banyak dalam keterlibatanmu itu, sebagaimana dikisahkan oleh temanmu berikut.

Belajar Melayani Melalui Legio Mariae

Nama saya Agnes. Saya sekarang duduk di kelas IX di salah satu SMP Negeri di kota saya. Selain kegiatan sekolah, sejak kecil saya senang mengikuti sekolah minggu. Tetapi sejak SMP saya mulai aktif menjadi anggota presidium Legio Mariae yunior yang ada di stasi saya, sampai akhirnya, sudah satu tahun ini, saya dipilih menjadi ketua Presidium. Anggota presidium saya berjumlah 17 orang, terdiri atas 11 teman perempuan dan enam teman laki-laki. Kami rapat setiap hari Minggu setelah misa selesai. Presidium kami mempunyai pembimbing rohani, seorang Bapak yang lemah lembut dan menyenangkan. Beliau selalu hadir dalam rapat kami. Teman-teman mungkin sudah tahu kegiatan Legio Mariae kan ? Legio Mariae adalah Pasukan atau Tentara Maria. Kami yang tergabung dalam Legio Mariae adalah Pasukan atau tentara Maria yang selalu siap sedia bertempur. Tetapi pertempuran kami adalah untuk memerangi kuasa jahat dan menaklukkan jiwa-jiwa setiap manusia agar bertekuk lutut hidup di bawah kuasa Tuhan Yesus. Sebagai tentara kami harus selalu siaga, membekali dan mempersenjati diri. Bekal dan senjata kami bukan makanan-minuman atau senjata api, melainkan bekal dan senjata rohani. Itulah sebabnya dalam setiap rapat mingguan kami berdoa rosario, dan mendengarkan nasehat rahani dari pembimbing rohani, lalu dilanjutkan dengan laporan pelaksanaan tugas minggu lalu dan pembagian tugas yang harus dilaksanakan berikutnya, dan ditutup kembali dengan doa.

Karena kami ini masih muda, tugas-tugas yang kami lakukan disesuaikan dengan kemampuan kami, yaitu membaca dan merenungkan Kitab Suci atau bacaan rohani, mengikuti pertemuan lingkungan atau kelompok basis, menjadi lektor, menjadi putera atau puteri altar, mengunjungi teman yang sakit, membereskan buku-buku misa, membantu membersihkan gereja, membantu ketua lingkungan menyebarkan undangan dan sebagainya. Ternyata menjadi anggota Legio Mariae menyenangkan. Saya dapat mengenal banyak umat. Saya belajar melayani sesama, berdisiplin, peduli, dan saya menjadi rajin berdoa dan membaca Kitab Suci.

Setelah membaca cerita pengalaman di atas, diskusikan beberapa hal berikut ini! 1. Ungkapkan hal yang berkesan bagimu dari cerita di atas! 2. Ceritakan satu kegiatan gereja yang pernah atau sering kalian ikuti di gerejamu, lalu ungkapkan pelajaran apa yang dapat kalian petik demi perkembangan dirimu ! 3. Diskusikan dengan temanmu, kegiatan atau kelompok pelayanan apa yang ada dalam gereja, lalu rumuskan pula pelajaran apa yang dapat kamu petik dari kegiatan atau kelompok pelayanan tersebut! 4. Kamu dapat belajar mengkembangkan diri dengan cara meneladani tokoh atau figur-figur yang ada dalam gereja yang dianggap patut untuk diteladani umat beriman yang baik. Siapa tokoh di gerejamu yang patut dianggap sebagai teladan dalam mengembangkan diri ? Mengapa ?

Peranan Gereja dalam Mengembangkan Diri Umatnya Gereja mempunyai tanggung jawab untuk ikut serta mengembangkan hidup setiap anggotanya, baik dalam perkembangan pribadi sebagai manusia pada umumnya, maupun sebagai manusia beriman. Peranan dan tanggung jawab itu, antara lain dirumuskan dalam Katekismus Gereja Katolik sebagai berikut:

Artikel 2030

Orang yang dibaptis menjalankan perutusannya di dalam gereja, persekutuan semua orang yang dibaptis. Dari Gereja ia menerima Sabda Allah, yang mencakup petunjuk-petunjuk “hukum Kristus” (Gal 6:2). Dari gereja ia menerima rahmat Sakramen-sakramen, yang menguatkannya di “jalan”. Gereja memberi kepadanya contoh kekudusan. Di dalam Perawan Maria tersuci ia melihat bentuk dan sumber kekudusan kekudusan ini; ia melihatnya dalam kesaksian murni dari mereka yang menghidupinya; ia menemukannya dalam tradisi rohani dan dalam sejarah panjang para kudus, yang mendahuluinya dan yang hari peringatannya sekarang dirayakan dalam liturgi.

Rasul Paulus dalam suratnya kepada Umat di Roma memberi penegasan tentang peranan orang-orang beriman yang bergabung dalam gereja. Melalui kesaksian hidup dan iman mereka itulah iman gereja akan Yesus Kristus dan pelayanannya diteruskan dari generasi ke generasi, sehingga manusia yang lahir di kemudian hari dapat mengenal Yesus Kristus yang adalah Jalan, Kebenaran dan Kehidupan.

Rom 10: 14-15 14

Tetapi bagaimana mereka dapat berseru kepada-Nya, jika mereka tidak percaya kepada Dia? Bagaimana mereka dapat percaya kepada Dia, jika mereka tidak mendengar tentang Dia. Bagaimana mereka mendengar tentang Dia, jika tidak ada yang memberitakan-Nya? 15 Dan bagaimana mereka dapat memberitakan-Nya, jika mereka tidak diutus? Seperti ada tertulis: “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”

Baca sekali lagi dengan teliti! Tanyakan hal-hal yang belum dapat kamu pahami berkaitan dengan ke dua bacaan tersebut! Jawablah beberapa pertanyaan berikut ini dan bagikan dalam kelompok agar dapat saling melengkapi! a. Apa peran yang diberikan orang-orang yang lebih dahulu beriman? Lalu rumuskan bagi kita yang hidup zaman sekarang? b. bila peran tokoh pendahulu gereja itu mempunyai peran yang penting dalam perkembangan diri anggota, apa yang sebaiknya kita lakukan terhadap mereka? c. Apa saja yang diberikan gereja demi perkembangan anggotanya?

Refleksi dan Aksi

• Apakah selama ini saya sudah mengenal warga Katolik di sekitar tempat tinggal ? • Apakah saya mengenal pemuka umat di lingkungan saya ? • Apakah saya mendoakan para pemimpin gereja saya ? • Apakah saya terlibat aktif dalam kegiatan gereja ? • Apakah kehidupan iman saya dapat diteladani oleh teman-teman ?

Ucapkan dalam hati doa untuk salah seorang Umat, Pemuka Umat atau Pemimpin gereja yang ingin kamu doakan! Buatlah niat untuk terlibat dalam salah satu kegiatan Gereja, sehingga imanmu dapat makin berkembang. Tulislah doa dan niatmu itu dalam buku catatanmu!

ugas Wawancarai umat yang terlibat aktif dalam kegiatan Gereja dengan menggali motivasi yang mendorong mereka, manfaat yang diperoleh dalam kehidupan, pengalaman suka duka dalam pelayanan, dan harapan pada Umat yang lain Lagu (Untuk mengakhiri pelajaran ini nyanyikanlah lagu yang berjudul “Dalam Yesus Kita Bersaudara” dengan penuh penghayatan ) Dalam Yesus Kita Bersaudara Dalam Yesus, kita bersaudara 3x Sekarang dan selamanya Dalam Yesus Kita bersaudara Dalam Yesus saling melayani 3 x Sekarang dan selamanya Dalam Yesus saling melayani Dalam Yesus saling mengampuni 3 x Sekarang dan selamanya Dalam Yesus saling mengampuni Dalam Yesus saling mengasihi 3 x Sekarang dan selamanya Dalam Yesus saling mengasihi (Madah syukur hal 110 No.133)

Peran Masyarakat Bagiku

Manusia itu makhluk sosial. Ia hidup membutuhkan orang lain sekaligus dibutuhkan orang lain. Ia tidak mungkin dapat hidup sendiri terpisah dari sesama atau masyarakat. Ia harus menjadi bagian dari masyarakat dan terlibat dalam kehidupan masyarakat itu sendiri. Sebagai bagian dari masyarakat, ia dapat belajar dari kehidupan masyarakat. Sebagai bagian dari masyartakat ia pun tidak dapat berdiam diri terhadap apa saja yang terjadi dalam masyarakat. Bila ia mencoba memisahkan diri dari masyarakat, otomatis ia pun akan disingkirkan dari masyarakat. Dalam pelajaran ini, kamu akan diajak menyadari kembali peran masyarakat bagi perkembangan dirimu, dengan harapan di masa depan kamu semakin melibatkan diri dalam masyarakat secara tepat dan benar.

 

Peran Gereja bagi Perkembangan | medsis | 4.5