Pentingnya menjaga pandangan

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Panah yang dimaksud adalah pandangan liar yang tidak menghargai

kehormatan diri sendiri dan orang lain. Zina mata adalah pandangan haram.

Al-Qurān memerintahkan agar menjaga pandangan ini agar tidak merusak

keimanan karena mata adalah jendela hati. Jika matanya banyak melihat

maksiat yang dilarang, hasilnya akan langsung masuk ke hati dan merusak hati. muslimah_behind_the_mask_by_far_honey95_deidara-d5pb7kg

Dalam hal ketidaksengajaan memandang sesuatu yang haram, Rasulullah saw.

bersabda kepada Ali ra., “Wahai Ali, janganlah engkau mengikuti pandangan

(pertama yang tidak sengaja) dengan pandangan (berikutnya), karena bagi

engkau pandangan yang pertama dan tidak boleh bagimu pandangan yang

terakhir (pandangan yang kedua)” (H.R. Abu Dawud dan At-Tirmidzi, dihasan-

kan oleh Syaikh al-Albani).

Kedua, menjaga kemaluan. Orang yang tidak bisa menjaga kemaluannya

pasti tidak bisa menjaga pandangannya. Hal ini karena menjaga kemaluan

tidak akan bisa dilakukan jika seseorang tidak bisa menjaga pandangannya.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Menjaga kemaluan dari zina adalah hal yang sangat penting dalam menjaga

kehormatan. Karena dengan terjerumusnya ke dalam zina, bukan hanya

harga dirinya yang rusak, orang terdekat di sekitarnya seperti orang tua, istri/

suami, dan anak akan ikut tercemar. “Dan, orang-orang yang memelihara

kemaluannya. Kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak-budak yang

mereka miliki. Maka sesungguhnya, mereka dalam hal ini tiada tercela.

Barangsiapa mencari yang sebaliknya, mereka itulah orang-orang yang

melampaui batas.” (Q.S. al-Ma’ārij/70:29-31)

Allah Swt. sangat melaknat orang yang berbuat zina, dan

menyamaratakannya dengan orang yang berbuat syirik dan membunuh.

Sungguh, tiga perbuatan dosa besar yang amat sangat dibenci oleh Allah

Swt. Firman-Nya: “Dan, janganlah kalian mendekati zina. Sesungguhnya, zina

itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. al-

Isrā’/17:32).

Ketiga, menjaga batasan aurat yang telah dijelaskan dengan rinci Ketiga, menjaga batasan aurat yang telah dijelaskan dengan rinci dalam
hadis-hadis Nabi. Allah Swt. memerintahkan kepada setiap mukminah untuk
menutup auratnya kepada mereka yang bukan ma¥ram, kecuali yang biasa
tampak dengan memberikan penjelasan siapa saja boleh melihat. Di antaranya
adalah suami, mertua, saudara laki-laki, anaknya, saudara perempuan,
anaknya yang laki-laki, hamba sahaya, dan pelayan tua yang tidak ada hasrat
terhadap wanita.
Di samping ketiga hal di atas, Allah Swt. menegaskan bahwa walaupun
auratnya sudah ditutup namun jika berusaha untuk ditampakkan dengan
berbagai cara termasuk dengan menghentakkan kaki supaya gemerincing
perhiasannya terdengar, hal itu sama saja dengan membuka aurat. Oleh
karena itu, ayat ini ditutup dengan perintah untuk bertaubat karena hanya
dengan taubat dari kesalahan yang dilakukan dan berjanji untuk mengubah
sikap, kita akan beruntung.

Pentingnya menjaga pandangan | medsis | 4.5