Pentingnya Khutbah, Tabl³g, dan Dakwah

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

1. Pentingnya Khutbah
Sebagaimana dijelaskan di
atas, bahwa khutbah masuk pada
aktivitas ibadah. Maka, khutbah
tidak mungkin bisa ditinggalkan
karena akan membatalkan rangkaian
aktivitas ibadah. Contoh, apabila
ṡalat Jumat tidak ada khutbahnya,
ṡalat Jumat tidak sah. Apabila
wukuf di Arafah tidak ada khutbahnya,
wukufnya tidak sah.
Sesungguhnya, khutbah merupakan kesempatan yang sangat besar untuk
berdakwah dan membimbing manusia menuju ke-riḍa-an Allah Swt. Hal ini
jika khutbah dimanfaatkan sebaik-baiknya, dengan menyampaikan materi yang
dibutuhkan oleh hadirin menyangkut masalah kehidupannya, dengan ringkas,
tidak panjang lebar, dan dengan cara yang menarik serta tidak membosankan.
Khutbah memiliki kedudukan yang agung dalam syariat Islam sehingga
sepantasnya seorang khatib melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya.
Seorang khathib harus memahami aqidah yang ṡaḥ³hah (benar) sehingga dia
tidak sesat dan menyesatkan orang lain. Seorang khatib seharusnya memahami
fiqh sehingga mampu membimbing manusia dengan cahaya syariat menuju jalan
yang lurus. Seorang khatib harus memperhatikan keadaan masyarakat, kemudian
mengingatkan mereka dari penyimpangan-penyimpangan dan mendorong kepada
ketaatan. Seorang khathib sepantasnya juga seorang yang ṡālih, mengamalkan
ilmunya, tidak melanggar larangan sehingga akan memberikan pengaruh kebaikan
kepada para pendengar.

2. Pentingnya Tabl³g
Salah satu sifat wajib bagi rasul adalah tabl³g, yakni menyampaikan wahyu dari
Allah Swt. kepada umatnya. Semasa Nabi Muhammad saw. masih hidup, seluruh
waktunya dihabiskan untuk menyampaikan wahyu kepada umatnya. Setelah
Rasulullah saw. wafat, kebiasaan ini dilanjutkan oleh para sahabatnya, para tabi’in
(pengikutnya sahabat), dan tabi’it-tabi’in (pengikut pengikutnya sahabat).
Setelah mereka semuanya tiada, siapakah yang akan meneruskan kebiasaan
menyampaikan ajaran Islam kepada orang-orang sesudahnya? Kita sebagai siswa
muslim punya tanggung jawab untuk meneruskan kebiasaan bertabligh tersebut. dakwah tugas kita semua

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Banyak yang menyangka bahwa
tugas tabl³g hanyalah tugas alim
ulama saja. Hal itu tidak benar. Setiap
orang yang mengetahui kemungkaran
yang terjadi di hadapannya, ia wajib
mencegahnya atau menghentikannya,
baik dengan tangannya (kekuasaanya),
mulutnya (nasihat), atau dengan
hatinya (bahwa ia tidak ikut dalam
kemungkaran tersebut).
Seseorang tidak mesti menjadi ulama
terlebih dulu. Siapa pun yang melihat kemungkaran terjadi di depan matanya,
dan ia mampu menghentikannya, ia wajib menghentikannya. Bagi yang mengerti
suatu permasalahan agama, ia mesti menyampaikannya kepada yang lain, siapa
pun mereka. Sebagaimana hadis Rasulullah saw.:
Artinya: Dari Abi Said al-Khudri ra. berkata, saya mendengar Rasulullah saw.
bersabda: barangsiapa yang melihat kemungkaran, maka ubahlah
dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka ubahlah dengan
lisannya. apabila tidak mampu maka dengan hatinya (tidak mengikuti
kemungkaran tersebut), dan itu selemah-lemahnya iman. (HR. Muslim)

3. Pentingnya Dakwah
Salah satu kewajiban umat Islam
adalah berdakwah. Sebagian ulama
ada yang menyebut berdakwah itu
hukumnya farḍu kifayah (kewajiban
kolektif), sebagian lainnya menyatakan
farḍu ain. Meski begitu, Rasulullah
saw. tetap selalu mengajarkan agar
seorang muslim selalu menyeru pada
jalan kebaikan dengan cara-cara yang
baik.
Setiap dakwah hendaknya bertujuan
untuk mewujudkan kebahagiaan dan
kesejahteraan hidup di dunia dan di akhirat dan mendapat riḍa dari Allah Swt.
Nabi Muhammad saw. mencontohkan dakwah kepada umatnya dengan berbagai
cara melalui lisan, tulisan dan perbuatan.
Rasulullah saw. memulai dakwahnya kepada istri, keluarga, dan temanteman
karibnya hingga raja-raja yang berkuasa pada saat itu. Di antara raja-raja
yang mendapat surat atau risalah Rasulullah saw. adalah Kaisar Heraklius dari
Byzantium, Mukaukis dari Mesir, Kisra dari Persia (Iran), dan Raja Najasyi dari
Habasyah (Ethiopia). Ada beberapa metode dakwah yang bisa dilakukan seorang
muslim menurut syariat.
Arinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah
dari yang mungkar, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Āli ‘Imrān/3: 104)

Pentingnya Khutbah, Tabl³g, dan Dakwah | medsis | 4.5