Pengertian Wilayah Formal dan Fungsional

Pengertian Wilayah Formal dan Fungsional

Pengertian Wilayah Formal

Pengertian Wilayah Formal

1. Wilayah Formal

Pengertian Wilayah Formal – Wilayah formal adalah wilayah yang mempunyai keseragaman (uniform) atau persamaan (homogen) dalam kriteria tertentu. Wilayah formal (formal region) sering disebut juga uniform region atau homogen region. Persamaan ini menjadi sifat yang dimiliki oleh elemen-elemen yang membentuk wilayah geografi yang seragam atau homogen menurut kriteria tertentu.

Pengertian Wilayah Formal – Pada awalnya, kriteria yang digunakan hanyalah kriteria fisik seperti topografi, iklim, dan tumbuh-tumbuhan. Setelah munculnya Revolusi Industri di barat, kriteria ekonomi, industri, dan pertanian digunakan juga untuk penggolongan wilayah formal. Kriteria dalam wilayah formal bertambah juga kepada kriteria sosial dan politik, yaitu tahap kesetiaan kepada partai-partai politik. Wilayah formal dengan kriteria fisik cenderung statis, karena biasanya cenderung tetap, tidak berubah dan lebih stabil daripada kriteria sosial, ekonomi dan politik yang sifatnya dinamis. Misalnya wilayah beriklim tropis, hal ini karena wilayah tersebut berada di sekitar khatulistiwa serta mempunyai ciri-ciri seperti curah hujan, suhu udara dan kelembapan udara yang cukup tinggi.

Pengertian Wilayah Formal – Wilayah formal ekonomi biasanya didasarkan kepada jenis industri dan pertanian. Sebagai contoh adalah wilayah pertanian, karena wilayah ini mempunyai persamaan antara petani dengan daerah pertanian. Ada juga wilayah formal ekonomi yang didasarkan pada kriteria, seperti tingkat pendapatan, tingkat pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.

Pengertian Wilayah Formal – Kalian pasti sering mendengar wilayah pantura di Pulau Jawa, wilayah pertambangan tembaga di Papua, wilayah rawan gempa di sepanjang pantai barat Sumatra. Wilayah-wilayah tersebut merupakan perwilayahan secara formal karena identifikasi wilayahnya berdasarkan kriteria-kriteria yang ada pada wilayah tersebut.

Coba sebutkan contoh kriteria-kriteria apa saja yang menjadikan wilayah-wilayah tersebut termasuk perwilayahan formal! Dalam menentukan suatu kawasan formal, umumnya akan diidentifikasi pada fungsi tertentu yang kemudian dikenal dalam istilah kawasan. Kawasan industri artinya suatu wilayah yang difungsikan atau dimanfaatklan untuk pengembangan sejumlah industri. Kawasan pedesaan adalah wilayah yang mempunyai kawasan perkampungan, petanian, dan perhutanan. Bagaimana dengan daerahmu, apakah termasuk dalam kriteria wilayah formal?

2. Wilayah Fungsional (Nodal)

Pengertian Wilayah Formal – Selain wilayah formal, ada pula wilayah yang disebut wilayah fungsional. Wilayah fungsional terkadang disebut juga wilayah nodal, wilayah piolarisasi atau wilayah organik. Wilayah fungsional adalah suatu bagian dari permukaan bumi yang memperlihatkan suatu hubungan fungsional tertentu dan interdependensi antarbagian wilayah. Menurut Glasson, wilayah fungsional adalah kawasan geografi yang memperlihatkan hubungan fungsional tertentu.

Pengertian Wilayah Formal – Wilayah fungsional kadangkala digunakan dalam menunjukkan kepada wilayah berpusat atau mengutub yang terdiri dari berbagai bagian, seperti kota dan desa yang saling berhubungan secara fungsional. Hubungan fungsional ini biasanya dilihat melalui bentuk-bentuk arus dengan menggunakan kriteria sosiol ekonomi, seperti perjalanan ke tempat kerja atau perjalanan untuk jual beli ke pusat perbelanjaan.

Sedangkan wilayah fungsional disebut wilayah nodal yang berarti wilayah tombol atau wilayah menonjol. Hal ini karena berkaitan dengan satu wilayah yang dalam banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang saling dihubungkan dengan garis melingkar. Contoh terbaik ialah kota yang diukur oleh beberapa pusat kegiatan yang saling dihubungkan oleh jalur dan jaringan jalan yang melingkar.

tarpenduduk dari wilayah inti kegiatan dengan wilayah-wilayah sekitarnya. Jika interaksi atau gerakan aktivitas penduduk yang dijadikan tolok ukur dalam pengelompokan wilayah fungsional, maka akan ada beberapa hal yang essensial dari dan ke inti kegiatan.

Hal-hal yang essensial dari dan ke inti kegiatan yaitu sebagai berikut. a. adanya arus barang, ide, dan manusia b. adanya node atau pusat yang menjadi pertemuan arus secara terorganisis c. adanya jaring-jaring rute tempat tukar-menukar berlangsung d. adanya wilayah yang makin luas.

Pengertian Wilayah Formal dan Fungsional | medsis | 4.5