Pengertian Simbol – simbol dalam Seni Budaya

Pengertian Simbol – simbol dalam Seni Budaya

1. Fungsi

Saat pembelajaran seni budaya di kelas X dan XI kamu sudah mengetahui pengertian ”simbol”. Secara konseptual, kata simbol ini memiliki beberapa pengertian sebagai berikut.

Pengertian Simbol - simbol dalam Seni Budaya

Pengertian Simbol – simbol dalam Seni Budaya

1. Sesuatu yang biasanya merupakan tkamu yang kelihatan yang menggantikan gagasan atau objek tertentu. 2. Kata; tkamu, isyarat, yang digunakan untuk mewakili sesuatu yang lain: arti, kualitas, abstraksi, gagasan, objek. 3. Apa saja yang diberikan arti dengan persetujuan umum dan atau dengan kesepakatan atau kebiasaan. Misalnya, rambu lalu lintas. 4. Tkamu konvensional, yakni sesuatu yang dibangun oleh masyarakat atau individu-individu dengan arti tertentu yang kurang lebih stkamur yang disepakati atau dipakai anggota masyarakat itu. Arti simbol dalam konteks ini sering dilawankan dengan tkamu alamiah.

Dalam seni rupa, kata Simbol dapat diartikan sebagaimakna yang dikandung dalam karya seni rupa baik pada wujud objeknya maupun pada unsur-unsur rupanya. Misalnya, unsur warna hijau yang dominan menjadi adalah simbol kesuburan. Patung dengan objek katak sebagai simbol pemanggil hujan. Patung dengan objek kuda sebagai simbol kegagahan, dan lain sebagainya.

2. Pengertian dari Jenis

Karya Seni rupa sangat beraneka ragam. Walaupun demikian karya yang beraneka ragam ini dapat dikelompokan atau dikategorian sesuai dengan jenisnya berdasarkan kesamaan karakteristik yang dimilikinya. Pengelompokan karya seni rupa berdasarkan jenisnya ini tidak bersifat kaku, tetapi lebih cenderung untuk kepentingan mempelajari atau mengapresiasinya.

Pengelompokan jenis karya seni rupa ini dapat dilakukan berdasarkan teknik pembuatan dan perwujudannya, bahan dan medium, objek, tema, isi pesan, gaya pengungkapan, dan sebagainya. Cobalah kamu cari informasi sebanyakbanyaknya mengenai pengategorian jenis karya seni rupa ini. Masih ingatkah kamu pada karya-karya seni kriya yang dikategorikan berdasarkan teknik utamanya atau bahan utamanya. Carilah informasi jenis-jenis karya seni kriya yang ada di daerah kamu.

3. Fungsi

Fungsi sebuah karya seni rupa telah kamu pelajari di kelas X dan XI. Jenis karya seni rupa pada dasarnya dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya. Cobalah kamu pelajari kembali apa yang dimaksud dengan karya seni murni dan karya seni terapan. Dapatkah kamu membedakan fungsi dari karya seni murni dan seni terapan ini? Dengan memahami pengkategorian karya berdasarkan fungsinya ini kamu akan lebih mudah untuk melakukan apresiasi dan kritik terhadap karya seni rupa tersebut. Kumpulkan sebanyak-banyaknya gambar karya seni rupa kemudian cobalah tunjukkan mana karya seni rupa terapan dan mana karya seni rupa murni. Uraikan alasan kamu pada masingmasing gambar tersebut mengapa karya yang satu disebut karya seni murni dan karya yang lain disebut seni terapan.

4. Pengertian dari Nilai Estetis

Nilai estetis secara umum dapat dimaknai sebagai nilai keindahan dari sebuah karya seni rupa. Nilai estetis atau nilai keindahan ini dilihat berdasarkan unsur-unsur rupa yang terdapat pada sebuah karya seni dan prinsip-prinsip penataanya. Ingatkah kamu pada unsur-unsur sebuah karya seni rupa seperti: warna, bangun, bidang, tekstur, garis, dan sebagainya.

Coba kamu periksa kembali materi di kelas X dan XI kemudian lihat juga prinsip-prinsip penataan unsur-unsur tersebut seperti keseimbangan, komposisi, irama, harmonis, dan sebagainya. Penataan unsur-unsur rupa inilah yang memberikan kesan indah, unik, menarik dan sebagainya pada sebuah karya seni rupa. Cobalah juga bandingkan penataan unsur-unsur rupa sebuah karya seni rupa dengan karya seni rupa yang lainnya. Deskripsikan bagaimana unsur-unsur rupa tersebut disusun dalam sebuah karya seni rupa, kesan apa yang kamu rasakan? Kemudian tunjukkan karya mana yang lebih menarik perhatian kamu, jelaskan alasan ketertarikan kamu. Semakin banyak karya seni yang kamu lihat dan kamu perbandingkan, semakin kaya wawasan dan pengalaman estetis yang kamu miliki.

Hal ini sangat bermanfaat ketika kamu melakukan kritik atau evaluasi sebuah karya seni rupa. Pelajari kembali materi di kelas X dan XI tentang apresiasi dan kritik karya seni agar kamu dapat lebih memahami pembuatan kritik karya seni rupa. Secara umum untuk mengapresiasi karya seni kamu diharapkan memahami dahulu seluk-beluk karya seni serta menjadi sensitif (peka) terhadap segi-segi estetikanya. Dengan mengerti dan menyadari sepenuhnya seluk-beluk sesuatu hasil seni serta menjadi sensitif terhadap segi-segi estetiknya seseorang diharapkan mampu menikmati dan menilai karya tersebut dengan semestinya (Soedarso, 1990).

Tidak jauh berbeda dengan kegiatan apresiasi, kritik seni pada dasarnya merupakan kegiatan menanggapi karya seni. Perbedaannya adalah pada fokus dari kritik seni yang bertujuan untuk menunjukkan kelebihan dan kekurangan suatu karya seni. Keterangan mengenai kelebihan dan kekurangan ini dipergunakan, terutama sebagai bahan untuk menunjukkan kualitas dari sebuah karya. Para ahli seni umumnya beranggapan bahwa kegiatan kritik dimulai dari kebutuhan untuk memahami (apresiasi) kemudian beranjak kepada kebutuhan memperoleh kesenangan dari kegiatan memperbincangkan berbagai hal yang berkaitan dengan karya seni tersebut. Kritik karya seni kemudian tidak hanya bermanfaat untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan apresiasi penikmat terhadap sebuah karya seni, tetapi dipergunakan juga oleh seniman atau perupanya untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil berkarya seninya. Secara ekonomis, tanggapan dan penilaian yang disampaikan oleh seorang kritikus ternama bahkan dapat mempengaruhi harga jual dari karya seni tersebut.

Pengertian Simbol – simbol dalam Seni Budaya | medsis | 4.5