Pengertian Shalat Jumat dan Ketentuannya

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pengertian Shalat Jumat dan Ketentuannya

Hari Jum’at disebut juga “Sayyidul Ayy±m”, artinya “tuannya hari”. Hari Jum’at mempunyai keistimewaan dibandingkan hari lain. Kata Jum’at diambil dari kata “jama’a” yang artinya “berkumpul”. Yaitu hari berkumpulnya umat muslim untuk melaksanakan kebaikan berupa £alat Jum’at. Salah satu bukti keistimewaan hari Jum’at adalah disyariatkannya £alat Jum’at. Yaitu £alat ©uhur berjamaah pada hari Jum’at.

Bahkan mandinya hari Jum’at pun mengandung unsur ibadah, karena hukumnya sunnah. Imam Syafi’i menjelaskan sunahnya mandi pada hari Jum’at. Meskipun £alat Jum’at dilaksanakan pada waktu £alat ©uhur, namun mandi Jum’at boleh dilakukan semenjak dini hari, setelah terbit fajar. Salah satu hadis menerangkan bahwa siapa yang mandi pada hari Jum’at dan mendengarkan khutbah Jum’at, maka Allah Swt. akan mengampuni dosa di antara dua Jum’at.

Oleh karena itu, sebaiknya kita selalu menyertakan niat setiap mandi di pagi hari Jum’at. Karena hal itu akan memberikan nilai ibadah pada mandi kita. Inilah yang membedakan mandi di pagi hari Jum’at dengan mandimandi yang lain. Tetapi jangan lupa persiapkan juga diri kita untuk £alat Jumat dengan sebaik-baiknya.

Pengertian Shalat Jumat dan Ketentuannya

Pengertian Shalat Jumat dan Ketentuannya

Apa Sholat Jumat Itu

£alat Jumat adalah £alat dua rakaat dengan berjamaah yang dilaksanakan sesudah khotbah Jumat pada waktu ©uhur di hari Jumat. Hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah memenuhi syarat. Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan £alat di hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkan jual beli.” (Q.S. al-Jumu’ah/62: 9) £alat Jumat pada prinsipnya sama dengan £alat wajib yang dilaksanakan secara berjamaah.

£alat Jumat adalah £alat wajib atau far«u ‘ain yang dilaksanakan oleh setiap muslim laki-laki dalam setiap minggunya pada hari Jumat. £alat Jumat dilaksanakan secara berjamaah dan tidak boleh dilakukan sendirisendiri. Agar £alat Jumat dapat dilaksanakan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku, maka kalian harus mengetahui ketentuan-ketentuannya.

Aktivitas Siswa : 1. Cermati tentang Q.S. al-Jumu’ah/62: 9 di atas ! 2. Mencari perbedaan antara £alat Jumat dengan £alat Idul Fitri, £alat Idul Adha, dan £alat Istisqa !

Ketentuan Sholat Jumat

1. Syarat Wajib £alat Jumat

£alat Jumat dilaksanakan dengan syarat-syarat sebagai berikut. a. Islam. b. Ballig (dewasa), anak-anak tidak diwajibkan. c. Berakal, orang gila tidak wajib. d. Laki-laki, perempuan tidak diwajibkan. e. Sehat, orang yang sedang sakit atau berhalangan tidak diwajibkan. f. Menetap (bermukim), orang yang sedang dalam perjalanan (musaf³r) tidak wajib.

2. Syarat Sah Mendirikan £alat Jumat £alat Jumat dianggap sah apabila memenuhi syarat sebagai berikut.

a. Dilaksanakan di tempat yang telah dijadikan tempat bermukim oleh penduduknya, baik di perkotaan maupun di pedesaan. Oleh karena itu, tidak sah mendirikan £alat Jumat di ladang-ladang yang penduduknya hanya singgah di sana untuk sementara waktu saja.

b. Dilaksanakan secara berjamaah. Tidak sah hukumnya apabila £alat Jumat dilaksanakan sendiri-sendiri. Para ulama berbeda pendapat tentang jumlah orang untuk dapat mendirikan £alat Jumat. Sebagian ulama mengatakan minimal 40 orang dan ada yang mengatakan minimal 2 orang.

c. Dilaksanakan pada waktu ©uhur. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi:

Dari Anas bin Malik,” Sesungguhnya Rasulullah saw.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

£alat Jumat ketika matahari telah tergelincir.”(H.R. Bukhari) d. £alat Jumat dilaksanakan dengan didahului dua khotbah.

3. Khotbah Jumat Khotbah Jumat merupakan nasihat dan tuntunan ibadah yang disampaikan oleh khatib kepada jamaah £alat Jumat. Perhatikan rukun dan syarat khotbah Jumat ini.

a. Rukun khotbah Jumat

1) Mengucapkan puji-pujian kepada Allah Swt. 2) Membaca ¡alawat atas Rasulullah saw. 3) Mengucapkan dua kalimat syahadat. 4) Berwasiat (bernasihat). 5) Membaca ayat al-Qur’±n pada salah satu dua khotbah. 6) Berdoa untuk semua umat Islam pada khotbah yang kedua.

b. Syarat Khotbah Jumat

1) Khotbah Jumat dilaksanakan tepat siang hari saat matahari tinggi dan mulai bergerak condong ke arah Barat. 2) Khotbah Jumat dilaksanakan dengan berdiri jika mampu. 3) Khatib hendaklah duduk di antara dua khotbah. 4) Khotbah disampaikan dengan suara yang keras dan jelas. 5) Khotbah dilaksanakan secara berturut-turut jarak antara keduanya. 6) Khatib suci dari hadas dan najis. 7) Khatib menutup aurat.

c. Sunah Khotbah Jumat 1) Khotbah dilaksanakan di atas mimbar atau tempat yang tinggi. 2) Khotbah disampaikan dengan kalimah yang fasih, terang, dan mudah dipahami. 3) Khatib menghadap ke jamaah £alat Jumat. 4) Khatib membaca ¡alawat atau yang lainnya di antara dua khotbah. 5) Khatib menertibkan tiga rukun, yaitu dimulai dengan puji-pujian, sal±wat Nabi, dan berwasiat. 6) Jamaah £alat Jumat hendaklah diam, tenang dan memperhatikan khotbah Jumat. 7) Khatib hendaklah memberi salam. 8) Khatib hendaklah duduk di kursi mimbar sesudah memberi salam dan mendengarkan a©an.

d. Sunah yang Berkaitan dengan £alat Jumat 1) Mandi terlebih dahulu sebelum pergi ke masjid. 2) Memakai pakaian yang bagus dan disunahkan berwarna putih. 3) Memakai wangi-wangian. 4) Memotong kuku, menggunting kumis, dan menyisir rambut. 5) Menyegerakan pergi ke masjid untuk melaksanakan £alat Jumat. 6) Melaksanakan £alat tahiyatul masjid (£alat untuk menghormati masjid) 7) Membaca al-Qur’±n atau ©ikir sebelum khotbah Jumat. 8) Memperbanyak doa dan ¡alawat atas Nabi Muhammad saw.

e. Adab Melaksanakan £alat Jumat 1) Meluruskan £af (barisan £alat). £af di depan yang masih kosong segera diisi. Salah satu kesempurnaan £alat berjamaah adalah ¡af-nya lurus dan rapat. 2) Ketika khatib sedang berkhotbah, tidak boleh berbicara satu kata pun. Berkata-kata saat khotbah berlangsung menjadikan £alat Jumat sia-sia. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda yang artinya: “Jika engkau berkata pada sahabatmu pada hari Jumat, ‘diamlah, dan khatib sedang berkhotbah! ”Sungguh engkau telah berkata sia-sia.” (H.R. Bukhari Muslim).

Hadis lain yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas. Ia berkata bahwa Rasulullah bersabda yang artinya: “Barang siapa yang berbicara pada saat imam khotbah Jumat, maka ia seperti keledai yang memikul kitab, sedangkan yang mengingatkan orang untuk diam, maka tidak sempurna £alat Jumatnya.” (H.R. Ahmad). f. Hikmah £alat Jumat 1) Memuliakan hari Jumat. 2) Menguatkan tali silaturrahmi.

Kita bisa mengetahui kondisi jamaah yang lainnya. Misalnya, jika kita melihat ada jamaah sedang dilanda kesusahan hidup, kita bisa membantu mereka. Atau, jika ada yang jarang ke masjid karena sakit, kita bisa menjenguk mereka. Bahkan, jika kita melihat ada yang bermaksiat, kita bisa langsung menasihatinya.

Dari sini umat Islam bisa mewujudkan semangat tolong-menolong dalam kebaikan dan takwa sekaligus saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran dengan amar ma’ruf dan nahi munkar. 3) Berkumpulnya umat Islam dalam masjid merupakan salah satu cara untuk mencari barakah Allah Swt. 4) Dengan sering berjamaah di masjid, bisa menambah semangat bekerja kita karena terbiasa melihat orang-orang yang semangat beribadah di masjid. 5) Melipatgandakan pahala kebaikan. 6) Membiasakan diri untuk disiplin terhadap waktu.

4. Halangan £alat Jumat Hal-hal yang dapat dijadikan alasan untuk boleh tidak £alat Jumat adalah sebagai berikut. a. Sakit. Orang yang sakit diperbolehkan tidak melaksanakan £alat Jumat, tetapi harus melaksanakan £alat ©uhur. b. Hujan lebat, angin kencang, dan bencana alam yang menyulitkan untuk melaksanakan £alat Jumat. c. Musafir, yaitu seseorang yang sedang melaksanakan perjalanan jauh. d. Perjalanan menuju tempat melaksanakan £alat Jumat tidak aman.

 

Pengertian Shalat Jumat dan Ketentuannya | medsis | 4.5