Pengertian Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pengertian Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan

Pengertian Permintaan

Pengertian Permintaan

 

1. Pengertian Permintaan (Demand)

Pengertian Permintaan – Dalam kehidupan sehari-hari, kamu tentunya sudah tidak asing lagi dengan kata permintaan. Kamu sering meminta uang untuk membeli semua perlengkapan sekolah kepada orang tuamu. Kamu juga tentunya sering melihat orang membeli suatu produk. Semua kegiatan itu merupakan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan permintaan. Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan permintaan? Dalam ilmu ekonomi, permintaan diartikan sebagai keinginan konsumen membeli suatu barang pada berbagai tingkatan harga selama periode waktu tertentu. Agar lebih akurat, untuk menerangkan permintaan ini dimasukkan dimensi geografis. Contohnya, ketika kita berbicara tentang permintaan beras di Jawa Barat, kita akan berbicara berapa jumlah (satuan kg, kwintal, atau ton) beras yang akan dibeli pada berbagai tingkat harga dalam satu periode waktu tertentu, misalnya per bulan atau per tahun di Jawa Barat.

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan

Pengertian Permintaan – Setelah kamu mengetahui pengertian permintaan, tentunya kamu pun perlu mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi permintaan. Banyak sekali faktor-faktor yang memengaruhi permintaan, di antaranya sebagai berikut.

Pengertian Permintaan

a. Harga Barang Itu Sendiri Jika harga suatu barang semakin murah, kecenderungan permintaan terhadap barang itu akan bertambah. Begitu juga sebaliknya, jika harga suatu barang semakin mahal, kecenderungan permintaan terhadap barang itu akan berkurang. Contohnya, pada saat harga buah apel merah murah, banyak orang yang membelinya karena harganya terjangkau oleh kalangan ekonomi ke bawah. Oleh karenanya, permintaan akan apel merah bertambah. Sebaliknya, pada saat harga buah apel mahal, tidak semua orang dapat membelinya. Dengan kata lain, hanya golongan masyarakat tertentu saja yang mampu membelinya.

Pengertian Permintaan

b. Harga Barang Lain yang Terkait Harga barang lain dapat memengaruhi permintaan akan suatu barang. Dengan catatan, kedua barang itu saling berkaitan. Keterkaitan dua barang tersebut dapat bersifat subtitusi (pengganti) atau bersifat komplementer (pelengkap). Hubungan antara harga barang dengan barang komplementernya bersifat positif, sedangkan hubungan dengan harga barang subtitusi bersifat negatif. Suatu barang menjadi substitusi barang lain jika memiliki fungsi yang sama dan atau memiliki kandungan yang sama. Contohnya, jagung merupakan barang substitusi beras. Jika harga beras naik, harga relatif jagung menjadi murah. Oleh karena itu, permintaan terhadap jagung akan meningkat.

Pengertian Permintaan

c. Tingkat Pendapatan Tingkat pendapatan konsumen akan menunjukkan daya beli konsumen. Semakin tinggi tingkat pendapatan, daya beli konsumen kuat, sehingga akhirnya akan mendorong permintaan terhadap suatu barang.

d. Selera atau Kebiasaan Selera atau kebiasaan juga akan memengaruhi permintaan suatu barang. Jika selera masyarakat terhadap suatu barang meningkat, permintaan terhadap barang itu pun akan meningkat. Contohnya, pada bulan Ramadhan, selera masyarakat terhadap buah kurma meningkat. Karena dijadikan sebagai menu untuk berbuka puasa. Hal ini tentu saja menyebabkan permintaan terhadap buah kurma meningkat.

e. Jumlah Penduduk Sifat hubungan jumlah penduduk dengan permintaan suatu barang adalah positif. Contohnya, permintaan terhadap beras di Indonesia semakin meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk di Indonesia. Artinya, semakin banyak jumlah penduduk, semakin tinggi permintaan terhadap beras karena beras merupakan makanan pokok di Indonesia.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

f. Perkiraan Harga di Masa Mendatang Apabila kita memperkirakan harga suatu barang di masa mendatang naik, kita lebih baik membeli barang tersebut sekarang guna menghemat belanja di masa mendatang. Contohnya, diperkirakan harga bahan bakar minyak (BBM) di masa mendatang akan naik. Hal ini tentu saja mendorong orang berbondong-bondong membeli BBM sekarang. Bahkan, orang cenderung membeli BBM dalam jumlah besar sebagai persediaan. Sebaliknya, jika diperkirakan harga BBM di masa mendatang akan turun, kecenderungan orang akan menunda atau mengurangi permintaannya terhadap BBM tersebut hingga turun. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hubungan antara permintaan dan perkiraan harga di masa mendatang adalah positif .

g. Usaha-Usaha Produsen Meningkatkan Penjualan Dalam perekonomian modern, bujukan para penjual untuk membeli barang besar sekali peranannya, terutama untuk memengaruhi selera konsumen. Pengiklanan suatu produk baru memungkinkan masyarakat lebih mengenal produk tersebut dan terdorong untuk membelinya. Di samping itu, pengiklanan terhadap produk-produk lama pun akan mengingatkan masyarakat terhadap produk tersebut sehingga diharapkan masyarakat akan tertarik membeli produk tersebut. Dengan kata lain, permintaan terhadap produk tersebut akan meningkat.

Contohnya, pengiklanan onderdil asli suatu merek motor terkenal mendorong masyarakat untuk membeli produk tersebut karena kualitasnya tinggi dan harga terjangkau. Selain pengiklanan, usaha-usaha lain yang dilakukan produsen untuk meningkatkan penjualan bisa dalam bentuk pemberian potongan harga dan peningkatan jasa pelayanan. Sebagai contoh, kita ambil upaya peningkatan jasa pelayanan. Sekarang ini, banyak produsen motor terkenal yang membuka cabang di mana-mana. Hal ini tentu saja dilakukan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas dan memberikan jasa pelayanan berupa jasa service secara optimal sehingga diharapkan permintaan masyarakat terhadap merek motor tersebut akan meningkat.

3. Hukum Permintaan Di atas telah dijelaskan bahwa banyak sekali faktor-faktor yang memengaruhi permintaan suatu barang. Namun, dalam hukum permintaan hanya terdapat hubungan antara jumlah barang yang diminta dengan harga barang yang bersangkutan. Dengan kata lain, hukum permintaan berlaku dengan asumsi ceteris paribus.

Tahukah kamu apa itu ceteris paribus? Ceteris paribus merupakan asumsi berlakunya hukum permintaan dengan faktorfaktor lain selain harga dianggap tetap (konstan). Dengan demikian, hukum permintaan berbunyi: “Jika harga suatu barang naik, jumlah barang yang diminta akan berkurang. Sebaliknya, jika harga barang turun, jumlah barang yang diminta akan bertambah,” dengan asumsi ceteris paribus. Berdasarkan bunyi hukum permintaan tersebut, dapat dikatakan bahwa harga barang merupakan variabel bebas, sedangkan jumlah barang yang diminta merupakan variabel tidak bebas atau variabel yang dipengaruhi. 4. Kurva Permintaan Setelah kamu mengetahui apa itu permintaan, faktor-faktor yang memengaruhinya, dan bagaimana bunyi hukumnya, sekarang kamu akan memperoleh penjelasan tentang kurva permintaan. Namun, sebelumnya perlu kamu ketahui bahwa permintaan konsumen terhadap suatu barang dapat dinyatakan dalam berbagai bentuk.

Penawaran

1. Pengertian Penawaran Setelah kamu memperoleh penjelasan tentang permintaan dan hal-hal yang berkaitan dengan permintaan, tiba saatnya kita membahas tentang penawaran (supply). Apakah yang dimaksud dengan penawaran? Tentu kamu pernah melihat pedagang asongan yang menjajakan dagangannya di lampu merah atau kamu melihat para pedagang yang menjajakan dagangannya di pasar. Menurut kamu apakah mereka sedang melakukan kegiatan penawaran? Jadi, apakah penawaran itu? Dalam ilmu ekonomi, penawaran diartikan sebagai sejumlah barang yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga selama periode tertentu.

2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran Penawaran terhadap suatu barang banyak dipengaruhi oleh berbagai hal, di antaranya adalah sebagai berikut. a. Harga barang itu sendiri Apabila harga suatu barang naik, produsen akan menaikkan jumlah barang yang dihasilkannya. Hal ini akan membawa kita pada hukum penawaran yang menjelaskan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan harga barang tersebut. b. Harga barang lain yang terkait Harga barang lain yang terkait maksudnya adalah harga barang substitusi dan harga barang komplementer. Apabila harga barang substitusi naik, penawaran suatu barang akan bertambah. Begitu juga sebaliknya, sementara jika harga barang komplementer naik, penawaran akan suatu barang akan berkurang.

c. Harga faktor produksi Pada jumlah anggaran yang tetap, kenaikan harga faktor produksi, seperti tingkat upah, harga bahan baku, atau kenaikan tingkat bunga modal akan menyebabkan perusahaan memproduksi output-nya lebih sedikit. Hal ini tentu saja menyebabkan penawaran barang tersebut berkurang. d. Biaya produksi Apabila biaya produksi suatu barang naik, perusahaan akan mengurangi produksinya pada tingkat jumlah anggaran yang tetap. Oleh karena itu, menurunnya tingkat produksi ini tentu saja menyebabkan penawaran barang tersebut berkurang. e. Teknologi produksi Adanya kemajuan pada teknologi produksi dapat menyebabkan penurunan biaya produksi dan dapat menciptakan barang-barang baru. Dengan demikian, kemajuan teknologi ini dapat mendorong bertambahnya penawaran terhadap suatu barang. f. Jumlah pedagang atau penjual Apabila jumlah pedagang atau penjual suatu barang semakin banyak, secara otomatis jumlah barang yang ditawarkan pun akan semakin bertambah.

3. Hukum Penawaran Sama halnya seperti hukum permintaan, hukum penawaran pun menunjukkan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah barang. Hanya saja, yang dimaksud dengan jumlah barang di sini adalah jumlah barang yang ditawarkan. Dapatkah kamu menyebutkan bunyi hukum penawaran? Berikut ini merupakan bunyi hukum penawaran: “Jika harga suatu barang naik, jumlah barang yang ditawarkan akan naik, sebaliknya jika harga suatu barang turun, jumlah barang yang ditawarkan pun akan turun.” Pada bahasan sebelumnya kamu telah memperoleh penjelasan tentang faktor-faktor yang memengaruhi penawaran. Adapun hukum penawaran hanya menjelaskan hubungan antara tingkat dan jumlah barang yang ditawarkan. Oleh karena itu, hukum penawaran berlaku dengan asumsi ceteris paribus, yaitu faktor-faktor lain selain harga dianggap konstan.

4. Kurva Penawaran Sama halnya dengan permintaan, penawaran pun dapat dinyatakan dalam bentuk tabel, grafis dan matematis. Kurva penawaran merupakan kurva yang menunjukkan hubungan antara tingkat harga dan jumlah barang yang ditawarkan.

Harga Keseimbangan 

Setiap calon pembeli datang ke pasar sama-sama didorong oleh kebutuhan tertentu dan boleh jadi memiliki kebutuhan yang sama, namun berbeda dalam kemampuan transaksinya. Secara umum, pembeli dapat dikelompokkan menjadi tiga: 1) pembeli supermarginal, yaitu pembeli yang daya belinya di atas harga pasar; 2) pembeli marginal, yaitu pembeli yang daya belinya sama dengan harga pasar; 3) pembeli submarginal, yaitu pembeli yang daya belinya di bawah harga pasar. Sama halnya dengan pembeli, penjual pun dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut: 1) penjual supermarginal, yaitu penjual yang harga pokoknya di bawah harga pasar; 2) penjual marginal, yaitu penjual yang harga pokoknya sama dengan harga pasar; 3) penjual submarginal, yaitu penjual yang harga pokoknya di atas harga pasar. Pertemuan antara pembeli dan penjual atau antara permintaan dan penawaran menimbulkan proses tawar-menawar tentang harga dan kuantitas barang. Jika telah mencapai kesepakatan maka terjadilah transaksi. Harga yang terbentuk sebagai hasil kesepakatan antara penjual dan pembeli disebut harga keseimbangan. Adapun jumlah yang disepakati disebut jumlah keseimbangan

Pengertian Permintaan, Penawaran dan Keseimbangan | medsis | 4.5