Pengertian Nilai,Norma Sosial, dan HAM

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Nilai dan norma sosial adalah pedoman bagi manusia untuk berperilaku dilingkungannya.

1. Pengertian nilai

Pengertian nilai berdasarkan Kamus Bahasa Indonesia:
Nilai adalah, taksiran, sifat-sifat (hal-hal) penting yang dianggap penting atau yang berguna bagi kemanusiaan yang dapat mendorong manusia mancapai tujuannya.
( KBBI, Edisi ke-2 hal 690) Nilai dan norma ham

Notonegoro, membagi nilai dalam 3 bagian yaitu:
a. Nilai material
Adalah segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia. b. Nilai vital
Adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan aktivitas atau kegiatan.
c. Nilai kerohanian
Adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan rohani manusia, seperti:
a). Nilai kebenaran, yaitu bersumber pada akal manusia (cipta)
b). Nilai keindahan, yaitu bersumber pada unsur perasaan (estetika)
c). Nilai moral, yaitu bersumber pada unsur kehendak (karsa)
d). Nilai keagamaan, yaitu bersumber pada ketuhanan.

2. Pengertian nilai sosial
Segala sesuatu dalam kehidupan ini memiliki nilai, demikian juga di masyarakat terdapat nilai. Nilai yang dimiliki oleh masyarakat disebut dengan nilai sosial. Setiap masyarakat memiliki nilai sosial sebagai ciri identitas masyarakat tersebut. Nilai tersebut dianut, diyakini kebenarannya serta dijunjung tinggi keberadaannya. Dalam pandangan sosiologi, nilai dianggap sebagai bagian dari sistem sosial masyarakat.
Beberapa tokoh sosiologi mendefinisikan nilai sosial sebagai berikut:
a. Kimball Young
Nilai sosial adalah asumsi abstrak dan sering tidak disadari mengenai apa yang dianggap benar dan yang penting.
b. Woods
Nilai Sosial adalah petunjuk-petunjuk umum yang telah berlangsung lama yang mengarahkan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a. Nilai tercipta secara sosial bukan secara biologis ataupun bawaan lahir.
b. Nilai berlangsung secara terus menerus dari generasi ke generasi melalui berbagai macam proses sosial, seperti interaksi, difusi, akulturasi dan kontak sosial.
c. Nilai memberikan pengaruh yang berbeda-beda terhadap orang perorangan dan masyarakat.
d. Nilai melibatkan emosi dan perasaan.

3. Peranan nilai dalam kehidupan masyarakat.

Fungsi nilai sosial secara luas yaitu memberikan ketentraman kepada seluruh anggota masyarakat agar dapat bertingkah laku sesuai dengan yang aturan yang diyakini oleh masyarakat guna mencapai tujuan bersama di masyarakat. Adapun fungsi nilai sosial secara keseluruhan adalah sebagai berikut:
a Nilai sebagai pedoman berprilaku

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Nilai sebagai pedoman berfungsi memberikan arahan kepada individu atau masyarakat untuk berprilaku sebagaimana yang diinginkan. Nilai menjadi landasan dan motivasi dalam setiap langkah dan perbuatan manusia.
b Nilai sebagai kontrol sosial
Nilai sebagai alat kontrol sosial yang berfungsi untuk memberikan batasan-batasan kepada manusia untuk bertingkah laku. Prilaku manusia di luar nilai akan mengakibatkan jatuhnya sanksi atau perasaan bersalah.
c Nilai sebagai pelindung sosial
Nilai sebagai alat pelindung sosial memberikan perlindungan dan memberikan rasa aman kepada manusia, dengan berprilaku sesuai dengan nilai, manusia dapat melakukan tindakan apapun tanpa harus merasa takut.

Apakah yang dimaksud dengan HAM:
Menurut Deklarasi PBB Tahun 1948 yang dimaksud dengan HAM adalah segala sesuatu yang dimiliki oleh setiap manusia sebagai pemberian dari tuhan dan menjadi dasar kepentingan dan kebutuhan bagi manusia.

1. Daya ikat norma
Untuk dapat membedakan kekuatan mengikatnya, maka norma dapat dibedakan sebagai berikut: a. Usage (cara)
Yaitu suatu bentuk kegiatan yang sering digunakan pada hubungan individu dalam masyarakat, yang apabila dilanggar tidak akan mendapat hukuman yang berat, apabila dilanggar hanya akan mendapat celaan. Contoh mengambil makanan dengan tangan kiri atau mengeluarkan bunyi karena kenyang setelah makan.
b. Folkways (kebiasaan)
Yaitu bentuk perbuatan yang diulang-ulang oleh banyak orang dalam bentuk yang sama. Bila dilanggar si pelaku bisa dicemooh atau dipergunjingkan. Contoh memberi hormat kepada orang tua, memberi salam atau menegur sapa ketika bertemu dengan teman.
c. Mores ( Tata Kelakuan ).
Yaitu norma yang mendapat penekanan keras. Tata kelakuan mencerminkan sikap-sikap yang hidup dari kelompok manusia yang dilaksanakan sebagai alat pengawas secara sadar atau tidak bagi para anggotanya. Para pelaku yang menyimpang dianggap jelak atau jahat.
d. Custom (adat istiadat)

Yaitu ide-ide atau gagasan orang banyak yang hidup bersama dalam suatu kelompok masyarakat/suku, memberi jiwa dan pedoman untuk bertingkah laku pada masyarakat setempat yang asli dan belum ada unsur campur tangan tata aturan atau norma modern.
Para pelanggar akan menerima sanksi adat.
e. Laws (hukum)
Yaitu norma hukum yang umumnya tegas, dan tidak hanya diketahui oleh sekelompok kecil yang mengetahui, hukum diumumkan dan tertulis, walaupun ada yang tidak, misalnya kebiasaan kenegaraan yang tidak tertulis (konvensi).
2. Jenis-jenis norma
Dipandang dari berat tidaknya sanksi yang dijatuhkan kepada pelanggarnya, norma dapat dibedakan:
a. Norma susila, norma yang menghendaki supaya setiap anggota bersikap dan bertingkah laku dan berbuat baik kepada sesamanya, justru untuk kepentingannya sendiri. Pelanggaran dari norma ini hukumannya datang dari diri sendiri, seperti tidak tenang atau gelisah.
b. Norma sopan santun, yaitu norma yang menghendaki individu dalam masyarakat bertingkah laku sesuai dengan ukuran tingkah laku interalasi masyarakatnya. Apabila norma ini dilanggar, hukumannya berasal dari masyarkat itu sendiri, pelaku dapat dikucilkan dari pergaulan, dicemooh atau dimarahi.
c. Norma agama, yaitu serangkaian aturan yang ditentukan oleh agama dan kitab suci yang dipercayainya. Sanksi dapat berupa norma susila atau sopan santun, ditambah sanksi perasaan berdosa dan hukuman di akhirat.
d. Norma hukum, yaitu norma yang dibangkitkan, dilembagakan, direncanakan, diatur oleh petugas dan alat negara serta pejabat politik sehingga memiliki kepastian pelaksanaan dan sanksi yang tegas. Hukuman dijatuhkan oleh alat negara dan badan peradilan. Hukuman bersifat konkrit, berupa denda, kurungan penjara atau hukuman mati.

3. Peranan norma sosial
Sebagaimana nilai yang memberikan fungsi penting bagi masyarakat, maka norma pun memiliki peranan yang sama dengan nilai. Nilai dan norma saling berkaitan namun keduanya dapat dibedakan. Nilai merupakan sesuatu yang dianggap baik, diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh masyarakat, maka norma merupakan kaidah atau aturan berbuat dan berkelakuan yang dibenarkan untuk mewujudkan cita-cita itu

4. Fungsi nilai sosial secara luas yaitu memberikan ketentraman kepada seluruh anggota masyarakat agar dapat bertingkah laku sesuai dengan yang aturan yang diyakini oleh masyarakat guna mencapai tujuan bersama di masyarakat.

5. Norma sosial lahir di masyarakat awalnya secara tidak sengaja, namun lama kelamaan norma dibuat secara sadar oleh manusia. Norma merupakan kaidah atau aturan yang mengatur tata kelakukan masyarakat. Norma sangat berkaitan dengan nilai, kerena norma adalah bentuk nyata dari nilai. Norma merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh nilai.
6. Sebagaimana nilai yang memberikan fungsi penting bagi masyarakat, maka norma pun memiliki peranan yang sama dengan nilai. Nilai dan norma saling berkaitan namun keduanya dapat dibedakan. Nilai merupakan sesuatu yang dianggap baik, diinginkan, dicita-citakan dan dianggap penting oleh masyarakat, maka norma merupakan kaidah atau aturan berbuat dan berkelakuan yang dibenarkan untuk mewujudkan cita-cita itu. Nilai merupakan pola kelakukan yang diinginkan, dan norma sebagai cara-cara kelakukan sosial yang disetujui untuk mencapai nilai tersebut.

 

Pengertian Nilai,Norma Sosial, dan HAM | medsis | 4.5