Pengertian Konsep Keanekaragaman Hayati

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pengertian Konsep Keanekaragaman Hayati

Ada beraneka ragam makhluk hidup di sekitar kita. Kalian mengenal berbagai kelompok makhluk hidup (mikroorganisme, protista, jamur, tumbuhan, dan hewan) yang masing-masing memiliki jenis dengan sifat yang beraneka ragam. Tapi apakah kalian tahu, bahwa dalam satu jenis makhluk hidup kalian masih menemukan adanya keanekaragaman? Pohon mangga misalnya, ada beragam jenis pohon mangga yang kita kenal, misalnya mangga arum manis, manalagi, dan sebagainya. Bagaimana keane karagaman tersebut terjadi? Bagaimana cara mengenal organisme yang ber aneka ragam tersebut? Kalian akan mengetahui jawabannya dalam uraian bab ini. Keanekaragaman Hayati Dok. PIM VI Bab 118 Biologi Kelas X Dalam uraian berikut kalian akan mempelajari konsep dan manfaat keanekaragaman hayati. Kalian akan mempelajari keunikan, persebaran, dan keanekaragaman hayati di Indonesia. Kalian juga akan mempelajari kegiatan manusia yang mempengaruhi keanekaragaman hayati dan upaya pelestariannya. Selain itu, kalian akan mempelajari prinsip-prinsip pengelompokan dan identifi kasi makhluk hidup. Setelah mempelajari bab ini, kalian diharapkan dapat mendeskripsikan konsep keanekaragaman hayati dan memberikan contoh keanekaragaman hayati di Indonesia dan berbagai permasalahannya. Selain itu, kalian juga diharapkan dapat memahami konsep taksonomi dan identifi kasi makhluk hidup.

Pengertian Konsep Keanekaragaman Hayati

Pengertian Konsep Keanekaragaman Hayati

A. Konsep Keanekaragaman Hayati

Semua makhluk hidup memiliki beberapa sifat yang sama sehingga mereka dikatakan hidup. Kesamaan sifat makhluk hidup tersebut adalah bernapas, memerlukan makanan, mengeluarkan zat sisa, berge rak, tumbuh, berkembang biak, beradaptasi, dan memiliki bahan genetik.Selain kesamaan (keberagaman) tersebut, berbagai makhluk hidup juga memiliki perbedaan (beraneka ragam). Ketika kalian mengamati berbagai jenis makhluk hidup (manusia, hewan, tumbuhan, protista, fungi, virus, maupun organisme prokariotik), kalian akan menemukan adanya sifat-sifat yang beraneka ragam. Keanekaragaman tersebut tidak hanya terdapat antarkelompok atau antarjenis, tetapi juga antarindividu dalam satu spesies. Pada ayam, misalnya, kita mengenal berbagai jenis ayam, yaitu ayam kampung, ayam kate, dan ayam hutan. Ketiga jenis ayam tersebut memiliki perbedaan tertentu. Selain itu, di antara individu dari jenis ayam yang sama, ayam kampung misalnya, juga memiliki beberapa sifat yang tidak sama, mungkin bulunya ada yang berwarna polos dan ada pula yang berbintik-bintik (blorok). Ini menunjukkan bahwa tidak ada makhluk hidup yang sama persis, bahkan anak kembar pun antara satu dengan yang lain memiliki ciri tertentu yang membedakannya. Sifat-sifat tersebut menunjukkan adanya keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman pada makhluk hidup yang menunjukkan adanya variasi bentuk, penampilan, ukuran, serta ciri-ciri lainnya. Keanekaragaman hayati disebut juga biodiversitas (biodiversity), meliputi keseluruhan berbagai variasi yang terdapat pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem di suatu daerah. Keanekaragaman ini terjadi karena adanya pengaruh faktor genetik dan faktor lingkungan yang memengaruhi fenotip (ekspresi gen).

1. Keanekaragaman Gen Setiap makhluk hidup tersusun atas sel, dan di dalam sel tersebut terdapat gen. Gen merupakan substansi yang berfungsi membawa sifat. Sifat yang dimiliki oleh induk jantan dan betina dibawa oleh gen untuk diwariskan kepada keturunannya. Gen terdapat dalam kromosom yang berada dalam inti sel. Wujud gen berupa potongan atau segmen dari rantai terpilin (ADN). Setiap individu memiliki susunan gen yang khas, meskipun jumlah gennya sama. Keanekaragaman gen menunjukkan adanya variasi susunan gen pada individu-individu sejenis. Gen-gen tersebut mengekspresikan berbagai variasi dari satu jenis makhluk hidup, seperti tampilan pada warna mahkota bunga, ukuran daun, tinggi pohon, dan sebagainya. Contohnya kita amati pada tanaman padi dan rambutan. Tanam an rambutan memiliki empat varietas yang berbeda, yaitu varietas aceh, varietas rafi a, varietas jakarta, dan varietas lampung. Demikian juga pada tanaman padi yang terdiri dari varietas IR, PB, rojolele, sedani, delanggu, dan bumiayu. Contoh lain adalah variasi warna pada bunga tembelekan (Gambar 6.1). Meskipun jenisnya sama-sama bunga tembelekan, tetapi warna bunganya bermacam-macam. Ada yang putih, ungu, maupun kuning. Munculnya variasi warna tersebut di kendalikan oleh gen.

2. Keanekaragaman Jenis Keanekaragaman hayati tingkat jenis menunjukkan keanekaragaman atau variasi yang terdapat pada berbagai jenis atau spesies makhluk hidup dalam genus yang sama. Pada berbagai spesies tersebut terdapat perbedaan-perbedaan sifat. Contohnya adalah tumbuhan ketela rambat (Ipomoea batatas) dan tumbuhan krangkungan (Ipomoea crassicaulis). Meskipun berada dalam genus yang sama, yaitu Ipomoea, kedua tumbuhan tersebut memiliki sifat-sifat yang berbeda. Ketela rambat tumbuh merambat atau menjalar sedangkan krangkungan tumbuh tegak. Contoh lain adalah pada genus Ficus, misalnya antara pohon beringin (Ficus benjamina) dan pohon preh (Ficus ribes). Perhatikan Gambar 6.2. Keanekaragaman sifat-sifat tersebut digunakan untuk menentukan kedudukan tumbuhan-tumbuhan tersebut dalam takson atau kategori taksonomi.

3. Keanekaragaman Ekosistem Dalam aktivitas kehidupannya makhluk hidup selalu berinteraksi dan bergantung pada lingkungan sekitarnya. Ketergantungan ini berkaitan dengan kebutuhan akan oksigen, cahaya matahari, air, tanah, cuaca, dan faktor abiotik lainnya. Komponen abiotik yang berbeda menyebabkan adanya perbedaan cara adaptasi berbagai jenis makhluk hidup (komponen biotik). Hal ini menunjukkan adanya keaneka ragaman ekosistem. Keanekaragaman ekosistem merupakan keanekaragaman suatu komunitas yang terdiri dari hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme di suatu habitat. Misalnya, hutan hujan, hutan gugur, hutan tropis, padang rumput, padang lumut, ladang, danau, dan sebagainya.

Pada lingkungan lain, kita dapat mengamati bahwa ikan yang hidup di sungai yang mengalir deras berbeda dengan ikan yang hidup di air yang tenang. Demikian juga ganggang yang berada di perairan deras berbeda dengan ganggang yang hidup di perairan tenang. Hal ini menggambarkan bahwa sungai aliran deras membentuk ekosistem yang berbeda dengan sungai tergenang.

Mengamati Keanekaragaman Hayati di Lingkungan Sekitar

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

A. Dasar teori Keanekaragaman hayati adalah keanekaragaman pada makhluk hidup yang menunjukkan adanya variasi bentuk, penampilan, ukuran, serta ciri-ciri lainnya. Keanekaragaman hayati meliputi berbagai variasi yang terdapat pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem. Ekosistem merupakan penyusun lingkungan hidup di sekitar tempat tinggal kita. Di dalam setiap ekosistem tersebut terdapat komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik merupakan berbagai jenis makhluk hidup. Di dalam suatu ekosistem ditemukan berbagai jenis makhluk hidup dari berbagai takson. Di dalamnya bisa ditemukan adanya keanekaragaman jenis dan keanekaragaman gen. B. Tujuan Mengamati keanekaragaman ekosistem, keanekaragaman jenis, dan keanekaragaman gen di berbagai ekosistem C. Alat dan bahan 1. alat tulis 2. buku referensi D. Langkah percobaan 1. Buatlah kelompok kerja untuk melakukan percobaan ini. 2. Lakukanlah survei lingkungan sekitar tempat tinggal atau sekolah kalian. Tentukan berbagai jenis ekosistem yang ada, misalnya ekosistem sawah, ekosistem sungai, ekosistem kolam, dan lain-lain (minimal 2 ekosistem). 3. Amati keadaan setiap ekosistem tersebut. Hal yang harus kalian amati meliputi berbagai jenis makhluk hidup yang ada dan interaksi yang terjadi antarmakhluk hidup tersebut dan antara makhluk hidup dengan lingkungannya. 4. Amati pula keanekaragaman gen dari setiap spesies yang kalian temui. 5. Susunlah hasil pengamatan kalian dalam sebuah tabel. Berikut contoh tabel dan cara mengisinya.

Jawablah soal-soal berikut ini dengan tepat. 1. Apa yang dimaksud dengan keseragaman dan apa yang dimaksud dengan keanekaragaman? Jelaskan dengan beberapa contoh. 2. Jelaskan pengertian keanekaragaman hayati. 3. Jelaskan pengertian keanekaragaman gen. Berikan contohnya. 4. Jelaskan pengertian keanekaragaman jenis. Berikan contohnya. 5. Jelaskan pengertian keanekaragaman ekosistem. Berikan contohnya.

telisik

Lakukan pengamatan pada beberapa jenis hewan di lingkungan sekitar sekolah kalian. Coba temukan keanekaragaman hayati tingkat jenis pada hewan-hewan tersebut. Untuk mendukung analisis kalian, carilah data pendukung buku-buku di perpustakaan atau dari internet. Diskusikan hasilnya di dalam kelas.

Diskusi

Pergilah ke perpustakaan sekolah atau akseslah internet, lalu carilah informasi mengenai keanekaragaman gen pada manusia. Pada sifat-sifat manakah variasi itu terjadi dan apakah sifat-sifat tersebut bisa berubah? Diskusikan dengan teman sebangku kalian dan tuliskan hasilnya pada 2 lembar kertas HVS. Kumpulkan hasil diskusi kalian kepada guru.

Indonesia memiliki kurang lebih 47 ekosistem alami yang berbeda, mulai dari ekosistem salju abadi di Puncak Pegunungan Jaya Wijaya sampai berbagai macam ekosistem hutan dataran rendah di Kalimantan dan padang rumput di Sumbawa. Ada juga ekosistem danau yang dalam hingga rawa-rawa yang dangkal. Di daerah pesisir juga dijumpai ekosistem terumbu karang dan hutan bakau (mangrove). Keanekaragaman ekosistem ini melahirkan keanekaragaman jenis. Sumber: Moeljopawiro, 2001,

Terima Kasih Telah Berkunjung.

 

Pengertian Konsep Keanekaragaman Hayati | medsis | 4.5