Pengemasan dan Perawatan Produk Hasil Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pengemasan dan pelabelan merupakan tahap akhir dalam proses pengolahan
pangan sebelum dipasarkan. Pengemasan seringkali menjadi salah satu faktor
penentu kesuksesan suatu produk olahan di pasar. Oleh karena itu, peran teknis,
ekonomis, dan juga sosial dari pengemasan harus dipahami dengan baik.
Fungsi-fungsi ini tentu saja harus didukung oleh adanya pelabelan yang baik.
Pelabelan yang baik dapat meningkatkan posisi produk di pasar dan dapat berkontribusi
dalam mendukung kesuksesan produk. Satu hal penting yang harus diingat
adalah pelabelan harus jujur dan informatif. Pelabelan harus mengikuti Peraturan
Pemerintah No. 69 Tahun 2000 tentang Pelabelan dan Iklan Pangan.
Kemasan yang baik tentunya harus dapat memenuhi keinginan konsumen.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk dapat memenuhi harapan konsumen
adalah sebagai berikut.
1) Kemasan harus dapat melindungi isi dengan baik, mudah dibuka dan mudah
ditutup serta mudah dibawa.
2) Bentuk dan ukuran menarik serta sesuai kebutuhan.
3) Labeling harus jelas dan komplit.
4) Bahan kemasan harus ramah lingkungan.

1. Fungsi Kemasan
Terdapat tiga fungsi dasar yang harus dipenuhi oleh kemasan. Fungsi pertama
adalah fungsi perlindungan. Pada aspek ini, kemasan berfungsi untuk menjaga
produk tetap bersih, pelindung dari kotoran dan kontaminasi; melindungi
produk terhadap kerusakan sik, perubahan kadar air, dan penyinaran. Fungsi
kedua adalah fungsi penanganan. Beberapa hal yang termasuk dalam fungsi ini
antara lain kemudahan dalam membuka atau menutup, mudah dalam tahap
penanganan, pengangkutan, dan distribusi; mempunyai fungsi yang baik,
esien dan ekonomis; aman untuk lingkungan; mempunyai ukuran, bentuk dan
bobot yang sesuai dengan norma atau standar yang ada; mudah dibuang dan
mudah dibentuk atau dicetak. Fungsi ketiga adalah fungsi untuk pemasaran, Pengemasan dan Perawatan Produk Hasil Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani
kemasan menampakkan identikasi, informasi, daya tarik, dan penampilan
yang jelas sehingga dapat membantu promosi dan penjualan.
Berdasarkan uraian di atas, terlihat bahwa paling tidak terdapat tujuh fungsi
kemasan, yaitu faktor pengamanan (cuaca, sinar, jatuh, tumpukan, kuman, dan
lain-lain); faktor ekonomi (biaya produksi); faktor distribusi (kemudahan
penyimpanan dan pemajangan); faktor komunikasi (mudah dilihat, dipahami
dan diingat); faktor ergonomi (mudah dibawa, dibuka, diambil, diminum);
faktor estetika (warna, logo, ilustrasi, huruf, tata letak); dan faktor identitas
(mudah dikenali, tampil beda).
a. Perlindungan dan Penanganan Produk
Pengemasan dapat memberikan perlindungan terhadap produk agar memiliki
mutu yang baik dalam waktu yang lebih lama. Produk dalam kemasan
dapat dilindungi dengan berbagai cara, antara lain dengan mengontrol
keluar masuknya air (hidratasi), mengendalikan suhu, mengatur atmosfer
pengemasan, mencegah migrasi komponen volatil, dan penyinaran UV.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pengendalian suhu dilakukan dengan menyimpan produk pada suhu
tertentu. Umumnya produk beku harus disimpan pada suhu rendah -18 – 5 °C.
Kemasan yang cocok untuk produk ini adalah PVDC agar tidak mudah sobek
pada waktu produk dicairkan.
b. Pengemasan untuk Pemasaran
Penampilan suatu kemasan haruslah dapat menarik perhatian (eye catching).
Hal ini mencakup warna, bentuk, merek, ilustrasi, tata letak yang berhubungan
dengan faktor emosi dan psikologis. Misalnya, tampilan visual
kemasan jus buah haruslah dapat menimbulkan kesan menyehatkan,
bentuk desain, dan gambar pada kemasannya dipilih yang tidak kaku dan
berwarna cerah.

Daya tarik praktis adalah efektivitas dan esiensi kemasan dalam memudahkan
penyimpanan dan pemajangan produk. Faktor yang berhubungan
dengan daya tarik praktis suatu kemasan adalah bahwa kemasan menjamin
melindungi produk; mudah dibuka dan ditutup; porsi atau volume yang
sesuai; dapat digunakan kembali; mudah dibawa, dijinjing, dipegang;
mudah dihabiskan isinya dan dapat diisi ulang; ditampilkan dengan lucu;
serta yang lain-lainnya sesuai pertimbangan kebutuhan dan sifat produk.
Untuk memenuhi aspek ini, terdapat berbagai strategi untuk berkreasi.
Strategi ini memanfaatkan unsur warna, ilustrasi, bentuk, merk/logo,
tipogra, dan tata letak.

Pengemasan dan Perawatan Produk Hasil Pengawetan Bahan Nabati dan Hewani | medsis | 4.5