Pengaruh Curah Hujan terhadap Vegetasi Alam di Indonesia

Curah hujan sebagai unsur utama iklim memengaruhi vegetasi
alam yang tumbuh di Indonesia. Wilayah Indonesia yang terletak antara
5° LU–11° LS atau beriklim tropis memiliki curah hujan tinggi (> 2.000
mm) dalam setahun dan suhu udara tahunan rata-rata sekitar 28° C.
Keadaan ini menjadikan vegetasi alam yang tumbuh berupa hutan
tropis.
Jenis hutan tropis yang tumbuh di Indonesia didominasi oleh hutan
hujan tropis (tropical rainforest). Selain itu, terdapat juga hujan monsun
tropis (tropical monsun forest) dan hutan mangrove (mangrove forest).
Hutan mangrove banyak tumbuh di sepanjang pantai, delta, muara,
dan sungai.

Pengaruh Curah Hujan terhadap Vegetasi Alam di Indonesia

Klasifikasi Iklim

Iklim Matahari
Klasifikasi iklim Matahari didasarkan pada faktor
garis lintang. Perbedaan garis-garis lintang di permukaan
Bumi berpengaruh terhadap jumlah energi sinar matahari
yang ditemuinya.

a. Iklim Tipe A (Iklim Hujan Tropis)
Wilayah beriklim tipe A memiliki curah hujan tinggi,
penguapan tinggi (rata-rata 70 cm3/tahun), dan suhu udara bulanan
rata-rata di atas 18° C. Curah hujan tahunan lebih dari penguapan
tahunan, tidak ada musim dingin. Wilayah beriklim tipe A
dikelompokkan menjadi tiga sebagai berikut.
1) Iklim tipe Af memiliki suhu udara panas dan curah hujan tinggi
sepanjang tahun. Di wilayah beriklim tipe A terdapat banyak
hutan hujan tropik. Contoh: wilayah Sumatra, Kalimantan, dan
Papua.
Wilayah beriklim tipe Af memiliki ciri:
a) hutan sangat lebat dan heterogen (bermacam-macam
tanaman);
b) terdapat banyak tumbuhan panjat; serta
c) terdapat jenis tumbuhan seperti pakis, palem, dan anggrek.
2) Iklim tipe Am, memiliki suhu udara panas, musim hujan, dan
musim kemarau yang kering. Batas antara musim hujan dan
kemarau tegas. Wilayah beriklim tipe Am antara lain terdapat
di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua bagian
selatan.
Wilayah beriklim tipe Am memiliki ciri:
a) curah hujan tergantung musim;
b) jenis tanaman pendek dan homogen; serta
c) hutan homogen yang menggugurkan daunnya ketika
kemarau.
3) Iklim tipe Aw, memiliki suhu udara panas, musim hujan, dan
musim kemarau yang lebih panjang dibandingkan dengan
musim hujan. Wilayah beriklim tipe Aw terdapat di wilayah
Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara
Timur, Sulawesi Selatan, Kepulauan Aru, dan Papua bagian
selatan.

Wilayah beriklim tipe Aw memiliki ciri:
a) hutan berbentuk sabana (savana);
b) jenis tumbuhan padang rumput dan semak belukar; dan
c) pohonnya berjenis rendah.
b. Iklim Tipe B (Iklim Kering)
Ciri Iklim tipe B adalah penguapan tinggi dengan curah hujan
rendah (rata-rata 25,5 mm/tahun) sehingga sepanjang tahun
penguapan lebih besar daripada curah hujan. Tidak terdapat surplus air. Di wilayah beriklim tipe B tidak terdapat sungai yang
permanen. Wilayah beriklim tipe B dibedakan menjadi tipe Bs
(iklim stepa) dan tipe Bw (iklim gurun).
c. Iklim Tipe C (Iklim Sedang Hangat)
Iklim tipe C mengalami empat musim, yaitu musim dingin,
semi, gugur, dan panas. Suhu udara rata-rata bulan terdingin
adalah (–3)°C – (–8)°C. Terdapat paling sedikit satu bulan yang
bersuhu udara rata-rata 10° C.
Iklim tipe C dibedakan menjadi tiga, sebagai berikut.
1) Iklim tipe Cw, yaitu iklim sedang basah (humid mesothermal)
dengan musim dingin yang kering.
2) Iklim tipe Cs, yaitu iklim sedang basah dengan musim panas
yang kering.
3) Iklim tipe Cf, yaitu iklim sedang basah dengan hujan dalam
semua bulan.
d. Iklim Tipe D (Iklim Salju Dingin)
Iklim tipe D merupakan iklim hutan salju dengan suhu udara
rata-rata bulan terdingin < –3° C dan suhu udara rata-rata bulan
terpanas > 10° C. Iklim tipe D dibedakan menjadi dua:
1) Iklim tipe Df, yaitu iklim hutan salju dingin dengan semua
bulan lembap.
2) Wilayah beriklim tipe Dw, yaitu iklim hutan salju dingin
dengan musim dingin yang kering.
e. Iklim Tipe E (Iklim Kutub)
Wilayah beriklim tipe E mempunyai ciri tidak mengenal
musim panas, terdapat salju abadi dan padang lumut. Suhu udara
tidak pernah melebihi 10° C. Wilayah beriklim tipe E dibedakan
atas tipe Et (iklim tundra) dan tipe Ef (iklim kutub dengan salju
abadi). Iklim tipe E terdapat di daerah Arktik dan Antartika.

 

Pengaruh Curah Hujan terhadap Vegetasi Alam di Indonesia | medsis | 4.5