Penerapan SIG dalam Kajian Geografis

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Penerapan SIG dalam Kajian Geografis

Penerapan SIG dalam Kajian Geografis

Penerapan SIG dalam Kajian Geografis

Penerapan SIG Dalam penerapannya, SIG diharapkan mampu menjawab pertanyaan sebagai berikut:

a. What is at……?, yaitu berupa pertanyaan lokasional, apa yang terdapat pada lokasi tertentu.

b. Where is it…..? merupakan pertanyaan kondisional, lokasi apa yang mendukung untuk kondisi/fenomena tertentu.

c. How has it changed……..? merupakan pertanyaan kecenderungan, yaitu dalam mengidentifikasi kecenderungan atau peristiwa yang terjadi.

d. Which data are related……..? merupakan pertanyaan hubungan, yaitu menganalisis hubungan keruangan antar objek dalam kenampakan geografis). e. What if…….? merupakan pertanyaan berbasiskan model, yaitu untuk mengetahui kondisi optimal, kecocokan lahan, resiko terhadap bencana, dan lain lain berdasar pada model tertentu.

Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka penerapan SIG dapat dikelompokkan ke dalam 5 kategori.

a. Pengelolaan Fasilitas Peta skala besar dan akurat, dan analisis jaringan (network analysis) digunakan untuk pengelolaan utilitas kota.

Misalnya penempatan pipa dan kabel bawah tanah, perencanaan fasilitas pelayanan, pelayanan jaringan telekomunikasi, perencanaan dan penelusuran penggunaan listrik, dan lain-lain.

b. Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Untuk tujuan ini digunakan peta skala menengah dan kecil, dan teknik tumpang tindih (overlay) digabungkan dengan foto udara dan citra satelit untuk analisis dampak lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam. Misalnya studi kelayakan untuk tanaman pertanian, pengelolaan hutan, pengelolaan pertanian dan air, analisis dampak lingkungan, pengelolaan bencana dan mitigasi serta lokasi tempat pembuangan sampah.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

c. Jaringan Jalan Untuk fungsi jaringan jalan digunakan peta skala besar dan menengah, dan analisis keruangan. Misalnya untuk rute kendaraan, lokasi perumahan dan jalan, pemilihan lokasi proyek, pelayanan ambulan, dan perencanaan transportasi.

d. Perencanaan dan Rekayasa Digunakan peta skala besar dan menengah, dan model rekayasa untuk perencanaan sipil. Misalnya perencanaan kota, perencanaan rute dan lokasi jalan tol, dan pembangunan fasilitas umum.

e. Sistem Informasi Lahan Digunakan peta kadastral skala besar.

Misalnya peta persil tanah dan analisis keruangan untuk informasi kadastral, pajak, dan lain-lain.

Pengolahan Fasilitas dan Perencanaan Wilayah

Pengelolaan fasilitas dan perencanaan wilayah sangatlah terbantu dengan adanya SIG, misalnya lokasi dari utilitas-utilitas yang akan dibangun didaerah perkotaan perlu dipertimbangkan agar efektif dan tidak melanggar kriteria-kriteria tertentu yang bisa menyebabkan ketidakselarasan terhadap lingkungannya.

Contohnya pembangunan tempat sampah. Kriteria-kriteria yang bisa dijadikan parameter antara lain, harus berada diluar area pemukiman, berada dalam radius 10 meter dari genangan air, berjarak 5 meter dari jalan raya, dan sebagainya.

Dengan kemampuan SIG yang bisa memetakan apa yang ada diluar dan didalam suatu area, kriteria-kriteria ini nanti akan digabungkan sehingga memunculkan irisan daerah yang tidak sesuai, agak sesuai, dan sangat sesuai dengan seluruh kriteria. SIG juga bisa memetakan trend atau pola sesuatu, dia bisa menggambarkan di mana saja wilayah wilayah yang rentan longsor di suatu kabupaten setelah menganalisa data-data/peta curah hujan, lereng, jenis tanah, tutupan lahan, dan kejadian bencana sebelumnya.

Bahkan SIG digunakan juga untuk hal-hal yang bersifat sosial kemasyarakatan, di dalam pemberdayaan masyarakat, misalnya beberapa organisasi non pemerintah menggunakan SIG dalam pemetaan partisipatif bersama masyarakat desa. Ini bisa membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat atas apa yang ada dan terjadi di wilayah mereka.

Untuk lebih memahaminya, berikut ini contoh desain penerapan SIG dalam menentukan daerah rawan longsor yang diilustrasikan dalam bagan berikut ini.

 

Penerapan SIG dalam Kajian Geografis | medsis | 4.5