Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pendekatan teks dan sains terpadu sangat sangat apik dalam pembelajaran bahasa
Indonesia setelah Kurikulum 2013 menetapkan kebijakan menguatkan kedudukan dan
fungsi bahasa Indonesia dalam pendidikan sekolah se¬bagai penghela dan pembawa
ilmu pengetahuan. Dalam kerangka Kurikulum 2013, kekuatan bahasa Indonesia
dirancang pengembangan dan pembinaannya di sekolah melalui proses pembelajaran
berbasis teks. Dengan berbasis teks, bahasa Indonesia diajarkan bukan sebagai
pengetahuan bahasa, melainkan sebagai teks yang mengemban fungsi sosial dan tujuan
tertentu untuk menjadi sumber aktualisasi diri dan mengembangkan kegiatan ilmiah
atau saintifik.
Sebagai sumber aktualisasi diri, bahasa Indonesia yang diajarkan dengan berbasis
teks—baik lisan maupun tulis—menguatkan jatidiri peserta didik untuk bersikap
spiritual menerima, menghargai, dan menghayati keberadaan bahasa kebangsaan
Indonesia yang merupakan anugrah Tuhan Yang Maha Esa. Pada saat yang sama,
penguatan jatidiri itu memantapkan sikap sosial peserta didik untuk berakhlak mulia
serta bertanggung jawab atas keberadaan bahasa Indonesia sebagai identitas diri negara
kesatuan Republik Indonesia. Melalui pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks, di
kalangan peserta didik, tumbuh sikap tangg jawab, setia, dan bangga aka keberadaan
bahasa Indonesia di tengah lingkungan pergaulan dunia global.
Sementara itu, sebagai sumber pengembangan kegiatan ilmiah atau saintifik,
proses pembelajaran bahasa Indonesia yang berbasis teks tersebut ditempuh melalui
tahapan kegiatan peserta didik yang bersistem, yaitu tahap pembangunan konteks dan
pemodelan teks, kerja sama membangun teks, serta kerja mandiri menciptakan teks
yang sesuai dengan teks model. Semua tahapan pembelajaran teks itu, selain terarah
dan terukur, juga dilakukan secara terkendali oleh pendidik atau pembelajar melalui
kegiatan evaluasi/penilaian autentik terhadap proses dan hasil pembelajaran.
Tanpa adanya data yang diperoleh oleh peserta didik, proses pembelajaran bahasa
Indonesia itu tidak akan menghasilkan teks yang diciptakan secara bersama-sama atau
mandiri. Untuk menghasilkan teks yang diharapkan, kegiatan belajar haruslah berawal
dengan pengamatan terhadap gejala alam atau sosial yang menjadi objek pembelajaran
teks dan berlajut dengan tahap mempersoalkan atau mempertanyakan keberadaan gejala diteruskan dengan analisis keterhubungan antarfakta sehingga gejala atau fenomena
yang dipelajari itu dapat disajikan dan dilaporkan dalam bentuk teks yang sesuai dengan
tujuan komunikasi berbahasa Indonesia.
Proses pembelajaran bahasa Indonesia berbasis teks, sebagaimana harapan
Kurikulum 2013, bermaksud mengembangkan dan membina pribadi peserta didik
agar memiliki kemampuan berpikir empiris dan kritis serta tindakan yang produktif
dan kreatif dalam ranah komunikasi berbahasa Indonesia. englishlearning

Penerapan Pendekatan Saintifik dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Teks | medsis | 4.5