Pengertian Tentang Pelestarian Lingkungan Hidup

Pengertian Tentang Pelestarian Lingkungan Hidup

Pelestarian Lingkungan Hidup – Lingkungan merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan. Setiap makhluk hidup membutuhkan lingkungan dalam kehidupannya. Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya makhluk hidup memanfaatkan lingkungan sebagai sumber untuk memperoleh kebutuhan hidupnya. Agar lingkungan tetap memiliki kemampuan dalam mendukung manusia dan makhluk hidup lainnya maka pelestarian lingkungan sangat diperlukan. Pelestarian lingkungan bukanlah masalah nasional, tetapi sudah merupakan isu global. Berbagai pihak baik pemerintah maupun swasta sangat berkepentingan dalam mengupayakan pelestarian lingkungan. Bagi pemerintah pelestarian lingkungan memiliki arti strategis berkaitan dengan program pembangunan nasional yang berkelanjutan (Sustainable Development) dan pembangunan berwawasan lingkungan (Ecodevelopment). Dalam UUD 1945 Pasal 33 telah diamanatkan bahwa “Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat “.

Pelestarian Lingkungan Hidup

Pelestarian Lingkungan Hidup

Pelestarian Lingkungan Hidup – Oleh karena itu pemerintah berusaha mengimplementasikan amanat tesebut dalam program-program pembangunan yang terencana dan berkelanjutan. Pemerintah telah membuat undang-undang untuk mendukung pelaksanaan UUD 1945. Berkaitan dengan hal tersebut pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Lingkungan Hidup, yaitu berikut ini. 1. Undang-Undang Nomor 4 tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Lingkungan Hidup, diperbaiki dengan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1987 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup. 2. Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Pengelolaan lingkungan hidup merupakan upaya terpadu dalam penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup memiliki azas tanggung jawab, azas berkelanjutan, azas manfaat yang bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.

Pelestarian Lingkungan Hidup

Sasaran pengelolaan lingkungan hidup adalah: 1. tercapainya keselarasan, keserasian, dan keseimbangan antara manusia dengan lingkungan, 2. terwujudnya manusia Indonesia sebagai insan pelindung dan pembina lingkungan, 3. terjaganya kepentingan dari generasi ke generasi, 4. tercapainya keselarasan fungsi lingkungan hidup, 5. terkendalinya pemanfaatan sumber daya secara bijaksana, 6. terlindunginya negara dari dampak usaha/kegiatan yang menyebabkan pencemaran dan perusakan lingkungan.

Peran serta masyarakat dalam pelestarian lingkungan dapat diwujudkan dengan melakukan pengelolaan sampah rumah tangga. Pengelolaan sampah rumah tangga dapat dilakukan dengan memisahkan sampah yang dapat didaur ulang dengan sampah yang tidak dapat didaur ulang, melakukan daur ulang sampah organik dengan pengomposan sampah, serta membuang sampah pada tempatnya. Upaya lain dapat dilakukan dengan menggalakkan gerakan penghijauan di lingkungan sekitar tempat tinggal masingmasing. Hendaknya masyarakat lebih memilih menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, seperti bahan-bahan yang mudah didaur ulang dan tidak mencemari lingkungan.

Pelestarian Lingkungan Hidup

Etika Lingkungan

Etika lingkungan adalah sikap dan tingkah laku manusia yang objektif terhadap kelestarian lingkungan sehingga dihasilkan manusia yang sadar lingkungan. Sebagai bagian dari lingkungan manusia hendaknya memiliki sikap dan kebijaksanaan moral dalam pergaulannya dengan lingkungan. Beberapa prinsip yang sejalan dengan etika lingkungan di antaranya berikut ini.

1. Manusia bukan sumber dari semua nilai, manusia bagian dari lingkungan. 2. Manusia harus menjadi pengelola sumber daya yang bijaksana dari generasi ke generasi. 3. Sumber daya digunakan seoptimal mungkin untuk kesejahteraan manusia. 4. Perbaikan lingkungan harus disesuaikan dengan produksi benda dan materi. 5. Hubungan manusia dengan alam harus saling menguntungkan berdasarkan pengertian ekologi. 6. Lingkungan diciptakan tidak hanya untuk manusia tetapi juga untuk makhluk hidup lainnya. 7. Sumber daya alam bersifat tidak tak terbatas, karena itu pemanfaatannya harus seefisien mungkin dan menghindarkan sikap boros.

Diharapkan setiap manusia mampu menyelaraskan pola pikir, sikap, dan tindakannya sesuai dengan prinsip-pinsip etika lingkungan. Upaya ini dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat dan akhirnya oleh seluruh warga negara. Dengan demikian setiap warga negara diharapkan memiliki peran dan partisipasi masing-masing dalam pelestarian lingkungan.

Pelestarian Lingkungan Hidup

Limbah dan Daur Ulang Limbah

Limbah dapat diartikan zat atau bahan dari sisa produksi atau kegiatan. Umumnya limbah berasal dari kegiatan manusia, baik berasal dari kegiatan rumah tangga (limbah domestik) maupun dari sisa kegiatan produksi pada industri (limbah pabrik). Limbah domestik biasanya berskala kecil, kurang atau tidak mengandung racun, dan tidak mengalami proses pengolahan limbah sebelum dibuang ke lingkungan. Adapun limbah pabrik biasanya dalam skala besar, lebih bersifat toksik, dan biasanya telah mengalami proses pengolahan sebelum dibuang ke lingkungan. Menurut jenisnya limbah dikelompokkan menjadi limbah organik dan limbah anorganik. Menurut bentuk fisiknya limbah dikelompokkan menjadi limbah padat, limbah cair, dan limbah gas. Limbah organik secara alami dapat diuraikan di alam (bersifat biodegradable), seperti kotoran ternak, daun, kertas, bangkai, sisa-sisa tanaman. Adapun limbah anorganik secara alami tidak dapat diuraikan (bersifat nonbiodebradabel), sepeti logam, kaca, plastik, karet. Di negara-negara maju biasanya sarana pengolahan limbah dilengkapi dengan pemurnian air limbah melalui beberapa tingkat, sedangkan limbah yang dihasilkan tidak berbahaya bagi lingkungan. Adapunn di negara berkembang seperti Indonesia, hal ini belum sepenuhnya dilaksanakan. Bahkan di daerah pemukiman penduduk yang padat dan bantaran sungai masih banyak warga masyarakat yang tidak memiliki bak penampungan limbah (septick tank). Limbah langsung dibuang ke selokan atau sungai sehingga mencemari lingkungan. Untuk memperkecil dampak pencemaran oleh pembuangan limbah ke lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan daur ulang (recycle), menggunakan kembali (reuse), perawatan (repair), dan penghematan (reduce). Tidak semua limbah dapat didaur ulang, oleh karena itu perlu dilakukan pemisahan limbah menurut jenisnya sebelum dilakukan daur ulang. Misalnya limbah dipisahkan menjadi limbah logam, limbah kaca, limbah plastik, limbah kertas. Setelah pemisahan selesai baru dilakukan daur ulang.

Di masyarakat kita banyak yang memelihara ternak sebagai upaya untuk menambah penghasilan. Ada yang dimanfaatkan dagingnya, susunya, maupun tenaganya. Selama ini kotoran ternak belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan hanya sebagai limbah. Selain dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, kotoran ternak dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi. Biogas merupakan gas yang dihasilkan dari limbah kotoran ternak atau sampah oganik lainnya oleh aktivitas bakteri. Kandungan gas utama dalam biogas adalah gas metana (CH4 ). Gas ini tidak berbau, tidak berwarna dan sangat mudah terbakar. Kotoran dari sisa organisme, seperti kotoran sapi, kotoran kerbau, bahkan sampah dedaunan dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan biogas. Dalam kotorankotoran tersebut masih terdapat kandungan energi yang belum termanfaatkan. Oleh aktivitas bakteri Methanobacterium, senyawa organik dalam kotoran tersebut difermentasi menghasilkan gas metana. Gas ini dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, termasuk keperluan rumah tangga (menyalakan kompor gas), penerangan, atau kepentingan lain.

Pelestarian Lingkungan Hidup

Rangkuman

Pencemaran atau polusi adalah peristiwa masuknya atau dimasukkannya zat atau bahan ke lingkungan yang menyebabkan penurunan kualitas lingkungan sehingga lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Zat atau bahan penyebab polusi disebut polutan. Polusi dapat terjadi karena kegiatan manusia atau peristiwa alam. Menurut tempat terjadinya polusi dibedakan menjadi polusi udara, polusi air dan polusi tanah. Menurut jenis polutannya polusi dibedakan menjadi polusi fisik, polusi kimia, polusi biologi, polusi suara dan polusi radioaktif. Polusi dapat menurunkan mutu lingkungan, penurunan mutu lingkungan akan menurunkan daya dukung lingkungan. Selain karena kegiatan manusia perubahan lingkungan dapat terjadi karena peristiwa alam. Untuk mengurangi pencemaran terhadap lingkungan dapat dilakukan dengan daur ulang (recycle), digunakan kembali (reuse), perawatan (repair) dan penghematan (reduce). Perubahan lingkungan dapat terjadi karena penebangan hutan secara liar, pertanian sistem monokultur dan pemakaian pestisida dalam pertanian.

UJI KOMPETENSI Coba kerjakan di buku kerja kalian. A. Pilihlah salah satu jawaban soal berikut dengan tepat. 1. Polusi merupakan peristiwa masuknya zat atau bahan ke lingkungan yang dapat menurunkan mutu lingkungan dan daya dukung lingkungan. Zat atau bahan yang yang menurunkan mutu lingkungan dan daya dukung lingkungan tersebut dinamakan …. a. toksik d. polutan b. pencemaran e. degradasi c. polusi 2. Derajat pemenuhan kebutuhan dasar makhluk hidup pada kondisi lingkungan tertentu dinamakan …. a. polusi b. polutan c. mutu lingkungan d. daya dukung lingkungan e. degradasi 3. Plastik, pecahan kaca, logam adalah bahan-bahan yang secara alami tidak dapat diuraikan karena bersifat …. a. toksik b. biodegradable c. nonbiodegradabel d. korosif e. renewable 4. Suatu bahan dikatakan sebagai polutan jika memenuhi syarat berikut, kecuali …. a. kadarnya melebihi batas b. berada pada waktu yang tidak tepat c. berada di tempat yang tidak semestinya d. bersifat toksik e. tidak mendatangkan manfaat 5. Polutan yang dapat menyebabkan terjadinya hujan asam adalah …. a. CO2 b. H2 O c. O2 d. SO3 e. NH3 6. Pemakaian bahan bakar minyak hakikatnya dapat menurunkan mutu lingkungan karena …. a. minyak makin langka b. minyak bersifat terbarukan c. menghasilkan emisi gas ke udara d. harganya makin mahal e. depositnya di perut bumi makin menipis 7. Istilah yang tepat untuk menggambarkan terjadinya kenaikan suhu secara global di muka bumi adalah …. a. eutrofikasi b. presipitasi c. kondensasi d. efek rumah kaca e. blooming 8. Pemakaian pestisida pada dosis yang kurang tepat menimbulkan kerugian karena …. a. harganya mahal b. menimbulkan kekebalan hama c. parasitoid ikut mati d. musuh alami hama ikut mati e. pemborosan 9. Pemakaian CFC pada mesin pendingin ruangan, AC, kulkas sebaiknya dipertimbangkan lagi untuk dicarikan alternatif pengganti yang lebih ramah lingkungan. Efek penggunaan CFC terhadap lingkungan adalah …. a. terjadi hujan asam b. efek rumah kaca c. pemanasan global d. eutrofikasi e. penipisan lapisan ozon 10. Penanganan limbah dari kertas, sampah dedaunan, kotoran ternak yang paling tepat adalah …. a. reuse d. reduce b. repair e. recovery c. recycle

Pengertian Tentang Pelestarian Lingkungan Hidup | medsis | 4.5