Pelestarian Flora (Tumbuhan) dan Fauna (Hewan) di Indonesia

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Pelestarian alam merupakan bagian integral dari pembangunan. Menurut
konsep terakhir, pengertian pelestarian alam mempunyai ruang lingkup yang
luas. Pelestarian alam bukan hanya alam yang dilindungi, tetapi juga semua
makhluk dan faktor lingkungannya. Jadi, usaha pelestarian alam harus ditetapkan
pada sistem kehidupan secara menyeluruh. Usaha ini meliputi pengolahan
lingkungan yang lebih baik agar kualitas hidup manusia dapat meningkat. Pelestarian Flora (Tumbuhan) dan Fauna (Hewan) di Indonesia
1. Pelestarian Tumbuhan atau Flora di Indonesia
Pelestarian tumbuhan di Indonesia tidak hanya ditujukan pada jenis-jenis
tumbuhan langka saja, tetapi juga ditujukan untuk kelestarian sumber daya kayu
sebagai kekayaan alam. Pelestarian flora dilakukan antara lain sebagai berikut.
a. Pengawasan Ketat terhadap Kayu Hutan
Keluarga meranti-merantian (Dipterocarpaceae) merupakan penghasil kayu
terbesar di Indonesia. Penebangannya sangat giat, tetapi kurang memerhatikan
penanamannya kembali. Jenis-jenis kayu yang dikhawatirkan akan sangat berkurang adalah kapur, keruing, tengkawang, damar, bakau, ramin, ulin, eboni,
dan cendana. Khusus kayu ulin, eboni, dan cendana sangat banyak diminati
masyarakat dan mempunyai nilai ekspor yang tinggi. Pemerintah telah
mengadakan pengawasan ketat agar kayu-kayu tersebut jangan sampai punah.
b. Penanaman Hutan Kembali (Reboisasi)
Penebangan kayu hutan hendaknya diberi kewajiban untuk menanam
kembali pohon-pohon yang telah ditebang. Hal ini perlu dilakukan untuk menjaga
kestabilan hutan dan mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor, serta
menjaga kelestarian sumber daya kayu hutan agar tetap terjamin.
c. Cagar Alam
Kawasan hutan yang dilindungi untuk mempertahankan tumbuhan/flora
agar dapat berkembang baik secara alami disebut cagar alam.
Berikut contoh cagar alam yang ada di Indonesia.
1) Rafflesia di Bengkulu, untuk melindungi
bunga Rafflesia Arnoldi sebagai
bunga terbesar di dunia.
2) Ujung Kulon di Jawa barat, untuk
melindungi: badak, buaya, banteng,
rusa, babi hutan, merak, dan tumbuhtumbuhan.
3) Sibolangit di Sumatra Utara, untuk
melindungi flora asli khas dataran
rendah Sumatra Timur antara lain
bunga lebah dan bunga bangkai.
4) Pulau Dua di Jawa Barat, untuk
melindungi hutan dan berbagai jenis burung.
5) Arjuna Lalijiwa di Jawa Timur, untuk melindungi hutan cemara dan hutan
alpina.
6) Cibodas di Jawa Barat untuk melindungi hutan cadangan di daerah basah.
7) Tanjung Pangandaran Jawa Barat, untuk melindungi hutan rusa, banteng dan babi hutan.
8) Liabo Pauti, di Sumatra Barat, untuk melindungi tumbuh-tumbuhan khas
Sumatra Barat dan beberapa macam hewan antara lain siamang dan tapir.
9) Cagar alam di Kalimantan Timur dimaksudkan untuk melindungi berbagai
jenis anggrek alam (Orchiaceae). Beberapa jenis anggrek di tempat ini hanya
terdapat di Indonesia, misalnya anggrek hitam (Coelogyne pandurata).
Jenis-jenis flora yang dilindungi saat ini antara lain sebagai berikut.
1) Vegetasi hutan musim.
2) Vegetasi dan hutan pegunungan.
3) Vegetasi rawa dan hutan rawa air tawar.
4) Hutan depterocarpaceae tanah rendah.
5) Hutan gambut.
6) Hutan kerangas (health forest).

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

7) Hutan pantai dan hutan bakau.
8) Hutan cadangan di daerah basah.
9) Berbagai spesies bunga

Pelestarian Flora (Tumbuhan) dan Fauna (Hewan) di Indonesia | medsis | 4.5