Panggilan Allah untuk Mengembangkan Diri

Panggilan Allah untuk Mengembangkan Diri Menjadi

Panggilan Allah untuk Mengembangkan Diri Menjadi

Panggilan Allah untuk Mengembangkan Diri Menjadi

Perempuan dan Laki-laki

Sejati Sebagaimana telah diuraikan dalam pelajaran sebelumnya, Allah menciptakan manusia baik perempuan maupun laki-laki sebagai citraNya. Maka panggilan manusia, entah sebagai perempuan atau laki-laki, menampilkan dan memancarkan diri sebagai Citra Allah, sebagaimana diungkapkan dalam Katekismus Gereja Katolik berikut.

Artikel 2335

kedua jenis kelamin mempunyai martabat yang sama dan, walaupun atas cara yang berbeda-beda, merupakan citra kekuatan dan cinta kasih Allah yang lemah lembut. Panggilan yang tak kalah pentingnya adalah menjaga kesuciaan dan kemurnian diri sebagai perempuan atau laki-laki.

Artikel 2342

memperoleh pengendalian diri adalah satu tugas yang membutuhkan waktu. Kita tidak boleh berpendapat bahwa kita telah memperolehnya untuk selama-lamanya. Kita harus selalu berusaha terus-menerus dalam segala situasi kehidupan. Dalam bagian kehidupan tertentu, di mana kepribadian dibentuk, ia menuntut satu usaha khusus, misalnya dalam masa kanak-kanak dan dalam masa muda.

Artikel 2343

kemurnian mengikuti hukum pertumbuhan : ia melewati beberapa tahap, dimana ia masih tidak sempurna dan mudah untuk berdosa. Manusia yang berkebajikan dan murni adalah “ suatu makhluk dalam sejarah, yang dari hari ke hari membentuk diri. Melalui sekian banyak keputusannya yang bebas; karena itu ia mengenal, mencintai dan melaksanakan kebaikan moral juga secara bertahap” (FC 34).

Artikel 2344

Kemurnian adalah satu tugas pribadi; tetapi ia menuntut juga satu usaha kultural, karena “pertumbuhan pribadi manusia dan perkembangan masyarakat sendiri saling tergantung” (GS 25,1). Kemurnian mengandaikan penghormatan kepada hak-hak manusia, terutama sekali hak atas pembinaan dan pendidikan, yang memperhatikan dimensi susila dan rohani kehidupan manusia. Artikel 2345 Kemurnian adalah satu kebajikan susila. Ia juga merupakan anugerah Allah, satu rahmat, satu buah roh Roh Kudus yang menganugerahkan kekuatan untuk mengikuti kemurnian Kristus kepada mereka yang dilahirkan kembali dalam air Pembaptisan.

• Setelah membaca artikel tersebut, cobalah memahaminya lebih dalam dengan cara menjawab pertanyaan berikut dalam kelompok. • Diskusikanlah pertanyaan berikut ini dan komunikasikan hasilnya:

a. Apa yang kalian pahami, bila manusia itu, perempuan atau laki-laki harus mampu menjadi citra kekuatan dan kasih Allah yang lemah lembut?

b. Artikel 2342-2344, berbicara mengenai perlunya menjaga kemurnian/ kesucian diri sebagai perempuan atau laki-laki. Apa yang dapat dilakukan untuk menjaga kesucian/ kemurnian tersebut? Setelah diskusi selesai, masing-masing kelompok dapat mempresentasikan hasilnya, dan kelompok lain dapat memberi tanggapan berupa pertanyaan atau komentar.

Refleksi dan Aksi Cermati cerita berikut!

Sepasang gadis dan perjaka yang saling mengasihi memutuskan untuk menikah. Setelah menikah, mereka tinggal di sebuah rumah kecil, jauh dari kedua orang tuanya. Tetapi rupanya kebahagiaan yang mereka bayangkan tentang pernikahan, justru mulai pudar sejak mereka hidup bersama. Masalah demi masalah mulai muncul dari hal-hal sepele. Suaminya mengeluhkan istrinya karena tidak dapat memasak, tidak bersih kalau mencuci pakaian, dan tidak dapat mengatur dan mengurus rumah Istrinya juga demikian. Ia sering mengeluhkan suaminya, yang masih sering begadang dengan teman-temannya dulu, sepulang bekerja masih keluyuran, kadang-kadang pulang sudah larut malam.Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Ternyata, sang istri semasa mudanya tak pernah belajar melihat dan membantu Ibunya memasak. Ia tak pernah belajar mencuci pakaian sendiri. Ia tak pernah belajar menjadi seorang perempuan. Ia tidak belajar menjadi seorang Ibu. Demikian pula sang suami. Ia tidak pernah belajar menjadi seorang Bapak yang melindungi, memberi rasa aman, dan peduli terhadap keadaan rumah.

pikirkan apa yang sebaiknya kamu lakukan untuk mengembankan diri sebagai laki atau perempuan. Tuliskan dalam catatanmu!

Doa Didoakan oleh siswa perempuan Allah Maha Pencipta, tanamkanlah dalam diri kami tanggung jawab untuk melatih dan membekali diri dengan sifat-sifat seorang perempuan sejati sebagaimana nampak dalam Bunda Maria, yang taat, tulus hati dan penuh kepasrahan pada kehendakMu, setia pada Yesus PuteraMu Didoakan oleh siswa laki-laki Allah Maha Pencipta, tanamkanlah dalam diri kami tanggung jawab untuk melatih dan membekali diri dengan sifat-sifat seorang laki-laki sejati, sebagaimana nampak dalam diri Yesus puteraMu, yang bijaksana dan tegas melawan semua godaan, yang melindungi orangorang lemah, yang bersahabat dengan siapa saja Tugas Merumuskan pesan dari kutipan 1 Korintus 6:13-20 berkaitan dengan panggilan memperkembangkan diri

Tumbuh dan Berkembang Bersama Orang Lain 

Manusia diciptakan Allah sebagai pribadi unik, sebagai perempuan atau laki-laki. Dalam perkembangan dan pertumbuhannya manusia senantiasa membutuhkan orang lain. Ia tidak dapat hidup tanpa bantuan sesama. Itulah sebabnya manusia disebut makhluk sosial. Empat lingkup hidup tempat manusia bertumbuh dan berkembang, adalah keluarga, jemaat (Gereja), sekolah, dan masyarakat. Masing-masing lingkup memberi peran dan pengaruh secara khas. Dalam bab ini, kamu akan diajak untuk melihat dan menyadari kembali peranan keempat lingkup hidup itu dalam perkembangan diri. Dengan demikian diharapkan kamu dapat semakin mampu bersikap positif terhadap keempat lingkup tersebut, dan mampu menempatkan diri lebih baik lagi dalam pergaulan dengan sesama. Topik-topik yang akan dibahas dalam Bab ini adalah sebagai berikut. A. Peran Keluarga bagi perkembanganku B. Peran sekolah bagi perkembanganku C. Peran Gereja bagi perkembanganku D. Peran masyarakat bagi perkembanganku E. Berteman F. Bersahabat G. Berpacaran

Peran Keluarga bagi Perkembanganku Doa Allah,

Bapa Yang Pengasih dan Penyayang, kami bersyukur karena kasihMu kepada kami melalui keluarga kami, terutama melalui kedua orang tua kami, yang dengan penuh cinta dan pengabdian telah memelihara kami. Bantulah kami, agar kami pun dapat mencintai mereka melalui doa dan peran kami dalam keluarga, Keluarga Kudus Nazaret, hadirkanlah semangatMu dalam keluarga kami agar keluarga kami menjadi surga yang indah tempat kami saling mengasihi dan tempat kami untuk meluhurkan nama-Mu. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin.

Keluarga yang Diidamkan dan Tantangannya

Beberapa tahun yang lalu, salah satu stasiun TV swasta menayangkan satu sinetron bertema keluarga. Sinetron tersebut menggambarkan dinamika kehidupan sebuah keluarga sederhana yang sangat indah. Simak dan resapi syair lagu berikut. Keluarga Cemara Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga. Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga. Selamat pagi emak. Selamat pagi abah. Mentari pagi ini bersinar indah. Terima kasih emak. Terima kasih abah. Bentuk kami perkasa. Putra-putri yang siap berbakti. (Soundtrack Film “Keluarga Cemara” Stasiun Televisi RCTI)

1. Tanyakanlah apa yang belum kamu pahami dari syair lagu Keluarga Cemara tersebut ! 2. Ungkapkanlah kesanmu terhadap syair lagu tersebut! 3. Diskusikan bersama teman-temanmu pertanyaan berikut ini: a. Menurutmu apa yang menjadi ciri keluarga ideal/yang diidamkan? b. Siapakah yang bertanggung jawab untuk mewujudkan keluarga ideal yang kamu idamkan itu? Bagaimana cara melakukannya ? c. Apa tantangan yang dapat menghambat terwujudnya keluarga zaman sekarang sehingga kondisi ideal itu sulit tercapai ? d. Pertanyaaannya sama dengan pertanyaan no 5 hal 49

Peran Keluarga Bagiku

Keluarga adalah satu bentuk persekutuan hidup atau komunitas terkecil yang terdiri atas beberapa anggota yang memiliki sikap, karakter, kesibukan, masalah, dan kepentingan berbeda-beda. Maka untuk menciptakan keluarga yang ideal butuh peran aktif, tangung jawab, dan pengorbanan dari setiap anggotanya. Di balik masih adanya kekurangan dalam keluargamu, kamu perlu sadar bahwa bagaimanapun keluarga dan setiap anggota keluarga mempunyai peran yang cukup besar dalam pertumbuhan dan perkembanganmu.

a. Setelah mengamati foto-foto di atas, coba temukan dan tuliskan pengetahuan dan keterampilan apa yang kamu peroleh dalam keluarga, sejak kecil hingga sekarang ini dalam buku catatanmu?

b. Dalam keadaan hening kamu ingat kembali peran masing-masing angggota keluarga bagi pertumbuhan dan perkembanganmu. Untuk merumuskan hal tersebut.

Peran Keluarga bagi Perkembangan Diri Menurut Ajaran Gereja

Gereja memandang penting peranan keluarga sebagai wadah pembinaan anak-anak. Keluarga menjadi tempat dan lingkungan pertama bagi setiap orang sejak ia dilahirkan. Oleh karena itu, apa saja yang diterima dalam keluarga akan sangat berpengaruh pada perkembangan diri seseorang. Pandangan tersebut dapat kita simak dari Konsili Vatikan II , Pernyataan tentang Pendidikan Kristen, sebagai berikut.

Artikel 3

Karena orang tua telah menyalurkan kehidupan kepada anak-anak, terikat kewajiban amat berat untuk mendidik anak mereka. Maka orang tualah yang harus diakui sebagai pendidik mereka yang pertama dan utama. Begitu pentinglah tugas mendidik itu, sehingga bila diabaikan, sangat sukar pula dapat dilengkapi. Sebab merupakan kewajiban orang tua: menciptakan lingkungan keluarga, yang diliputi semangat bakti kepada Allah dan kasih sayang terhadap sesama sedemikian rupa, sehingga menunjang keutuhan pendidikan pribadi dan sosial anakanak mereka. Maka keluarga itulah lingkungan pendidikan pertama keutamaan-keutamaan sosial, yang dibutuhkan oleh setiap masyarakat. Adapun terutama dalam keluaraga kristen, yang diperkaya dengan rahmat serta kewajiban Sakramen Perkawinan, anak-anak sudah sejak dini harus diajar mengenal Allah serta berbakti kepada-Nya dan mengasihi sesama, seturut iman yang telah mereka terima dalam Baptis. Disitulah anakanak menemukan pengalaman pertama masyarakat manusia yang sehat serta Gereja. Melalui keluargalah akhirnya mereka lambat-laun diajak berintegrasi dalam masyarakat manusia dan umat Allah. Maka hendaklah para orang tua menyadari, betapa pentinglah keluarga yang sungguh kristen untuk kehidupan dan kemajuan umat Allah sendiri.

 

Panggilan Allah untuk Mengembangkan Diri | medsis | 4.5