Menampilkan Sikap Positif Terhadap Pancasila

Menampilkan Sikap Positif  Terhadap Pancasila

Pancasila

Pancasila

Pancasila – Menampilkan Sikap Positif terhadap Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa, dan Bernegara

Pancasila – Dari pembahasan di awal kita telah paham benar bahwa Pancasila lahir dari nilai-nilai kehidupan masyarakat Indonesia. Pancasila menjadi pedoman hidup bangsa Indonesia yang mengakar pada jiwa dan semangat seluruh rakyat dari anak-anak hingga orang dewasa, dari warga biasa sampai pejabat Negara.

Berikut kita uraikan beberapa contoh perilaku yang menampilkan Pancasila dalam berbagai lingkungan kehidupan keluarga, sekolah, dan masyarakat. a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa 1) Di lingkungan keluarga: a) Melaksanakan ritual keagamaan, misalnya salat dan berdoa ketika hendak melakukan berbagai kegiatan. b) Melaksanakan acara pernikahan, acara selamatan anak, dan upacara kematian. c) Melaksanakan syukuran ketika mendapatkan kebahagiaan atau memperoleh berkah dan karunia Tuhan. d) Bersilaturahmi sesama anggota keluarga. e) Memperdalam, berdiskusi, ceramah, dan mengkaji ajaran agamanya masing-masing.

Pancasila

2) Di lingkungan sekolah: a) Mengikuti ceramah keagamaan. b) Mengikuti lomba kegiatan keagamaan. c) Menghormati Bapak dan Ibu guru. d) Berdoa ketika memulai dan mengakhiri pelajaran, upacara bendera. e) Memperingati hari-hari besar keagamaan di sekolah.f) Mengikuti kegiatan kerohanian di sekolah. g) Mengikuti pelajaran agama di sekolah dengan sungguh-sungguh. h) Menghormati dan menghargai teman yang sedang menjalankan ibadah. i) Memelihara sarana peribadatan dan membiasakan hidup bersih dan rapi. j) Melaksanakan ibadat menurut agama dan keyakinan masing-masing.

3) Di lingkungan masyarakat: a) Menjalankan ibadat sesuai tata cara agamanya masing-masing. b) Memberikan sumbangan untuk pembangunan sarana dan kegiatan ibadah. c) Menengok dan membantu tetangga yang tertimpa musibah, sakit dan ditinggal pergi (meninggal). d) Menengok, mendoakan dan mengantarkan tetangga yang meninggal dunia ke pemakaman. e) Berpartisipasi dalam kegiatan agama di masyarakat. f) Menghormati dan tidak mengganggu peribadatan tetangga yang seagama maupun tidak seagama. g) Menciptakan kebersihan, ketenteraman, dan keamanan lingkungan. h) Tidak merusak lingkungan hidup.

b. Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

1) Di lingkungan keluarga: a) Mencintai, menghormati dan menaati nasihat orang tua. b) Menjunjung tinggi nilai-nilai luhur keluarga dengan penuh ketulusan sehingga terjadi suasana keluarga yang bahagia. c) Menjaga nama baik keluarga di masyarakat. d) Orang yang mudah menghargai; orang yang sebaya saling menghargai, yang tua menyayangi yang muda. e) Setiap anggota keluarga melaksanakan hak dan kewajibannya. f) Tidak saling mencampuri hak orang lain. g) Saling membantu dan merasakan dalam kesusahan atau kegembiraan.

2) Di lingkungan sekolah: a) Menjunjung tinggi kesopanan dalam pergaulan antarteman di sekolah. b) Melaksanakan program sekolah berkaitan dengan usaha kemanusiaan c) Menegur teman yang mencontek, tidak melaksanakan tugas piket, dan melaporkan teman yang membolos atau menyalahgunakan uang sekolah. d) Membantu teman yang sedang mengalami musibah, baik moral maupun material. e) Tidak merendahkan dan menyakiti perasaan teman. f) Mengembangkan sikap tenggang rasa.

3) Di lingkungan masyarakat: a) Membantu korban bencana alam. b) Memberi sedekah kepada fakir miskin. c) Tidak menyakiti dan memfitnah orang lain. d) Meminta izin bila meminjam barang orang lain. e) Berlaku sopan kepada orang lain. f) Menjadi donor darah. g) Mengumpulkan dana bela sungkawa untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya. h) Menjaga nama baik masyarakat, bangsa, dan negara. c. Persatuan Indonesia

1) Di lingkungan keluarga: a) Mencintai sesama anggota keluarga dan membina kerukunan serta keutuhan keluarga. b) Mengutamakan kepentingan keluarga. c) Tidak memaksakan kehendak kepada anggota keluarga. d) Saling menyayangi, tolong-menolong, saling menghormati, dan menghargai serta bergotong-royong di antara sesama anggota keluarga. e) Memajukan pergaulan demi keutuhan keluarga. f) Menjaga, memelihara dan mempunyai rasa memiliki harta benda keluarga.

2) Di lingkungan sekolah: a) Menghindari sikap dan perilaku yang mencemarkan nama baik sekolah. b) Mencintai dan saling menghormati antarteman, guru dan petugas sekolah. c) Mengutamakan kepentingan sekolah. d) Bergaul dengan teman tanpa saling mengejek dan membedakan antarsuku, agama, ras, dan golongan. e) Mengikuti upacara dengan tertib. f) Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan serta tidak mencoret-coret dinding dan sarana lainnya. g) Menggunakan bahasa daerah dan nasional secara baik dan benar. h) Rajin mengembangkan usaha-usaha memajukan diri, misalnya giat belajar, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, gemar membaca, dan memperdalam bidang keahliannya. i) Tertib membayar uang sekolah.

3) Di lingkungan masyarakat: a) Mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. b) Mengembangkan transmigrasi. c) Giat mengikuti sistem keamanan lingkungan dan bela negara. d) Saling tukar kesenian daerah. e) Bergaul dengan masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan. f) Meningkatkan pariwisata dalam negeri. g) Mencintai dan membeli produk bangsa Indonesia.

d. Kerakyatan yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan

1) Di lingkungan keluarga: a) Pembangunan rumah dengan perencanaan yang dimusyawarahkan terlebih dahulu. b) Musyawarah pembentukan panitia acara perkawinan, khitanan, atau rekreasi. c) Pembagian harta waris secara musyawarah. d) Pembagian tugas kerja anggota keluarga. e) Musyawarah penyelesaian masalah pada saat tertimpa musibah.

2) Di lingkungan sekolah: a) Pemilihan ketua kelas, pengurus dan ketua OSIS b) Pemilihan ketua regu dalam Pramuka. c) OSIS menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler. d) Melaksanakan diskusi kelompok/kelas. e) Pembagian tugas dalam penyelesaian tugas sekolah. f) Ada perwakilan kelas yang menyalurkan aspirasi anggota OSIS pada pengurus OSIS, dan sebaliknyag) Menyalurkan opini/pendapat melalui majalah dinding.

3) Di lingkungan masyarakat: a) Perumusan dan pengesahan rencana anggaran pendapatan dan belanja pembangunan RW/ Desa. b) Pembangunan Balai Desa. c) Pembangunan sarana umum. d) Pemilihan ketua RT, RW, dan pengurus LKMD, serta kepala desa. e) Musyawarah dan gotong royong pembangunan sarana umum. f) Pemberdayaan Badan Musyawarah Desa.

e. Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

1) Di lingkungan keluarga: a) Bersikap hemat dan mau bekerja keras sesuai dengan kemampuan. b) Mengutamakan kebutuhan sekolah sebelum kebutuhan lainnya. c) Pandai membagi waktu untuk belajar, bermain, dan membantu orang tua. d) Rajin melatih diri dengan keterampilan/hasta karya. e) Tidak bersikap boros. f) Mengatur pengeluaran. g) Menjadi orang tua asuh, atau teman asuh bagi orang lain yang kekurangan dalam ekonomi. h) Mau berbagi rasa dan keuntungan dengan keluarga lain yang membutuhkan pertolongan. i) Mengembangkan silaturahmi, kekeluargaan dan kegotongroyongan dalam mengembangkan usaha keluarga.

2) Di lingkungan sekolah: a) Siswa gemar menabung dan menghemat uang jajan. b) Tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan. c) Pengadaan sarana belajar secara sederhana/wajar. d) Bekerja keras dalam meraih prestasi. e) Rajin sekolah dan mengikuti pelajaran dengan tekun dan sungguh-sungguh. f) Menjadi anggota koperasi sekolah. g) Menjadi teman asuh bagi orang lain yang kurang mampu secara ekonomis. h) Setia kawan dalam menolong korban bencana alam dan fakir miskin. i) Menjalin kebersamaan dalam kegiatan sosial kemanusiaan.

3) Di lingkungan masyarakat: a) Manggalang kegiatan sosial. b) Menggalakan program jaring pengaman sosial dengan tepat sasaran. c) Menggalakan program padat karya dan memanfaatkan lahan tidur. d) Menggiatkan gerakan nasional orang tua asuh. e) Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat penganggur. f) Meningkatkan semangat gotong royong dan kekeluargaan. g) Menggiatkan koperasi dan usaha ekonomi lemah. h) Meningkatkan semangat kerja keras dan kesederhanaan.

1. Pancasila 2. Dasar negara 3. Ideologi 4. Ideologi negara 5. Weltanschauung 6. Dimensi idealis 7. Dimensi normatif 8. Dimensi realistis 9. Ideologi terbuka 10. Ideologi tertutup 11. Nilai dasar Pancasila 12. Nilai instrumen Pancasila 13. Nilai praktis Pancasila 14. Nilai objektif 15. Nilai subjektif 16. Fundamental 17. Falsafah 18. Norma

1. Pancasila sebagai dasar negara artinya Pancasila sebagai sumber kaidah hukum konstitusional yang mengatur negara beserta unsur-unsurnya. Di samping itu, Pancasila juga memiliki kekuatan mengikat secara hukum, baik tertulis ataupun hukum dasar tidak tertulis dalam praktek penyelenggaraan negara. 2. Pancasila merupakan sarana yang sangat ampuh untuk mempersatukan keanekaragaman Bangsa Indonesia. 3. Ideologi disebut sebagai Philosofische Grondslag atau Weltanschaauung, yaitu konsensus warga negara tentang nilai-nilai dasar yang ingin dicapai dalam pembentukan satu negara. 4. Pancasila sebagai ideologi Negara adalah suatu cita-cita yang akan dan ingin dicapai meliputi nilai-nilai yang menjadi pedoman dan dasar negara serta kehidupannya. 5. Pancasila sebagai ideologi negara bertujuan segala sesuatu dalam bidang pemerintahan dan semua kehidupan kenegaraan haruslah dilandasi dengan Pancasila. 6. Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dan dasar negara mengandung nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. 7. Setiap sila dalam Pancasila memiliki nilai-nilai yang mencerminkan kepribadian Bangsa Indonesia. 8. Nilai-nilai Pancasila memiliki dua sifat yaitu sifat objektif dan subjektif 9. Pancasila bersifat terbuka artinya ideologi Pancasila memiliki nilai-nilai dasar yang aktual, dinamis, dan senantiasa dapat dikembangkan atau menerima pemikiran-pemikiran baru sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan kebutuhan bangsa. 10. Pancasila bersifat tertutup artinya nilai-nilai dasar Pancasila tidak dapat diubah atau diganti oleh nilai dasar lain karena sudah menjadi identitas atau jati diri bangsa Indonesia.

 

Menampilkan Sikap Positif Terhadap Pancasila | medsis | 4.5