Lingkungan Membaca Ekstensif Teks Nonsastra Paragraf Deskripsi

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Lingkungan Membaca Ekstensif Teks Nonsastra Paragraf Deskripsi

Nonsastra Paragraf Deskripsi – Pernahkah Anda melakukan identifikasi terhadap sebuah teks atau artikel? Apa yang Anda temukan? Dalam pelajaran ini, Anda akan belajar mengidentifikasi ide suatu teks nonsastra melalui teknik membaca ekstensif dan mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui rekaman. Selain itu, Anda akan belajar menemukan nilainilai cerita pendek melalui kegiatan diskusi.

Nonsastra Paragraf Deskripsi

Nonsastra Paragraf Deskripsi

Membaca Ekstensif Teks Nonsastra 

Nonsastra Paragraf Deskripsi – Membaca ekstensif termasuk ke dalam jenis membaca secara mendalam dengan sumber bacaan yang beragam. Dengan kata lain, membaca ekstensif adalah perluasan dari membaca intensif. Manfaat membaca dengan teknik ini adalah pembaca dapat memperoleh informasi lengkap dari berita yang memiliki topik yang sama. Teknik ini biasanya digunakan untuk memperluas wawasan dan memecahkan masalah secara teoretis. Kegiatan membaca ini dapat dilakukan dengan tidak mengeluarkan suara, tidak menunjuk bacaan, serta kepala tidak bergerak mengikuti arah bacaan. Agar lebih memahami seluruh informasi dari bacaan yang dibaca, Anda dapat menentukan gagasan pokok tiap para grafnya. Dalam hal ini, Anda harus semaksimal mungkin memanfaatkan waktu baca dan mengingat kembali pokok-pokok dalam bacaan. Dalam membaca ekstensif, Anda dituntut untuk menyapu seluruh bacaan tanpa mengulang kalimat atau kata-kata yang pernah dibaca. Sekarang, coba Anda baca kedua bacaan berikut ini dengan menggunakan teknik yang telah dipaparkan di atas.

Nonsastra Paragraf Deskripsi – Hal-hal yang harus dilakukan agar belajar bisa efektif 1. Ulang kembali pelajaran yang telah didapat dan baca dua halaman materi berikutnya. 2. Selalu konsentrasi penuh ketika mendengarkan pelajaran di sekolah. 3. Mengetik ulang catatan pelajaran ke dalam komputer. 4. Membaca ulang catatan pelajaran kemudian buat kesimpulan dengan kata-katamu sendiri. 5. Gunakan buku catatan yang berbeda pada setiap mata pelajaran. 6. Mengajari teman lain tentang materi yang baru diulang bisa membuatmu selalu ingat akan materi tersebut. 7. Sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. 8. Belajarlah di siang hari ketika badan masih segar setelah tidur cukup di malam hari. 9. Libur dulu dari acara olah raga atau kegiatan fisik lainnya sehari menjelang ulangan umum. 10. Belajar sambil mendengarkan musik yang tenang tapi menggugah. Musik klasik macam Beethoven ato Mozart bisa dicoba.

Nonsastra Paragraf Deskripsi – Hal-hal yang harus diperhatiakan agar bisa menjaga kebugaran tubuh 1. Latihan Aerobik untuk Daya Tahan (Endurance) Jantung-Paru 2. Latihan Kekuatan Otot 3. Latihan Kelenturan Cara lain yang tak kalah penting: 1. Gunakan tangga sebanyak mungkin dan hindari lift maupun elevator. 2. Berjalanlah sebanyak Anda bisa. 3. Mulailah melakukan hobby yang memerlukan gerakan tubuh. 4. Bermain bersama anak-anak 5. Ikut les dansa.

Nonsastra Paragraf Deskripsi – Hal lain yang dapat Anda telah dari kedua bacaan di atas dan setiap naskah yang Anda baca adalah fakta dan opini. Fakta dalam kedua bacaan di atas adalah mengenai belajar efektif dan menjaga kebugaran yang sangat bermanfaat bagi diri sendiri dan seluruh manusia pada umumnya. Sementara itu, opini dari kedua bacaan di atas adalah mengenai kiat-kiat yang harus dilakukan agar bisa belajar efektif dan menjaga kebugaran tubuh.

Menulis Paragraf Deskripsi

Nonsastra Paragraf Deskrips – Anda telah memahami cara menulis paragraf narasi pada pembelajaran 1C, bukan? Selain paragraf narasi, Anda pun dapat mengubah pengalaman menarik Anda menjadi sebuah paragraf deskripsi. Gambarkanlah pengalaman menarik Anda menjadi sebuah paragraf yang baik. Jika teman Anda membacanya, ia akan merasa seolah-olah mengalaminya. Oleh karena itu, untuk mengevalusi apakah paragraf Anda itu sudah baik atau belum, mintalah teman Anda untuk membaca dan menanggapinya.

Nah, berikut ini salah satu contoh paragraf deskripsi yang diadaptasi dari pengalaman menarik ketika berada di suatu tempat.

Nonsastra Paragraf Deskripsi – Ketika berada di pantai, tentu ada keinginan untuk me nyaksikan matahari terbit dan matahari terbenam. Begitu pula, ketika berada di Pantai Pangandaran, Jawa Barat, matahari terbit dan terbenam dapat disaksikan dengan indah. Bentuk semenanjung dari Pantai Pangandaran membuat kita bisa menikmati matahari terbit di sisi pantai timur dan tenggelam di sisi pantai barat. Pemandangan Pantai Pangandaran sangat memesona.

Nonsastra Paragraf Deskripsi – Di sebelah kanan terlihat perbukitan yang memanjang. Sementara itu, di sisi kiri terdapat perkampungan nelayan dengan beraneka perahu tradisional. Selain itu, di sisi kanan pun terdapat hutan cagar alam Pananjung yang dipakai sebagai penyangga ekosistem sekaligus tujuan wisata. Di pantai ini pun banyak dipenuhi kios cinderamata, peng inapan, dan toko kelontong. Hal ini sangat menarik jika mengabadikan pantai dengan teman atau keluarga dalam media foto atau video. Selain itu, hal ini pun dapat dijadikan pengalaman yang tidak akan terlupakan. Sumber: Majalah Intisari, September 2005 dengan pengubahan.

Nonsastra Paragraf Deskripsi – Pada pelajaran sebelumnya, yakni pembelajaran 1C, Anda telah berlatih menulis paragraf narasi. Paragraf narasi berusaha memaparkan suatu hal, peris tiwa, atau kejadian berdasarkan.urutan waktu dan tempat. Contoh tulisan narasi yang mudah Anda temukan adalah narasi fiksi, seperti cerpen atau novel. Paragraf narasi berbeda dengan paragraf deskripsi. Paragraf deskripsi merupakan paragraf yang isinya bersifat melukiskan atau menggambarkan sesuatu. Lukisan memang harus disajikan dengan sehidup-hidupnya agar pembaca seolah-olah melihat apa yang dilihat penulis, mendengar apa yang didengar oleh penulis, serta dia dapat merasakan apa yang dirasakan oleh penulis. Pembaca diajak untuk mengambil apa yang dialami oleh penulis.

Bagaimana agar karangan deskripsi itu dapat disajikan dengan sehidup-hidupnya? Langkah pertama, Anda harus melatih diri mengamati sesuatu. Segala sesuatu di sekeliling dapat diamati. Pengamatan dapat pula dilakukan terhadap diri sendiri, alam sekitar, kejadian di masyarakat, dan sejenisnya. Semua itu dapat Anda susun menjadi sebuah karangan deskripsi yang menarik. Deskripsi akan terasa lebih hidup jika dibumbui dengan perincian yang sesuai dengan tujuan penulisan. Perincian yang dipilih hendaknya khusus pula. Supaya kekhu sus an itu menon jol, Anda dapat memberikan penjelasan tam bahan. Jadi, tidak semua hasil pengamatan, seperti semua yang dilihat, yang didengar, atau yang dirasakan, harus dijadikan bahan karang an. Bahan-bahan itu dipilih sesuai dengan tema dan tujuan karangan yang akan dibuat.

Karangan deskripsi (lukisan) dapat dibedakan atas deskripsi spasial dan deskripsi objektif. Deskripsi spasial merupakan upaya penggambaran suatu ruang atau tempat tertentu agar pembaca merasakan seolah-olah melihat sendiri ruang atau tempat tersebut. Sementara itu, deskripsi objektif adalah penggambaran suatu hal dengan mengungkapkan perincian identitas hal tersebut secara apa adanya sehingga pembaca dapat membayangkan keadaan yang dideskripsikan tersebut. Banyak topik yang dapat Anda kembangkan menjadi paragraf atau karangan deskripsi, misalnya tentang keadaan lingkungan sekitar, benda-benda unik dan antik yang ada rumah Anda, pemandangan indah di daerah Anda, atau tokoh-tokoh idola Anda. Topik-topik tersebut dapat Anda deskripsikan secara tepat jika Anda melakukan pengamatan secara cermat. Sesuatu yang Anda deskripsikan tersebut, diusahakan sejelas mung kin agar pembaca atau orang yang mendengarkan dapat mem bayangkan benda atau sesuatu yang dideskripsikan.

Seperti halnya pada pembelajaran menulis karangan narasi, Anda pun dapat melakukan penyuntingan terhadap tulisan sendiri atau tulisan teman. Perhatikanlah penggunaan kata, tanda baca, dan ejaannya. Apakah sudah sesuai dengan ejaan baku bahasa Indonesia atau belum? Pada saat penyuntingan, Anda dapat menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia dan Pedoman Ejaan Yang Disempurnakan sebagai pegangan dan rujukan.

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Mengindetifikasi Unsur-Unsur Bentuk Suatu Puisi

Pada pembelajaran 1B, Anda telah mendengarkan pembacaan puisi Anda mungkin sudah mampu mengungkapkan isi puisi berupa tema, makna, dan pesan dengan mahir. Pelajaran kali ini akan menambah pemahaman Anda mengenai puisi. Kali ini, Anda akan belajar mengidentifikasi unsur-unsur bentuk (fisik) puisi berupa diksi, pengimajian, gaya bahasa/majas. Diksi atau pemilihan kata sangat berpengaruh terhadap keindahan puisi. Pemilihan kata yang tepat akan memberikan daya magis yang sangat kuat pada puisi yang penyair ciptakan. Namun, hendaknya disadari bahwa kata-kata dalam puisi bersifat konotatif, artinya memiliki kemungkinan makna yang lebih dari satu. Kata-katanya juga dipilih yang puitis artinya mempunyai efek keindahan dan berbeda dari kata-kata yang Anda pakai dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pemilihan kata yang cermat ini, orang akan langsung tahu bahwa yang dihadapi itu puisi. Pengimajian adalah kata atau susunan kata-kata yang dapat mengungkapkan pengalaman sensoris, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan (Herman J. Waluyo, 1995 : 78). Diksi dan pengimajian memiliki hubungan yang sangat erat. Diksi yang dipilih harus menghasilkan pengimajian. Baris atau bait puisi itu seolah mengandung gema suara (imaji auditif), benda yang nampak (imaji visual), atau sesuatu yang dapat Anda rasakan, raba atau sentuh (imaji taktil). Ketiganya digambarkan oleh bayangan konkret yang dapat Anda hayati secara nyata.

Dalam puisi ini dipilih kat-kata yang berisi sikap kagum penyair kepada perempuan-perempuan perkasa. Untuk menunjukkan rasa kagum itu, penyair tidak cukup dengan penyebutan perempuan perkasa. Untuk memperkonkret gambaran dalam pikiran pembaca, Ia menggunakan pengimajian berupa ungkapan /Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta./. Untuk menunjukkan kendaraan bagi perempuanperempuan itu secara konkret penyair menciptakan pengimajian ” Di atas roda-roda baja mereka berkendara”. Selain diksi dan pengimajian, dalam unsur-unsur bentuk suatu puisi terdapat gaya bahasa atau majas. unsur ini mampu memberikan sesuatu yang bersifat estetis dalam sebuah puisi. Gaya bahasa atau majas adalah cara mengungkapkan pikiran melalui bahasa secara khas yang memperlihatkan jiwa dan kepribadian penulis (pemakai bahasa). Jenis gaya bahasa atau majas yang sering digunakan dalam puisi adalah:

1. Metafora Metafora adalah kiasan kiasan langsung, artinya benda yang dikiaskan itu tidak disebutkan. Dalam “Surat Cinta”, Renda mengiaskan diri kekasihnya bagai putri duyung.

engkaulah putri duyung/ tawananku/ putri dyung dengan suara merdu/ lembut bagi angin laut/ mendesahlah bagiku. (“Surat Cinta”, 1959)

2. Personifikasi Personifikasi adalah peristiwa alam yang dikiaskan sebagai keadaan atau peristiwa yang dialamai manusia. Dalam “Padamu Jua” Amir Hamjah menulis :

pelita jendela di malam gelap/ melambai pulang perlahan”; “engkau cemburu/ engkau ganas/ mangsa aku dengan cakarmu/ bertukar tangkap dengan lepas.

Dalam hal ini Tuhan dipersonifikasikan sebagai manusia. 3. Hiperbola Hiperbola adalah kiasan yang berlebih-lebihan. Untuk melebih-lebihkan sifat jelek yang dikritik, Rendra membuat hiperbola sebagai berikut:

politisi dan pegawai tinggi/ adalah caluk yang rapih/ kongres-kongres dan konferensi/ tak pernah berjalan tanpa kalian. (“Bersatulah Pelacur-Pelacur Jakarta”)

4. Ironi, Dalam puisi pamflet, demonstrasi, dan kritik sosial, banyak digunakan ironi, yakni kata-kata yang bersifat berlawanan untuk memberikan sindiran. Ironi dapat berubah menjadi sinisme dan sarkasme, yakni penggunaan kata-kata yang kerasdan kasar untuk menyindir atau mengeritik. Nada sinisme dapat dinikmati dalam sajak Rendra berjudul “Sajak Sebotol Bir” ini.

kota metropilotan disini tidak tumbuh dari industri/ tapi tumbuh dari negara industri asing/ akan pasaran dan sumber pengadaan bahan alam/ kota metropulitan disini/ adalah sarana penumpukan bagi Eropa, Jepang, Cina, Amerika, Australia, dan negara industri lainya. (“Sajak Sebotol Bir:”, 1977)

Mendiskusikan Cerita Pendek

Salah satu genre sastra Indonesia yang dapat Anda baca adalah cerita pendek. Saat membaca cerita pendek (cerpen), Anda bukan saja terhibur oleh penyajian ceritanya yang memikat, melainkan juga akan mendapatkan sesuatu yang baru. Cerpen yang bermutu biasanya memiliki nilai-nilai yang berguna bagi pembaca. Nilai-nilai tersebut berkaitan dengan perilaku manusia yang berlaku di masyarakat. Misalnya, tingkah laku seseorang di suatu lingkungan. Hal ini sangat mendukung keutuhan isi cerpen. Membaca cerpen berbeda dengan ketika Anda membaca sebuah berita. Saat membaca berita, Anda dapat melihat bahwa bahasa yang digunakan adalah bahasa lugas dan cenderung bermakna denotatif. Saat membaca cerpen, Anda akan menemukan bahasa yang digunakan adalah bahasa bercerita dan banyak menggunakan bahasa kias. Selain itu, dalam isi berita diungkapkan hal-hal yang berupa fakta dan pendapat.

Sementara itu dalam cerpen berisi imajinasi pengarang. Akan tetapi, jika Anda mendiskusikan sebuah cerpen pelaksanaan nya relatif sama dengan mendiskusikan berita. Namun, dalam mengungkapkan unsur-unsurnya tentu saja berbeda. Berita dan cerpen memiliki unsur-unsur yang berbeda. Misalnya, berita memiliki unsur-unsur yang biasa dibahas, yakni topik berita, pendapat, serta pokok-pokok berita. Sementara, dalam mendiskusikan cerpen dibahas tentang isi, nilai-nilai cerpen, serta hal-hal menarik. Jadi, sekarang Anda mulai memahaminya, bukan? Menurut bentuk fisiknya, cerpen adalah cerita yang pendek. Namun, batasan ini belum dapat dijadikan dasar sebuah cerpen. Sebab, ada juga cerita yang pendek, tetapi bukan cerpen, seperti dongeng atau anekdot. Oleh karena itu, dibutuhkan ciri lain yang dapat dijadikan batasan pengertian sebuah cerpen.

 

Lingkungan Membaca Ekstensif Teks Nonsastra Paragraf Deskripsi | medsis | 4.5